Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Ketentuan maghrib menurut MUI kembali menjadi perhatian di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang mengikuti adzan tercepat untuk berbuka puasa. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa waktu berbuka puasa yang sah harus mengacu pada masuknya Maghrib di lokasi masing-masing, bukan berdasarkan siaran atau suara adzan dari wilayah lain.

Penegasan ini muncul karena fenomena berbuka lebih awal kerap terjadi, terutama saat masyarakat mengakses siaran televisi nasional atau aplikasi digital yang menampilkan jadwal dari kota berbeda. Padahal, perbedaan geografis dapat menyebabkan selisih waktu Maghrib meski hanya beberapa menit.

Karena itu, MUI meminta umat Islam lebih teliti dan tidak tergesa-gesa saat menentukan waktu berbuka.

Kepastian Waktu Jadi Penentu Sahnya Puasa

Menurut MUI, dasar utama berbuka puasa adalah terbenamnya matahari secara nyata sesuai posisi tempat seseorang berada. Artinya, ketentuan maghrib menurut MUI menitikberatkan pada kepastian waktu, bukan sekadar suara adzan yang terdengar lebih dulu.

Selain itu, ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa seseorang boleh berbuka ketika ia memiliki keyakinan kuat bahwa matahari telah terbenam. Keyakinan tersebut dapat diperoleh melalui pengamatan langsung maupun informasi terpercaya dari jadwal resmi.

Namun demikian, jika seseorang masih ragu apakah waktu Maghrib sudah masuk atau belum, maka ia sebaiknya menunggu hingga benar-benar yakin. Prinsip kehati-hatian ini penting agar ibadah tetap sah dan terhindar dari konsekuensi mengulang puasa di kemudian hari.

Jangan Hanya Mengandalkan Adzan Tercepat

Di era digital, akses informasi waktu shalat memang semakin mudah. Banyak aplikasi menyediakan fitur penentu waktu berbuka secara otomatis. Akan tetapi, kemudahan ini juga memunculkan potensi kekeliruan apabila pengaturan lokasi tidak sesuai.

Karena itu, MUI mengingatkan agar masyarakat memastikan jadwal yang digunakan berasal dari wilayah domisili masing-masing. Jika adzan yang terdengar berasal dari kota lain yang waktu Maghribnya lebih cepat, maka adzan tersebut tidak dapat dijadikan patokan berbuka.

Lebih jauh lagi, perbedaan beberapa menit saja tetap memiliki konsekuensi hukum dalam ibadah puasa. Oleh sebab itu, mengikuti jadwal resmi dari Kementerian Agama atau otoritas setempat menjadi langkah paling aman.

Konsekuensi Jika Berbuka Sebelum Waktunya

MUI menegaskan bahwa berbuka sebelum masuk waktu Maghrib menyebabkan puasa tidak sah. Dalam kondisi tersebut, seseorang wajib mengganti puasanya di hari lain.

Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci. Daripada mengambil risiko, menunggu satu atau dua menit hingga benar-benar yakin jauh lebih bijak. Sikap ini sekaligus mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan perintah agama.

Selain berdampak pada sah atau tidaknya puasa, ketidaktepatan waktu berbuka juga berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Apalagi ketika informasi yang beredar berbeda-beda melalui media sosial.

Peran Jadwal Resmi dan Literasi Digital

Selanjutnya, MUI mendorong umat Islam untuk meningkatkan literasi digital dalam menggunakan aplikasi jadwal shalat. Pengaturan lokasi harus diperiksa secara berkala agar tetap akurat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyusun jadwal berbasis perhitungan astronomi yang presisi. Jadwal tersebut disusun dengan mempertimbangkan koordinat wilayah dan pergerakan matahari.

Baca juga: Pelonggaran Halal Impor AS Disorot DPR

Karena itu, masyarakat sebaiknya menjadikan sumber resmi sebagai acuan utama. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan selaras di setiap daerah.

Ibadah Bukan Soal Cepat, Tetapi Tepat

Pada akhirnya, ketentuan maghrib menurut MUI mengajarkan bahwa berbuka puasa bukan soal siapa yang lebih dulu, melainkan siapa yang tepat waktu. Islam menekankan ketepatan dan kepastian dalam menjalankan ibadah.

Selain menjaga keabsahan puasa, sikap disiplin terhadap waktu juga membentuk kesadaran kolektif umat. Setiap individu memiliki tanggung jawab memastikan bahwa ibadahnya sesuai tuntunan syariat.

Karena itu, MUI mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru. Memastikan matahari benar-benar terbenam sesuai wilayah menjadi langkah sederhana yang membawa ketenangan.

Dengan memahami aturan ini, umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan lebih yakin. Puasa pun terlaksana secara sah, tertib, dan penuh keberkahan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas Satpol PP Klaten membongkar warung soto berkedok prostitusi dengan paket Rp120 ribu di Kebonarum

    Terungkap Modus “Paket Soto” di Balik Harga Tak Masuk Akal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena harga makanan yang tidak masuk akal akhirnya terungkap di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebuah warung soto yang mematok harga hingga Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per porsi mendadak menjadi perhatian publik. Namun, mahalnya harga itu bukan karena kualitas rasa atau bahan premium, melainkan karena adanya dugaan praktik prostitusi terselubung. Kasus […]

  • Pertalite rusak mesin motor

    Pertalite Rusak Mesin Motor, Warga Jawa Timur Keluhkan Mogok Massal

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Fenomena Pertalite rusak mesin motor bikin heboh Jawa Timur, ratusan warga keluhkan motor mogok massal. Fenomena Aneh: Motor Mogok Massal di Jawa Timur albadarpost.com, LENSA – Fenomena tak biasa tengah melanda sejumlah daerah di Jawa Timur. Dalam beberapa hari terakhir, para pengendara motor di Bojonegoro, Lamongan, Sidoarjo, dan Tuban mengeluhkan gejala serupa: mesin motor mereka […]

  • Peneliti menelusuri database flora digital Singapore Herbarium yang membuka akses global ilmu botani Asia Tenggara

    Ribuan Data Flora Asia Tenggara Kini Terbuka di Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selama bertahun-tahun, pengetahuan tentang flora Asia Tenggara tersimpan rapi di balik lemari arsip. Hanya peneliti tertentu yang mampu mengaksesnya. Namun kini, sebuah perubahan besar sedang berlangsung. Digitalisasi herbarium Singapura perlahan menghapus batas antara ilmu pengetahuan dan dunia luar. Singapore Herbarium tidak sekadar memindahkan koleksi ke layar digital. Mereka sedang membangun masa […]

  • anggaran MBG dalam pendidikan

    APBN 2026 Digugat Mahasiswa dan Guru Honorer

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kontroversi anggaran MBG dalam pendidikan resmi memasuki ruang konstitusi. Sejumlah mahasiswa bersama seorang guru honorer mengajukan uji materiil Undang-Undang APBN 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mempersoalkan penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sejalan dengan mandat utama pendidikan nasional. Gugatan ini penting karena menyentuh jantung kebijakan […]

  • Ilustrasi suasana refleksi Ramadan tentang membersihkan hati dari hasad dengan cahaya spiritual yang menenangkan.

    Bersihkan Hati dari Hasad di Bulan Suci, Ini Panduannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan hati dari hasad menjadi fokus utama umat Islam di bulan suci. Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang merusak pahala dan menggerogoti ketenangan jiwa. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum terbaik untuk membersihkan hati dari hasad serta menghilangkan iri dan dengki yang menghambat kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan […]

  • Trump NATO Iran

    Panas! Trump Salahkan NATO dan Ancam Keluar Usai Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump NATO Iran menjadi sorotan global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyalahkan sekutu atas dinamika perang dengan Iran. Konflik ini memicu ketegangan serius, terutama ketika krisis NATO akibat Iran mulai terlihat dan memunculkan ancaman keluarnya AS dari aliansi tersebut. Situasi ini tidak hanya berdampak pada geopolitik, tetapi juga […]

expand_less