Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal.

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia

albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia demi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ahli gizi Mochammad Rizal menilai program ini sebagai langkah positif dan visioner, tetapi ia menekankan bahwa pelaksanaannya harus dikawal melalui evaluasi rutin agar manfaat jangka panjangnya benar-benar terasa.
“Dalam jangka pendek, dampaknya terlihat dari peningkatan status gizi dan kesehatan anak, misalnya penurunan angka anemia. Anak-anak sehat hari ini akan menjadi generasi bebas stunting di masa depan,” ujar Rizal seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/11/2025).

Menurut Rizal, program makan bergizi gratis merupakan bentuk investasi sosial yang efeknya baru terasa setelah satu hingga dua dekade. Karena itu, pengawasan implementasi di lapangan menjadi kunci utama agar target Indonesia bebas stunting bisa tercapai.


Tantangan di Lapangan: Perubahan Pola Makan dan Food Waste

Di balik semangat besar program MBG, implementasinya tidak semudah di atas kertas. Salah satu tantangan nyata di lapangan adalah kebiasaan makan anak-anak masa kini yang lebih menyukai ultra processed food (UPF) seperti camilan, sosis, atau nugget—makanan tinggi gula, garam, dan lemak yang cenderung praktis namun minim nilai gizi.

“Menu MBG yang ideal secara gizi justru berisiko tidak dihabiskan anak-anak. Ketika diganti dengan menu berbasis UPF agar makanan habis, tujuan pemenuhan gizi malah bergeser,” kata Rizal yang kini tengah menempuh studi doktoral bidang International Nutrition di Cornell University, Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah perlu strategi bertahap untuk mengubah perilaku makan siswa agar terbiasa dengan makanan bergizi dan segar. Selain memperbaiki menu, pendekatan edukatif dan psikologis di sekolah juga dibutuhkan supaya anak memahami pentingnya asupan seimbang.

Ia menambahkan, evaluasi rutin terkait jumlah makanan yang dikonsumsi dan terbuang (food waste) menjadi indikator penting efektivitas program. “Data itu tidak boleh diabaikan karena mencerminkan penerimaan siswa terhadap menu yang disediakan,” ujarnya.


Evaluasi dan Peran Sekolah dalam Pengawasan Program

Panduan pelaksanaan program MBG yang disusun oleh Kemendikdasmen sudah mencantumkan mekanisme evaluasi di tingkat sekolah. Setiap satuan pendidikan diminta mengumpulkan data tentang penerima manfaat, jenis menu, jumlah makanan terbuang, serta kondisi gizi anak sebelum dan sesudah program berjalan.

Selain itu, sekolah diwajibkan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh (IMT) siswa setiap enam bulan sekali. Data tersebut akan menjadi basis kebijakan nasional dalam menilai efektivitas program makan bergizi gratis dari waktu ke waktu.

Sekolah juga didorong melaporkan insiden keamanan pangan jika terjadi masalah dalam penyediaan makanan. “Pengawasan keamanan pangan sangat penting, karena kesalahan kecil bisa berdampak besar pada kesehatan anak,” ujar Rizal.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ahli gizi dalam memastikan penerapan gizi seimbang di setiap tahap. Namun, beban kerja tenaga gizi di lapangan masih sangat tinggi. Dengan rasio satu ahli gizi yang harus memantau 3.000–4.000 porsi makanan, risiko kesalahan pengawasan meningkat.


Langkah Perbaikan dan Sinergi Kebijakan

Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi baru yang membatasi kapasitas produksi maksimal 2.000 porsi pada Satuan Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG). Rizal menilai kebijakan itu sebagai langkah positif yang bisa meringankan beban ahli gizi sekaligus meningkatkan kualitas keamanan pangan.

Namun, menurutnya, pengawasan saja tidak cukup. Program MBG harus diintegrasikan dengan edukasi gizi yang berkelanjutan, baik untuk siswa maupun keluarga mereka. “Menyiapkan menu bergizi saja belum cukup. Anak dan keluarga perlu memahami mengapa gizi seimbang penting,” ujarnya.

Edukasi gizi ini dapat dilakukan melalui kegiatan belajar, kampanye sekolah, hingga kolaborasi dengan lembaga kesehatan lokal. Dengan cara itu, program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan gratis, melainkan juga instrumen pendidikan kesehatan masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini adalah langkah besar. Tapi karena masih baru, wajar jika banyak hal perlu dibenahi. Masukan konstruktif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tujuan besar ini tercapai,” pungkas Rizal.

Program makan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat dan cerdas. Agar manfaatnya optimal, evaluasi menyeluruh dan sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Dengan perbaikan berkelanjutan, program ini dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Tes Kemampuan Akademik Digelar Serentak, Kemenag Modernisasi Evaluasi Pendidikan Madrasah

Evaluasi berkelanjutan dan edukasi gizi jadi kunci keberhasilan program makan bergizi gratis menuju generasi Indonesia Emas 2045. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • manipulasi lelang

    Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Perspektif Albadarpost: Manipulasi lelang dihukum berat, pembiaran sistem pengadaan kini dipertanyakan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa seharusnya dibaca lebih dari sekadar vonis pidana. Ia adalah teguran keras terhadap praktik kotor yang selama ini dibiarkan tumbuh di jantung pengelolaan uang negara. Ketika manipulasi lelang diperlakukan sebagai “kesalahan teknis”, […]

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • doa dimudahkan urusan

    Saat Hidup Terasa Sulit, Amalkan Doa Ini untuk Jalan Keluar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa dimudahkan urusan saat menghadapi masalah hidup, tekanan pekerjaan, atau kesulitan rezeki. Doa agar segala urusan lancar, doa dimudahkan rezeki, hingga amalan pembuka jalan menjadi harapan spiritual yang terus dicari. Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk keyakinan penuh kepada Allah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. […]

  • judi online Bandung.

    Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Pemkab Bandung dorong literasi digital dan penguatan ekonomi warga untuk menekan judi online. albadarpost.com, HUMANIORA – Lonjakan kasus judi online Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyebut lebih dari seratus ribu warganya terindikasi terlibat. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cermin tekanan ekonomi dan rendahnya literasi digital di masyarakat. Pemerintah […]

  • ilustrasi muslim berdoa menunjukkan tingkatan tawakal dalam kehidupan sehari-hari

    Ini 3 Level Tawakal dalam Islam, Banyak yang Baru Tahu!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami tingkatan tawakal hanya sebatas berserah diri, padahal konsep ini jauh lebih dalam. Tawakal, atau kepercayaan penuh kepada Allah, memiliki level spiritual yang berbeda. Memahami level tawakal, tahap tawakal, dan derajat tawakal akan membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang, terarah, dan penuh keyakinan. Selain itu, konsep ini bukan sekadar […]

  • Lahan Sawah Tasikmalaya

    Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya. Peringatan […]

expand_less