Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Tasikmalaya tahun ini berlangsung penuh khidmat sekaligus menghadirkan refleksi mendalam tentang arti persatuan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat.

Di halaman Gedung Juang 45, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (1/6/2026), Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Sejak pagi, peserta upacara mulai memadati area kegiatan. Di beberapa barisan, terlihat anggota upacara sesekali membetulkan posisi topi dan merapikan lengan seragam sebelum rangkaian acara dimulai. Sementara itu, bendera Merah Putih berkibar pelan di tengah cuaca pagi yang relatif cerah.

Pantulan cahaya matahari perlahan menyelimuti halaman Gedung Juang 45 ketika upacara memasuki rangkaian amanat. Suasana hening sesaat terasa ketika seluruh peserta mengarahkan perhatian ke podium upacara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki fondasi yang kokoh untuk menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.

Pancasila Tetap Menjadi Penuntun di Tengah Perubahan Zaman

Dalam amanat yang dibacakan Letkol Imvan, sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara.

Pancasila disebut sebagai bintang penuntun yang telah terbukti menjaga Indonesia tetap utuh di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan hidup.

Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika banyak negara menghadapi tantangan berupa konflik sosial, polarisasi politik, hingga ketidakpastian global.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia terus menunjukkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk melangkah bersama.

Amanat itu juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Melalui nilai kemanusiaan, musyawarah, persatuan, dan keadilan sosial, Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan dunia.

Nilai Pancasila Tidak Cukup Dihafal

Menariknya, bagi sebagian masyarakat, Pancasila mungkin lebih sering terdengar saat upacara atau peringatan nasional.

Padahal nilai-nilainya hidup jauh lebih dekat dari yang dibayangkan.

Ia hadir ketika warga bergotong royong membersihkan lingkungan.

Ia tumbuh ketika masyarakat membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan.

Dan ia terlihat ketika perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah, bukan pertengkaran.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya soal mengenang sejarah 1 Juni 1945.

Momentum ini juga mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejauh mana nilai Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Jujur saja, tidak semua peserta upacara mungkin memahami seluruh isi amanat yang dibacakan pagi itu. Namun sebagian besar mengikuti jalannya upacara dengan khidmat hingga selesai.

Dan mungkin di situlah makna penting sebuah peringatan nasional. Ia tidak selalu harus dipahami secara akademis oleh semua orang, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk mengingat nilai yang mempersatukan bangsa.

Fragmen Kecil yang Menunjukkan Kebersamaan

Setelah upacara selesai, suasana perlahan mencair.

Sejumlah peserta terlihat mengabadikan momen bersama rekan kerja dan sesama peserta. Beberapa pelajar tampak berbincang santai sebelum meninggalkan lokasi.

Di sudut halaman, terlihat kelompok peserta yang masih berdiskusi ringan mengenai makna Hari Lahir Pancasila dan tema yang diusung tahun ini.

Pemandangan tersebut mungkin sederhana.

Namun justru dari interaksi kecil seperti itulah semangat kebersamaan tumbuh dan terjaga.

Karena pada akhirnya, persatuan bangsa tidak hanya dibangun melalui pidato atau amanat resmi.

Persatuan tumbuh melalui hubungan antarwarga yang saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Dari Tasikmalaya untuk Indonesia

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Juang 45 membawa pesan yang sederhana tetapi sangat kuat.

Indonesia akan tetap berdiri kokoh selama masyarakatnya menjaga persatuan.

Indonesia akan tetap melangkah maju selama semangat gotong royong tidak ditinggalkan.

Dan Indonesia akan tetap menjadi bangsa besar selama nilai Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah dunia yang terus berubah, pesan itu kembali menggema dari Tasikmalaya.

Bahwa bangsa ini memiliki warisan yang tidak boleh hilang: persatuan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan.

Bendera mungkin hanya berkibar selama upacara berlangsung. Pidato mungkin berakhir ketika pengeras suara dimatikan. Namun Pancasila seharusnya tidak berhenti di lapangan upacara. Ia harus pulang bersama setiap peserta, hidup dalam tindakan sehari-hari, dan menjadi cahaya yang terus menerangi perjalanan Indonesia menuju masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Al-Fatihah

    Fakta Surat Al-Fatihah yang Jarang Diketahui, Padahal Dibaca Setiap Hari

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak masjid, suara Al-Fatihah menjadi bacaan pertama yang terdengar saat imam memulai salat. Anak-anak yang baru belajar mengaji biasanya juga menghafalnya lebih dulu sebelum mengenal surat-surat lain yang lebih panjang. Di sebagian rumah, Al-Fatihah bahkan menjadi surat pertama yang diajarkan orang tua kepada anak-anak mereka. Kadang mereka belum lancar mengenali seluruh […]

  • karakter murid

    Guru dan Rahasia Membaca Karakter Murid dalam 5 Menit Pertama di Kelas

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru mengira karakter murid baru terlihat setelah berhari-hari mengajar. Padahal, karakter murid, kepribadian siswa, dan sikap anak di kelas sering muncul dalam 5 menit pertama. Saat murid masuk ruangan, memilih tempat duduk, lalu merespons sapaan guru, mereka sebenarnya sedang menunjukkan pola perilaku yang penting. Karena itu, guru yang peka tidak hanya […]

  • Qarun dalam Al-Qur'an

    Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah. Pola pikir itu […]

  • Maarten Paes kontrak 2029

    Maarten Paes Gabung Ajax hingga 2029, Sejarah Baru Kiper Timnas

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Kabar menggembirakan datang dari sepak bola Eropa. Maarten Paes kontrak 2029 bersama Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu resmi membuka lembaran baru dalam karier profesionalnya dengan bergabung ke salah satu klub paling bersejarah di Belanda. Kepindahan Paes ke Ajax bukan sekadar transfer pemain. Langkah ini membawa makna simbolik bagi sepak bola […]

  • Kapolresta Cup 2026

    Kapolresta Cup 2026 Bikin Mayasari Bergemuruh

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bunyi bola yang memantul cepat di atas meja bersahutan dengan tepuk tangan dan sorakan penonton. Sejak pagi hingga malam, lantai III Mayasari Plaza Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Kapolresta Cup 2026 atau Kejuaraan Tenis Meja Kapolresta Tasikmalaya Cup 2026 menjadi magnet baru dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen tenis meja […]

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

expand_less