Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rajin Salat Tapi Masih Maksiat? Ini Jawaban Al-Qur’an

Rajin Salat Tapi Masih Maksiat? Ini Jawaban Al-Qur’an

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 202
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang pernah bertanya, bahkan mungkin bertanya diam-diam kepada dirinya sendiri: mengapa ada orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan salat lima waktu, tetapi masih melakukan kebohongan, ghibah, fitnah, atau perbuatan maksiat lainnya?

Pertanyaan tentang salat mencegah maksiat sebenarnya bukan hal baru. Al-Qur’an telah memberikan jawabannya melalui QS Al-‘Ankabut ayat 45. Ayat ini bukan hanya menjelaskan kewajiban salat, tetapi juga menjelaskan bagaimana salat seharusnya membentuk karakter, menjaga hati, dan mengarahkan kehidupan manusia.

Di banyak masjid kampung, terutama saat Subuh, jamaah kadang hanya memenuhi satu atau dua saf. Sebagian datang dengan sarung yang masih sedikit kusut karena baru bangun tidur. Ada pula yang berjalan cepat sambil merapikan peci sebelum takbiratul ihram dimulai.

Pemandangan sederhana seperti itu menunjukkan bahwa salat bukan aktivitas para malaikat. Salat adalah ibadah manusia biasa yang setiap hari berjuang melawan rasa malas, kantuk, kesibukan, dan godaan dunia.

Allah Menegaskan Salat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah SWT berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Al-Kitab dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Menurut tafsir Ibnu Katsir, salat yang dilakukan dengan benar akan menjadi benteng yang menjaga seseorang dari berbagai bentuk kemaksiatan.

Artinya, salat bukan sekadar gerakan fisik.

Salat adalah pendidikan jiwa yang dilakukan lima kali sehari.

Setiap kali seorang muslim membaca Al-Fatihah dan mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

ia sedang memperbarui janji penghambaan dan ketergantungannya kepada Allah.

Fahsya dan Munkar, Dua Penyakit yang Menggerogoti Manusia

Dalam ayat tersebut Allah menyebut dua istilah penting.

Pertama, fahsya, yaitu segala bentuk perbuatan keji yang berkaitan dengan syahwat, seperti zina, pornografi, ucapan cabul, dan perilaku yang melampaui batas.

Kedua, munkar, yaitu segala sesuatu yang ditolak syariat dan akal sehat, seperti dusta, korupsi, fitnah, ghibah, menipu, hingga menzalimi orang lain.

Karena itu, ayat ini tidak hanya berbicara tentang satu jenis dosa.

Ia mencakup hampir seluruh bentuk kemaksiatan yang sering muncul dalam kehidupan manusia.

Salat Mencegah Maksiat?

Di sinilah letak pelajaran yang sering terlewat.

Ayat tersebut tidak mengatakan bahwa orang yang salat pasti langsung sempurna.

Ayat itu menjelaskan bahwa salat yang benar memiliki pengaruh untuk mencegah dan mengurangi kemaksiatan.

Al-Hasan Al-Bashri pernah mengatakan:

“Barang siapa salatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka salatnya belum memberikan manfaat sebagaimana mestinya.”

Jujur saja, hampir semua muslim pernah mengalami masa ketika salat terasa sangat khusyuk pada suatu waktu, lalu terasa biasa saja pada waktu yang lain.

Kadang hati hadir sepenuhnya.

Kadang pikiran masih berkelana ke urusan pekerjaan, keluarga, tagihan, atau persoalan yang belum selesai.

Bahkan ada orang yang baru tersadar ia lupa membaca doa setelah salam karena pikirannya masih tertinggal pada pekerjaan yang harus diselesaikan pagi itu.

Ketidaksempurnaan itu adalah bagian dari perjuangan manusia.

Karena itulah kualitas salat perlu terus diperbaiki sepanjang hidup.

Tafsir Tasawuf: Maksiat Tidak Selalu Terlihat oleh Mata

Dalam pandangan tasawuf, makna ayat ini jauh lebih dalam.

Para ulama sufi menjelaskan bahwa fahsya tidak hanya berupa dosa lahiriah.

Fahsya juga bisa berupa syahwat yang menguasai hati.

Sedangkan munkar adalah segala sesuatu yang membuat manusia jauh dari Allah.

Karena itu, salat yang benar tidak hanya mengurangi dosa fisik.

Salat juga membantu:

  • Mengurangi kesombongan
  • Menenangkan amarah
  • Mengikis riya
  • Menguatkan tawakal
  • Melembutkan hati

Setiap kali seorang hamba mengucapkan:

الله أكبر

ia sedang mengingatkan dirinya bahwa tidak ada yang lebih besar daripada Allah.

Kejadian Kecil yang Sering Terjadi Setelah Salat

Setelah salat berjamaah selesai, suasana masjid sering menghadirkan pemandangan yang sederhana tetapi hangat.

Sebagian jamaah langsung pulang karena harus bekerja atau mengantar anak sekolah.

Sebagian lainnya tetap duduk beberapa menit sambil berzikir.

Ada pula yang berbincang ringan tentang kondisi kampung, hasil panen, atau kabar tetangga yang sedang sakit.

Kejadian-kejadian kecil itu menunjukkan bahwa salat bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga ruang yang memperkuat hubungan sosial antar manusia.

Tantangan Salat di Era Digital

Tantangan umat Islam saat ini berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Tidak sedikit orang yang mampu mengingat puluhan akun media sosial, tetapi masih berjuang menghafal makna bacaan salat yang dibaca setiap hari.

Sebagian orang bahkan lebih sering melihat layar ponsel sebelum tidur dibanding melakukan muhasabah terhadap amal yang telah dikerjakan sepanjang hari.

Notifikasi datang tanpa henti.

Video berganti setiap beberapa detik.

Perhatian manusia semakin mudah terpecah.

Di tengah kondisi seperti itu, salat menjadi jeda yang sangat berharga.

Salat mengingatkan bahwa hidup bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal arah.

Mungkin yang membuat seseorang jauh dari maksiat bukan karena ia tidak pernah tergoda. Melainkan karena lima kali sehari ia kembali diingatkan siapa dirinya, kepada siapa ia akan kembali, dan untuk apa sebenarnya ia hidup. Ketika salat berubah dari sekadar kebiasaan menjadi pertemuan hati dengan Allah, saat itulah ayat “inna shalata tanha ‘anil fahsya’i wal munkar” benar-benar hidup dalam diri seorang hamba. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQH Tasikmalaya

    MTQH Tasikmalaya Berakhir, Semangat Qurani Tetap Menyala

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema hingga larut malam di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026). Pada malam penutupan MTQH Tasikmalaya XVI tingkat kota, ribuan masyarakat memenuhi area masjid untuk menyaksikan puncak perhelatan yang selama beberapa hari menjadi pusat perhatian warga. Di antara cahaya lampu yang menerangi pelataran masjid, para peserta, pendamping […]

  • santri penghafal Al-Qur'an

    Tangis di Sepertiga Malam: Kisah Santri Penghafal Al-Qur’an Ini Bikin Haru

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Sebagian orang masih terlelap, tetapi seorang santri penghafal Al-Qur’an sudah duduk bersila di sudut kamar sederhana. Suara lirih ayat suci mulai terdengar pelan. Inilah rutinitas yang jarang terlihat—perjalanan sunyi seorang hafiz Qur’an yang penuh disiplin dan keteguhan. Kisah santri penghafal Al-Qur’an atau hafiz Qur’an selalu menyimpan […]

  • UMKM Sukaratu

    Camilan Lokal UMKM Sukaratu Perluas Akses Pasar

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – UMKM Sukaratu di Kabupaten Tasikmalaya terus mengembangkan produk camilan lokal dengan pendekatan yang konsisten dan terukur. Salah satunya Laziiz Snacks, pelaku usaha mikro yang mengolah camilan tradisional berbasis resep keluarga sejak 1988 dan kini memperluas akses pasarnya hingga ke luar negeri. Keberadaan UMKM Sukaratu seperti Laziiz Snacks menjadi relevan di tengah […]

  • kehidupan santri di pesantren

    Bangun Sebelum Subuh, Tidur Larut Malam: Hidup Seorang Santri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi ketika suara ketukan pintu asrama terdengar pelan. Bagi sebagian orang, waktu itu masih terlalu dini untuk bangun. Namun bagi santri, inilah awal dari kehidupan santri di pesantren yang penuh disiplin dan makna. Keseharian santri atau rutinitas pesantren dimulai sebelum matahari terbit, saat udara masih dingin […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Izinkan ASN Absen saat Ulang Tahun Ibu untuk Perkuat Nilai Keluarga

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kebijakan ASN Jabar memberi cuti khusus ulang tahun ibu untuk memperkuat nilai keluarga dan produktivitas. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan ASN yang tidak biasa tetapi berdampak langsung pada kehidupan keluarga. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan ASN boleh tidak masuk kantor pada hari ulang tahun ibu mereka. Kebijakan yang diumumkan di […]

  • Ilustrasi praktik persekongkolan tender atau bid rigging dalam proses lelang proyek pemerintah yang melanggar UU No 5 Tahun 1999.

    Persekongkolan Tender Melanggar Hukum, Ini Sanksi Tegasnya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persekongkolan tender atau bid rigging kembali menjadi sorotan karena praktik ini merusak persaingan usaha dan merugikan negara. Persekongkolan tender merupakan kesepakatan rahasia untuk mengatur pemenang lelang secara tidak sah. Selain itu, kolusi tender ini secara tegas melanggar Pasal 22 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha […]

expand_less