Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal.

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia

albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia demi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ahli gizi Mochammad Rizal menilai program ini sebagai langkah positif dan visioner, tetapi ia menekankan bahwa pelaksanaannya harus dikawal melalui evaluasi rutin agar manfaat jangka panjangnya benar-benar terasa.
“Dalam jangka pendek, dampaknya terlihat dari peningkatan status gizi dan kesehatan anak, misalnya penurunan angka anemia. Anak-anak sehat hari ini akan menjadi generasi bebas stunting di masa depan,” ujar Rizal seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/11/2025).

Menurut Rizal, program makan bergizi gratis merupakan bentuk investasi sosial yang efeknya baru terasa setelah satu hingga dua dekade. Karena itu, pengawasan implementasi di lapangan menjadi kunci utama agar target Indonesia bebas stunting bisa tercapai.


Tantangan di Lapangan: Perubahan Pola Makan dan Food Waste

Di balik semangat besar program MBG, implementasinya tidak semudah di atas kertas. Salah satu tantangan nyata di lapangan adalah kebiasaan makan anak-anak masa kini yang lebih menyukai ultra processed food (UPF) seperti camilan, sosis, atau nugget—makanan tinggi gula, garam, dan lemak yang cenderung praktis namun minim nilai gizi.

“Menu MBG yang ideal secara gizi justru berisiko tidak dihabiskan anak-anak. Ketika diganti dengan menu berbasis UPF agar makanan habis, tujuan pemenuhan gizi malah bergeser,” kata Rizal yang kini tengah menempuh studi doktoral bidang International Nutrition di Cornell University, Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah perlu strategi bertahap untuk mengubah perilaku makan siswa agar terbiasa dengan makanan bergizi dan segar. Selain memperbaiki menu, pendekatan edukatif dan psikologis di sekolah juga dibutuhkan supaya anak memahami pentingnya asupan seimbang.

Ia menambahkan, evaluasi rutin terkait jumlah makanan yang dikonsumsi dan terbuang (food waste) menjadi indikator penting efektivitas program. “Data itu tidak boleh diabaikan karena mencerminkan penerimaan siswa terhadap menu yang disediakan,” ujarnya.


Evaluasi dan Peran Sekolah dalam Pengawasan Program

Panduan pelaksanaan program MBG yang disusun oleh Kemendikdasmen sudah mencantumkan mekanisme evaluasi di tingkat sekolah. Setiap satuan pendidikan diminta mengumpulkan data tentang penerima manfaat, jenis menu, jumlah makanan terbuang, serta kondisi gizi anak sebelum dan sesudah program berjalan.

Selain itu, sekolah diwajibkan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh (IMT) siswa setiap enam bulan sekali. Data tersebut akan menjadi basis kebijakan nasional dalam menilai efektivitas program makan bergizi gratis dari waktu ke waktu.

Sekolah juga didorong melaporkan insiden keamanan pangan jika terjadi masalah dalam penyediaan makanan. “Pengawasan keamanan pangan sangat penting, karena kesalahan kecil bisa berdampak besar pada kesehatan anak,” ujar Rizal.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ahli gizi dalam memastikan penerapan gizi seimbang di setiap tahap. Namun, beban kerja tenaga gizi di lapangan masih sangat tinggi. Dengan rasio satu ahli gizi yang harus memantau 3.000–4.000 porsi makanan, risiko kesalahan pengawasan meningkat.


Langkah Perbaikan dan Sinergi Kebijakan

Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi baru yang membatasi kapasitas produksi maksimal 2.000 porsi pada Satuan Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG). Rizal menilai kebijakan itu sebagai langkah positif yang bisa meringankan beban ahli gizi sekaligus meningkatkan kualitas keamanan pangan.

Namun, menurutnya, pengawasan saja tidak cukup. Program MBG harus diintegrasikan dengan edukasi gizi yang berkelanjutan, baik untuk siswa maupun keluarga mereka. “Menyiapkan menu bergizi saja belum cukup. Anak dan keluarga perlu memahami mengapa gizi seimbang penting,” ujarnya.

Edukasi gizi ini dapat dilakukan melalui kegiatan belajar, kampanye sekolah, hingga kolaborasi dengan lembaga kesehatan lokal. Dengan cara itu, program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan gratis, melainkan juga instrumen pendidikan kesehatan masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini adalah langkah besar. Tapi karena masih baru, wajar jika banyak hal perlu dibenahi. Masukan konstruktif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tujuan besar ini tercapai,” pungkas Rizal.

Program makan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat dan cerdas. Agar manfaatnya optimal, evaluasi menyeluruh dan sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Dengan perbaikan berkelanjutan, program ini dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Tes Kemampuan Akademik Digelar Serentak, Kemenag Modernisasi Evaluasi Pendidikan Madrasah

Evaluasi berkelanjutan dan edukasi gizi jadi kunci keberhasilan program makan bergizi gratis menuju generasi Indonesia Emas 2045. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lelang barang rampasan korupsi oleh KPK melalui KPKNL sebagai bagian dari strategi asset recovery untuk memulihkan kerugian negara

    KPK Segera Lelang Aset Koruptor Rp26,2 Miliar! Ini Jadwal dan Cara Ikutnya

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi asset recovery KPK kembali berjalan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang puluhan barang rampasan negara dari berbagai perkara korupsi sebagai bagian dari upaya pemulihan aset korupsi dan pengembalian kerugian negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melelang barang rampasan negara melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta […]

  • reintroduksi banteng jawa

    BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat […]

  • Koneksi tanpa izin

    Ini Cara Menjaga Keamanan Wi-Fi Rumah

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Koneksi tanpa izin bisa mengancam Wi-Fi rumah. Simak panduan aman mengecek dan melindungi jaringan dari akses asing. Waspada Koneksi Tanpa Izin, Ancaman Nyata Jaringan Wi-Fi albadarpost.com, HUMANIORA – Penggunaan jaringan Wi-Fi telah menjadi kebutuhan utama di rumah maupun tempat kerja. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko yang sering luput dari perhatian pengguna, yakni koneksi […]

  • Ilustrasi murid mendengarkan nasihat guru di kelas dengan penuh perhatian

    Fakta Mengejutkan: Nasihat Guru Lebih Melekat daripada Pelajaran

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mengapa nasihat guru sering lebih melekat di ingatan dibanding pelajaran di buku? Fenomena ini menarik untuk dibahas, sebab banyak murid mengaku lebih mengingat nasihat guru, petuah guru, atau wejangan guru dibanding teori panjang di buku pelajaran. Bahkan, dalam banyak kasus, kalimat sederhana dari seorang guru justru membentuk cara berpikir murid dalam jangka […]

  • oseng mercon daging sapi

    Resep Oseng Mercon Viral: Pedas Gila Tapi Bikin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aroma pedas langsung menyeruak begitu oseng mercon daging sapi mulai dimasak. Hidangan khas dengan level kepedasan ekstrem ini kini kembali viral karena sensasi rasa yang kuat, sederhana, tetapi membuat ketagihan. Banyak pencinta kuliner mencari resep oseng mercon, oseng sapi pedas, hingga tumis daging cabai rawit yang mampu menghadirkan pengalaman makan berbeda di […]

  • kasus ayah gadaikan anak

    Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Kasus ayah gadaikan anak di Tasikmalaya terungkap setelah bocah ditemukan di Gresik dan kini dalam pendampingan sosial. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus ayah gadaikan anak kembali memunculkan keprihatinan publik. Dinas Sosial Gresik menemukan bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun yang dilaporkan hilang oleh ibunya di Tasikmalaya. Bocah itu ternyata dijadikan jaminan pinjaman Rp25 juta oleh ayah […]

expand_less