Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu ironi yang terus berulang sejak dahulu hingga era media sosial. Hawa nafsu sering kali mengalahkan ilmu, sementara mengendalikan hawa nafsu justru menjadi pelajaran yang paling sulit dikuasai manusia. Anehnya, orang yang berilmu belum tentu mampu menahan keinginan dirinya sendiri. Sebaliknya, orang sederhana yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sering kali lebih dekat kepada kemuliaan. Di sinilah Islam mengajarkan bahwa ukuran seseorang bukan hanya seberapa luas ilmunya, melainkan seberapa kuat ia mengendalikan dirinya.

Hari ini, kita hidup pada zaman ketika informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka. Semua orang mudah berbicara, mudah menghakimi, dan mudah merasa paling benar. Padahal, akar persoalannya sering kali bukan kurangnya ilmu, melainkan hawa nafsu yang diam-diam mengambil alih hati.

Mengapa Hawa Nafsu Lebih Berbahaya daripada Kebodohan?

Sebuah hikmah dari Syekh Ibnu Athaillah memberikan peringatan yang sangat tajam.

وَإِنْ تَصْحَبْ جَاهِلًا لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عَالِمًا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ، فَأَيُّ عِلْمٍ لِعَالِمٍ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ، وَأَيُّ جَهْلٍ لِجَاهِلٍ لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ

Artinya, berteman dengan orang yang masih awam tetapi tidak memperturutkan hawa nafsunya lebih baik daripada berteman dengan seorang alim yang selalu membenarkan dirinya sendiri.

Kalimat ini terdengar sederhana. Namun, pesannya begitu dalam. Kebodohan masih bisa diperbaiki dengan belajar. Sebaliknya, kesombongan yang lahir dari hawa nafsu sering kali menutup pintu untuk menerima nasihat.

Di sinilah letak satirnya.

Orang bodoh masih mau bertanya.

Orang yang dikuasai hawa nafsu justru merasa sudah mengetahui segalanya.

Ilmu yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi cermin untuk mengagumi dirinya sendiri.

Ilmu Tanpa Akhlak Hanya Melahirkan Pembenaran

Fenomena seperti itu bukan hanya ada dalam cerita para ulama. Hari ini kita melihatnya hampir setiap hari.

Media sosial dipenuhi perdebatan yang lebih sibuk memenangkan ego daripada mencari kebenaran. Banyak orang mengutip ayat, hadis, atau pendapat ulama, tetapi sedikit yang benar-benar mau mengoreksi dirinya sendiri.

Ironinya, semakin tinggi suara seseorang, belum tentu semakin tinggi akhlaknya.

Semakin banyak pengikutnya, belum tentu semakin besar kerendahan hatinya.

Semakin sering ia berbicara tentang kebenaran, belum tentu semakin dekat ia dengan kebenaran itu sendiri.

Inilah jebakan hawa nafsu.

Hawa nafsu tidak selalu mengajak manusia berbuat maksiat secara terang-terangan. Kadang ia hanya membisikkan satu kalimat yang tampak sepele:

“Aku pasti benar.”

Ketika bisikan itu diterima, kritik dianggap serangan. Nasihat dipandang penghinaan. Akhirnya, ilmu berubah menjadi alat pembenaran, bukan petunjuk menuju kebenaran.

Sahabat Menentukan Arah Kehidupan

Islam juga mengingatkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi karakter seseorang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Artinya:

“Seseorang mengikuti agama atau jalan hidup sahabat dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadis ini bukan sekadar berbicara tentang teman duduk atau teman bermain. Pada era digital, “sahabat” juga bisa hadir melalui akun media sosial yang setiap hari kita ikuti, video yang kita tonton, hingga komunitas yang membentuk cara berpikir kita.

Karena itu, memilih teman sejatinya sama dengan memilih arah masa depan.

Para ulama bahkan merangkumnya dalam sebuah syair:

“Siapa bergaul dengan orang-orang mulia, ia akan hidup mulia. Sebaliknya, orang yang bergaul dengan mereka yang rendah akhlaknya tidak akan memperoleh kemuliaan.”

Al-Qur’an Menegaskan Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu

Peringatan tentang hawa nafsu juga ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Shad: 26)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى • فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan dirinya dari hawa nafsu, maka surgalah tempat tinggalnya.”
(QS. An-Nazi’at: 40–41)

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa kemenangan terbesar manusia bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan dirinya sendiri.

Jangan Sampai Ilmu Hanya Menambah Kesombongan

Kita sering mengukur manusia dari gelarnya, jabatannya, atau kepandaiannya berbicara. Padahal, Allah menilai hati dan amalnya.

Boleh jadi seseorang tidak dikenal sebagai ulama, tetapi ia menjaga lisannya, menahan emosinya, dan tidak mudah menghakimi orang lain. Sebaliknya, boleh jadi ada orang yang dipuji karena ilmunya, tetapi sulit menerima kritik karena hawa nafsu telah menguasai dirinya.

Di sinilah setiap orang perlu berkaca.

Sudahkah ilmu membuat kita lebih rendah hati?

Atau justru membuat kita semakin sibuk mencari pembenaran?

Pertanyaan itu layak diajukan sebelum kita menilai orang lain.

Sebab, musuh terbesar manusia sering kali bukan orang yang berbeda pendapat, melainkan ego yang terus meminta untuk dipuji.

Hawa nafsu tidak selalu mengajak manusia meninggalkan agama. Ia lebih licik. Ia memakai ilmu sebagai topeng, lalu membisikkan bahwa diri kita selalu benar. Ketika itu terjadi, yang hilang bukan sekadar adab, melainkan kemampuan menerima kebenaran. Sebab kehancuran seseorang jarang dimulai karena ia tidak tahu, tetapi karena ia merasa tidak mungkin salah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kucing tetangga boker

    Kucing Tetangga Buang Kotoran, Bisa Minta Ganti Rugi?

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA — Kucing tetangga boker atau buang kotoran di teras rumah mungkin terdengar seperti persoalan sepele. Namun, ketika kejadian itu berulang, mengotori rumah, merusak barang, atau menimbulkan biaya pembersihan, persoalannya bisa berubah menjadi sengketa antarwarga. Lalu, siapa yang bertanggung jawab jika kucing tetangga buang kotoran di rumah kita? Pertanyaan tersebut dibahas dalam ulasan hukum […]

  • Hari Polwan

    Kenapa Hari Polwan Diperingati 1 September? Ini Sejarahnya

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA — Hari Polwan atau Hari Polisi Wanita Indonesia diperingati setiap 1 September. Pada 2026, peringatan tersebut memasuki Hari Jadi Polwan ke-78, sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah lahirnya polisi wanita di Indonesia. Mengapa tanggal 1 September dipilih? Jawabannya bermula dari Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1 September 1948, ketika enam perempuan mengikuti pendidikan kepolisian. […]

  • Mahasiswi Hilang

    Breaking News: Mahasiswi UMB Tasikmalaya Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mahasiswi hilang kembali menghebohkan warga Jawa Barat. Seorang mahasiswi Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya bernama Ulfah Hadiatul Alia dilaporkan hilang sejak 5 April 2026 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Informasi tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Banyak warga ikut membagikan foto korban dengan harapan […]

  • Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • Ribuan peserta mengikuti Uji Pengetahuan sertifikasi guru Kemenag dalam program PPG tahap akhir

    98 Ribu Guru Ikuti Sertifikasi Kemenag

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program sertifikasi guru Kemenag memasuki tahap krusial. Sebanyak 98.036 guru binaan Kementerian Agama mengikuti Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian akhir proses sertifikasi pendidik. Langkah ini sekaligus menandai percepatan transformasi pendidikan agama nasional melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik. Sertifikasi guru Kemenag, atau program sertifikasi pendidik di bawah Kementerian […]

  • Norwegia vs Brasil

    Haaland Yakin Norwegia Tetap Punya Peluang Lawan Brasil

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia vs Brasil menjadi salah satu pertandingan paling dinanti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski mengakui peluang timnya cukup kecil, Erling Haaland tetap membawa optimisme tinggi. Penyerang Manchester City itu menegaskan bahwa Timnas Norwegia tidak datang hanya untuk memenuhi jadwal, melainkan ingin kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola […]

expand_less