Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Banyak Warga Tak Tahu, Tugu Pahlawan Banjar Simpan Sejarah Besar

Banyak Warga Tak Tahu, Tugu Pahlawan Banjar Simpan Sejarah Besar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Ribuan orang melintasi kawasan Tugu Pahlawan Banjar setiap hari. Kendaraan datang silih berganti, aktivitas warga terus berjalan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar berhenti untuk melihat monumen itu lebih dekat. Padahal, Tugu Pahlawan Banjar menyimpan jejak Tentara Pelajar Siliwangi, kisah perjuangan para pelajar yang mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di balik prasasti yang mulai kusam, tersimpan potongan sejarah penting Kota Banjar yang perlahan memudar dari ingatan masyarakat.

Dari kejauhan, patung seorang tentara berdiri tegak menghadap jalan. Sosok itu seolah tetap berjaga, meski puluhan tahun telah berlalu sejak perang mempertahankan kemerdekaan usai. Namun ketika langkah mendekat, dinding putih yang mulai mengelupas, lumut yang merambat di beberapa sisi, serta tulisan prasasti yang mulai memudar menjadi pemandangan yang sulit diabaikan.

Monumen itu bukan sekadar penghias ruang publik. Ia adalah pengingat bahwa Banjar pernah menjadi bagian dari sejarah besar perjuangan bangsa.

Jejak Tentara Pelajar yang Masih Terpahat di Prasasti

Prasasti utama pada monumen menyebutkan bahwa lokasi tersebut dipersembahkan bagi Tentara Pelajar Siliwangi Kompi Banjar di bawah pimpinan Letnan Satu Herman Sarens Soediro.

Nama itu bukan sekadar ukiran di atas batu. Ia menjadi penanda bahwa para pelajar pernah berdiri di garis depan mempertahankan republik yang baru merdeka. Mereka meninggalkan ruang kelas, memanggul senjata, lalu ikut menghadapi agresi militer demi menjaga Indonesia tetap berdiri.

Di sisi lain monumen terdapat prasasti penghormatan kepada Pahlawan Nasional Letnan Anumerta Soediro Wirjo Soeharjo, Kepala Logistik Yon IV Resimen X Brigade Guntur.

Prasasti itu mencatat bahwa Soediro Wirjo Soeharjo gugur di Panyusupan, Pamarican, Banjar, saat Agresi Militer Belanda pada 19 Desember 1947. Fakta tersebut menunjukkan bahwa wilayah Banjar memiliki jejak sejarah yang erat dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Tugu Pahlawan Banjar

Tugu Pahlawan di Kota Banjar, Senin (3/8/2026).

Monumen yang Menyimpan Lebih dari Sekadar Batu

Tidak semua kota memiliki monumen yang secara khusus mengenang kiprah Tentara Pelajar. Karena itu, Monumen Pahlawan Banjar memiliki arti yang jauh melampaui fungsi sebagai bangunan peringatan.

Di tempat inilah masyarakat dapat membaca langsung nama-nama pejuang, mengenali peristiwa sejarah, sekaligus memahami bahwa kemerdekaan Indonesia juga diperjuangkan oleh anak-anak muda yang seusianya tidak jauh berbeda dengan pelajar masa kini.

Pengalaman melihat prasasti secara langsung menghadirkan kesan yang berbeda dibanding sekadar membaca buku sejarah. Setiap ukiran nama menghadirkan cerita, setiap tanggal mengingatkan bahwa perjuangan tidak pernah lahir tanpa pengorbanan.

Mulai Terlupakan di Tengah Ramainya Kota

Ironisnya, semakin pesat perkembangan kota, semakin sedikit pula warga yang mengenal sejarah monumen tersebut.

Hasil pengamatan AlbadarPost menunjukkan kondisi Tugu Pahlawan Banjar masih kokoh, tetapi sejumlah bagian memerlukan perhatian. Cat dinding mulai mengelupas, lumut tampak pada beberapa sisi bangunan, sedangkan sebagian tulisan prasasti sudah tidak seterang ketika pertama kali dipasang.

Kondisi itu memang tidak menghilangkan nilai sejarahnya. Namun, apabila perawatan terus tertunda, generasi mendatang bisa semakin sulit membaca jejak perjuangan yang tersimpan di sana.

Padahal, monumen sejarah tidak hanya membutuhkan pelestarian fisik. Ia juga memerlukan perhatian publik agar kisah yang dikandungnya tetap hidup.

Peluang Besar Menjadi Wisata Sejarah Kota Banjar

Di banyak daerah, monumen sejarah justru berkembang menjadi destinasi edukasi yang ramai dikunjungi pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan.

Peluang serupa terbuka bagi Tugu Pahlawan Banjar. Papan informasi yang lebih lengkap, kode QR berisi kisah perjuangan, tur sejarah lokal, hingga kegiatan belajar luar kelas dapat menghidupkan kembali fungsi monumen sebagai ruang edukasi.

Langkah sederhana tersebut bukan hanya memperkenalkan sejarah kepada generasi muda, melainkan juga memperkuat identitas Kota Banjar sebagai daerah yang memiliki jejak perjuangan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semakin banyak masyarakat mengenal sejarahnya, semakin besar pula peluang monumen ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah Banjar.

Mengingat Sejarah Berarti Menjaga Masa Depan

Kemerdekaan tidak lahir begitu saja. Ada pelajar yang rela meninggalkan bangku sekolah, ada pejuang yang tidak pernah kembali ke rumah, dan ada nama-nama yang kini hanya tersisa di atas prasasti.

Tugu Pahlawan Banjar menjadi pengingat bahwa sejarah tidak selalu berada di museum besar atau halaman buku pelajaran. Kadang, ia berdiri diam di tengah kota, menunggu seseorang berhenti beberapa menit untuk membacanya.

Monumen ini mengajarkan satu hal sederhana: bangsa yang besar bukan hanya membangun gedung-gedung baru, tetapi juga merawat jejak perjuangan yang telah mengantarkannya menuju kemerdekaan.

Prasasti bisa memudar, cat tembok bisa mengelupas, bahkan monumen dapat dimakan usia. Namun, jika masyarakat berhenti mengenang para pejuangnya, yang benar-benar hilang bukan sekadar sebuah tugu, melainkan ingatan tentang harga mahal yang pernah dibayar untuk sebuah kemerdekaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSGC Ciamis

    PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit PERSIB

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PSGC Ciamis resmi menjalin kerja sama strategis dengan PERSIB Bandung dan menjadi tim satelit PERSIB untuk menghadapi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Kabupaten Ciamis pada Rabu (1/7/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pengelolaan klub sekaligus meningkatkan pembinaan sepak bola Ciamis. Selain itu, kolaborasi ini membuka […]

  • bayi dalam tas Karawang

    Tragedi Bayi dalam Tas di Karawang: Sepasang Kekasih Diduga Habisi Buah Hati Hasil Hubungan Gelap

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Polisi Karawang tangkap pasangan muda diduga bunuh bayi hasil hubungan gelap, jasad ditemukan dalam tas. albadarpost.com, HUMANIORA – Tragedi memilukan mengguncang warga Karawang, Jawa Barat. Sepasang kekasih muda ditangkap polisi setelah diduga membunuh bayi hasil hubungan gelap mereka sendiri. Jasad bayi malang itu ditemukan di dalam tas yang dibuang di tepi jalan kawasan persawahan Desa […]

  • perpisahan Ramadhan

    Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Perpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah […]

  • Lomba Resensi Buku 2026

    Buruan Daftar! Lomba Resensi Buku 2026 untuk Pelajar Ciamis Resmi Dibuka

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lomba Resensi Buku 2026 resmi dibuka untuk pelajar di Kabupaten Ciamis. Program literasi ini menjadi peluang emas bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, sekaligus memenangkan hadiah jutaan rupiah. Kegiatan ini juga dikenal sebagai lomba literasi pelajar 2026 dan kompetisi resensi buku siswa, yang kini mulai ramai diburu peserta sejak […]

  • Ilustrasi pejabat atau pimpinan yang menerima laporan korupsi namun memilih diam di meja kerjanya

    Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan. Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dengan tenang saat matahari terbit, menggambarkan makna syukur dan ketenangan hidup

    Kenapa Hidup Terasa Kurang? Ini Makna Syukur yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup kurang, padahal sebenarnya tidak? Makna syukur, arti bersyukur, dan hakikat syukur dalam kehidupan sering kali kabur di tengah rutinitas yang melelahkan. Kita sibuk mengejar lebih banyak, tetapi lupa menghargai apa yang sudah ada. Di titik inilah makna syukur sering terlupakan—bukan karena tidak punya alasan untuk bersyukur, tetapi karena kita […]

expand_less