Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Saat Dunia Sibuk Berdebat, Luka Nakba Palestina Belum Selesai

Saat Dunia Sibuk Berdebat, Luka Nakba Palestina Belum Selesai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Peringatan Nakba kembali menggema di Malaysia. Di tengah memanasnya krisis kemanusiaan Gaza, sejumlah organisasi solidaritas Palestina mendesak komunitas internasional agar tidak lagi hanya mengeluarkan pernyataan politik tanpa tindakan nyata. Seruan itu muncul bersamaan dengan momentum peringatan tragedi pengungsian besar rakyat Palestina yang dikenal sebagai Nakba.

Isu Palestina kembali menjadi sorotan publik regional. Apalagi, situasi di Gaza terus memunculkan gelombang simpati dari berbagai negara Muslim, termasuk Malaysia.

Dalam kegiatan solidaritas yang berlangsung di Malaysia, NGO Palestina menilai dunia internasional gagal memberikan tekanan yang cukup kuat terhadap konflik berkepanjangan yang terus memakan korban sipil.

Suasana peringatan berlangsung penuh emosi. Bendera Palestina berkibar. Poster-poster bertuliskan kemanusiaan terbentang di beberapa titik kegiatan. Sebagian peserta datang bersama keluarga. Ada anak kecil yang menggenggam syal Palestina sambil duduk di trotoar. Ada pula mahasiswa yang terus membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

Hal-hal kecil seperti itu membuat suasana terasa lebih sunyi dibanding biasanya.

Nakba Kembali Jadi Simbol Luka Panjang Palestina

Nakba merujuk pada peristiwa pengungsian besar rakyat Palestina pada 1948. Dalam sejarah Palestina, peristiwa itu menjadi simbol kehilangan tanah, rumah, dan identitas nasional yang hingga kini masih meninggalkan dampak panjang.

Karena itu, peringatan Nakba selalu memunculkan emosi kuat di berbagai negara yang mendukung perjuangan Palestina.

Di Malaysia, isu Palestina bukan sekadar isu luar negeri biasa. Solidaritas terhadap Gaza dan Palestina sudah lama tumbuh di ruang publik, mulai dari kampus, organisasi masyarakat, hingga komunitas kecil di perkotaan.

Di beberapa sudut kota, poster dukungan terhadap Palestina masih terlihat menempel di warung kopi atau kaca kendaraan. Kadang sudah mulai pudar terkena hujan. Tetapi pesannya tetap terbaca.

Dan itu menunjukkan satu hal: isu Palestina belum benar-benar hilang dari perhatian masyarakat.

NGO Palestina Soroti Respons Dunia Internasional

Dalam pernyataannya, NGO Palestina di Malaysia meminta komunitas internasional mengambil langkah lebih konkret terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.

Mereka menilai kecaman politik saja tidak cukup. Sebab konflik terus berlangsung, sementara korban sipil terus bertambah.

Selain itu, mereka juga menyoroti kondisi pengungsi Palestina yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian hidup di berbagai wilayah.

Seruan tersebut muncul ketika perhatian global terhadap Gaza kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Di media sosial, berbagai video dan dokumentasi kondisi warga sipil terus menyebar luas. Banyak di antaranya memperlihatkan antrean bantuan makanan, rumah yang rusak, hingga anak-anak yang bertahan di lokasi pengungsian.

Kadang video itu hanya berdurasi beberapa detik.

Tetapi dampaknya besar.

Peringatan Nakba

Foto: Palestinian Cultural Organisation (PCOM).

Malaysia Jadi Salah Satu Suara Kuat Dukungan Palestina

Di Malaysia, isu Palestina hampir selalu cepat memancing respons publik, baik di jalanan, kampus, maupun media sosial.

Selain melalui jalur diplomatik, dukungan juga muncul dalam bentuk bantuan kemanusiaan, aksi solidaritas publik, hingga kampanye sosial di berbagai platform digital.

Karena itu, peringatan Nakba tahun ini kembali menarik perhatian publik Malaysia.

Di media sosial, tagar tentang Palestina dan Gaza kembali ramai digunakan. Sebagian masyarakat membagikan ulang sejarah Nakba. Sebagian lain mengunggah foto-foto lama Palestina sebelum konflik besar terjadi.

Menariknya, generasi muda juga terlihat semakin aktif mengikuti isu ini.

Di beberapa kampus, diskusi kecil tentang Palestina mulai bermunculan lagi. Ada yang dilakukan formal. Ada juga yang hanya berlangsung sederhana di pelataran kampus selepas magrib. Kursinya tidak banyak. Kopi gelas plastik masih tersisa di meja. Tetapi pembahasannya serius.

Krisis Gaza Membuat Isu Nakba Kembali Menguat

Pengamat menilai kondisi Gaza saat ini membuat memori tentang Nakba kembali relevan di tengah masyarakat internasional.

Banyak warga melihat adanya kemiripan antara trauma pengungsian masa lalu dengan kondisi kemanusiaan yang terjadi saat ini.

Karena itu, peringatan Nakba tidak lagi dipandang hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga simbol perjuangan yang masih berlangsung.

Di sisi lain, tekanan publik global terhadap isu Palestina juga terus meningkat. Aksi solidaritas muncul di berbagai negara. Mulai dari demonstrasi jalanan, penggalangan dana, sampai kampanye digital yang melibatkan masyarakat lintas usia.

Namun di tengah derasnya informasi, sebagian orang mulai merasa lelah melihat konflik yang tak kunjung selesai.

Berita berganti cepat. Timeline bergerak terus. Tetapi bagi banyak warga Palestina, situasinya tidak pernah benar-benar berhenti.

Dunia Dinilai Tak Bisa Lagi Diam

NGO Palestina di Malaysia berharap momentum peringatan Nakba dapat membuka kembali perhatian dunia terhadap kondisi rakyat Palestina.

Mereka menilai masyarakat internasional perlu bergerak lebih serius agar konflik berkepanjangan tidak terus melahirkan krisis kemanusiaan baru.

Sebab di balik angka korban dan laporan politik, ada kehidupan sehari-hari yang ikut hancur perlahan.

Ada keluarga yang kehilangan rumah. Ada anak-anak yang tumbuh di pengungsian. Dan ada generasi yang sejak kecil hanya mengenal suara sirene dan reruntuhan bangunan.

Nakba mungkin terjadi puluhan tahun lalu, tetapi bagi banyak rakyat Palestina, luka itu belum pernah benar-benar selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanda usaha berkembang

    Bisnis Anda Naik Level? Ini 9 Tandanya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tanda usaha berkembang sering kali tidak disadari oleh pelaku bisnis sendiri. Padahal, ciri bisnis maju atau usaha yang mulai bertumbuh bisa terlihat dari perubahan kecil yang konsisten. Dalam dunia yang kompetitif, memahami tanda usaha berkembang menjadi penting agar Anda bisa mengambil keputusan tepat dan mempercepat pertumbuhan bisnis. 1. Omzet Mulai Stabil dan […]

  • artis Indonesia terjerat narkoba

    Deretan Artis Indonesia Terjerat Kasus Narkoba: Dari Andrew Andika hingga Ibra Azhari

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Daftar artis Indonesia terjerat narkoba kian panjang, dari Andrew Andika hingga Ibra Azhari. Ini rinciannya. albadarpost.com, LENSA – Fenomena artis Indonesia terjerat narkoba kembali mencuri perhatian publik. Kasus terbaru menimpa aktor Andrew Andika, yang ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Barat atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Penangkapan ini menambah panjang daftar figur publik yang harus […]

  • permohonan maaf

    Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf terbuka di tengah proses perceraian yang berdampak pada keluarga dan publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun resmi media sosialnya, Selasa, 23 Desember 2025. Permintaan maaf itu disampaikan di tengah proses perceraian yang tengah ia jalani dengan istrinya, Atalia Praratya. Pernyataan tersebut segera menarik […]

  • Struktur birokrasi daerah dengan Kominfo belum mandiri yang masih berada di bawah dinas lain dalam tata kelola digital.

    Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kominfo Kabupaten Tasikmalaya belum mandiri menjadi persoalan mendasar dalam agenda transformasi digital daerah. Frasa Kominfo belum mandiri bahkan menggambarkan realitas yang lebih konkret dibanding slogan digitalisasi yang kerap digaungkan. Ketika urusan komunikasi dan informatika masih berstatus bidang di bawah dinas lain, maka arah kebijakan digital sulit berdiri tegak. Akibatnya, digitalisasi berisiko berubah […]

  • jangan putus asa dari rahmat Allah

    Dosa Bukan Akhir Segalanya, Jangan Kehilangan Harapan kepada Allah

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu kesalahan yang sering dilakukan manusia setelah berbuat dosa: bukan hanya melakukan kesalahan, tetapi kemudian merasa dirinya sudah terlalu jauh untuk kembali. Karena itu, pesan jangan putus asa dari rahmat Allah menjadi penting. Dalam bahasa lain, seorang Muslim diminta tetap memiliki husnuzan atau prasangka baik kepada Allah, meski pada saat yang […]

  • Harkitnas Tasikmalaya

    Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Kodim Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makodim 0612/Tasikmalaya berlangsung penuh khidmat, Rabu (20/05/2026). Namun di balik upacara bendera dan barisan prajurit yang berdiri tegak di Lapangan Makodim, tersimpan pesan penting tentang tantangan baru bangsa Indonesia: ancaman era digital terhadap generasi muda. Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. […]

expand_less