Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Isu Pungli Damkar Banjar, Ini Penjelasan BPBD

Isu Pungli Damkar Banjar, Ini Penjelasan BPBD

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Damkar Kota Banjar menjadi sorotan setelah muncul dugaan pungutan liar terkait kegiatan penyemprotan air pada acara perpisahan siswa SMPN 1 Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Polemik tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Namun, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, akhirnya memberikan penjelasan mengenai kronologi yang sebenarnya.

Menurut Ruhimat, kegiatan penyemprotan yang dilakukan petugas pemadam kebakaran bukan merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) institusinya. Meski demikian, bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permohonan pihak sekolah demi mengantisipasi aksi euforia pascakelulusan siswa.

Dengan demikian, isu yang berkembang tidak hanya menyangkut persoalan dana operasional, tetapi juga menyentuh batas antara pelayanan sosial dan mekanisme pembiayaan kegiatan di luar tugas utama lembaga.

Bermula dari Upaya Mencegah Coret-coret dan Konvoi

Ruhimat menjelaskan, pihaknya menerima permohonan bantuan dari sekolah untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tertib setelah kelulusan siswa.

Menurut dia, penyemprotan air dilakukan dengan tujuan mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti aksi coret-coret seragam maupun konvoi kendaraan bermotor.

“Secara aturan, kegiatan penyemprotan seperti itu bukan tugas kami. Namun karena ada permohonan dari pihak sekolah, kami berupaya membantu demi mencegah anak-anak melakukan aksi coret-coret atau konvoi sepeda motor setelah kelulusan,” ujarnya.

Selain itu, Ruhimat menegaskan bahwa seluruh layanan kedaruratan yang menjadi tugas Damkar Kota Banjar selama ini diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Pelayanan kebakaran, penyelamatan, hingga pembersihan tumpahan oli di jalan yang diminta pihak kepolisian, menurutnya, tidak pernah dipungut biaya.

Dana Rp600 Ribu Disebut untuk Operasional

Dalam keterangannya, Ruhimat menyebut pihak sekolah memberikan dana sebesar Rp600 ribu secara sukarela kepada petugas yang bertugas di lapangan.

Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk pembelian bahan bakar kendaraan.

“Petugas melaporkan bahwa dana tersebut dipakai untuk membeli solar dan kebutuhan operasional lainnya,” jelasnya.

Ruhimat juga membantah tudingan yang menyebut dirinya menerima sebagian dana tersebut secara pribadi.

Bahkan, menurut dia, ketika ada staf yang hendak menyerahkan sisa uang sebesar Rp150 ribu, dirinya menolak dan meminta agar uang tersebut dikembalikan kepada petugas yang bertugas.

“Saya tidak menerima uang itu. Bahkan sisa Rp150 ribu yang hendak diberikan kepada saya langsung saya tolak,” tegasnya.

Nomor Telepon Diduga Disalahgunakan

Polemik semakin berkembang setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menggunakan nomor pribadi Ruhimat.

Dalam percakapan tersebut, terdapat pesan yang seolah-olah mengatasnamakan dirinya terkait koordinasi dana operasional.

Namun, Ruhimat mengaku tidak pernah mengirimkan pesan sebagaimana yang beredar.

Ia bahkan menduga nomor telepon miliknya telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya tidak pernah mengirimkan pesan tersebut. Kemungkinan ada pihak yang menyalahgunakan atau bahkan meretas nomor telepon saya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

BPBD Kota Banjar Lakukan Evaluasi

Terlepas dari polemik yang terjadi, BPBD Kota Banjar memutuskan untuk tidak lagi melayani permohonan kegiatan penyemprotan serupa dari sekolah-sekolah yang berada di luar wilayah Kota Banjar.

Selain itu, pelayanan Damkar Kota Banjar ke depan akan lebih diprioritaskan untuk masyarakat di wilayah Kota Banjar.

Adapun bantuan bagi daerah lain hanya akan diberikan melalui mekanisme bantuan antarwilayah dalam kondisi darurat kebakaran.

Menurut Ruhimat, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk evaluasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

“Niat kami hanya ingin membantu. Namun jika bantuan tersebut justru menimbulkan prasangka, polemik, bahkan fitnah, maka lebih baik kegiatan seperti ini dihentikan,” katanya.

Pelayanan Publik dan Batas-Batas yang Perlu Diperjelas

Kasus ini pada akhirnya menghadirkan pertanyaan yang lebih luas mengenai batas antara pelayanan sosial dan mekanisme operasional di lapangan.

Di satu sisi, kehadiran petugas Damkar untuk membantu masyarakat mendapat apresiasi. Namun di sisi lain, transparansi dan kejelasan mekanisme pembiayaan menjadi hal penting agar tidak memunculkan kesalahpahaman.

Karena itu, polemik ini dapat menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak, baik pemerintah daerah, institusi pelayanan, maupun masyarakat, agar bentuk-bentuk bantuan di luar tugas utama memiliki mekanisme yang jelas dan dapat dipahami bersama.

Hingga kini, klarifikasi yang disampaikan BPBD Kota Banjar diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Niat baik memang penting, tetapi di era keterbukaan, niat baik saja tidak cukup. Transparansi adalah bahan bakar utama agar pelayanan publik tetap mendapat kepercayaan masyarakat. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengguna narkoba

    Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kepala desa di Sumedang ditetapkan sebagai pengguna narkoba dan dinonaktifkan. Dampaknya pada tata kelola pemerintahan desa. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Sumedang menetapkan seorang kepala desa aktif di Kecamatan Jatinangor sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Meski tidak terindikasi terlibat peredaran, status sebagai pengguna narkoba berdampak langsung pada tata kelola pemerintahan desa, termasuk keputusan penonaktifan jabatan […]

  • Ilustrasi siluet wanita berkerudung hitam duduk berdoa di atas sajadah, menundukkan kepala sambil menangis, melambangkan keikhlasan amal dan bahaya riya dalam ibadah.

    Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nanti, ketika manusia berdiri sendiri di hadapan Allah, amal tidak lagi bersuara lantang. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sanjungan. Yang tersisa hanyalah niat yang pernah tersembunyi di dalam dada. Pada saat itu, banyak manusia terdiam. Mereka melihat amal yang dahulu tampak besar, namun kini terasa ringan. Ada salat yang rajin, sedekah […]

  • Bank Galunggung

    Bank Galunggung Borong 3 Penghargaan di TOP BUMD 2026, BUMD Tasikmalaya “Unjuk Gigi”?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada yang menarik dari gelaran TOP BUMD Awards 2026 tahun ini. Di tengah persaingan ketat antar BUMD, Bank Galunggung justru tampil mencolok. Bukan cuma menang, tapi langsung memborong tiga penghargaan sekaligus. Dalam konteks TOP BUMD 2026, capaian Bank Galunggung ini terasa spesial. Sebab, tidak banyak BUMD daerah yang mampu konsisten naik […]

  • simbol aspirasi

    Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Aksi tak biasa dilakukan warga Lampung Selatan. Puluhan warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, memprotes kondisi jalan rusak dengan cara menebar ribuan ikan lele ke aspal berlubang. Aksi ini menjadi simbol aspirasi warga atas lambatnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan daerah. Jalan yang diprotes warga dipenuhi lubang besar […]

  • Pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk mengembangkan usaha di era modern.

    Teknologi Mengubah Wajah UMKM, Peluang Besar atau Ancaman Baru?

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan UMKM digital semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi tidak lagi hanya milik perusahaan besar, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam kehidupan pelaku usaha kecil dan menengah. Kini, transformasi bisnis UMKM berbasis digital mulai mengubah cara masyarakat berjualan, promosi, hingga mencari pelanggan. Dulu, banyak pelaku UMKM mengandalkan toko fisik dan promosi […]

  • Petugas Dishub berjaga di perempatan Jalan Gunungsari Cipanas Tasikmalaya sambil mengawasi truk tambang pasir.

    Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perempatan Cipanas Galunggung Sukaratu, Selasa (12/5/2026), terasa sedikit berbeda. Udara masih dingin. Kabut tipis belum sepenuhnya hilang dari sekitar Kampung Nyalindung, Jawa Barat. Namun di sisi jalan, tiga petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya sudah berdiri sejak pagi sambil memperhatikan kendaraan yang melintas satu per satu. Sesekali suara rem angin […]

expand_less