Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tugu Pahlawan Banjar Simpan Kisah Pertempuran Panyusupan

Tugu Pahlawan Banjar Simpan Kisah Pertempuran Panyusupan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Lalu lintas kendaraan terus mengalir di depan Tugu Pahlawan Banjar. Warga datang dan pergi tanpa banyak yang menyadari bahwa monumen di jantung Kota Banjar itu menyimpan kisah besar tentang Pertempuran Panyusupan, jejak Tentara Pelajar Siliwangi, dan pengorbanan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda I.

Saat AlbadarPost mengunjungi lokasi, patung prajurit di atas monumen tampak tetap tegak menghadap jalan. Dari kejauhan, bangunan itu terlihat seperti tugu penghormatan pada umumnya. Namun, ketika mendekati prasasti, nama-nama pejuang, tanggal bersejarah, serta kalimat penghormatan yang dipahat di atas batu menghadirkan kisah yang jarang diketahui masyarakat.

Salah satu nama yang terpahat adalah Letnan Anumerta R. Soediro Wirjo Soeharjo, Kepala Logistik Yon IV Resimen X Brigade Guntur. Prasasti menyebutkan bahwa ia gugur dalam Pertempuran Panyusupan di wilayah Pamarican pada 19 Desember 1947, ketika perjuangan mempertahankan kemerdekaan masih berlangsung sengit di Jawa Barat.

Prasasti yang Menjadi Penghubung Sejarah Banjar

Prasasti utama di Tugu Pahlawan Banjar didedikasikan kepada Tentara Pelajar Siliwangi Kompi Banjar di bawah pimpinan Letnan Satu Herman Sarens Soediro. Keberadaan prasasti tersebut menunjukkan bahwa para pelajar ikut berada di garis depan perjuangan mempertahankan Republik Indonesia.

Di sisi lain monumen, prasasti penghormatan kepada Letnan Anumerta R. Soediro Wirjo Soeharjo mengingatkan bahwa Banjar pernah menjadi bagian dari wilayah yang menghadapi langsung dampak Agresi Militer Belanda I.

Monumen ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan. Lebih dari itu, tugu tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bangsa juga lahir dari daerah-daerah yang kini tampak tenang.

Pertempuran Panyusupan, Ketika Basis Gerilya Diserang

Berdasarkan penelitian Tita Nursanti, Uung Runalan Soedarmo, dan Wulan Sondarika dalam J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Galuh edisi Februari 2023 berjudul Peranan Herman Sarens Soediro dalam Kemerdekaan Republik Indonesia (1942–1950), Banjar dan Pamarican menjadi salah satu basis gerilya Divisi Siliwangi setelah Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda I.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa pasukan Indonesia menerapkan strategi perang gerilya dengan merusak jalan, jembatan, rel kereta api, dan jalur komunikasi guna menghambat pergerakan pasukan Belanda. Selanjutnya, basis pertahanan dipindahkan ke kawasan Panyusupan yang memiliki kondisi geografis lebih menguntungkan.

Saat itu, Letnan R. Soediro Wirjo Soeharjo memimpin sekitar 200 personel yang terdiri atas Tentara Republik Indonesia dan Tentara Pelajar Siliwangi. Sebagian pasukan menjalankan operasi di sejumlah titik sehingga kekuatan di markas utama berkurang.

Pada waktu yang sama, Letnan Herman Sarens Soediro mendapat tugas menuju Markas Besar Tentara di Yogyakarta untuk melaporkan kondisi pasukan serta kebutuhan logistik. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Belanda untuk melancarkan serangan melalui jalur Sidamulih menuju basis gerilya di Panyusupan.

Pertempuran berlangsung dalam situasi yang tidak seimbang. Jumlah personel yang terbatas dan minimnya persenjataan membuat pasukan Indonesia menghadapi tekanan besar. Dalam pertempuran itulah Letnan R. Soediro Wirjo Soeharjo gugur bersama sejumlah prajurit lainnya pada 19 Desember 1947.

Lebih dari Sekadar Monumen di Tengah Kota

Hasil pengamatan AlbadarPost menunjukkan kondisi Tugu Pahlawan Banjar masih berdiri kokoh. Meski demikian, beberapa bagian mulai mengalami penurunan kondisi. Cat dinding tampak mengelupas, lumut muncul di sejumlah sisi, sedangkan sebagian tulisan prasasti mulai memudar karena usia.

Kondisi tersebut tidak mengurangi nilai sejarah yang dimiliki monumen ini. Sebaliknya, keadaan itu menjadi pengingat bahwa pelestarian sejarah bukan hanya soal menjaga bangunan, melainkan juga memastikan kisah di baliknya tetap dikenal masyarakat.

Keberadaan tugu ini juga membuka peluang pengembangan wisata edukasi sejarah. Sekolah, komunitas sejarah, hingga pemerintah daerah dapat memanfaatkannya sebagai ruang belajar terbuka agar generasi muda memahami bahwa Banjar memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Mengapa Kisah Ini Penting Hari Ini?

Banyak orang mengenal pertempuran besar yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Namun, tidak semua mengetahui bahwa kawasan Banjar dan Pamarican juga menjadi bagian dari perjuangan tersebut.

Pertempuran Panyusupan menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui pengorbanan di banyak daerah, termasuk wilayah yang kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Karena itu, Tugu Pahlawan Banjar bukan sekadar penanda lokasi. Monumen ini menjadi jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan keberanian para pejuang yang memilih bertahan meski menghadapi keterbatasan personel, logistik, dan persenjataan.

Cat tembok bisa memudar, prasasti dapat dimakan usia, tetapi keberanian para pejuang tidak boleh hilang dari ingatan. Selama Tugu Pahlawan Banjar masih berdiri, Pertempuran Panyusupan akan terus mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan orang-orang yang memilih bertahan ketika menyerah menjadi pilihan yang lebih mudah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokter Lapas Tasikmalaya

    Lapas Tasikmalaya Krisis Dokter, 435 Warga Binaan Bergantung pada Rujukan RS

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dokter Lapas Tasikmalaya kini menjadi kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, sebanyak 435 warga binaan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dukungan dokter umum maupun dokter gigi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas layanan kesehatan sekaligus meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis bagi para penghuni lapas. […]

  • tempe bacem basah

    Rahasia Tempe Bacem Basah Legit, Gurih, dan Mudah Dibuat

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe bacem basah kini mulai banyak dicari karena rasanya berbeda dari tempe bacem biasa. Jika umumnya tempe bacem digoreng hingga kering, versi basah justru memiliki tekstur lembut dengan kuah bumbu yang meresap. Olahan tempe manis gurih, dan resep tempe rumahan ini cocok untuk Anda yang ingin lauk sederhana, tetapi tetap terasa spesial. […]

  • Beasiswa BAZNAS Tasikmalaya

    Hanya 11 Hari! Beasiswa BAZNAS Tasikmalaya Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Beasiswa BAZNAS Tasikmalaya kembali dibuka bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra. Berdasarkan pengumuman yang dipublikasikan melalui akun resmi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, pendaftaran Beasiswa S1 BAZNAS 2026 berlangsung mulai 7 hingga 17 Juli 2026. Artinya, calon peserta hanya memiliki waktu sekitar sebelas hari untuk melengkapi persyaratan dan mengajukan […]

  • libur Isra Mikraj

    Hari Ini, Sanksi Ganjil Genap Jakarta Dihentikan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan penerapan kebijakan ganjil genap beserta seluruh sanksinya pada libur Isra Mikraj. Keputusan ini memastikan tidak ada penindakan hukum terhadap pengendara kendaraan pribadi yang melintas di ruas jalan terdampak pembatasan lalu lintas. Peniadaan ganjil genap berlaku pada Jumat, 16 Januari 2026, seiring peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad […]

  • Canva dan ChatGPT

    Cloudflare Tumbang, Layanan Global Canva dan ChatGPT Ikut Lumpuh

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Gangguan server Cloudflare global menyebabkan layanan Canva dan ChatGPT (OpenAI) lumpuh total. Dampaknya terasa luas bagi pengguna. albadarpost.com, LENSA — Pengguna global dua platform digital krusial, Canva dan ChatGPT, pada hari ini, 18 November 2025, mengalami kelumpuhan layanan yang signifikan. Gangguan meluas ini bukan disebabkan oleh masalah internal masing-masing perusahaan, melainkan akibat adanya pemadaman infrastruktur […]

  • Bandung Siaga 24 Jam

    Bandung Siaga 24 Jam, Keamanan Kota Kini Diperkuat

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Pemerintah Kota Bandung memperkuat program Bandung Siaga 24 Jam guna meningkatkan keamanan kota melalui patroli intensif, pengawasan wilayah, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat. Program pengamanan ini melibatkan Satpol PP, Polri, TNI, Dinas Perhubungan, hingga unsur kewilayahan agar situasi tetap kondusif selama 24 jam. Selain memperkuat keamanan Bandung, Pemkot juga mengajak masyarakat […]

expand_less