PPP Jabar Bidik Gen Z, Target 11 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi PPP Jabar menyiapkan strategi Pemilu 2029 dengan membidik Gen Z dan pemilih perempuan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — PPP Jabar 2029 mulai memanaskan mesin politik dengan memperkuat struktur organisasi sekaligus mendekati kelompok pemilih muda dan perempuan. Strategi tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029, ketika PPP Jawa Barat ingin mengembalikan kekuatan elektoralnya di DPRD provinsi.
Dalam perkembangan terbaru pada Selasa, 25 Agustus 2026, Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebut partainya ingin mengembalikan perolehan kursi DPRD Jawa Barat dari enam menjadi 11. Pada saat yang sama, PPP juga menyiapkan program yang menyasar Gen Z dan perempuan.
Angka tersebut menarik karena sebelumnya PPP Jabar pernah memasang target yang berbeda.
Pada Februari 2026, Uu menyebut PPP Jabar menargetkan 12 kursi DPRD provinsi pada Pemilu 2029. Saat itu, target tersebut disebut sebagai upaya mengembalikan capaian yang pernah diraih partai.
Kini, dalam pernyataan terbaru, angka yang disampaikan Uu menjadi 11 kursi.
Dari Enam Kursi, PPP Jabar Ingin Bangkit
PPP Jawa Barat memperoleh enam kursi DPRD provinsi pada Pemilu 2024. Raihan itu meningkat dibandingkan Pemilu 2019 yang menghasilkan tiga kursi, tetapi masih berada di bawah capaian PPP pada periode sebelumnya.
Karena itu, target 11 kursi pada 2029 berarti PPP ingin menambah lima kursi dari posisi sekarang.
Target tersebut tentu belum merupakan prediksi hasil pemilu. Angka itu merupakan target politik internal yang disampaikan pimpinan PPP Jabar.
Perbedaan target antara pernyataan Februari dan Agustus juga perlu dibaca dalam konteks waktu. Pada Februari, Uu berbicara mengenai target 12 kursi. Sementara pada 25 Agustus, ia menyebut keinginan mengembalikan kursi DPRD Jabar dari enam menjadi 11.
Dengan konteks tersebut, pembaca tidak perlu melihat angka 11 dan 12 sebagai kesalahan data, melainkan sebagai target yang disampaikan pada momentum berbeda.
Gen Z Mulai Masuk Radar Strategi PPP
Yang menarik dari strategi PPP Jabar 2029 bukan hanya angka kursi.
PPP juga mulai menyiapkan pendekatan yang menyasar generasi muda, khususnya Gen Z.
Menurut Uu, program yang disiapkan berkaitan dengan kebutuhan keterampilan dan dunia kerja. Beberapa contoh yang disebut antara lain pelatihan servis telepon seluler, servis kompor gas, pengelasan, serta bidang keterampilan lainnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa PPP mencoba menghubungkan kegiatan politik dengan persoalan praktis yang dihadapi masyarakat.
Namun, penting membedakan antara program yang dirancang untuk mendekati masyarakat dan dukungan elektoral.
Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa program tersebut otomatis akan membuat Gen Z memilih PPP pada Pemilu 2029.
Efek politiknya masih harus diuji melalui pelaksanaan program, respons masyarakat, dan dinamika politik yang berlangsung hingga hari pemungutan suara.
Menariknya lagi, regenerasi kader muda juga mulai menjadi perhatian di tingkat daerah. PPP Kota Cimahi, misalnya, menyatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus kepengurusan menuju 2029.
Perempuan Juga Menjadi Sasaran
Selain Gen Z, perempuan masuk dalam strategi yang disiapkan PPP Jabar.
Uu menyebut program untuk perempuan antara lain berkaitan dengan UMKM dan kegiatan pemberdayaan lainnya.
Pilihan ini memperlihatkan bahwa strategi PPP tidak hanya diarahkan kepada kelompok berdasarkan usia, tetapi juga kelompok pemilih berdasarkan kebutuhan sosial-ekonomi.
Akan tetapi, efektivitas pendekatan tersebut akan sangat bergantung pada implementasi.
Program pelatihan atau UMKM akan memiliki nilai politik yang berbeda apabila hanya berlangsung sebagai kegiatan seremonial dibandingkan program yang benar-benar memberikan keterampilan dan manfaat berkelanjutan.
Karena itu, publik dapat menilai strategi tersebut bukan hanya dari janji program, tetapi juga dari pelaksanaan dan hasilnya.
Mesin Partai Dibangun dari Tingkat Bawah
Sebelum berbicara tentang suara, PPP Jabar juga tengah membenahi struktur organisasi.
Dalam kegiatan Pendidikan Politik dan Musyawarah Anak Cabang PPP se-Kabupaten Bandung Barat pada 25 Agustus 2026, Uu menjelaskan bahwa konsolidasi dilakukan secara berjenjang setelah Muswil dan Muscab. Tahap berikutnya mencakup Musancab hingga Musran.
Langkah tersebut penting karena target elektoral tidak hanya bergantung pada popularitas elite partai.
Struktur di tingkat kecamatan dan desa juga menjadi bagian dari kerja politik menjelang pemilu.
Di Kabupaten Bandung Barat, misalnya, PPP secara khusus ingin mengembalikan kursi DPRD yang sebelumnya pernah mencapai lima, tetapi kini nihil.
Dengan demikian, target di tingkat provinsi berjalan bersamaan dengan upaya menghidupkan kembali basis partai di daerah.
11 Kursi: Target atau Tantangan?
Perjalanan PPP menuju Pemilu 2029 masih panjang.
Target 11 kursi tidak otomatis menjadi hasil akhir. Partai harus menghadapi kompetisi antarpartai, perubahan perilaku pemilih, dinamika calon legislatif, serta kekuatan masing-masing daerah pemilihan.
Di sisi lain, PPP juga perlu membuktikan bahwa pendekatan kepada Gen Z dan perempuan bukan sekadar strategi menjelang pemilu.
Program keterampilan, UMKM, kaderisasi, dan konsolidasi struktur akan menjadi bagian dari proses yang dapat diamati publik.
Jika program berjalan konsisten, PPP memiliki modal untuk membangun kembali kedekatan dengan masyarakat.
Namun, jika hanya berhenti pada agenda politik internal, target kursi akan tetap menjadi angka di atas kertas.
Ujian PPP Jabar Sudah Dimulai
PPP Jabar 2029 kini berada pada fase membangun kembali mesin politik.
Dari enam kursi, partai menargetkan 11 kursi dalam pernyataan terbarunya. Sebelumnya, target 12 kursi sempat disampaikan pada Februari 2026. Perubahan angka tersebut menunjukkan bahwa target elektoral dapat berkembang seiring proses konsolidasi partai.
Sementara itu, Gen Z dan perempuan mulai masuk dalam sasaran program yang disiapkan PPP Jabar.
Pertanyaan besarnya bukan sekadar apakah PPP mampu memasang target 11 kursi.
Pertanyaannya: apakah konsolidasi, kaderisasi, program keterampilan, dan pendekatan kepada Gen Z serta perempuan benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kepercayaan pemilih pada 2029?
Lima kursi tambahan tidak lahir dari angka yang ditulis di papan target. PPP Jabar harus mengubah konsolidasi menjadi kerja, program menjadi manfaat, dan pendekatan kepada Gen Z serta perempuan menjadi kepercayaan. Pemilu 2029 memang belum tiba, tetapi ujian untuk merebut kembali suara Jawa Barat sudah dimulai dari sekarang. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar