Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal.

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia

albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia demi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ahli gizi Mochammad Rizal menilai program ini sebagai langkah positif dan visioner, tetapi ia menekankan bahwa pelaksanaannya harus dikawal melalui evaluasi rutin agar manfaat jangka panjangnya benar-benar terasa.
“Dalam jangka pendek, dampaknya terlihat dari peningkatan status gizi dan kesehatan anak, misalnya penurunan angka anemia. Anak-anak sehat hari ini akan menjadi generasi bebas stunting di masa depan,” ujar Rizal seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/11/2025).

Menurut Rizal, program makan bergizi gratis merupakan bentuk investasi sosial yang efeknya baru terasa setelah satu hingga dua dekade. Karena itu, pengawasan implementasi di lapangan menjadi kunci utama agar target Indonesia bebas stunting bisa tercapai.


Tantangan di Lapangan: Perubahan Pola Makan dan Food Waste

Di balik semangat besar program MBG, implementasinya tidak semudah di atas kertas. Salah satu tantangan nyata di lapangan adalah kebiasaan makan anak-anak masa kini yang lebih menyukai ultra processed food (UPF) seperti camilan, sosis, atau nugget—makanan tinggi gula, garam, dan lemak yang cenderung praktis namun minim nilai gizi.

“Menu MBG yang ideal secara gizi justru berisiko tidak dihabiskan anak-anak. Ketika diganti dengan menu berbasis UPF agar makanan habis, tujuan pemenuhan gizi malah bergeser,” kata Rizal yang kini tengah menempuh studi doktoral bidang International Nutrition di Cornell University, Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah perlu strategi bertahap untuk mengubah perilaku makan siswa agar terbiasa dengan makanan bergizi dan segar. Selain memperbaiki menu, pendekatan edukatif dan psikologis di sekolah juga dibutuhkan supaya anak memahami pentingnya asupan seimbang.

Ia menambahkan, evaluasi rutin terkait jumlah makanan yang dikonsumsi dan terbuang (food waste) menjadi indikator penting efektivitas program. “Data itu tidak boleh diabaikan karena mencerminkan penerimaan siswa terhadap menu yang disediakan,” ujarnya.


Evaluasi dan Peran Sekolah dalam Pengawasan Program

Panduan pelaksanaan program MBG yang disusun oleh Kemendikdasmen sudah mencantumkan mekanisme evaluasi di tingkat sekolah. Setiap satuan pendidikan diminta mengumpulkan data tentang penerima manfaat, jenis menu, jumlah makanan terbuang, serta kondisi gizi anak sebelum dan sesudah program berjalan.

Selain itu, sekolah diwajibkan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh (IMT) siswa setiap enam bulan sekali. Data tersebut akan menjadi basis kebijakan nasional dalam menilai efektivitas program makan bergizi gratis dari waktu ke waktu.

Sekolah juga didorong melaporkan insiden keamanan pangan jika terjadi masalah dalam penyediaan makanan. “Pengawasan keamanan pangan sangat penting, karena kesalahan kecil bisa berdampak besar pada kesehatan anak,” ujar Rizal.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ahli gizi dalam memastikan penerapan gizi seimbang di setiap tahap. Namun, beban kerja tenaga gizi di lapangan masih sangat tinggi. Dengan rasio satu ahli gizi yang harus memantau 3.000–4.000 porsi makanan, risiko kesalahan pengawasan meningkat.


Langkah Perbaikan dan Sinergi Kebijakan

Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi baru yang membatasi kapasitas produksi maksimal 2.000 porsi pada Satuan Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG). Rizal menilai kebijakan itu sebagai langkah positif yang bisa meringankan beban ahli gizi sekaligus meningkatkan kualitas keamanan pangan.

Namun, menurutnya, pengawasan saja tidak cukup. Program MBG harus diintegrasikan dengan edukasi gizi yang berkelanjutan, baik untuk siswa maupun keluarga mereka. “Menyiapkan menu bergizi saja belum cukup. Anak dan keluarga perlu memahami mengapa gizi seimbang penting,” ujarnya.

Edukasi gizi ini dapat dilakukan melalui kegiatan belajar, kampanye sekolah, hingga kolaborasi dengan lembaga kesehatan lokal. Dengan cara itu, program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan gratis, melainkan juga instrumen pendidikan kesehatan masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini adalah langkah besar. Tapi karena masih baru, wajar jika banyak hal perlu dibenahi. Masukan konstruktif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tujuan besar ini tercapai,” pungkas Rizal.

Program makan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat dan cerdas. Agar manfaatnya optimal, evaluasi menyeluruh dan sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Dengan perbaikan berkelanjutan, program ini dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Tes Kemampuan Akademik Digelar Serentak, Kemenag Modernisasi Evaluasi Pendidikan Madrasah

Evaluasi berkelanjutan dan edukasi gizi jadi kunci keberhasilan program makan bergizi gratis menuju generasi Indonesia Emas 2045. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madrasah Diniyah

    Di Tengah Gempuran Gadget, Madrasah Diniyah Ini Lepas Generasi Berakhlak

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan media sosial di kalangan anak-anak, Madrasah Diniyah Al-Muniroh Sukahurip memilih mengirim pesan yang berbeda. Bukan tentang nilai akademik atau prestasi lomba, melainkan tentang akhlak, adab, dan pentingnya menjaga jati diri sebagai muslim. Pesan itu mengemuka dalam Haflah Akhirissanah Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Aula Madrasah […]

  • Irwansyah kasus penjara

    Kasus Irwansyah: Ibu Stroke Berujung Penjara

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus yang menimpa Irwansyah di Medan menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan sosial: tanggung jawab anak terhadap orang tua yang sakit. Niatnya sederhana, membantu ibunya yang terserang stroke agar mendapat pengobatan. Namun langkah yang ia tempuh justru berujung pada proses hukum dan penahanan. Peristiwa ini menempatkan Irwansyah pada posisi sulit. Ia […]

  • kelompok penyembah setan 764

    Kelompok Penyembah Setan 764 Jadi Ancaman Online Serius, FBI dan Inggris Perketat Pengawasan Remaja

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kelompok penyembah setan 764 jadi ancaman online global, FBI dan Inggris peringatkan bahaya bagi remaja. Remaja 14 Tahun Terjerat Kelompok Penyembah Setan 764 albadarpost.com, LENSA – Kasus remaja Inggris berusia 14 tahun yang terjerumus ke dalam kelompok penyembah setan 764 membuka kembali perhatian dunia terhadap ancaman kejahatan siber yang menargetkan anak-anak.Awalnya, sang ibu—disebut Christina—menganggap percakapan […]

  • MBG Kota Banjar jadi sorotan publik

    Klarifikasi DPRD Banjar: Bukan Korban MBG, Bukan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar terus bergulir dan menyedot perhatian publik. Nama anggota DPRD Kota Banjar, Hendrik Purnomo, sempat ikut terseret dalam pusaran pemberitaan awal terkait laporan dugaan penipuan jalur cepat menjadi mitra dapur MBG. Menyikapi situasi tersebut, Hendrik akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

  • kepala ikan kuah kuning dengan bumbu kunyit dan rempah khas Indonesia disajikan hangat di meja makan sederhana

    Cara Masak Kepala Ikan Kuah Kuning Anti Amis, Dijamin Nagih!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kepala ikan kuah kuning menjadi salah satu hidangan tradisional yang selalu menggoda selera. Olahan kepala ikan kuah kuning ini terkenal dengan cita rasa gurih, segar, dan kaya rempah. Banyak orang mencari cara memasak kepala ikan kuah kuning agar tidak amis dan tetap nikmat, karena di situlah letak tantangannya. Selain itu, hidangan […]

expand_less