Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Tasikmalaya tahun ini berlangsung penuh khidmat sekaligus menghadirkan refleksi mendalam tentang arti persatuan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat.

Di halaman Gedung Juang 45, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (1/6/2026), Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Sejak pagi, peserta upacara mulai memadati area kegiatan. Di beberapa barisan, terlihat anggota upacara sesekali membetulkan posisi topi dan merapikan lengan seragam sebelum rangkaian acara dimulai. Sementara itu, bendera Merah Putih berkibar pelan di tengah cuaca pagi yang relatif cerah.

Pantulan cahaya matahari perlahan menyelimuti halaman Gedung Juang 45 ketika upacara memasuki rangkaian amanat. Suasana hening sesaat terasa ketika seluruh peserta mengarahkan perhatian ke podium upacara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki fondasi yang kokoh untuk menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.

Pancasila Tetap Menjadi Penuntun di Tengah Perubahan Zaman

Dalam amanat yang dibacakan Letkol Imvan, sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara.

Pancasila disebut sebagai bintang penuntun yang telah terbukti menjaga Indonesia tetap utuh di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan hidup.

Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika banyak negara menghadapi tantangan berupa konflik sosial, polarisasi politik, hingga ketidakpastian global.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia terus menunjukkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk melangkah bersama.

Amanat itu juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Melalui nilai kemanusiaan, musyawarah, persatuan, dan keadilan sosial, Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan dunia.

Nilai Pancasila Tidak Cukup Dihafal

Menariknya, bagi sebagian masyarakat, Pancasila mungkin lebih sering terdengar saat upacara atau peringatan nasional.

Padahal nilai-nilainya hidup jauh lebih dekat dari yang dibayangkan.

Ia hadir ketika warga bergotong royong membersihkan lingkungan.

Ia tumbuh ketika masyarakat membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan.

Dan ia terlihat ketika perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah, bukan pertengkaran.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya soal mengenang sejarah 1 Juni 1945.

Momentum ini juga mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejauh mana nilai Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Jujur saja, tidak semua peserta upacara mungkin memahami seluruh isi amanat yang dibacakan pagi itu. Namun sebagian besar mengikuti jalannya upacara dengan khidmat hingga selesai.

Dan mungkin di situlah makna penting sebuah peringatan nasional. Ia tidak selalu harus dipahami secara akademis oleh semua orang, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk mengingat nilai yang mempersatukan bangsa.

Fragmen Kecil yang Menunjukkan Kebersamaan

Setelah upacara selesai, suasana perlahan mencair.

Sejumlah peserta terlihat mengabadikan momen bersama rekan kerja dan sesama peserta. Beberapa pelajar tampak berbincang santai sebelum meninggalkan lokasi.

Di sudut halaman, terlihat kelompok peserta yang masih berdiskusi ringan mengenai makna Hari Lahir Pancasila dan tema yang diusung tahun ini.

Pemandangan tersebut mungkin sederhana.

Namun justru dari interaksi kecil seperti itulah semangat kebersamaan tumbuh dan terjaga.

Karena pada akhirnya, persatuan bangsa tidak hanya dibangun melalui pidato atau amanat resmi.

Persatuan tumbuh melalui hubungan antarwarga yang saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Dari Tasikmalaya untuk Indonesia

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Juang 45 membawa pesan yang sederhana tetapi sangat kuat.

Indonesia akan tetap berdiri kokoh selama masyarakatnya menjaga persatuan.

Indonesia akan tetap melangkah maju selama semangat gotong royong tidak ditinggalkan.

Dan Indonesia akan tetap menjadi bangsa besar selama nilai Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah dunia yang terus berubah, pesan itu kembali menggema dari Tasikmalaya.

Bahwa bangsa ini memiliki warisan yang tidak boleh hilang: persatuan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan.

Bendera mungkin hanya berkibar selama upacara berlangsung. Pidato mungkin berakhir ketika pengeras suara dimatikan. Namun Pancasila seharusnya tidak berhenti di lapangan upacara. Ia harus pulang bersama setiap peserta, hidup dalam tindakan sehari-hari, dan menjadi cahaya yang terus menerangi perjalanan Indonesia menuju masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Ilegal Pangandaran

    Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal Pangandaran

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar menutup dua tambang ilegal di Pangandaran demi keselamatan warga dan kepastian hukum lingkungan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup dua tambang galian C ilegal di Kabupaten Pangandaran. Penutupan dilakukan setelah aktivitas penambangan batu kapur itu dinyatakan melanggar hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Keputusan ini penting karena lokasi tambang berada […]

  • Kebakaran Sodonghilir

    Kebakaran Sodonghilir, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dalam hitungan waktu, tujuh keluarga di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, kehilangan tempat yang selama ini mereka sebut rumah. Kebakaran Sodonghilir yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB tidak merenggut korban jiwa, tetapi meninggalkan 25 warga dari tujuh kepala keluarga dalam kondisi terdampak. Berdasarkan laporan lapangan, […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Doa Husnul Khatimah: Harapan Terakhir Seorang Muslim

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memikirkan bagaimana hidupnya berjalan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar merenungkan bagaimana akhirnya akan ditutup. Di titik inilah doa husnul khatimah menjadi sangat penting, bukan sekadar bacaan, melainkan harapan paling dalam agar seseorang meninggal dalam keadaan baik, tenang, dan membawa iman. Dalam keseharian, istilah ini juga dikenal sebagai doa akhir yang […]

  • Ayam Geprek Favorit

    Bukan Sambalnya, Rahasia Ayam Geprek Favorit Anak

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jarum jam hampir menunjuk pukul 12.00 WIB. Dari dapur rumah, aroma ayam goreng mulai memenuhi ruangan. Di atas cobek batu, sambal baru saja diulek, sementara seorang anak berkali-kali melongok ke meja makan sambil bertanya, “Sudah matang belum?” Pemandangan seperti itu bukan hal yang asing di banyak keluarga Indonesia. Ayam geprek favorit, atau […]

  • bau amis di dapur

    Bau Amis di Dapur Tak Hilang? Ini 7 Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bau amis di dapur tak juga hilang setelah memasak ikan? Jangan langsung menyalahkan ikan atau membeli pewangi ruangan yang lebih kuat. Cara menghilangkan bau amis di dapur justru sebaiknya dimulai dengan mencari sumber aromanya, mulai dari talenan, pisau, kain lap, wastafel, tempat sampah hingga permukaan meja. Sebab, bau ikan setelah memasak bisa […]

  • Bayi Terminal Kalipucang

    5 Fakta Bayi Terminal Kalipucang, Pencarian Berakhir di Goa

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencarian di kawasan Goa Menir akhirnya membuka babak baru dalam kasus Bayi Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Tim gabungan menemukan seorang perempuan yang sebelumnya dicari untuk dimintai keterangan terkait penemuan bayi Pangandaran. Meski demikian, polisi menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung sehingga seluruh rangkaian peristiwa belum dapat disimpulkan. Perkembangan tersebut membuat perhatian publik […]

expand_less