Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan hilangnya ketentraman hati.

Hadis Nabi tentang orang yang terlalu mengejar dunia ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sekarang. Apalagi di era media sosial, ketika manusia mudah membandingkan hidupnya dengan pencapaian orang lain hampir setiap hari.

Semua terlihat harus cepat.

Harus berhasil.

Harus terlihat baik-baik saja.

Padahal belum tentu hati ikut tenang.

Rasulullah Pernah Mengingatkan tentang Dunia yang Memenuhi Pikiran

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Ibnu Majah)

Sebaliknya, Rasulullah melanjutkan:

“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niat utamanya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sering membuat banyak orang berhenti sejenak.

Karena kenyataannya memang begitu.

Ada orang yang punya banyak hal, tetapi tetap gelisah. Ada pula yang hidup sederhana, namun wajahnya terlihat lebih tenang.

Sibuk Tidak Selalu Salah, Tetapi Hati Tetap Perlu Dijaga

Islam tidak melarang manusia bekerja keras. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang aktif, disiplin, dan bertanggung jawab.

Namun masalah mulai muncul ketika dunia memenuhi seluruh isi kepala manusia.

Sedikit demi sedikit.

Awalnya hanya ingin hidup lebih baik. Lalu mulai sulit berhenti bekerja. Setelah itu, hati terus gelisah kalau tidak membuka ponsel atau memikirkan target berikutnya.

Bahkan saat berkumpul bersama keluarga, pikiran masih sibuk mengejar hal lain.

Di titik itu, tubuh mungkin sedang beristirahat.

Tetapi hati tidak pernah benar-benar tenang.

Ketika Dunia Menjadi Ukuran Segalanya

Hari ini, ukuran bahagia sering berubah menjadi angka.

Gaji.

Followers.

Jabatan.

Pencapaian.

Dan tanpa sadar, banyak orang mulai mengukur harga dirinya dari hal-hal tersebut.

Padahal Al-Qur’an sudah mengingatkan:

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sederhana. Namun maknanya dalam sekali.

Sebab manusia modern sering mencari ketenangan di tempat yang salah. Ada yang mengejarnya lewat hiburan tanpa henti. Ada yang mencoba menenangkan diri dengan terus bekerja sampai lupa istirahat.

Tetapi rasa kosong itu tetap muncul.

Kadang justru saat malam mulai sunyi.

Banyak Orang Terlihat Bahagia, Padahal Diam-Diam Lelah

Ada fenomena yang cukup terasa hari ini.

Seseorang bisa terlihat sangat ceria di media sosial, tetapi diam-diam mengalami kelelahan mental. Ada yang tampak sukses, namun sulit tidur karena pikirannya tidak pernah berhenti bekerja.

Sebagian bahkan merasa bersalah ketika sedang santai.

Seolah hidup harus terus berlari.

Dan mungkin inilah yang dimaksud Rasulullah ketika dunia menjadi tujuan utama. Hati perlahan kehilangan arah karena terlalu sibuk mengejar hal yang tidak pernah benar-benar selesai.

Target selesai satu.

Muncul target berikutnya.

Begitu terus.

Rasulullah Mengajarkan Keseimbangan Hidup

Menariknya, Rasulullah SAW tidak mengajarkan umatnya meninggalkan dunia sepenuhnya. Islam justru mendorong manusia bekerja, mencari rezeki halal, dan hidup bermanfaat.

Tetapi ada satu hal penting yang harus dijaga.

Hati jangan sampai diperbudak dunia.

Karena ketika hati terlalu bergantung pada urusan dunia, ketenangan menjadi mahal. Pikiran mudah panik. Hidup terasa sempit meski rezeki bertambah.

Sebaliknya, orang yang hatinya dekat dengan Allah biasanya lebih mampu menghadapi tekanan hidup.

Bukan karena masalahnya sedikit.

Tetapi karena hatinya tidak menggantung sepenuhnya pada dunia.

Saat Hati Mulai Lelah, Manusia Biasanya Baru Sadar

Kadang manusia baru menyadari pentingnya ketenangan setelah terlalu lama lelah.

Ada orang yang masih menatap layar laptop hingga larut malam, sementara secangkir kopi di sampingnya sudah dingin sejak tadi.

Ada yang baru sadar ketika tubuh mulai sakit. Dan ada yang tersadar setelah kehilangan waktu bersama keluarga. Ada juga yang tiba-tiba merasa kosong meski semua target tercapai.

Di momen seperti itu, sebagian orang mulai kembali mencari makna hidup.

Mereka mulai mengurangi kebisingan.

Mulai menikmati waktu tanpa layar.

Mulai kembali berdoa dengan lebih tenang.

Dan mungkin, di situlah hati perlahan menemukan jalannya pulang.

Dunia memang penting untuk dijalani. Tetapi Rasulullah mengingatkan satu hal yang sering dilupakan manusia modern: ketika dunia memenuhi seluruh isi kepala, hati perlahan kehilangan ruang untuk merasa tenang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Sahabat Murid

    Diky Candranegara: Guru Harus Jadi Sahabat Murid

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Konsep guru sahabat murid kembali menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara menegaskan bahwa guru SD dan SMP tidak cukup hanya menjadi penyampai materi pelajaran. Sebaliknya, guru harus mampu menjadi pendamping, sahabat, sekaligus penggerak daya pikir peserta didik. Pesan tersebut disampaikan Diky saat menanggapi pelaksanaan workshop […]

  • miras Garut

    Warga Keluhkan Miras di Kerkof, Polisi Amankan 50 Botol

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Keluhan warga tentang miras Garut di kawasan Kerkof, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditindaklanjuti polisi melalui patroli pada Sabtu dini hari, 22 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam penjualan minuman keras dan menyita 50 botol miras dari berbagai jenis. Kepala Satuan Samapta Polres Garut AKP […]

  • Presiden bersama para menteri menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada bulan Ramadan

    Momen Tak Biasa di Istana: Zakat Presiden Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada suasana berbeda di Istana Negara pada bulan Ramadan kali ini. Bukan hanya agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Di tempat yang biasanya identik dengan keputusan politik, para pemimpin negara justru berkumpul untuk menunaikan ibadah. Momen zakat Presiden di Istana bersama para menteri langsung menarik perhatian publik. Banyak orang melihat peristiwa […]

  • QS Ar-Rum 41

    Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ayat itu bukan hal asing. Ia sering dibaca, dikutip, dan didengar. Namun, maknanya jarang benar-benar menembus kesadaran. Padahal isinya kini hadir di hadapan mata. Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: […]

  • kerja sama Jepang Tasikmalaya

    Mengejutkan! Lobster Tasikmalaya Dilirik Jepang, Ini Dampaknya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kerja sama Jepang Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik setelah pertemuan strategis digelar di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/04/2026). Kolaborasi internasional ini membuka peluang besar dalam investasi, pengembangan SDM, hingga sektor perikanan, terutama lobster air payau yang mulai dilirik sebagai komoditas unggulan. Selain itu, sinergi Jepang–Tasikmalaya juga diproyeksikan mampu mempercepat pertumbuhan […]

  • Gudang Miras Tasik

    Gudang Miras Tasik Diongkar Polisi Jelang Long Weekend

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Satnarkoba Polres Tasikmalaya membongkar sebuah gudang miras Tasik di wilayah Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026). Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sekitar seribu botol minuman keras ilegal berbagai merek yang diduga akan diedarkan menjelang acara nonton bareng Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Operasi berlangsung dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang […]

expand_less