Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara.

Namun, berbeda dengan dinamika jalanan yang riuh, peran Try Sutrisno 1998 justru terlihat tenang. Ia tidak tampil sebagai figur konfrontatif. Sebaliknya, ia menunjukkan gaya kepemimpinan yang cenderung stabil dan terukur. Karena itu, menarik untuk membaca ulang bagaimana posisi wapres militer bekerja di tengah krisis multidimensi.

Di Pusat Kekuasaan Saat Krisis Mengguncang

Krisis moneter Asia 1997 memukul Indonesia dengan keras. Nilai rupiah terjun bebas, harga kebutuhan pokok melonjak, dan gelombang demonstrasi mahasiswa meluas. Dalam konteks tersebut, Try Sutrisno 1998 berada dalam lingkar inti pemerintahan.

Sebagai wapres, ia memiliki akses langsung pada pengambilan keputusan strategis. Meski demikian, struktur kekuasaan Orde Baru menempatkan presiden sebagai figur dominan. Karena itu, ruang manuver wakil presiden relatif terbatas. Ia lebih sering tampil dalam fungsi representatif, sementara keputusan politik utama tetap terkonsentrasi di tangan presiden.

Meski begitu, kehadiran Try tidak bisa dilepaskan dari latar belakang militernya. Sebelumnya, ia menjabat Panglima ABRI. Pengalaman tersebut membentuk karakternya dalam membaca stabilitas nasional. Ia memahami betul bagaimana gejolak sosial dapat berkembang menjadi krisis keamanan.

Wapres Militer dan Bayang-Bayang Dwifungsi

Pada era Orde Baru, militer memegang peran sosial-politik melalui konsep dwifungsi ABRI. Dalam kerangka itu, pengangkatan Try sebagai wapres bukan sekadar simbol. Pemerintah saat itu menilai figur militer mampu menjaga keseimbangan di tengah tekanan internal dan eksternal.

Namun, situasi berubah cepat menjelang 1998. Tuntutan reformasi menguat. Mahasiswa mendesak supremasi sipil. Publik mempertanyakan dominasi militer dalam jabatan politik. Dalam fase transisi ini, Try Sutrisno 1998 berdiri di antara dua arus: menjaga stabilitas sekaligus menghadapi gelombang perubahan.

Menariknya, ia tidak tercatat sebagai tokoh yang mendorong langkah represif secara terbuka. Ia juga tidak tampil sebagai figur reformis yang progresif. Posisi itu membuatnya berada di ruang abu-abu sejarah. Publik mengenalnya, tetapi jarang membedah kontribusinya secara rinci.

Detik-Detik Kejatuhan dan Posisi Wapres

Mei 1998 menjadi titik balik. Tekanan politik meningkat setelah tragedi Trisakti dan kerusuhan meluas di berbagai kota. Akhirnya, Soeharto menyatakan pengunduran diri. Peristiwa itu menandai runtuhnya Orde Baru.

Dalam momen krusial tersebut, peran Try Sutrisno 1998 kembali dipertanyakan. Secara konstitusional, wakil presiden memiliki posisi strategis. Namun, dinamika politik bergerak sangat cepat. Transisi kekuasaan berlangsung dalam tekanan publik yang masif.

Baca juga: Strategi Perang Nabi: Konsolidasi Kekuasaan di Tengah Krisis Abad ke-7

Setelah Reformasi bergulir, pola kepemimpinan nasional berubah drastis. Jabatan wakil presiden lebih banyak diisi tokoh sipil. Dominasi militer dalam politik berangsur surut. Oleh sebab itu, periode kepemimpinan Try menjadi penanda akhir tradisi wapres berlatar belakang jenderal aktif Orde Baru.

Mengapa Nama Try Jarang Disorot?

Sejarah sering menyorot figur paling vokal. Padahal, aktor yang bekerja dalam senyap juga memegang peran penting. Try Sutrisno 1998 termasuk dalam kategori terakhir. Ia hadir dalam momen menentukan, tetapi tidak menjadi pusat narasi populer.

Karena itu, membaca ulang kiprahnya membantu publik memahami struktur kekuasaan Orde Baru secara lebih utuh. Ia bukan tokoh oposisi, namun juga bukan simbol agresivitas politik. Ia berada dalam sistem, bekerja di dalamnya, dan menyaksikan perubahannya dari dekat.

Dalam konteks politik Indonesia hari ini, refleksi atas peran wapres militer memberi pelajaran penting. Stabilitas, loyalitas, dan legitimasi tidak selalu berjalan seiring. Ketika tekanan sosial meningkat, sistem politik diuji hingga batasnya. Dan di sanalah sejarah menemukan titik baliknya. (Red)


Al-Fatihah untuk almarhum Bapak Try Sutrisno.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

  • Ilustrasi reflektif tentang makna sabar menurut Surah Al-Baqarah sebagai kekuatan iman dalam menghadapi ujian hidup

    Sabar Bukan Pasrah, Ini Maknanya dalam Al-Baqarah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira makna sabar adalah diam dan menerima keadaan tanpa usaha. Padahal, arti sabar menurut Islam jauh lebih dalam. Surah Al-Baqarah menggambarkan sabar sebagai kekuatan batin yang aktif, bukan sikap pasif. Karena itu, memahami hakikat sabar menjadi penting agar kesabaran tidak salah dimaknai dan justru melemahkan jiwa. Di tengah tekanan hidup […]

  • Terpidana Korupsi

    Kejari Bandung Tangkap Terpidana Korupsi Setelah 12 Tahun Buron

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Kejari Bandung menangkap terpidana korupsi yang buron 12 tahun dan mengeksekusinya ke Lapas Banceuy. albadarpost.com, LENSA – Kejaksaan Negeri Bandung menuntaskan pelarian panjang seorang terpidana korupsi. Setelah 12 tahun buron, Syaf Mulyana—mantan Ketua Lembaga Kajian Ekonomi Bandung—akhirnya ditangkap dan dieksekusi ke Lapas Banceuy. Penangkapan ini menegaskan upaya penegak hukum membersihkan praktik korupsi yang masih menggerus […]

  • nasi liwet solo dimasak dengan magic com gurih dan pulen

    Rahasia Nasi Liwet Rice Cooker ala Solo, Praktis tapi Nagih

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi liwet magic com kini jadi solusi favorit bagi pecinta kuliner rumahan. Cara masak nasi liwet Solo di magic com menawarkan kepraktisan tanpa mengorbankan rasa tradisional. Bahkan, nasi liwet khas Solo yang terkenal gurih, wangi santan, dan kaya rempah bisa Anda buat sendiri di rumah dengan alat sederhana. Selain hemat waktu, metode […]

  • keberkahan hidup tasawuf

    Rahasia Tasawuf: Cara Hidup Tenang dan Rezeki Selalu Cukup

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keberkahan hidup tasawuf menjadi konsep penting dalam Islam yang sering dicari di tengah kehidupan modern. Banyak orang mengejar kekayaan, namun tidak menemukan ketenangan. Di sinilah rahasia keberkahan hidup, hidup berkah dalam Islam, dan ajaran tasawuf menawarkan jalan berbeda: bukan sekadar banyak, tetapi cukup dan menenangkan. Menariknya, tasawuf tidak mengajarkan meninggalkan dunia. Sebaliknya, […]

  • penyitaan kendaraan

    Korlantas Polri Tegaskan Penyitaan Kendaraan Hanya Langkah Terakhir, Prioritaskan Ketertiban dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Korlantas Polri menegaskan penyitaan kendaraan hanya dilakukan pada kasus berisiko tinggi dan tidak sesuai aturan. Korlantas Polri Pastikan Penyitaan Kendaraan Bukan Langkah Utama albadarpost.com, HUMANIORA – Korlantas Polri menegaskan bahwa tindakan penyitaan kendaraan tidak akan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas biasa. Langkah tersebut, menurut Polri, merupakan upaya terakhir apabila kendaraan terbukti digunakan untuk aktivitas berisiko […]

expand_less