Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hadis Nabi tentang Menjaga Lisan: Nasihat yang Sering Dilupakan

Hadis Nabi tentang Menjaga Lisan: Nasihat yang Sering Dilupakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua dosa bermula dari perbuatan.

Sebagian justru berawal dari kata-kata.

Karena itu, Rasulullah memberikan satu nasihat sederhana yang mampu menyelamatkan banyak orang.

Beliau bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

Inilah salah satu hadis menjaga lisan yang paling sering dikutip oleh para ulama. Pesan tersebut terlihat singkat, tetapi maknanya sangat dalam.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak masalah muncul bukan karena tindakan, melainkan karena ucapan yang tidak terjaga.

Ketika Satu Kata Bisa Mengubah Segalanya

Kata-kata memiliki kekuatan besar.

Ucapan yang lembut dapat menenangkan hati seseorang. Sebaliknya, satu kalimat kasar mampu melukai perasaan orang lain.

Karena itu, hadis Nabi tentang menjaga lisan menjadi pengingat penting bagi setiap Muslim.

Rasulullah tidak hanya mengajarkan umatnya untuk berbicara baik. Beliau juga memberikan solusi sederhana ketika seseorang tidak mampu berkata baik.

Solusinya adalah diam.

Dengan demikian, seseorang dapat menghindari ucapan yang membawa dosa.

Mengapa Rasulullah Sangat Menekankan Menjaga Lisan?

Para ulama menjelaskan bahwa lisan merupakan salah satu anggota tubuh yang paling mudah menimbulkan dosa.

Imam Nawawi menyebut bahwa banyak manusia terjerumus dalam kesalahan karena tidak mampu mengendalikan ucapan.

Contohnya:

  • membicarakan keburukan orang lain
  • menyebarkan fitnah
  • berkata kasar atau menghina

Semua hal tersebut sering terjadi tanpa disadari.

Karena itu, hadis menjaga lisan mengajarkan umat Islam untuk berpikir sebelum berbicara.

Jika ucapan membawa kebaikan, maka katakanlah.

Namun jika tidak, diam menjadi pilihan yang lebih baik.

Pelajaran Besar dari Hadis Ini

Hadis ini sebenarnya memberikan pedoman hidup yang sangat sederhana.

Setiap orang hanya memiliki dua pilihan saat berbicara.

Pertama, mengatakan sesuatu yang baik.

Kedua, memilih diam.

Dengan menerapkan prinsip tersebut, seseorang akan lebih mudah menjaga hubungan dengan orang lain.

Selain itu, ia juga dapat menghindari berbagai konflik yang sering muncul karena kesalahpahaman.

Nasihat Ulama tentang Menjaga Lisan

Banyak ulama besar memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini.

Imam Hasan Al-Bashri pernah mengatakan bahwa seorang mukmin akan selalu berhati-hati dengan lisannya.

Ia sadar bahwa setiap kata yang keluar akan dimintai pertanggungjawaban.

Karena itu, menjaga lisan bukan sekadar adab dalam berbicara. Hal ini juga merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Menjaga Lisan di Era Media Sosial

Pada zaman sekarang, menjaga lisan menjadi semakin penting.

Ucapan tidak hanya muncul melalui percakapan langsung. Komentar di media sosial juga termasuk bagian dari ucapan.

Satu kalimat yang ditulis tanpa berpikir dapat menyebar dengan cepat.

Akibatnya, konflik pun bisa muncul dalam waktu singkat.

Karena itu, pesan dalam hadis Nabi tentang menjaga lisan tetap relevan hingga hari ini.

Setiap Muslim perlu mengingat bahwa kata-kata memiliki dampak besar, baik di dunia nyata maupun di dunia digital.

Pesan Rasulullah yang Tidak Pernah Usang

Nasihat Rasulullah tentang menjaga lisan sebenarnya sangat sederhana.

Namun jika seseorang mampu mengamalkannya, banyak masalah dapat dihindari.

Ucapan yang baik akan mempererat hubungan antar manusia.

Sebaliknya, ucapan yang buruk dapat merusak persaudaraan.

Karena itu, hadis menjaga lisan bukan sekadar pesan moral.

Nasihat ini merupakan pedoman hidup yang dapat membawa ketenangan bagi siapa saja yang mengamalkannya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kepala keluarga termenung di ruang tamu sederhana saat memikirkan utang dan tagihan rumah tangga.

    Hadis tentang Utang Ini Kini Menusuk di Tengah Hidup yang Makin Berat

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu rumah sebenarnya tenang. Televisi masih menyala kecil di ruang tamu. Anak-anak sudah tidur. Namun seorang ayah belum juga memejamkan mata. Tangannya memegang ponsel. Berkali-kali ia membuka aplikasi mobile banking, lalu menutupnya lagi pelan-pelan. Besok cicilan jatuh tempo. Situasi seperti itu hari ini semakin sering terjadi di banyak keluarga Indonesia. Hadis […]

  • perpisahan Ramadhan

    Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Perpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah […]

  • Bupati Cecep Nurul Yakin memberi motivasi kepada atlet NPCI Tasikmalaya dalam acara halalbihalal Peparda 2026

    Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tasikmalaya mulai menunjukkan sinyal kuat jelang Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026. Bukan sekadar persiapan biasa, kontingen Peparda Tasikmalaya kini bergerak dengan ambisi besar: menembus batas dan membuktikan bahwa atlet disabilitas daerah mampu bersaing di level global. Suasana itu terasa nyata saat Bupati Tasikmalaya, H. Cecep […]

  • Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap (Fadwa Tuqan)

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Fadwa Tuqan, penyair perempuan Palestina yang dari keheningan bangkit dengan puisi, harapan, dan identitas. albadarpost.com, PELITA. Di tengah berita konflik dan penderitaan yang sering terdengar dari Palestina, muncul kisah seorang perempuan penyair yang suaranya lembut namun tidak pernah padam. Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap […]

  • persiapan menyambut Ramadhan

    Menata Hati Sebelum Fajar Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ramadhan tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu memberi tanda, seperti tamu mulia yang mengirim kabar lebih dulu agar tuan rumah bersiap. Angin Sya’ban membawa aroma itu—aroma rindu, harap, dan juga kegelisahan. Sebab Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan cermin besar yang akan memantulkan seberapa siap hati dan hidup kita menjemputnya. Allah SWT […]

  • penganiayaan kurir COD

    Penganiayaan Kurir COD di Bekasi: Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi berakhir. Pelaku menyerahkan diri dan dijerat Pasal 351 KUHP. albadarpost.com, LENSA. Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi akhirnya menemukan titik terang. Christian Kapau alias Kece, pelaku penganiayaan, memilih menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke Tangerang. Polisi memastikan pelaku sudah berstatus tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHP. Pelaku Penganiayaan […]

expand_less