Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Swakelola PBJ: Efisiensi yang Butuh Integritas

Swakelola PBJ: Efisiensi yang Butuh Integritas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIFSwakelola pengadaan pemerintah kembali menjadi topik krusial dalam diskursus tata kelola keuangan negara. Skema pengadaan swakelola atau pengadaan barang dan jasa secara swakelola ini kerap dipromosikan sebagai solusi efisiensi anggaran sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Namun, di balik fleksibilitasnya, swakelola menyimpan tantangan serius yang menuntut integritas tinggi dan pengawasan ketat agar tidak berubah menjadi ruang abu-abu dalam pengelolaan anggaran publik.

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi, penggunaan swakelola seharusnya berdiri di atas kepastian hukum dan akuntabilitas. Tanpa komitmen tersebut, tujuan efisiensi justru berisiko bergeser menjadi praktik yang sulit dikontrol.

Empat Tipe Swakelola dalam Regulasi Pengadaan

Regulasi terbaru pengadaan barang dan jasa pemerintah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021. Regulasi ini secara tegas membagi swakelola ke dalam empat tipe dengan karakteristik berbeda.

Swakelola Tipe I menempatkan kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah sebagai aktor utama. Perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dilakukan oleh instansi penanggung jawab anggaran. Oleh karena itu, kapasitas sumber daya manusia internal menjadi kunci keberhasilan skema ini.

Berbeda dengan itu, Swakelola Tipe II melibatkan instansi pemerintah lain sebagai pelaksana. Model ini lazim digunakan ketika pekerjaan memerlukan keahlian teknis tertentu, seperti kajian akademik atau riset. Meski melibatkan pihak lain, tanggung jawab tetap melekat pada Pejabat Pembuat Komitmen melalui kontrak swakelola.

Peran Ormas dan Kelompok Masyarakat

Swakelola Tipe III memberi ruang bagi organisasi kemasyarakatan untuk melaksanakan kegiatan. Skema ini dirancang untuk memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan. Namun demikian, kapasitas administratif dan tata kelola keuangan ormas sering kali menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, Swakelola Tipe IV mendorong peran aktif kelompok masyarakat, mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Skema ini paling dekat dengan konsep pemberdayaan. Akan tetapi, tanpa pendampingan yang memadai, potensi kesalahan administrasi dan penyimpangan tetap terbuka.

Tim Penyelenggara dan Titik Rawan Pengawasan

Swakelola pengadaan pemerintah mensyaratkan pembentukan Tim Persiapan, Tim Pelaksana, dan Tim Pengawas. Ketiga tim ini seharusnya bekerja secara terpisah namun saling menguatkan. Sayangnya, dalam praktik, fungsi pengawasan kerap berjalan normatif dan administratif semata.

Baca juga: Jurnalis dan AI: Antara Peluang dan Tantangan di Era Digital

Ketika pengawasan melemah, perencanaan menjadi longgar, dan pelaksanaan kehilangan kontrol. Kondisi ini membuka ruang bagi penggunaan anggaran yang tidak optimal. Oleh sebab itu, transparansi dokumen, pelaporan berkala, serta keterbukaan informasi publik harus menjadi standar operasional, bukan sekadar formalitas.

Efisiensi Anggaran Tidak Boleh Mengorbankan Akuntabilitas

Regulasi mengatur bahwa swakelola digunakan dalam kondisi tertentu, seperti pekerjaan yang tidak diminati penyedia, bersifat mendesak, atau bertujuan memberdayakan masyarakat. Namun, praktik di lapangan menunjukkan kecenderungan penggunaan swakelola sebagai jalan pintas untuk menghindari mekanisme tender terbuka.

Editorial ini menilai bahwa efisiensi anggaran tidak boleh dicapai dengan mengorbankan prinsip akuntabilitas. Swakelola harus tetap memegang asas transparan, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa komitmen tersebut, skema ini justru berpotensi merugikan keuangan negara.

Menjaga Marwah Swakelola Pengadaan

Kerangka hukum swakelola pengadaan pemerintah sudah cukup jelas melalui Perpres dan peraturan turunan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi penerapan dan keberanian pengawasan internal.

Swakelola bukanlah masalah jika dijalankan sesuai regulasi. Namun, ketika prinsip dasar pengadaan diabaikan, skema ini berisiko berubah menjadi celah penyimpangan. Di sinilah negara dituntut hadir, tidak hanya melalui aturan, tetapi juga melalui pengawasan yang tegas dan berkelanjutan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneka makanan Indonesia mendunia seperti rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado tersaji autentik dengan rempah khas Nusantara

    Dunia Akui! 8 Kuliner Indonesia Ini Tembus Panggung Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarspot.com, LIFESTYLE – Makanan Indonesia mendunia bukan lagi sekadar jargon promosi pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Nusantara—atau makanan tradisional Indonesia yang mendunia—terus menembus panggung global, dari daftar kuliner terbaik dunia hingga meja restoran internasional. Fenomena ini tidak terjadi tiba-tiba. Dunia mulai melirik Indonesia karena satu hal yang sulit ditiru: kekayaan rasa yang lahir dari […]

  • Razia Lapas Banjar

    Razia Lapas Banjar Sita Barang Berpotensi Ganggu Keamanan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Razia Lapas Banjar kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan lembaga pemasyarakatan. Melalui penggeledahan Lapas Banjar dan pemeriksaan kamar hunian secara menyeluruh, jajaran petugas menegaskan komitmen menjalankan Program Zero Halinar atau bebas dari telepon genggam, pungutan liar, dan narkotika. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 itu menyasar sejumlah kamar […]

  • Makan Bergizi Gratis Tarogong

    MBG Diawasi Ketat, Tim Gabungan Turun ke SPPG Tarogong Kaler

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Namun keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan. Pemerintah juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan standar kebersihan benar-benar terjaga melalui monitoring Program Makan Bergizi Gratis yang dilakukan langsung di sejumlah […]

  • Al-Hikam Syeikh Athaillah

    Syeikh Athaillah: Kesalahan Terbesar Manusia Saat Mencari Allah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengira iman baru akan tumbuh setelah semua pertanyaan tentang Tuhan berhasil dijawab. Mereka sibuk mengumpulkan bukti, membaca teori, mengamati alam semesta, bahkan mengikuti perdebatan panjang tentang keberadaan Sang Pencipta. Namun, Al-Hikam Syeikh Athaillah justru membalik cara berpikir itu. Menurut ulama besar dalam dunia tasawuf ini, persoalan terbesar manusia bukan kekurangan […]

  • KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 287
    • 0Komentar

    KA Purwojaya anjlok di Kedunggedeh, seluruh penumpang selamat. KAI lakukan perbaikan jalur dan atur perjalanan. albadarpost.com, LENSA — Perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan setelah KA Purwojaya anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI […]

  • pengamanan pertandingan

    Polisi Perketat Pengamanan Pertandingan Persib vs Borneo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menerjunkan 1.800 personel untuk pengamanan pertandingan Persib vs Borneo di GBLA. albadarpost.com, LENSA – Polrestabes Bandung menerjunkan ribuan personel untuk memastikan pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Borneo FC berjalan terkendali. Pertandingan tunda pekan ke-4 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) malam ini diperlakukan sebagai agenda berisiko tinggi karena potensi […]

expand_less