Sila Ke-4 Pancasila Ajarkan Dialog Bukan Diam
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi musyawarah dan dialog sebagai penerapan Sila Ke-4 Pancasila untuk menyelesaikan konflik tanpa silent treatment.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Sila Ke-4 Pancasila kembali menjadi sorotan setelah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengangkat relevansinya dalam menghadapi fenomena silent treatment yang kerap muncul di tengah kehidupan sehari-hari. Melalui konten edukatif yang diunggah di akun resminya, BPIP mengajak masyarakat mengedepankan musyawarah, dialog, dan saling mendengar sebagai cara menyelesaikan persoalan, bukan membiarkan konflik berlarut dalam diam.
Pesan tersebut muncul di tengah semakin intensnya interaksi masyarakat, baik secara langsung maupun melalui ruang digital. Dalam berbagai situasi, perbedaan pendapat sering tidak terhindarkan. Karena itu, BPIP menilai nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman membangun komunikasi yang sehat sekaligus menjaga hubungan antarsesama.
BPIP Ingatkan Pentingnya Musyawarah dalam Kehidupan Sehari-hari
Melalui unggahan edukatifnya, BPIP mengajak masyarakat memahami kembali makna Sila Ke-4, yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”
Dalam materi tersebut, BPIP menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak menyampaikan pendapat. Namun, pada saat yang sama, setiap orang juga perlu membuka ruang untuk mendengarkan pandangan orang lain.
Menurut BPIP, keputusan yang baik tidak lahir dari suara yang paling keras, melainkan dari proses dialog yang mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan kesediaan mencari titik temu.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa musyawarah bukan sekadar tradisi, tetapi juga keterampilan sosial yang tetap relevan dalam kehidupan modern.
Fenomena Silent Treatment Dinilai Tidak Menyelesaikan Akar Persoalan
Dalam unggahan tersebut, BPIP juga menyinggung fenomena silent treatment, yaitu sikap memilih diam ketika menghadapi konflik.
BPIP mengingatkan bahwa memberi jeda untuk menenangkan diri memang dapat menjadi pilihan. Namun, persoalan tidak akan selesai apabila komunikasi terus tertutup.
Karena itu, BPIP mengajak masyarakat kembali membuka ruang percakapan setelah emosi mereda. Duduk bersama, saling mendengar, kemudian mencari jalan tengah dinilai lebih sejalan dengan semangat Sila Ke-4 dibanding membiarkan kesalahpahaman terus berkembang.
Pendekatan tersebut tidak bertujuan mencari siapa yang benar atau siapa yang menang. Sebaliknya, musyawarah mengarahkan semua pihak untuk menemukan solusi yang dapat diterima bersama.
Pendapat Berbeda Bukan Penghalang Mencapai Kesepahaman
BPIP juga menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh sebab itu, keberanian menyampaikan pendapat perlu berjalan seiring dengan kesiapan mendengar pendapat orang lain. Kedua hal tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun keputusan yang bijaksana.
Ketika setiap pihak bersedia berdialog, peluang menemukan solusi bersama akan semakin terbuka. Sebaliknya, komunikasi yang terputus justru berpotensi melahirkan prasangka dan memperpanjang konflik.
Nilai inilah yang menurut BPIP menjadi esensi musyawarah dalam Sila Ke-4 Pancasila.
Nilai Pancasila Tetap Relevan di Era Komunikasi Digital
Di tengah perkembangan media sosial dan komunikasi digital yang berlangsung sangat cepat, BPIP menilai semangat musyawarah tetap memiliki arti penting.
Perbedaan pendapat kini dapat muncul kapan saja dan di berbagai ruang interaksi. Karena itu, kemampuan berdialog secara santun, menghargai pandangan orang lain, serta mengutamakan kepentingan bersama menjadi bekal yang semakin diperlukan.
Melalui pesan edukatif tersebut, BPIP mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membangun komunikasi yang sehat, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Konten edukatif ini dilansir dari akun resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan tidak harus berakhir dengan diam. Ketika dialog dibuka dan setiap suara diberi ruang untuk didengar, semangat Sila Ke-4 Pancasila hadir sebagai jembatan menuju solusi yang lebih bijaksana, adil, dan mempersatukan. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar