Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Situ Gede Mengering, Perahu Kini Parkir di Tanah Retak

Situ Gede Mengering, Perahu Kini Parkir di Tanah Retak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Situ Gede Tasikmalaya, salah satu ikon wisata air di Kota Tasikmalaya, menghadapi kondisi yang memprihatinkan pada puncak musim kemarau tahun ini. Objek Wisata Situ Gede yang biasanya dipenuhi perahu wisata dan aktivitas pengunjung kini berubah drastis. Permukaan air menyusut, hamparan lumpur mulai mendominasi kawasan danau, sementara puluhan perahu hanya terparkir di atas tanah yang retak.

Pantauan di kawasan Situ Gede yang berada di Jalan Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Senin (20/7/2026), menunjukkan garis air mundur cukup jauh dari bibir danau. Aktivitas wisata yang sebelumnya menjadi daya tarik utama kini hampir tidak terlihat.

Bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata, kondisi tersebut bukan sekadar perubahan pemandangan. Mereka kini menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan karena jumlah pengunjung terus menurun sejak debit air mulai menyusut beberapa pekan terakhir.

Perahu Tak Lagi Berlayar, Penghasilan Warga Ikut Menurun

Agus, salah seorang juru perahu di Situ Gede, mengatakan suasana kawasan wisata berubah drastis dibandingkan dua bulan lalu.

Menurutnya, sebelum memasuki puncak musim kemarau, puluhan perahu masih hilir mudik mengantar wisatawan menikmati panorama danau. Kini, hampir seluruh perahu terpaksa diparkir di kawasan dangkal karena air tidak lagi cukup untuk dilayari.

“Dulu perahu hampir tidak pernah berhenti. Sekarang semuanya diam di atas tanah yang retak,” ujarnya.

Ia mengaku pendapatannya turun tajam. Jika sebelumnya mampu mengangkut penumpang hingga belasan kali dalam sehari, kini aktivitas tersebut nyaris tidak ada.

Sebagian juru perahu bahkan memilih menjala ikan atau melakukan pekerjaan lain sambil menunggu kondisi danau kembali normal.

Hamparan Lumpur Mendominasi Situ Gede

Warga sekitar memperkirakan genangan air yang tersisa kini hanya menutupi sebagian kawasan danau.

Mereka menilai musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyusutan debit air. Selain itu, beberapa warga juga berpendapat bahwa sedimentasi dan pendangkalan yang terjadi selama bertahun-tahun ikut mempercepat berkurangnya kapasitas tampung danau. Namun, penyebab pasti kondisi tersebut masih memerlukan penjelasan dari instansi berwenang.

Hamparan lumpur yang ditumbuhi rumput kini terlihat di banyak bagian Situ Gede. Dermaga kayu yang biasanya berada di atas permukaan air pun tampak menggantung cukup jauh dari garis genangan.

Wisatawan Berkurang, Warung Ikut Sepi

Penurunan debit air juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Sejumlah warung yang biasanya melayani wisatawan memilih tutup karena jumlah pengunjung terus berkurang. Mereka yang datang umumnya hanya melihat kondisi Situ Gede, mengambil beberapa foto, kemudian meninggalkan lokasi.

Kondisi itu berbeda jauh dibandingkan akhir pekan pada musim penghujan, ketika kawasan ini dipadati keluarga yang ingin menikmati suasana danau menggunakan perahu wisata.

Warga Berharap Ada Penanganan Jangka Panjang

Selain berharap hujan segera turun, warga juga menginginkan adanya langkah penanganan yang berkelanjutan terhadap Situ Gede.

Menurut mereka, kawasan wisata ini memiliki nilai penting, bukan hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi pelaku usaha kecil, juru perahu, hingga pedagang makanan.

Sejumlah warga berharap pemerintah dapat melakukan kajian mengenai kondisi Situ Gede, termasuk upaya menjaga fungsi kawasan tangkapan air dan penanganan sedimentasi apabila memang diperlukan berdasarkan hasil kajian teknis.

Hingga berita ini ditulis, AlbadarPost masih berupaya meminta keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab utama penyusutan debit air serta langkah yang akan dilakukan untuk penanganan Situ Gede.

Situ Gede Bukan Sekadar Danau

Bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, Situ Gede bukan hanya ruang wisata, tetapi juga bagian dari identitas kota.

Karena itu, kondisi yang terjadi saat ini menjadi pengingat bahwa menjaga kawasan danau memerlukan perhatian bersama, mulai dari pelestarian lingkungan hingga pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Ketika air surut, yang terlihat bukan hanya dasar danau. Harapan para pelaku wisata pun ikut mengering, menunggu Situ Gede kembali hidup seperti dulu. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nikah fest 2026

    Cari Pasangan Serius? Kemenag Gelar Golek Garwo di Nikah Fest 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ta’aruf Kemenag menjadi salah satu program yang menarik perhatian menjelang pelaksanaan Nikah Fest 2026. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menghadirkan sesi perkenalan atau ta’aruf resmi bagi Muslim dan Muslimah yang serius mencari pasangan hidup sesuai syariat Islam. Program yang dikenal dengan nama Golek Garwo atau Ta’aruf Session tersebut menjadi bagian dari rangkaian […]

  • Ilustrasi kemacetan jalan raya dengan banyak kendaraan sebagai metafora kehidupan yang penuh tekanan dan pentingnya makna syukur

    Bukan Kurang Nikmat, Tapi Kurang Syukur: Ini Faktanya

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna syukur sering kita ucapkan, tetapi jarang kita rasakan sepenuhnya. Banyak orang memahami syukur sebagai sekadar ucapan “terima kasih,” padahal arti syukur, esensi bersyukur, dan nilai rasa cukup jauh lebih dalam dari itu. Ironisnya, di tengah hidup yang serba cepat, kita justru makin jauh dari makna syukur yang sebenarnya. Padahal, syukur bukan […]

  • Qarun dalam Al-Qur'an

    Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah. Pola pikir itu […]

  • Mesir vs Selandia Baru

    Salah Bersinar, Mesir Balikkan Keadaan dan Menang Dramatis

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Mesir vs Selandia Baru menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia FIFA. Setelah tertinggal lebih dulu, Timnas Mesir menunjukkan mental juara dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1. Kemenangan Mesir ini sekaligus mempertegas pengaruh Mohamed Salah yang kembali tampil sebagai motor serangan sekaligus pembeda di momen krusial. Bermain […]

  • Upacara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya April 2026 soroti disiplin prajurit TNI dan ancaman hoaks digital

    Panglima TNI Ingatkan Bahaya Hoaks di Upacara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upacara Lanud Wiriadinata menjadi panggung penting penyampaian pesan strategis Panglima TNI terkait disiplin, hoaks, dan dinamika global. Dalam upacara bendera TNI tersebut, isu integritas prajurit hingga ancaman informasi digital kembali ditegaskan sebagai perhatian utama di tengah perubahan lingkungan strategis yang kian kompleks. Upacara 17-an bulan April digelar di Lapangan Jupiter Lanud […]

  • tambang pasir ilegal

    Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Virus Nipah kembali menyita perhatian dunia. Penyakit zoonotik ini dinilai berbahaya karena memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum memiliki obat maupun vaksin. Sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan setelah kasus baru kembali muncul di Asia Selatan. Nipah virus tanpa obat menjadi perhatian serius otoritas kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan […]

expand_less