Penataan Dadaha Tasikmalaya Dimulai dari Jogging Track
- account_circle redaktur
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Informasi penataan kawasan Dadaha saat apel pagi di Balai Kota Tasikmalaya (Foto: Dinas Kominfo Kota Tasik).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penataan Dadaha Tasikmalaya mulai diarahkan pada pembenahan jogging track sebagai tahap awal. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan penataan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur, termasuk perangkat daerah dan aparat kewilayahan.
Informasi itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Si., saat Apel Pagi Gabungan di Halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (31/8/2026).
Penataan kawasan Dadaha menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu ruang aktivitas masyarakat Kota Tasikmalaya. Karena itu, pembenahan fasilitas perlu berjalan beriringan dengan komunikasi kepada masyarakat agar prosesnya berlangsung secara tertib.
Menurut informasi resmi Kominfo Pemkot Tasikmalaya, tahap awal penataan berfokus pada jogging track. Pemerintah juga melibatkan sejumlah pihak untuk melakukan sosialisasi, pengawasan, serta pendekatan kepada masyarakat.
Jogging Track Jadi Tahap Awal Penataan Dadaha
Penataan Dadaha tidak langsung mencakup seluruh kawasan sekaligus. Pemerintah kota memulai proses dari bagian yang berkaitan langsung dengan aktivitas olahraga masyarakat, yakni jogging track.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembenahan kawasan dilakukan secara bertahap. Selain itu, proses di lapangan membutuhkan koordinasi lintas unsur agar fungsi ruang publik tetap dapat berjalan selama penataan berlangsung.
Pemkot menyebut sejumlah unsur yang terlibat antara lain Satpol PP, Dishub, Disporabudpar, UPTD Dadaha, serta aparat kewilayahan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proses penataan jogging track Dadaha berjalan melalui sosialisasi dan pengawasan.
Bukan Sekadar Membenahi Fisik Kawasan
Yang menarik dari penataan Dadaha kali ini bukan hanya pekerjaan fisiknya. Pemerintah juga menekankan pentingnya pendekatan kepada masyarakat.
Sebab, ruang publik seperti Dadaha tidak berdiri sendiri. Setiap hari kawasan tersebut bersinggungan dengan aktivitas olahraga, mobilitas warga, kegiatan komunitas, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting dalam proses penataan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut melakukan sosialisasi, pengawasan, dan pendekatan kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut juga menjadi poin penting dari sisi pelayanan publik. Penataan ruang seharusnya tidak berhenti pada perubahan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memahami tujuan pembenahan kawasan.
Dengan begitu, Dadaha Tasikmalaya dapat berkembang sebagai ruang publik yang lebih tertata tanpa mengabaikan dinamika masyarakat yang selama ini menggunakan kawasan tersebut.
Ada Banyak Pihak di Balik Penataan Dadaha
Penataan kawasan tidak hanya menjadi pekerjaan satu perangkat daerah. Pemerintah kota menyebut beberapa unsur yang ikut berperan, mulai dari Satpol PP, Dishub, Disporabudpar, UPTD Dadaha hingga aparat kewilayahan.
Kolaborasi tersebut penting karena persoalan kawasan publik biasanya memiliki banyak aspek. Ada pengaturan aktivitas, ketertiban, fasilitas, akses masyarakat, hingga komunikasi dengan warga.
Karena itu, keberhasilan penataan Dadaha nantinya tidak cukup diukur dari tampilan fisik jogging track.
Yang tidak kalah penting ialah apakah masyarakat dapat merasakan manfaatnya dan menggunakan fasilitas tersebut secara nyaman.
Di sisi lain, informasi resmi Pemkot yang menjadi dasar pemberitaan ini belum merinci target waktu penyelesaian seluruh penataan kawasan, anggaran, maupun desain akhir Dadaha. Karena itu, informasi tersebut tidak sepatutnya ditambahkan sebagai fakta tanpa sumber tambahan yang dapat diverifikasi.
Pemkot Minta Kinerja Terus Ditingkatkan
Dalam kesempatan yang sama, Asep Goparullah juga menyampaikan pesan kepada jajaran pegawai agar terus meningkatkan kinerja.
Menurut pemerintah kota, berbagai capaian pembangunan membutuhkan kerja bersama dan konsistensi aparatur. Harapannya, kinerja tersebut dapat ikut mendorong capaian Kota Tasikmalaya sehingga memperoleh apresiasi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Bagi masyarakat, penataan Dadaha pada akhirnya akan dinilai bukan dari banyaknya pernyataan, melainkan dari perubahan yang benar-benar terasa.
Jogging track mungkin menjadi titik awal. Namun, tantangan sebenarnya adalah memastikan Dadaha menjadi ruang publik yang tertata, nyaman, dan tetap hidup bersama masyarakat yang menggunakannya.
Dadaha tidak cukup hanya terlihat lebih rapi. Ia harus terasa lebih nyaman. Dan penataan yang baik bukan sekadar mengubah ruang, tetapi memastikan ruang itu kembali benar-benar menjadi milik masyarakat. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar