Saat Dunia Sibuk Berdebat, Luka Nakba Palestina Belum Selesai
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi aksi solidaritas Palestina di Malaysia saat peringatan Nakba dengan bendera Palestina.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Peringatan Nakba kembali menggema di Malaysia. Di tengah memanasnya krisis kemanusiaan Gaza, sejumlah organisasi solidaritas Palestina mendesak komunitas internasional agar tidak lagi hanya mengeluarkan pernyataan politik tanpa tindakan nyata. Seruan itu muncul bersamaan dengan momentum peringatan tragedi pengungsian besar rakyat Palestina yang dikenal sebagai Nakba.
Isu Palestina kembali menjadi sorotan publik regional. Apalagi, situasi di Gaza terus memunculkan gelombang simpati dari berbagai negara Muslim, termasuk Malaysia.
Dalam kegiatan solidaritas yang berlangsung di Malaysia, NGO Palestina menilai dunia internasional gagal memberikan tekanan yang cukup kuat terhadap konflik berkepanjangan yang terus memakan korban sipil.
Suasana peringatan berlangsung penuh emosi. Bendera Palestina berkibar. Poster-poster bertuliskan kemanusiaan terbentang di beberapa titik kegiatan. Sebagian peserta datang bersama keluarga. Ada anak kecil yang menggenggam syal Palestina sambil duduk di trotoar. Ada pula mahasiswa yang terus membagikan selebaran kepada pengguna jalan.
Hal-hal kecil seperti itu membuat suasana terasa lebih sunyi dibanding biasanya.
Nakba Kembali Jadi Simbol Luka Panjang Palestina
Nakba merujuk pada peristiwa pengungsian besar rakyat Palestina pada 1948. Dalam sejarah Palestina, peristiwa itu menjadi simbol kehilangan tanah, rumah, dan identitas nasional yang hingga kini masih meninggalkan dampak panjang.
Karena itu, peringatan Nakba selalu memunculkan emosi kuat di berbagai negara yang mendukung perjuangan Palestina.
Di Malaysia, isu Palestina bukan sekadar isu luar negeri biasa. Solidaritas terhadap Gaza dan Palestina sudah lama tumbuh di ruang publik, mulai dari kampus, organisasi masyarakat, hingga komunitas kecil di perkotaan.
Di beberapa sudut kota, poster dukungan terhadap Palestina masih terlihat menempel di warung kopi atau kaca kendaraan. Kadang sudah mulai pudar terkena hujan. Tetapi pesannya tetap terbaca.
Dan itu menunjukkan satu hal: isu Palestina belum benar-benar hilang dari perhatian masyarakat.
NGO Palestina Soroti Respons Dunia Internasional
Dalam pernyataannya, NGO Palestina di Malaysia meminta komunitas internasional mengambil langkah lebih konkret terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.
Mereka menilai kecaman politik saja tidak cukup. Sebab konflik terus berlangsung, sementara korban sipil terus bertambah.
Selain itu, mereka juga menyoroti kondisi pengungsi Palestina yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian hidup di berbagai wilayah.
Seruan tersebut muncul ketika perhatian global terhadap Gaza kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Di media sosial, berbagai video dan dokumentasi kondisi warga sipil terus menyebar luas. Banyak di antaranya memperlihatkan antrean bantuan makanan, rumah yang rusak, hingga anak-anak yang bertahan di lokasi pengungsian.
Kadang video itu hanya berdurasi beberapa detik.
Tetapi dampaknya besar.

Foto: Palestinian Cultural Organisation (PCOM).
Malaysia Jadi Salah Satu Suara Kuat Dukungan Palestina
Di Malaysia, isu Palestina hampir selalu cepat memancing respons publik, baik di jalanan, kampus, maupun media sosial.
Selain melalui jalur diplomatik, dukungan juga muncul dalam bentuk bantuan kemanusiaan, aksi solidaritas publik, hingga kampanye sosial di berbagai platform digital.
Karena itu, peringatan Nakba tahun ini kembali menarik perhatian publik Malaysia.
Di media sosial, tagar tentang Palestina dan Gaza kembali ramai digunakan. Sebagian masyarakat membagikan ulang sejarah Nakba. Sebagian lain mengunggah foto-foto lama Palestina sebelum konflik besar terjadi.
Menariknya, generasi muda juga terlihat semakin aktif mengikuti isu ini.
Di beberapa kampus, diskusi kecil tentang Palestina mulai bermunculan lagi. Ada yang dilakukan formal. Ada juga yang hanya berlangsung sederhana di pelataran kampus selepas magrib. Kursinya tidak banyak. Kopi gelas plastik masih tersisa di meja. Tetapi pembahasannya serius.
Krisis Gaza Membuat Isu Nakba Kembali Menguat
Pengamat menilai kondisi Gaza saat ini membuat memori tentang Nakba kembali relevan di tengah masyarakat internasional.
Banyak warga melihat adanya kemiripan antara trauma pengungsian masa lalu dengan kondisi kemanusiaan yang terjadi saat ini.
Karena itu, peringatan Nakba tidak lagi dipandang hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga simbol perjuangan yang masih berlangsung.
Di sisi lain, tekanan publik global terhadap isu Palestina juga terus meningkat. Aksi solidaritas muncul di berbagai negara. Mulai dari demonstrasi jalanan, penggalangan dana, sampai kampanye digital yang melibatkan masyarakat lintas usia.
Namun di tengah derasnya informasi, sebagian orang mulai merasa lelah melihat konflik yang tak kunjung selesai.
Berita berganti cepat. Timeline bergerak terus. Tetapi bagi banyak warga Palestina, situasinya tidak pernah benar-benar berhenti.
Dunia Dinilai Tak Bisa Lagi Diam
NGO Palestina di Malaysia berharap momentum peringatan Nakba dapat membuka kembali perhatian dunia terhadap kondisi rakyat Palestina.
Mereka menilai masyarakat internasional perlu bergerak lebih serius agar konflik berkepanjangan tidak terus melahirkan krisis kemanusiaan baru.
Sebab di balik angka korban dan laporan politik, ada kehidupan sehari-hari yang ikut hancur perlahan.
Ada keluarga yang kehilangan rumah. Ada anak-anak yang tumbuh di pengungsian. Dan ada generasi yang sejak kecil hanya mengenal suara sirene dan reruntuhan bangunan.
Nakba mungkin terjadi puluhan tahun lalu, tetapi bagi banyak rakyat Palestina, luka itu belum pernah benar-benar selesai. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar