Santunan Yatim Warnai Haplah Akhirussanah Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara hadir di acara puncak kegiatan Haplah Akhirussanah, Kamis Malam (2/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Haplah Akhirussanah Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya menjadi penutup tahun ajaran, tetapi juga ruang memperkuat kepedulian sosial. Hal itu terlihat dalam kegiatan di DKM Miqdarull Falah, Kampung Sindangsono, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kamis (2/7/2026) malam. Selain menjadi ajang silaturahmi, Haplah ini juga menghadirkan santunan bagi 13 anak yatim sebagai simbol kepedulian dan pendidikan akhlak.
Suasana halaman DKM Miqdarull Falah dipenuhi warga sejak sore. Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, turut menambah perhatian masyarakat. Sorotan malam itu bukan kehadiran pejabat, melainkan santunan bagi 13 anak yatim yang menyatukan warga.
Santunan Menjadi Simbol Gotong Royong Masyarakat
Satu per satu anak yatim maju menerima santunan secara simbolis. Senyum mereka menggambarkan bahwa perhatian masyarakat masih tumbuh di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun lembaga keagamaan. Masyarakat juga berperan memastikan anak-anak tetap bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Diky menegaskan kehadirannya untuk menyapa, mendengar, dan mempererat silaturahmi dengan warga Sindangsono.
Haplah Menjaga Tradisi, Pendidikan, dan Kebersamaan
Diky mengapresiasi panitia serta tokoh masyarakat yang secara konsisten menyelenggarakan Haplah Akhirussanah setiap tahun. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Ia menilai silaturahmi, nilai agama, dan semangat kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan yang harmonis. Ketika ketiga unsur tersebut terus dirawat, masyarakat memiliki modal sosial yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Haplah Akhirussanah yang selama ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi santri, tetapi juga wadah mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Pendidikan Akhlak Dinilai Tetap Relevan
Di tengah derasnya arus informasi digital, Diky juga mengingatkan pentingnya pendidikan akhlak sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak memerlukan bekal nilai moral, adab, dan pemahaman agama sebagai penyeimbang perkembangan teknologi yang terus berubah.
Ia menyebut pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an, doa, dan akhlak menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat tetap memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan keluarga maupun sekolah.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada aspek akademik. Karakter, kepedulian, dan nilai kemanusiaan juga menjadi bagian penting yang perlu dipupuk secara berkelanjutan.
Kegiatan Sosial Perlu Terus Berlanjut
Haplah Akhirussanah di Sindangsono memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang lahirnya aksi sosial yang nyata. Santunan kepada anak yatim menjadi salah satu contoh bahwa kepedulian masyarakat masih tumbuh melalui kolaborasi antara warga, tokoh agama, dan berbagai unsur lainnya.
Di sisi lain, kegiatan seperti ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan membangun masyarakat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Hubungan sosial yang kuat, budaya saling membantu, dan perhatian terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis.
Ketika semangat gotong royong terus hidup, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki di tengah masyarakat.
Harapan untuk Tamansari
Menutup sambutannya, Diky berharap santunan yang diberikan menjadi berkah bagi para penerima dan keluarga mereka. Ia juga berharap Haplah Akhirussanah terus menjadi energi positif yang mempererat persatuan masyarakat Tamansari sekaligus memperkuat kehidupan sosial di Kota Tasikmalaya.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan keagamaan akan memiliki makna lebih besar ketika mampu melahirkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
Haplah Akhirussanah akan selalu dikenang bukan karena siapa yang hadir di atas panggung, melainkan karena siapa yang pulang dengan harapan baru. Ketika kepedulian tumbuh bersama, sebuah kampung tidak hanya menjadi lebih rukun, tetapi juga lebih kuat menghadapi masa depan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar