Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Tangis Idul Fitri di Palestina: Shalat Id Dilarang di Al-Aqsa

Tangis Idul Fitri di Palestina: Shalat Id Dilarang di Al-Aqsa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIALarangan shalat Id Al Aqsa menjadi sorotan dunia setelah otoritas Israel melarang warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Kebijakan tersebut langsung memicu perhatian global karena menyangkut salah satu situs suci umat Islam.

Biasanya, ribuan jamaah memadati area masjid pada hari raya. Namun tahun ini suasana berubah drastis. Banyak warga Palestina terpaksa melaksanakan salat di jalanan dan area sekitar Kota Tua karena akses menuju masjid ditutup ketat.

Alasan Keamanan Jadi Dasar Kebijakan

Pihak Israel menyatakan pembatasan dilakukan karena alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Penutupan tersebut mencakup pembatasan besar terhadap akses masuk ke kompleks suci tersebut.

Selain itu, aparat keamanan dilaporkan memperketat penjagaan di gerbang Kota Tua Yerusalem. Banyak jamaah dihentikan sebelum mencapai area masjid, sementara sebagian lainnya tetap berkumpul di luar untuk menjalankan ibadah.

Situasi ini membuat kawasan yang biasanya ramai saat Idul Fitri justru terlihat sepi, bahkan digambarkan seperti “kota hantu” oleh sejumlah laporan media internasional.

Reaksi Palestina dan Dunia Internasional

Larangan tersebut segera memicu kecaman dari berbagai pihak internasional. Organisasi regional dan negara-negara Muslim menilai kebijakan itu berpotensi meningkatkan ketegangan keagamaan dan politik di kawasan.

Beberapa lembaga internasional menyebut pembatasan terhadap tempat ibadah suci dapat memperburuk konflik yang sudah berlangsung lama di Yerusalem.

Di sisi lain, tokoh agama Palestina bahkan menyerukan umat Islam untuk tetap melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa sebagai simbol keteguhan spiritual.

Mengapa Masjid Al-Aqsa Sangat Sensitif?

Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kompleks ini mampu menampung ratusan ribu jamaah dan memiliki nilai religius serta historis yang sangat tinggi.

Selain menjadi pusat ibadah, lokasi tersebut juga berada di wilayah yang memiliki makna penting bagi tiga agama besar dunia, sehingga setiap kebijakan terkait akses sering memicu perhatian internasional luas.

Karena itu, perubahan kecil dalam pengaturan akses saja dapat berdampak besar terhadap stabilitas kawasan.

Dampak Emosional bagi Warga Palestina

Bagi banyak warga Palestina, Idul Fitri tanpa salat di Al-Aqsa membawa kesedihan mendalam. Hari raya yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi simbol pembatasan.

Beberapa jamaah memilih tetap berkumpul di luar tembok Kota Tua meski menghadapi pembatasan ketat aparat keamanan. Peristiwa ini memperlihatkan kuatnya ikatan spiritual masyarakat terhadap masjid tersebut.

Ketegangan yang Terus Berulang

Pembatasan akses ke Al-Aqsa bukan peristiwa pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut kerap menjadi titik sensitif konflik Israel-Palestina, terutama saat momen keagamaan besar.

Pengamat menilai keputusan terbaru ini berpotensi memperpanjang ketegangan politik sekaligus meningkatkan sorotan internasional terhadap situasi di Yerusalem Timur.


Larangan shalat Id Al Aqsa tahun 2026 tidak hanya menjadi isu keagamaan, tetapi juga simbol kompleksitas konflik geopolitik yang belum menemukan titik damai. Di tengah perayaan Idul Fitri yang seharusnya penuh kebahagiaan, banyak warga Palestina justru menjalani hari raya dalam suasana pembatasan dan ketidakpastian.

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia bahwa Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat sensitivitas sejarah, agama, dan politik global. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekrutmen TNI AD 2026

    Masuk TNI AD 2026 Gratis: Ini Jalur Resminya

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Rekrutmen TNI AD 2026 dibuka gratis dan transparan. Calon prajurit diminta mendaftar lewat portal resmi dan waspada calo. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) resmi membuka rekrutmen Bintara dan Tamtama Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit. Namun di […]

  • Doa bersama Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. albadarpost.com, HUMANIORA – Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Tasikmalaya, Kamis, (4/12/2025), sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas yang mempertemukan aparat, tokoh masyarakat, […]

  • Polisi Peduli Tasikmalaya

    Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya. Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di […]

  • perlindungan hukum wartawan

    Perlindungan Hukum Wartawan Jadi Kunci Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap kebebasan pers tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Bagi banyak wartawan, ancaman itu hadir melalui panggilan klarifikasi, somasi, hingga laporan polisi setelah sebuah berita terbit. Kondisi tersebut menggambarkan realitas bahwa perlindungan hukum wartawan di Indonesia masih jauh dari kata aman. Seorang rekan wartawan di daerah menceritakan pengalamannya ketika […]

  • Ilustrasi praktik gratifikasi dalam pengadaan pemerintah berupa pemberian uang dan fasilitas kepada pejabat negara.

    Gratifikasi Pengadaan: Ancaman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gratifikasi pengadaan pemerintah menjadi sorotan serius karena praktik ini berkaitan langsung dengan potensi suap tender dan korupsi pengadaan barang dan jasa. Gratifikasi dalam proyek pemerintah mencakup pemberian uang, barang, diskon, komisi, hingga fasilitas kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan. Karena itu, setiap bentuk gratifikasi pengadaan yang terhubung […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

expand_less