Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Monas Jadi Awal Doa Indonesia Menyambut Kemerdekaan

Monas Jadi Awal Doa Indonesia Menyambut Kemerdekaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bendera Merah Putih mulai berkibar di berbagai sudut Indonesia saat Agustus tiba. Namun, tahun ini masyarakat diajak menyambut Bulan Kemerdekaan dengan cara yang berbeda. Melalui Selawat Kebangsaan dan Zikir dan Doa Kebangsaan, Kementerian Agama mengundang masyarakat berkumpul di Lapangan Monas, Jakarta, untuk memanjatkan doa bersama bagi Indonesia. Kehadiran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menjadi salah satu magnet utama dalam kegiatan yang mengusung semangat persatuan lintas agama tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Agama, kegiatan akan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 17.00–21.30 WIB. Masyarakat sudah dapat memasuki kawasan Monas mulai pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan di sisi utara dan selatan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya warga Jabodetabek, untuk hadir bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat sebagai bentuk ikhtiar spiritual menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta,” ujar Nasaruddin Umar.

Mengapa Selawat Kebangsaan Digelar di Awal Agustus?

Pemilihan awal Agustus bukan sekadar soal penjadwalan.

Kementerian Agama ingin menghadirkan suasana kebangsaan yang diawali dengan doa dan refleksi. Selama ini, masyarakat mengenal Agustus sebagai bulan perayaan kemerdekaan yang identik dengan upacara, lomba, dan pemasangan bendera.

Melalui Selawat Kebangsaan, pemerintah menambahkan dimensi spiritual dalam rangkaian peringatan tersebut.

Pesannya sederhana, tetapi kuat: kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan para pendahulu, melainkan amanah yang harus dijaga dengan persatuan, toleransi, dan doa bersama.

Karena itu, kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama sebagai simbol bahwa keberagaman menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Habib Syech Menjadi Magnet Ribuan Jamaah

Nama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Ulama asal Solo itu selama bertahun-tahun dikenal melalui majelis selawat yang mampu menghadirkan ribuan jamaah di berbagai daerah. Kehadirannya dalam Selawat Kebangsaan diperkirakan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang ingin mengawali Bulan Kemerdekaan dengan lantunan selawat.

Namun, agenda tersebut tidak hanya berisi selawat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa kegiatan juga meliputi panduan suara, khataman Al-Qur’an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, hingga doa bersama lintas agama.

Doa akan dipimpin oleh tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Menurut Kamaruddin, doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar bangsa agar Indonesia terus melangkah menuju cita-cita sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Doa adalah kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar bangsa. Melalui zikir dan doa bersama lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Datang ke Monas

Agar kegiatan berjalan tertib dan nyaman, panitia memberikan beberapa imbauan kepada peserta.

Panduan untuk Peserta

  • Mengenakan pakaian berwarna putih.
  • Membawa perlengkapan salat yang praktis.
  • Datang lebih awal karena kawasan dibuka mulai pukul 15.00 WIB.
  • Tidak membawa barang bawaan berlebihan.
  • Tidak membawa bayi atau anak balita.
  • Tidak membawa benda tajam, senjata api, petasan, maupun barang berbahaya lainnya.

Selain itu, panitia telah menyiapkan ratusan toilet dan area wudu dengan sekitar 1.000–1.500 keran.

Apabila kapasitas area utama telah penuh, masyarakat tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian acara melalui layar LED yang dipasang di area luar Monas.

Lebih dari Sekadar Acara Seremonial

Di tengah berbagai agenda peringatan Hari Kemerdekaan, Zikir dan Doa Kebangsaan menghadirkan pesan yang berbeda.

Acara ini tidak hanya mengajak masyarakat berkumpul, tetapi juga mengingatkan bahwa semangat kebangsaan tumbuh melalui persaudaraan, saling menghormati, dan doa yang dipanjatkan bersama.

Di saat banyak orang menyiapkan perlombaan dan panggung hiburan, ribuan jamaah akan memulai Agustus dengan zikir, selawat, dan harapan untuk Indonesia.

Momentum seperti ini menunjukkan bahwa persatuan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui ikatan spiritual yang memperkuat rasa kebangsaan.

Mengapa Acara Ini Layak Diikuti?

Selain menjadi momentum menyambut Bulan Kemerdekaan, kegiatan ini menawarkan pengalaman kebersamaan yang jarang ditemui.

Peserta dapat mengikuti khataman Al-Qur’an, salat berjemaah, selawat bersama Habib Syech, serta doa lintas agama dalam satu rangkaian yang terbuka untuk masyarakat umum.

Bagi warga Jabodetabek, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk merasakan suasana Monas yang dipenuhi semangat persatuan menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kemerdekaan tidak hanya dijaga oleh mereka yang mengangkat bendera. Kemerdekaan juga dirawat oleh mereka yang mengangkat tangan dalam doa. Ketika ribuan suara berselawat bergema di Monas, harapannya bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk Indonesia yang semakin rukun, kuat, dan bermartabat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi praktik persekongkolan tender atau bid rigging dalam proses lelang proyek pemerintah yang melanggar UU No 5 Tahun 1999.

    Persekongkolan Tender Melanggar Hukum, Ini Sanksi Tegasnya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persekongkolan tender atau bid rigging kembali menjadi sorotan karena praktik ini merusak persaingan usaha dan merugikan negara. Persekongkolan tender merupakan kesepakatan rahasia untuk mengatur pemenang lelang secara tidak sah. Selain itu, kolusi tender ini secara tegas melanggar Pasal 22 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha […]

  • Tambang Garut

    Tak Hanya Soal Izin, Truk Tambang Jadi Sorotan Bupati Garut

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tambang Garut kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara operasional tiga lokasi pertambangan di Kecamatan Leles. Langkah tegas ini diambil karena ditemukan sejumlah pelanggaran regulasi, mulai dari aspek perizinan hingga penggunaan kendaraan yang tidak sesuai dengan daya dukung […]

  • Bantuan Kang Dedi

    Bantuan Kang Dedi Jadi Harapan Warga Pakenjeng

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah sudut Kabupaten Garut, harapan hidup sepasang suami istri bertumpu pada satu nama. Dengan suara pelan dan wajah penuh kelelahan, mereka menyampaikan permohonan bantuan melalui sebuah video sederhana. Di tengah kondisi ekonomi yang kian menekan dan persoalan keluarga yang mendesak, mereka berharap bantuan Kang Dedi bisa menjadi jalan keluar. Bagi […]

  • kontes sapi potong

    Pemerintah Tasikmalaya Gelar Kontes Sapi Potong untuk Naikkan Nilai Ternak

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kontes sapi potong di RPH Indihiang Tasikmalaya fokus peningkatan nilai jual ternak dan edukasi peternak. albadarpost.com, LENSA — Kontes sapi potong yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang menghadirkan 50 peternak dari wilayah Priangan Timur hingga Bandung. Agenda ini bertujuan meningkatkan nilai jual ternak, memberi edukasi […]

  • Buruh Garut

    Buruh Garut Sampaikan Tuntutan, Bupati Syakur Soroti Formula Upah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan May Day Garut 2026 berlangsung penuh perhatian terhadap isu kesejahteraan pekerja. Dalam momentum Hari Buruh Internasional itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima langsung audiensi serikat pekerja dan serikat buruh di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jumat 1 Mei 2026. Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan terkait hak buruh, formula pengupahan, […]

  • Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja'i di Komplek Pesantren Kudang Kota Tasikmalaya.

    Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang. Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh […]

expand_less