Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu ironi yang terus berulang sejak dahulu hingga era media sosial. Hawa nafsu sering kali mengalahkan ilmu, sementara mengendalikan hawa nafsu justru menjadi pelajaran yang paling sulit dikuasai manusia. Anehnya, orang yang berilmu belum tentu mampu menahan keinginan dirinya sendiri. Sebaliknya, orang sederhana yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sering kali lebih dekat kepada kemuliaan. Di sinilah Islam mengajarkan bahwa ukuran seseorang bukan hanya seberapa luas ilmunya, melainkan seberapa kuat ia mengendalikan dirinya.

Hari ini, kita hidup pada zaman ketika informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka. Semua orang mudah berbicara, mudah menghakimi, dan mudah merasa paling benar. Padahal, akar persoalannya sering kali bukan kurangnya ilmu, melainkan hawa nafsu yang diam-diam mengambil alih hati.

Mengapa Hawa Nafsu Lebih Berbahaya daripada Kebodohan?

Sebuah hikmah dari Syekh Ibnu Athaillah memberikan peringatan yang sangat tajam.

وَإِنْ تَصْحَبْ جَاهِلًا لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عَالِمًا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ، فَأَيُّ عِلْمٍ لِعَالِمٍ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ، وَأَيُّ جَهْلٍ لِجَاهِلٍ لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ

Artinya, berteman dengan orang yang masih awam tetapi tidak memperturutkan hawa nafsunya lebih baik daripada berteman dengan seorang alim yang selalu membenarkan dirinya sendiri.

Kalimat ini terdengar sederhana. Namun, pesannya begitu dalam. Kebodohan masih bisa diperbaiki dengan belajar. Sebaliknya, kesombongan yang lahir dari hawa nafsu sering kali menutup pintu untuk menerima nasihat.

Di sinilah letak satirnya.

Orang bodoh masih mau bertanya.

Orang yang dikuasai hawa nafsu justru merasa sudah mengetahui segalanya.

Ilmu yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi cermin untuk mengagumi dirinya sendiri.

Ilmu Tanpa Akhlak Hanya Melahirkan Pembenaran

Fenomena seperti itu bukan hanya ada dalam cerita para ulama. Hari ini kita melihatnya hampir setiap hari.

Media sosial dipenuhi perdebatan yang lebih sibuk memenangkan ego daripada mencari kebenaran. Banyak orang mengutip ayat, hadis, atau pendapat ulama, tetapi sedikit yang benar-benar mau mengoreksi dirinya sendiri.

Ironinya, semakin tinggi suara seseorang, belum tentu semakin tinggi akhlaknya.

Semakin banyak pengikutnya, belum tentu semakin besar kerendahan hatinya.

Semakin sering ia berbicara tentang kebenaran, belum tentu semakin dekat ia dengan kebenaran itu sendiri.

Inilah jebakan hawa nafsu.

Hawa nafsu tidak selalu mengajak manusia berbuat maksiat secara terang-terangan. Kadang ia hanya membisikkan satu kalimat yang tampak sepele:

“Aku pasti benar.”

Ketika bisikan itu diterima, kritik dianggap serangan. Nasihat dipandang penghinaan. Akhirnya, ilmu berubah menjadi alat pembenaran, bukan petunjuk menuju kebenaran.

Sahabat Menentukan Arah Kehidupan

Islam juga mengingatkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi karakter seseorang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Artinya:

“Seseorang mengikuti agama atau jalan hidup sahabat dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadis ini bukan sekadar berbicara tentang teman duduk atau teman bermain. Pada era digital, “sahabat” juga bisa hadir melalui akun media sosial yang setiap hari kita ikuti, video yang kita tonton, hingga komunitas yang membentuk cara berpikir kita.

Karena itu, memilih teman sejatinya sama dengan memilih arah masa depan.

Para ulama bahkan merangkumnya dalam sebuah syair:

“Siapa bergaul dengan orang-orang mulia, ia akan hidup mulia. Sebaliknya, orang yang bergaul dengan mereka yang rendah akhlaknya tidak akan memperoleh kemuliaan.”

Al-Qur’an Menegaskan Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu

Peringatan tentang hawa nafsu juga ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Shad: 26)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى • فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan dirinya dari hawa nafsu, maka surgalah tempat tinggalnya.”
(QS. An-Nazi’at: 40–41)

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa kemenangan terbesar manusia bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan dirinya sendiri.

Jangan Sampai Ilmu Hanya Menambah Kesombongan

Kita sering mengukur manusia dari gelarnya, jabatannya, atau kepandaiannya berbicara. Padahal, Allah menilai hati dan amalnya.

Boleh jadi seseorang tidak dikenal sebagai ulama, tetapi ia menjaga lisannya, menahan emosinya, dan tidak mudah menghakimi orang lain. Sebaliknya, boleh jadi ada orang yang dipuji karena ilmunya, tetapi sulit menerima kritik karena hawa nafsu telah menguasai dirinya.

Di sinilah setiap orang perlu berkaca.

Sudahkah ilmu membuat kita lebih rendah hati?

Atau justru membuat kita semakin sibuk mencari pembenaran?

Pertanyaan itu layak diajukan sebelum kita menilai orang lain.

Sebab, musuh terbesar manusia sering kali bukan orang yang berbeda pendapat, melainkan ego yang terus meminta untuk dipuji.

Hawa nafsu tidak selalu mengajak manusia meninggalkan agama. Ia lebih licik. Ia memakai ilmu sebagai topeng, lalu membisikkan bahwa diri kita selalu benar. Ketika itu terjadi, yang hilang bukan sekadar adab, melainkan kemampuan menerima kebenaran. Sebab kehancuran seseorang jarang dimulai karena ia tidak tahu, tetapi karena ia merasa tidak mungkin salah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Tasikmalaya oleh BPN menggunakan GPS geodetik dan patok batas tanah

    Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Kota Tasikmalaya memicu perhatian publik. Pengukuran ulang tanah ini tidak hanya soal batas fisik, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan kepercayaan warga. Di tengah polemik yang berkembang, langkah ini menjadi titik krusial untuk menentukan arah proyek ke depan. Komisi III DPRD bersama […]

  • Yajuj dan Majuj

    Misteri Yajuj dan Majuj Mulai Ramai Dibahas, Benarkah Sudah Dekat?

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Yajuj dan Majuj belakangan kembali ramai di media sosial. Banyak orang mendadak mencari tahu siapa sebenarnya kaum misterius yang disebut dalam Al-Qur’an itu. Sebagian bahkan mulai menghubungkan berbagai kekacauan dunia dengan tanda-tanda kemunculan Yajuj dan Majuj menjelang kiamat. Pembahasan tentang kisah ini memang selalu memancing rasa penasaran. Bukan hanya karena kisahnya […]

  • Menjaga kesehatan dalam Islam

    Heatstroke di Piala Dunia 2026, Apa Pesan Islam?

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjaga kesehatan dalam Islam bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari ajaran agama yang sangat mendasar. Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, pembahasan mengenai menjaga kesehatan kembali menjadi perhatian setelah sejumlah penonton dilaporkan mengalami heatstroke akibat cuaca ekstrem saat Fan Festival di Texas. Dikutip dari Primaya Hospital, heat stroke adalah kondisi ketika suhu […]

  • Arsenal vs Man City

    Arsenal vs Man City: Final Panas! The Gunners Lebih Siap?

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Laga Arsenal vs Man City di final Piala EFL (dikenal sebagai Piala Carabao atas alasan sponsor) 2026 menjadi sorotan besar pecinta sepak bola. Duel Arsenal melawan Manchester City ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan penentuan arah dominasi baru di Inggris. Pertandingan Arsenal kontra Man City juga menghadirkan narasi kuat tentang momentum, konsistensi, dan […]

  • SE Nomor 7 Tahun 2026

    Saat Guru Honorer Cemas, Mendikdasmen Keluarkan Surat Penting Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pagi itu ruang guru di sebuah sekolah negeri pinggiran Tasikmalaya belum terlalu ramai. Beberapa kursi masih kosong. Di sudut ruangan, seorang guru honorer tampak sibuk memeriksa buku tugas siswa sambil sesekali membuka telepon genggamnya. Ia sedang membaca kabar tentang SE Nomor 7 Tahun 2026. Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu […]

  • gaji caregiver Singapura

    Intip Gaji Caregiver di Singapura

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang kerja luar negeri kembali terbuka bagi lulusan SMA dan SMK. Salah satu sektor yang kini banyak dilirik adalah caregiver di Singapura. Informasi ini menjadi perhatian karena gaji caregiver Singapura dinilai kompetitif dan proses rekrutmennya dilakukan secara resmi. Bagi pencari kerja dengan pendidikan menengah, kesempatan ini memberi harapan baru. Tidak hanya […]

expand_less