Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya
- account_circle redaktur
- calendar_month 42 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Video TNI pukul tramadol, kabar anggota TNI pukul penjual tramadol, serta isu penertiban obat terlarang langsung menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Namun, klarifikasi resmi memastikan narasi tersebut tidak benar. Dandim 0612 Tasikmalaya menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah hoax dan tidak sesuai fakta lapangan.
Seiring cepatnya penyebaran informasi digital, publik kerap dihadapkan pada kabar yang belum terverifikasi. Karena itu, klarifikasi dari pihak berwenang menjadi penting untuk meredam spekulasi yang berkembang liar.
Dandim 0612 Tegaskan Tidak Ada Pemukulan
Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, langsung memberikan penjelasan tegas. Ia memastikan bahwa tuduhan keterlibatan anggota TNI dalam aksi pemukulan tidak terbukti.
Ia menyampaikan bahwa satuan internal telah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya menunjukkan bahwa anggota yang disebut dalam video memang berasal dari Kodim 0612, tetapi tidak terlibat dalam tindakan seperti yang dituduhkan.
“Setelah pemeriksaan internal, kami tegaskan yang bersangkutan tidak terlibat dalam tindakan seperti yang dituduhkan di media sosial,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Penegasan ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang sempat mempertanyakan kebenaran video tersebut.
Koordinasi dengan Polres: Nihil Laporan Korban
Selain pemeriksaan internal, Kodim 0612 juga bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas institusi. Mereka berkomunikasi dengan Polres Kota Tasikmalaya dan Polres Kabupaten Tasikmalaya untuk memastikan apakah ada laporan terkait insiden tersebut.
Hasilnya jelas. Tidak ditemukan laporan korban maupun kejadian pemukulan seperti yang viral di media sosial.
Dandim menekankan bahwa jika benar terjadi insiden, maka mekanisme pelaporan pasti berjalan. Pihak kepolisian akan meneruskan laporan ke Subdenpom atau Kodim untuk ditindaklanjuti.
Namun hingga saat ini, tidak ada laporan resmi yang masuk. Fakta ini memperkuat bahwa narasi dalam video tersebut tidak berdasar.
Akun Penyebar Video Diduga Anonim
Di sisi lain, penelusuran terhadap sumber penyebaran video juga mengungkap fakta penting. Akun yang pertama kali mengunggah video diketahui bersifat anonim dan tidak memiliki identitas jelas.
Informasi profil yang minim membuat kredibilitas akun tersebut diragukan. Hal ini semakin memperkuat indikasi bahwa konten tersebut sengaja disebarkan tanpa dasar yang valid.
Kodim 0612 pun telah memanggil anggota yang namanya dicatut dalam unggahan tersebut. Klarifikasi langsung dilakukan oleh staf intelijen untuk memastikan kronologi sebenarnya.
Hasilnya tetap konsisten: tidak ada keterlibatan dalam tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan.
Imbauan Keras: Jangan Mudah Percaya Informasi Mentah
Dandim 0612 Tasikmalaya kemudian mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi. Ia menegaskan bahwa penyebaran berita yang belum diverifikasi dapat merugikan banyak pihak.
Selain merusak reputasi institusi, informasi hoax juga berpotensi memicu keresahan sosial. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan ulang suatu informasi.
Langkah sederhana seperti memverifikasi sumber, membandingkan berita, dan menunggu klarifikasi resmi dapat membantu mencegah penyebaran hoax.
Komitmen Berantas Obat Terlarang Tetap Kuat
Meski isu ini terbukti tidak benar, Dandim memastikan bahwa komitmen pemberantasan obat terlarang tetap menjadi prioritas. Kodim 0612 Tasikmalaya terus mendukung upaya aparat dalam memerangi peredaran narkotika dan obat ilegal.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga generasi muda dari ancaman tersebut.
“Masa depan generasi bangsa sangat bergantung pada keberhasilan kita melawan ancaman ini bersama-sama,” tegasnya.
Dengan demikian, klarifikasi ini tidak hanya meluruskan informasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi keamanan. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar