Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara.

Namun, berbeda dengan dinamika jalanan yang riuh, peran Try Sutrisno 1998 justru terlihat tenang. Ia tidak tampil sebagai figur konfrontatif. Sebaliknya, ia menunjukkan gaya kepemimpinan yang cenderung stabil dan terukur. Karena itu, menarik untuk membaca ulang bagaimana posisi wapres militer bekerja di tengah krisis multidimensi.

Di Pusat Kekuasaan Saat Krisis Mengguncang

Krisis moneter Asia 1997 memukul Indonesia dengan keras. Nilai rupiah terjun bebas, harga kebutuhan pokok melonjak, dan gelombang demonstrasi mahasiswa meluas. Dalam konteks tersebut, Try Sutrisno 1998 berada dalam lingkar inti pemerintahan.

Sebagai wapres, ia memiliki akses langsung pada pengambilan keputusan strategis. Meski demikian, struktur kekuasaan Orde Baru menempatkan presiden sebagai figur dominan. Karena itu, ruang manuver wakil presiden relatif terbatas. Ia lebih sering tampil dalam fungsi representatif, sementara keputusan politik utama tetap terkonsentrasi di tangan presiden.

Meski begitu, kehadiran Try tidak bisa dilepaskan dari latar belakang militernya. Sebelumnya, ia menjabat Panglima ABRI. Pengalaman tersebut membentuk karakternya dalam membaca stabilitas nasional. Ia memahami betul bagaimana gejolak sosial dapat berkembang menjadi krisis keamanan.

Wapres Militer dan Bayang-Bayang Dwifungsi

Pada era Orde Baru, militer memegang peran sosial-politik melalui konsep dwifungsi ABRI. Dalam kerangka itu, pengangkatan Try sebagai wapres bukan sekadar simbol. Pemerintah saat itu menilai figur militer mampu menjaga keseimbangan di tengah tekanan internal dan eksternal.

Namun, situasi berubah cepat menjelang 1998. Tuntutan reformasi menguat. Mahasiswa mendesak supremasi sipil. Publik mempertanyakan dominasi militer dalam jabatan politik. Dalam fase transisi ini, Try Sutrisno 1998 berdiri di antara dua arus: menjaga stabilitas sekaligus menghadapi gelombang perubahan.

Menariknya, ia tidak tercatat sebagai tokoh yang mendorong langkah represif secara terbuka. Ia juga tidak tampil sebagai figur reformis yang progresif. Posisi itu membuatnya berada di ruang abu-abu sejarah. Publik mengenalnya, tetapi jarang membedah kontribusinya secara rinci.

Detik-Detik Kejatuhan dan Posisi Wapres

Mei 1998 menjadi titik balik. Tekanan politik meningkat setelah tragedi Trisakti dan kerusuhan meluas di berbagai kota. Akhirnya, Soeharto menyatakan pengunduran diri. Peristiwa itu menandai runtuhnya Orde Baru.

Dalam momen krusial tersebut, peran Try Sutrisno 1998 kembali dipertanyakan. Secara konstitusional, wakil presiden memiliki posisi strategis. Namun, dinamika politik bergerak sangat cepat. Transisi kekuasaan berlangsung dalam tekanan publik yang masif.

Baca juga: Strategi Perang Nabi: Konsolidasi Kekuasaan di Tengah Krisis Abad ke-7

Setelah Reformasi bergulir, pola kepemimpinan nasional berubah drastis. Jabatan wakil presiden lebih banyak diisi tokoh sipil. Dominasi militer dalam politik berangsur surut. Oleh sebab itu, periode kepemimpinan Try menjadi penanda akhir tradisi wapres berlatar belakang jenderal aktif Orde Baru.

Mengapa Nama Try Jarang Disorot?

Sejarah sering menyorot figur paling vokal. Padahal, aktor yang bekerja dalam senyap juga memegang peran penting. Try Sutrisno 1998 termasuk dalam kategori terakhir. Ia hadir dalam momen menentukan, tetapi tidak menjadi pusat narasi populer.

Karena itu, membaca ulang kiprahnya membantu publik memahami struktur kekuasaan Orde Baru secara lebih utuh. Ia bukan tokoh oposisi, namun juga bukan simbol agresivitas politik. Ia berada dalam sistem, bekerja di dalamnya, dan menyaksikan perubahannya dari dekat.

Dalam konteks politik Indonesia hari ini, refleksi atas peran wapres militer memberi pelajaran penting. Stabilitas, loyalitas, dan legitimasi tidak selalu berjalan seiring. Ketika tekanan sosial meningkat, sistem politik diuji hingga batasnya. Dan di sanalah sejarah menemukan titik baliknya. (Red)


Al-Fatihah untuk almarhum Bapak Try Sutrisno.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • inovasi ASN Tasikmalaya

    3 Inovasi ASN Tasikmalaya yang Bikin BKN Terkesan, Bisa Ditiru Nasional!

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pujian terhadap inovasi ASN Kabupaten Tasikmalaya kembali menguat. Dalam kunjungan kerja terbaru, inovasi pelayanan publik Tasikmalaya dan terobosan ASN daerah ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai sejumlah program yang dijalankan pemerintah daerah layak direplikasi secara nasional karena terbukti berdampak nyata bagi masyarakat. Momentum […]

  • pemangkasan pohon

    BPBD Tasikmalaya Percepat Pemangkasan Pohon di Jalan Nasional

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BPBD Kabupaten Tasikmalaya percepat pemangkasan pohon di jalan nasional untuk mengurangi ancaman saat cuaca ekstrem. albadarpost.com, LENSA – Hujan yang kian sering turun dalam beberapa pekan terakhir mendorong BPBD Kabupaten Tasikmalaya mempercepat pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan nasional. Langkah ini diputuskan setelah keluhan warga semakin banyak, terutama mengenai pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang […]

  • SWAKKA Priangan Timur

    SWAKKA, Kolaborasi Baru Wartawan dan Konten Kreator Priangan Timur untuk Kuatkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    SWAKKA lahir di Priangan Timur sebagai wadah kolaborasi wartawan dan konten kreator memperkuat media lokal. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah inisiatif baru lahir di jantung Priangan Timur. Komunitas bernama SWAKKA Priangan Timur resmi disepakati berdiri setelah diskusi intens selama hampir empat jam di Kota Tasikmalaya, Rabu (5/11/2025). Komunitas ini menjadi wadah baru bagi wartawan dan konten […]

  • Job Fair Ciamis

    Job Fair Ciamis 2026 Jadi Harapan Baru Ribuan Pencari Kerja

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Job Fair Ciamis 2026 akan kembali hadir dan langsung menarik perhatian banyak pencari kerja di Jawa Barat. Bursa kerja yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis itu menyediakan 5.449 lowongan kerja dari 22 perusahaan nasional maupun internasional. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 4–5 Juni 2026 di Islamic Center Ciamis dan terbuka gratis […]

  • kasih sayang kepada kucing

    Kucing dan Secangkir Kopi Pagi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pagi sering hadir tanpa suara, tetapi membawa ketenangan. Uap kopi perlahan naik dari cangkir. Cahaya matahari masuk malu-malu lewat jendela. Seekor kucing melingkar di dekat kaki, diam tanpa tuntutan. Ia hanya hadir. Anehnya, kehadiran itu cukup membuat dada terasa lebih lapang. Dalam kesunyian seperti ini, kucing kerap menjadi teman setia manusia. Bulu […]

  • Fidyah puasa

    Panduan Bayar Fidyah Puasa Sesuai Syariat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua umat Muslim mampu menjalankan puasa Ramadan secara penuh. Kondisi kesehatan, usia lanjut, hingga keadaan tertentu membuat sebagian orang harus meninggalkan puasa. Islam memberikan solusi melalui fidyah puasa, kewajiban pengganti yang diatur jelas dalam syariat. Fidyah puasa menjadi perhatian banyak masyarakat setiap Ramadan. Pertanyaan soal siapa yang wajib membayar, berapa besarannya, […]

expand_less