Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Anak mantan Wali Kota Cirebon tertangkap mencuri sepatu jemaah di Masjid At-Taqwa. Aksi terekam CCTV dan jadi sorotan publik.


Aksi Pencurian yang Mengejutkan Jemaah

albadarpost.com, HUMANIORA. Kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon menghebohkan warga, Senin siang (6/10/2025). Di tengah suasana khusyuk ibadah, seorang pria terekam kamera CCTV mengambil sepatu milik jemaah di halaman Masjid Raya At-Taqwa, Jalan RA Kartini, Kota Cirebon. Namun, pelaku kali ini tak bisa kabur. Petugas keamanan yang sudah lama mencurigainya berhasil menangkapnya di tempat kejadian.

Pelaku diketahui berinisial ASN, warga Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Ironisnya, ASN bukan orang sembarangan — ia adalah putra dari mantan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, yang kini tengah menjalani masa tahanan di Rutan Kelas I Cirebon terkait kasus korupsi pembangunan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi ASN dengan jelas beredar cepat di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat pelaku mondar-mandir di area wudhu dan mengambil beberapa pasang sepatu bermerek milik jemaah yang sedang salat.

“Dia sudah lama kami curigai. Dalam rekaman CCTV sebelumnya, gerak-geriknya memang mencurigakan. Tapi kemarin itu paling jelas, dan akhirnya bisa kami tangkap saat datang lagi ke masjid,” kata Rohman, petugas keamanan Masjid At-Taqwa, saat dikonfirmasi wartawan, Senin sore (6/10/2025).


Terungkapnya Modus dan Barang Curian

Menurut Rohman, pencurian sepatu di Masjid Cirebon bukan kejadian pertama. ASN diduga telah beraksi beberapa kali dengan modus yang sama: berpura-pura menjadi jemaah, lalu memanfaatkan waktu salat untuk mengambil barang di rak sepatu.

“Sepatu yang dia ambil bukan sembarangan. Semuanya bermerek dan harganya mahal. Dia tahu mana yang bagus dan cepat dijual,” ujar Rohman.

Ketika diinterogasi di pos keamanan, ASN mengaku sebagian sepatu curian sudah dijual ke pasar barang bekas di wilayah Kesambi, sementara sisanya masih disimpan di rumahnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan beberapa pasang sepatu dari berbagai merek ternama seperti Nike, Adidas, dan Bata.

Setelah pemeriksaan awal, pelaku diborgol dan diserahkan ke Polsek Utara Barat (Utbar) Kota Cirebon untuk penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Utbar, AKP Dedi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku sudah kami amankan. Kami masih dalami motif dan kemungkinan adanya kasus serupa di lokasi lain,” ujarnya.


Motif dan Latar Belakang Keluarga

Hasil penyelidikan awal menyebutkan bahwa pelaku mengaku terdesak kebutuhan ekonomi. Namun, polisi belum memastikan motif utama di balik pencurian sepatu di Masjid Cirebon ini. Beberapa pihak menduga tekanan sosial akibat kasus hukum yang menjerat ayahnya turut mempengaruhi kondisi psikologis ASN.

Diketahui, ayah pelaku, Nashrudin Azis (NA), mantan Wali Kota Cirebon periode 2014–2023, kini mendekam di penjara setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Setda Kota Cirebon. Kasus tersebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp26 miliar dari total pagu anggaran Rp86 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Muhamad Hamdan, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan dua alat bukti kuat berupa keterangan saksi, dokumen, dan petunjuk lainnya. “NA diduga memerintahkan tim teknis menandatangani dokumen serah terima proyek yang belum selesai. Akibatnya, proyek tidak sesuai rencana,” kata Hamdan.


Reaksi Publik dan Pihak Masjid

Kasus ini sontak menyedot perhatian warga. Beberapa jemaah yang tengah berada di lokasi ikut menyaksikan proses penangkapan ASN oleh petugas keamanan dan polisi. “Kami kaget, apalagi setelah tahu siapa orangnya. Semoga ini jadi pelajaran bagi semuanya,” kata Herman, salah satu jemaah Masjid At-Taqwa.

Pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengaitkan kasus pribadi pelaku dengan nama besar keluarganya. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing,” ujar H. Mulyadi, perwakilan DKM.

Beberapa tokoh masyarakat juga menyayangkan kejadian ini. Mereka menilai kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon bukan sekadar tindakan kriminal biasa, tetapi juga mencerminkan persoalan sosial yang lebih dalam — dari tekanan hidup, kehilangan arah, hingga dampak psikologis akibat stigma keluarga.


Penanganan Polisi dan Dampak Sosial

Kepolisian masih mendalami kemungkinan jaringan penadah barang curian yang terlibat dalam kasus ini. Beberapa saksi yang sempat membeli sepatu dari ASN akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan pengurus masjid lain di sekitar Cirebon untuk menelusuri apakah pelaku pernah beraksi di tempat lain.

Sementara itu, di media sosial, kasus ini memunculkan beragam tanggapan. Banyak warganet mengingatkan pentingnya keamanan di tempat ibadah, sementara sebagian lain menyoroti dampak sosial yang dialami keluarga pejabat publik yang tersangkut kasus hukum.

“Bagi kami, ini pelajaran pahit. Tapi juga peringatan bahwa kehormatan keluarga bisa hancur bukan hanya karena korupsi, tapi juga karena kehilangan nilai moral,” tulis seorang pengguna media sosial di akun Facebook komunitas Cirebon Info.


Kesimpulan

Kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon mengguncang publik. Pelaku, anak mantan wali kota, kini diselidiki atas aksinya yang terekam CCTV. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Timnas Indonesia menghadapi jadwal padat 2026 usai FIFA Series dengan ekspresi fokus dan penuh tekanan

    Belum Bernapas, Timnas Indonesia Sudah Dihantam Jadwal Brutal 2026

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Timnas Indonesia 2026 langsung memicu perhatian publik setelah Garuda finis sebagai runner-up FIFA Series. Jadwal Timnas Indonesia, agenda Garuda, hingga kalender pertandingan Indonesia kini terlihat padat, bahkan cenderung ekstrem bagi sebuah tim yang sedang berkembang. Alih-alih mendapat waktu istirahat, Timnas Indonesia justru harus bersiap menghadapi rangkaian laga tanpa jeda panjang. […]

  • Ilustrasi kasus pekerja rumah tangga melompat dari lantai empat terkait dugaan kekerasan oleh majikan

    Kasus PRT Lompat Lantai 4: Dari Dugaan Kekerasan hingga Penetapan Tersangka

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – R (15) dan D (30), PRT yang lompat lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir, kini bukan lagi sekadar peristiwa tragis. Kasus ini berkembang menjadi sorotan nasional setelah polisi menetapkan Adriel Viari Purba sebagai tersangka. Dugaan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga dan relasi kuasa dalam lingkungan domestik kini ikut terangkat ke permukaan. […]

  • kepala ikan kuah kuning dengan bumbu kunyit dan rempah khas Indonesia disajikan hangat di meja makan sederhana

    Cara Masak Kepala Ikan Kuah Kuning Anti Amis, Dijamin Nagih!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kepala ikan kuah kuning menjadi salah satu hidangan tradisional yang selalu menggoda selera. Olahan kepala ikan kuah kuning ini terkenal dengan cita rasa gurih, segar, dan kaya rempah. Banyak orang mencari cara memasak kepala ikan kuah kuning agar tidak amis dan tetap nikmat, karena di situlah letak tantangannya. Selain itu, hidangan […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian pria yang terseret arus sungai di Cidadap Bandung saat hujan deras.

    Bandung Diguyur Hujan Deras, Seorang Pria Hilang Terbawa Arus Sungai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seorang pria bernama Johan (56) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di kawasan sungai Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Kamis (14/5/2026). Insiden pria terseret arus Bandung itu terjadi saat korban membersihkan alat kerja di pinggiran sungai ketika debit air tiba-tiba meningkat akibat hujan deras. Peristiwa berlangsung cepat. Menurut saksi di […]

  • ilustrasi umat Islam mengumandangkan takbir malam Idul Fitri dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan

    Asal-usul Tradisi Takbiran: Dari Sunnah Jadi Perayaan Meriah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi takbiran menjadi salah satu momen paling dinanti umat Islam. Tradisi takbiran dalam sejarah Islam tidak hanya sekadar gema pujian kepada Allah, tetapi juga simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan. Selain itu, sejarah takbiran memperlihatkan bagaimana praktik ini berkembang dari ajaran sederhana menjadi perayaan meriah yang kita kenal saat ini. Awal Mula Tradisi […]

expand_less