Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ibnu Athaillah: Mengapa Manusia Selalu Salah Berharap?

Ibnu Athaillah: Mengapa Manusia Selalu Salah Berharap?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Setiap pagi jutaan orang membuka WhatsApp berharap pesan penting masuk. Sebagian lain mengecek rekening bank, menunggu transfer gaji, atau berkali-kali menyegarkan kotak email demi kabar pekerjaan. Anehnya, hanya sedikit yang membuka hari dengan keyakinan bahwa Allah Al-Karim, Sang Maha Pemurah, telah menyiapkan rezeki terbaik bagi hamba-Nya. Padahal makna Allah Al-Karim mengajarkan bahwa hanya kepada Allah tempat bergantung, bukan kepada manusia yang sama-sama lemah.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan ekonomi. Ia menyentuh cara manusia memosisikan harapan. Banyak orang rela menghabiskan tenaga untuk menjaga hubungan dengan orang yang dianggap berpengaruh, tetapi lupa memperkuat hubungan dengan Allah. Akibatnya, ketika manusia mengecewakan, hati ikut runtuh. Sebaliknya, ketika seseorang berharap kepada Allah, penolakan manusia tidak lagi terasa sebagai akhir perjalanan.

Dalam kitab Al-Hikam, Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari menulis sebuah hikmah yang terus relevan hingga hari ini:

لَا تَتَعَدَّ هِمَّتُكَ إِلَى غَيْرِهِ، فَالْكَرِيمُ لَا تَتَخَطَّاهُ الْآمَالُ

“Jangan melampaui tujuan dan harapanmu kepada selain Allah. Sebab Al-Karim tidak pernah mengecewakan setiap harapan.”

Kalimat singkat itu bukan hanya nasihat rohani. Ia juga menjadi kritik halus terhadap kebiasaan manusia yang sering menjadikan makhluk sebagai pusat harapan.

Saat Balasan Chat Lebih Dinanti daripada Jawaban Doa

Ada satir yang terasa dekat dengan kehidupan modern.

Seseorang bisa gelisah karena pesan kepada calon klien belum dibalas. Ia terus melihat layar ponsel, berharap tanda centang berubah menjadi biru. Di sisi lain, ia berdoa sekadarnya, lalu merasa Allah lambat mengabulkan permintaannya.

Bukankah ini ironi?

Kita sering lebih cemas menunggu respons manusia daripada menunggu ketetapan Allah.

Padahal manusia bisa lupa, sibuk, berubah pikiran, bahkan kehilangan kemampuan untuk membantu. Sebaliknya, Allah tidak pernah tidur, tidak pernah lalai, dan tidak pernah kehilangan kekuasaan.

Satir Ibnu Athaillah tidak menghina manusia. Beliau hanya mengajak hati kembali memahami siapa yang sebenarnya layak menjadi tujuan utama setiap harapan.

Al-Karim: Memberi Sebelum Diminta

Ibnu Athaillah kemudian menjelaskan bahwa hati yang mulia enggan mengungkapkan kebutuhan kepada orang yang tidak dermawan. Lebih jauh lagi, beliau menegaskan bahwa pada hakikatnya tidak ada yang benar-benar dermawan selain Allah.

Penjelasan itu diperkuat oleh Imam Al-Junaid rahimahullah yang berkata:

“Al-Karim adalah Dzat yang memberi kebutuhan sebelum diminta.”

Renungkan sejenak.

Apakah kita pernah meminta agar jantung berdetak hari ini?

Apakah kita pernah memohon supaya matahari kembali terbit pagi tadi?

Serta apakah kita mengajukan permintaan agar udara tetap tersedia?

Tidak.

Semua itu Allah berikan lebih dahulu.

Karunia-Nya selalu mendahului doa manusia.

Karena itulah berharap kepada Allah bukan hanya tuntunan agama, melainkan juga pilihan yang paling masuk akal.

Manusia Menghitung Jasa, Allah Menghitung Rahmat

Dalam penjelasan lain yang dikutip Ibnu Athaillah, Al-Karim ialah Dzat yang tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya.

Perbedaannya sangat jelas.

Manusia kadang membantu karena ada kepentingan.

Manusia bisa berubah ketika keadaan berubah.

Dan manusia sering mengingat setiap kebaikan yang pernah diberikannya.

Sebaliknya, Allah tetap memberi nikmat kepada hamba yang taat maupun yang masih bergelimang dosa. Allah tetap menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, memberi kesehatan, membuka pintu rezeki, dan menerima taubat selama nyawa belum sampai di tenggorokan.

Inilah kemurahan yang tidak bisa dibandingkan dengan kemurahan siapa pun.

Dalil Al-Qur’an Menguatkan Hikmah Ibnu Athaillah

Hikmah dalam Al-Hikam sejalan dengan banyak ayat Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

(QS. Al-Fatihah: 5)

Allah juga berfirman:

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya?”

(QS. Az-Zumar: 36)

Selain itu, Allah menegaskan:

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”

(QS. At-Talaq: 3)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.”

(HR. At-Tirmidzi No. 2516, hasan sahih)

Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan ikhtiar. Justru seorang mukmin tetap bekerja, berusaha, dan membangun relasi, tetapi hatinya tidak bergantung kepada selain Allah.

Berusaha kepada Manusia, Bersandar kepada Allah

Islam tidak melarang seseorang mencari pekerjaan, menawarkan proposal, atau meminta bantuan kepada orang lain. Semua itu merupakan bagian dari ikhtiar yang diperintahkan syariat.

Namun, ada satu batas yang tidak boleh dilewati.

Tangan boleh mengetuk pintu manusia.

Akan tetapi, hati hanya boleh bersandar kepada Allah.

Saat proposal ditolak, hati tetap tenang.

Saat bisnis belum berkembang, keyakinan tidak goyah.

Dan saat doa belum terkabul sesuai keinginan, seorang mukmin tetap percaya bahwa Allah sedang memilih waktu terbaik.

Di situlah letak kemerdekaan batin yang diajarkan Ibnu Athaillah.

Pelajaran dari Hikmah Ibnu Athaillah

  • Jadikan Allah sebagai tujuan utama setiap harapan.
  • Lakukan ikhtiar tanpa menggantungkan hati kepada manusia.
  • Ingat bahwa Allah memberi banyak nikmat bahkan sebelum kita memintanya.
  • Bangun tawakal setelah berusaha sebaik mungkin.
  • Yakin bahwa Allah Al-Karim tidak pernah menyia-nyiakan harapan hamba yang berserah diri.

Selama manusia masih menjadi tujuan utama harapanmu, kecewa akan selalu menemukan alamatmu. Namun ketika Allah Al-Karim menjadi tujuan pertama, bahkan penolakan manusia berubah menjadi jalan menuju pertolongan-Nya. Mungkin yang selama ini perlu diubah bukan keadaanmu, melainkan arah hatimu. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jembatan rusak

    Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. […]

  • Proses packaging frozen food menggunakan vacuum sealer, ice gel, dan insulated box untuk pengiriman jarak jauh.

    Teknik Kirim Frozen Food Jarak Jauh Anti Gagal

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Packaging frozen food menjadi kunci sukses bisnis kuliner jarak jauh. Teknik kemasan frozen food atau cara mengemas makanan beku tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga menentukan kepuasan pelanggan. Tanpa packaging frozen food yang tepat, produk mudah rusak, berubah rasa, bahkan gagal sampai tujuan dalam kondisi baik. Karena itu, pelaku usaha wajib […]

  • Suasana malam takbiran Dzulhijjah di kampung Indonesia dengan gema takbir, bedug musala, dan warga bersiap menyambut Idul Adha.

    Bukan Sekadar Kurban, Ini Rahasia Besar Bulan Dzulhijjah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    analbadarpost.com, HIKMAH – Bulan Dzulhijjah selalu identik dengan haji, kurban, dan gema takbir Idul Adha. Namun ternyata, ada banyak fakta Dzulhijjah yang jarang diketahui masyarakat. Bulan terakhir dalam kalender Hijriah ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang perubahan hati, momentum memperbaiki hidup, hingga suasana spiritual yang terasa berbeda dibanding bulan lainnya. Bahkan […]

  • doa hari jumat

    Jangan Terlewat! Ini Doa Mustajab di Malam dan Hari Jumat

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa hari Jumat menjadi salah satu amalan penting yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada malam dan hari Jumat. Banyak umat Muslim mencari doa malam Jumat, doa mustajab hari Jumat, serta amalan yang dapat mendatangkan keberkahan. Menariknya, hari Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu istimewa yang penuh peluang dikabulkannya doa. Oleh karena […]

  • Ilustrasi jamaah mendengarkan khutbah Idul Adha di lapangan masjid dengan suasana pagi penuh takbir.

    Salat Idul Adha yang Benar, Ini Tata Cara Lengkap dengan Doanya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 249
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Udara pagi Idul Adha biasanya terasa berbeda. Jalanan kampung yang sehari-hari sepi mulai dipenuhi suara sandal jamaah yang terseret pelan di aspal menuju lapangan salat. Dari kejauhan, gema takbir terdengar bercampur suara motor yang datang bergelombang sejak subuh. Sebagian bapak-bapak tampak tergesa memasang peci hitam yang baru diambil dari lemari. Ada anak […]

  • Forum Musda KNPI Tasikmalaya 2026 saat proses pemilihan ketua berlangsung tertib, demokratis, dan penuh sportivitas.

    6 Kandidat Ramaikan Musda KNPI Tasikmalaya, Ini Pesan Penting KNPI Jabar

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya 2026 sempat memanas dalam konteks kompetisi, namun tetap terkendali dan berjalan sesuai aturan organisasi. Forum pemilihan ketua ini langsung menyita perhatian karena menghadirkan enam kandidat yang sama-sama mengklaim siap membawa perubahan bagi organisasi kepemudaan di daerah. Sejak awal sidang dibuka, dinamika sudah terasa. Namun menariknya, suasana […]

expand_less