Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Padi Siap Panen, Kekeringan Majalengka Datang Lebih Dulu

Padi Siap Panen, Kekeringan Majalengka Datang Lebih Dulu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Ketika masa panen tinggal menghitung hari, harapan ratusan petani di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, justru pupus lebih dulu. Kekeringan Majalengka kembali menyebabkan sekitar 200 hektare sawah gagal panen setelah pasokan air irigasi terhenti akibat kemarau panjang. Peristiwa ini bukan hanya menggerus hasil pertanian, tetapi juga kembali memunculkan pertanyaan lama: sampai kapan persoalan kekeringan akan terus berulang?

Tanaman padi yang sebelumnya sudah menguning dan berisi tidak mampu bertahan. Air dari Situ Cijingga, yang selama ini menjadi sumber irigasi utama, habis setelah hujan tidak turun selama hampir satu setengah bulan. Akibatnya, sawah-sawah yang seharusnya menjadi sumber penghidupan berubah menjadi hamparan lahan kering dengan retakan tanah di berbagai titik.

Padi Tinggal Dipanen, Air Justru Menghilang

Bagi para petani, musim tanam tahun ini semula menjanjikan hasil yang cukup baik. Namun, perubahan cuaca mengubah seluruh perhitungan.

Casmita, salah seorang petani, mengatakan tanaman padinya sebenarnya telah memasuki fase siap panen. Akan tetapi, kekurangan air membuat bulir padi gagal berkembang hingga akhirnya mengering sebelum dipetik.

Menurutnya, hampir seluruh petani di Desa Mekarjaya mengalami kondisi serupa. Situ Cijingga yang selama ini menjadi tumpuan irigasi tidak lagi mampu mengalirkan air ke lahan pertanian setelah cadangannya menyusut drastis.

Ia juga mengungkapkan bahwa kekeringan seperti ini hampir selalu datang setiap musim kemarau.

“Kejadian seperti ini sudah sering terjadi di desa kami, hampir setiap tahun, tetapi belum ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Petani Dorong Solusi Permanen, Bukan Penanganan Sementara

Di tengah kerugian yang terus berulang, para petani berharap pemerintah menghadirkan langkah jangka panjang.

Salah satu usulan yang mengemuka ialah pembangunan sodetan dari Sungai Cipanas menuju embung Situ Cijingga agar pasokan air tetap tersedia ketika musim kemarau berlangsung.

Menurut Casmita, embung tersebut akan kembali berfungsi optimal apabila memiliki suplai air yang stabil sepanjang tahun. Dengan demikian, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

Harapan tersebut muncul karena persoalan kekeringan di wilayah itu bukan terjadi sekali atau dua kali. Petani menilai pembangunan infrastruktur air akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan penanganan yang hanya bersifat sementara.

Kebakaran Sawah Menambah Panjang Daftar Kerugian

Belum selesai menghadapi ancaman gagal panen, sebagian petani kembali tertimpa musibah.

Dede, petani setempat, kehilangan seluruh tanaman padi di lahan seluas sekitar 100 bata atau sekitar 1.400 meter persegi setelah kebakaran melanda sawahnya.

Peristiwa itu terjadi ketika ia sedang memanen seorang diri.

Awalnya hanya terlihat kepulan asap di bagian depan lahan. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat karena kondisi tanaman dan tanah sangat kering.

Dede berusaha memadamkan kobaran api menggunakan kayu panjang. Namun, tanpa bantuan warga di sekitar lokasi, api terus membesar hingga menghanguskan seluruh tanaman yang hampir dipanen.

Kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Sawah yang Tetap Berair

Peristiwa di Desa Mekarjaya menunjukkan bahwa dampak musim kemarau tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga dapat memengaruhi keberlanjutan produksi pangan apabila berlangsung dalam skala yang lebih luas.

Karena itu, kebutuhan terhadap sistem irigasi yang tangguh menjadi semakin mendesak. Optimalisasi embung, rehabilitasi jaringan irigasi, serta pemanfaatan sumber air alternatif menjadi beberapa langkah yang dinilai dapat mengurangi risiko kekeringan berulang.

Hingga artikel ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka mengenai usulan pembangunan sodetan dari Sungai Cipanas maupun langkah penanganan jangka panjang atas persoalan yang disampaikan para petani.

Sementara itu, petani berharap solusi tidak lagi berhenti pada bantuan setelah bencana terjadi. Mereka menginginkan langkah nyata yang mampu menjaga sawah tetap produktif setiap musim tanam.

Sebab, bagi mereka, sawah bukan sekadar lahan untuk menanam padi. Sawah adalah sumber kehidupan yang menentukan keberlangsungan keluarga sekaligus menjadi bagian penting dari ketahanan pangan daerah.

Ketika air berhenti mengalir, yang hilang bukan hanya bulir padi, tetapi juga harapan petani untuk menyambung hidup. Ketahanan pangan tidak dibangun saat panen tiba, melainkan ketika setiap tetes air berhasil dijaga sebelum musim kemarau datang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Narkoba Bandung

    105 Kasus Narkoba Bandung Terbongkar, Sejuta Pil Ilegal Disita

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebih dari satu juta butir obat keras ilegal nyaris beredar di wilayah Kabupaten Bandung. Namun, operasi intensif yang digelar Satres Narkoba Polresta Bandung sepanjang Mei hingga Juni 2026 berhasil menggagalkan distribusi tersebut. Dalam periode dua bulan itu, polisi mengungkap 105 kasus narkoba Bandung, menangkap 116 tersangka, serta menyita berbagai jenis narkotika […]

  • Koperasi Merah Putih

    Puluhan Kendaraan KDMP Siap Didistribusikan ke Desa Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Koperasi Merah Putih mulai bergerak nyata di Tasikmalaya. Puluhan kendaraan operasional yang dikirim langsung dari Jakarta tiba di halaman Makodim 0612/Tasikmalaya, Rabu (20/05/2026), untuk segera didistribusikan ke desa dan kelurahan di wilayah Kota serta Kabupaten Tasikmalaya. Kedatangan kendaraan tersebut langsung menarik perhatian warga dan aparat yang berada di sekitar Makodim. […]

  • biaya admin toko online

    Regulasi Biaya Admin Toko Online untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus terkait biaya admin toko online yang selama ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat proteksi ekonomi digital dan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menerima banyak masukan dari UMKM […]

  • kesederhanaan pesantren

    Bukan Sekadar Sederhana: 9 Nilai Pesantren yang Mengubah Cara Hidup Anak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kesederhanaan pesantren menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri. Nilai ini bukan sekadar gaya hidup hemat, melainkan bagian dari nilai hidup sederhana di pesantren yang mengajarkan ketahanan, keikhlasan, dan kemandirian. Menariknya, di tengah sorotan modernisasi pendidikan, banyak aspek kesederhanaan ini justru jarang diangkat media, padahal dampaknya sangat besar terhadap pembentukan mental generasi […]

  • Kanada vs Bosnia

    Kanada vs Bosnia: Tuan Rumah atau Kuda Hitam?

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 baru dimulai, tetapi sebagian tim sudah menghadapi pertandingan yang terasa seperti final kecil. Salah satunya adalah duel Kanada vs Bosnia di Grup B. Di atas kertas, Kanada memang lebih diunggulkan. Mereka bermain di rumah sendiri, mendapat dukungan puluhan ribu penonton, dan membawa generasi pemain yang lebih matang dibanding […]

  • TPT Kabupaten Tasikmalaya

    TPT Kabupaten Tasikmalaya Turun, Ini Makna Datanya

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Tasikmalaya pada Agustus 2025 sebesar 3,69 persen, turun dibandingkan 3,74 persen pada Agustus 2024. Data tersebut dipublikasikan dalam Kabupaten Tasikmalaya Dalam Angka 2026 yang memuat berbagai indikator sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Secara statistik, penurunan […]

expand_less