Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mengapa Miras Kini Banyak Dijual Lewat COD?

Mengapa Miras Kini Banyak Dijual Lewat COD?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ribuan botol minuman beralkohol yang diamankan aparat kepolisian dalam pengungkapan kasus di Kabupaten Majalengka menyisakan satu temuan yang menarik untuk dicermati. Bukan hanya jumlah barang yang disita, melainkan dugaan penggunaan miras modus COD atau penjualan miras COD sebagai pola transaksi. Kasus tersebut memperlihatkan bahwa peredaran miras ilegal diduga ikut berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat berbelanja di era digital.

Perubahan itu bukan berarti sistem Cash on Delivery (COD) bermasalah. Sebaliknya, COD merupakan metode transaksi yang legal dan lazim digunakan dalam perdagangan elektronik. Persoalannya muncul apabila cara tersebut diduga dimanfaatkan untuk memperjualbelikan barang yang melanggar ketentuan hukum.

Kasus di Majalengka menjadi contoh bagaimana pola transaksi yang dahulu identik dengan toko atau lokasi tertentu kini diduga bergeser ke komunikasi digital dan penyerahan barang secara langsung di titik yang telah disepakati.

Dari Toko ke Chat Pribadi, Cara Berjualan Diduga Mulai Bergeser

Beberapa tahun lalu, transaksi minuman beralkohol umumnya lebih mudah dikenali karena berlangsung di lokasi tertentu. Kini, perkembangan teknologi mengubah banyak kebiasaan, termasuk cara penjual dan pembeli berkomunikasi.

Aplikasi pesan instan, media sosial, hingga berbagai platform digital mempermudah proses negosiasi tanpa harus bertemu lebih dulu. Setelah terjadi kesepakatan, barang dapat diserahkan melalui sistem COD.

Pola seperti ini membuat titik transaksi menjadi lebih dinamis. Lokasi penyerahan barang bisa berpindah sesuai kesepakatan sehingga tidak selalu berlangsung di tempat yang sama.

Kasus yang diungkap aparat di Majalengka memperlihatkan bagaimana dugaan perubahan pola tersebut mulai muncul dalam praktik di lapangan.

Mengapa COD Menarik bagi Pelaku?

Bagi masyarakat umum, COD menawarkan kemudahan karena pembeli dapat melihat barang sebelum melakukan pembayaran. Sistem ini juga menjadi pilihan bagi sebagian orang yang tidak menggunakan pembayaran digital.

Namun, dari sudut pandang pengawasan, pola transaksi yang berpindah-pindah berpotensi menghadirkan tantangan baru apabila dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Tidak adanya lokasi transaksi yang tetap dapat membuat pola distribusi lebih sulit dipetakan dibanding penjualan secara konvensional. Karena itu, aparat penegak hukum perlu menyesuaikan strategi pengawasan dengan perubahan cara transaksi yang berkembang di masyarakat.

Perlu ditegaskan, tantangan tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan sistem oleh pelaku, bukan pada metode COD itu sendiri.

Pengawasan Harus Bergerak Mengikuti Perubahan Zaman

Transformasi digital menghadirkan banyak manfaat bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara legal. Teknologi mempercepat komunikasi, memperluas jangkauan pasar, sekaligus mempermudah transaksi.

Namun, setiap perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru. Ketika pola perdagangan berubah, pendekatan pengawasan pun perlu ikut berkembang.

Pengawasan yang hanya berfokus pada lokasi fisik tidak selalu cukup untuk memahami pola transaksi yang kini banyak bermula dari ruang digital.

Karena itu, kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, penyedia platform digital, dan masyarakat menjadi semakin penting. Literasi digital juga berperan besar agar masyarakat mampu mengenali risiko ketika menemukan aktivitas yang diduga melanggar hukum.

Kasus Majalengka Menjadi Alarm, Bukan Sekadar Berita Kriminal

Kasus dugaan bisnis minuman beralkohol dengan modus COD di Majalengka lebih dari sekadar pengungkapan tindak pidana. Peristiwa ini memberi gambaran bahwa pola distribusi barang dapat berubah seiring perkembangan teknologi.

Di sisi lain, perubahan tersebut membuka ruang evaluasi mengenai bagaimana pengawasan publik dan penegakan hukum perlu terus beradaptasi.

Bagi masyarakat, kasus ini menjadi pengingat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan pihak yang tidak jelas identitas maupun legalitas usahanya. Sementara itu, bagi aparat, kasus seperti ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk membaca pola baru yang mungkin muncul pada masa mendatang.

Karena pada akhirnya, perubahan teknologi tidak hanya mengubah cara orang berbelanja, tetapi juga dapat mengubah cara sebagian pelaku menjalankan aktivitas yang diduga melanggar hukum.

Majalengka mungkin hanya satu titik di peta. Namun, kasus ini mengirim pesan yang lebih besar: ketika transaksi berpindah ke ruang digital, pola pelanggaran ikut berevolusi. Jika pengawasan tetap berjalan dengan cara lama, aparat akan terus mengejar jejak yang sudah lebih dulu berpindah. Adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Wali Kota Bandung

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa Kejari, Kasusnya Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin diperiksa Kejari Bandung, penyelidikan belum diungkap ke publik. albadarpost.com, LENSA – Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeriksaan ini menimbulkan beragam spekulasi lantaran belum ada penjelasan resmi mengenai kasus yang tengah […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

  • radikalisme Garut

    Densus 88 Geledah Rumah Warga di Garut

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Penggeledahan Densus 88 di Garut menegaskan kewaspadaan negara terhadap radikalisme dan dampaknya bagi rasa aman warga. Penggeledahan Dini Hari dan Dampaknya bagi Rasa Aman Warga albadarpost.com, BERITA DAERAH – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah warga di kawasan permukiman Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penggeledahan itu dilakukan pada Selasa malam, 23 […]

  • disiplin ASN

    Pemkab Bogor Memberhentikan Dua ASN Disdik

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Pemkab Bogor memberhentikan dua ASN Disdik karena pelanggaran disiplin demi menjaga integritas layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Bogor menjatuhkan sanksi disiplin terberat kepada dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan. Keduanya diberhentikan dengan hormat tanpa permintaan sendiri setelah terbukti melanggar disiplin ASN. Keputusan ini penting karena menyangkut integritas aparatur negara, […]

  • Bare Minimum Monday

    Kenapa Senin Terasa Berat? Ini Jawaban dari Tren Bare Minimum Monday

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bare Minimum Monday kini viral di media sosial sebagai strategi kerja yang lebih realistis. Tren ini juga dikenal sebagai cara menghadapi Senin tanpa stres, sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi Monday blues setelah libur panjang. Banyak pekerja mulai menerapkan konsep ini karena ritme kerja sering berubah drastis usai masa istirahat. Alih-alih langsung bekerja […]

  • Final Piala Dunia 2026

    Final Piala Dunia 2026: Messi Tantang Yamal dan Rodri

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Laga puncak Piala Dunia 2026 ini diperkirakan berlangsung ketat karena mempertemukan dua tim yang tampil konsisten sejak fase grup hingga semifinal. Berdasarkan performa sepanjang turnamen dan statistik resmi kompetisi, sejumlah pertarungan […]

expand_less