Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Salat Idul Adha yang Benar, Ini Tata Cara Lengkap dengan Doanya

Salat Idul Adha yang Benar, Ini Tata Cara Lengkap dengan Doanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 340
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Udara pagi Idul Adha biasanya terasa berbeda. Jalanan kampung yang sehari-hari sepi mulai dipenuhi suara sandal jamaah yang terseret pelan di aspal menuju lapangan salat. Dari kejauhan, gema takbir terdengar bercampur suara motor yang datang bergelombang sejak subuh.

Sebagian bapak-bapak tampak tergesa memasang peci hitam yang baru diambil dari lemari. Ada anak kecil yang masih mengucek mata sambil menggenggam tangan ayahnya. Di sudut lapangan, beberapa jamaah lanjut usia bahkan terlihat membawa koran bekas untuk alas karena rumput masih basah oleh embun pagi.

Sajadah tipis warna hijau tua tampak sedikit lembap ketika dibentangkan.

Namun di tengah suasana yang khas itu, ternyata masih banyak umat Muslim yang belum benar-benar memahami tata cara salat Idul Adha secara lengkap. Mulai dari jumlah takbir, niat salat Id, hingga doa dan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Padahal salat Idul Adha bukan sekadar agenda tahunan. Ada syiar, ketundukan, dan pelajaran tentang keikhlasan Nabi Ibrahim AS di dalamnya.

Hukum dan Dalilnya

Mayoritas ulama menyatakan salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bahkan hampir tidak pernah meninggalkannya.

Dalil tentang salat Id terdapat dalam hadis Rasulullah SAW:

“Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan, lalu hal pertama yang beliau lakukan adalah salat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Allah SWT juga berfirman:

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam pelaksanaan salat Idul Adha dan ibadah kurban.

Tata Cara yang Benar

Salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dan biasanya dilaksanakan berjamaah di masjid atau lapangan terbuka.

Berikut tata caranya:

Rakaat Pertama

  • Membaca niat salat Idul Adha
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Bertakbir sebanyak 7 kali
  • Di antara takbir dianjurkan membaca:

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”

  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat Al-A’la atau surat lainnya
  • Rukuk, sujud, lalu berdiri untuk rakaat kedua

Rakaat Kedua

  • Bertakbir sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat Al-Ghasyiyah atau surat lainnya
  • Menyempurnakan salat hingga salam

Setelah salat selesai, khatib menyampaikan khutbah Idul Adha.

Kadang ada jamaah yang lupa jumlah takbir karena terlalu fokus mengikuti suara imam. Ada pula anak kecil yang mendadak menangis di tengah saf. Bahkan di beberapa lapangan, suara pengeras suara sesekali terdengar pecah karena volume terlalu tinggi.

Suasananya tidak selalu sempurna.

Dan mungkin memang tidak harus selalu sempurna.

Niat dan Doa Salat Idul Adha

Niat sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatan li ‘iidil adha rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:
“Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Salat sebagai Imam

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatan li ‘iidil adha rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.”

Doa Takbir Idul Adha

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ”
“Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.”

Takbir ini dianjurkan diperbanyak sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik.

Di beberapa musala kecil, suara takbir kadang masih terdengar sampai larut malam. Mic masjid sedikit berdengung. Sesekali ada suara batuk dari pengeras suara sebelum takbir kembali dilanjutkan.

Tetapi justru suasana seperti itulah yang sering membuat Idul Adha terasa dekat dan hangat.

Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Salat

Rasulullah SAW juga mengajarkan beberapa sunnah sebelum salat Idul Adha, di antaranya:

  • mandi sebelum berangkat salat Id,
  • memakai pakaian terbaik,
  • menggunakan wewangian,
  • berjalan kaki menuju tempat salat jika memungkinkan,
  • serta memperbanyak takbir.

Berbeda dengan Idul Fitri, Rasulullah SAW dianjurkan tidak makan terlebih dahulu sebelum salat Idul Adha.

Dalam hadis disebutkan:

“Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Adha hingga beliau salat terlebih dahulu.”
(HR. Tirmidzi)

Karena itu, sebagian ulama menganjurkan makan setelah salat dan setelah penyembelihan kurban selesai dilakukan.

Bukan Sekadar Ritual Tahunan

Banyak orang datang ke salat Id hanya karena kebiasaan tahunan. Padahal ada makna besar yang sering terlupa di balik gema takbir dan lautan jamaah.

Idul Adha mengajarkan:

  • keikhlasan,
  • pengorbanan,
  • dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Di beberapa lapangan desa, jamaah kadang duduk berhimpitan di atas tikar tipis sambil menahan panas matahari yang mulai naik. Ada anak kecil yang tertidur di pangkuan ayahnya ketika khutbah berlangsung agak panjang. Sementara pedagang balon dan mainan mulai berdiri di pinggir jalan bahkan sebelum imam selesai berdoa.

Momen itu sederhana.

Namun justru di situlah Idul Adha terasa sangat manusiawi.

Karena salat Id bukan hanya tentang gerakan dan takbir. Melainkan tentang bagaimana manusia kembali belajar tunduk, kecil, dan berserah diri di hadapan Allah SWT.

Kadang yang membuat pagi Idul Adha terasa begitu menyentuh bukan hanya gema takbirnya, tetapi kesadaran kecil bahwa sejauh apa pun manusia berjalan, hatinya selalu mencari jalan untuk kembali pulang kepada Tuhan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi percakapan grup WhatsApp yang membahas keburukan orang lain menurut hukum Islam tentang ghibah.

    Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius. Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup […]

  • survei elektabilitas capres

    Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Survei elektabilitas capres menempatkan Prabowo di puncak, sementara Dedi Mulyadi naik signifikan di posisi kedua. albadarpost.com, LENSA – Pemetaan politik menjelang Pemilu 2029 bergeser setelah hasil survei elektabilitas capres terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan lonjakan dukungan bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam simulasi yang menguji 25 tokoh nasional, Prabowo Subianto masih menguasai posisi puncak. […]

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

  • Musim Kemarau Islam

    Musim Kemarau dalam Islam, Pelajaran dari Nabi Yusuf

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, kekhawatiran terhadap berkurangnya pasokan air, menurunnya hasil pertanian, hingga ancaman kekeringan kembali menjadi perhatian masyarakat. Dalam ajaran Islam, musim kemarau dapat dipahami sebagai salah satu ujian kehidupan sekaligus momentum untuk memperkuat ikhtiar, kesabaran, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Perspektif tersebut tercermin […]

  • gaji caregiver Singapura

    Intip Gaji Caregiver di Singapura

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 321
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang kerja luar negeri kembali terbuka bagi lulusan SMA dan SMK. Salah satu sektor yang kini banyak dilirik adalah caregiver di Singapura. Informasi ini menjadi perhatian karena gaji caregiver Singapura dinilai kompetitif dan proses rekrutmennya dilakukan secara resmi. Bagi pencari kerja dengan pendidikan menengah, kesempatan ini memberi harapan baru. Tidak hanya […]

  • penyelundupan manusia

    Terungkap! Indonesia Jadi Jalur Penyelundupan Manusia ke Australia

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus penyelundupan manusia kembali mencuat dan langsung memantik perhatian publik. Aparat mengungkap dugaan praktik pengiriman manusia secara ilegal ke Australia dengan memanfaatkan Indonesia sebagai jalur transit. Dalam perkara ini, tiga warga negara Pakistan diduga berperan aktif mengatur pergerakan korban dari awal hingga rencana keberangkatan. Informasi ini muncul setelah Direktorat Jenderal Imigrasi […]

expand_less