Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Tangis Idul Fitri di Palestina: Shalat Id Dilarang di Al-Aqsa

Tangis Idul Fitri di Palestina: Shalat Id Dilarang di Al-Aqsa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIALarangan shalat Id Al Aqsa menjadi sorotan dunia setelah otoritas Israel melarang warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Kebijakan tersebut langsung memicu perhatian global karena menyangkut salah satu situs suci umat Islam.

Biasanya, ribuan jamaah memadati area masjid pada hari raya. Namun tahun ini suasana berubah drastis. Banyak warga Palestina terpaksa melaksanakan salat di jalanan dan area sekitar Kota Tua karena akses menuju masjid ditutup ketat.

Alasan Keamanan Jadi Dasar Kebijakan

Pihak Israel menyatakan pembatasan dilakukan karena alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Penutupan tersebut mencakup pembatasan besar terhadap akses masuk ke kompleks suci tersebut.

Selain itu, aparat keamanan dilaporkan memperketat penjagaan di gerbang Kota Tua Yerusalem. Banyak jamaah dihentikan sebelum mencapai area masjid, sementara sebagian lainnya tetap berkumpul di luar untuk menjalankan ibadah.

Situasi ini membuat kawasan yang biasanya ramai saat Idul Fitri justru terlihat sepi, bahkan digambarkan seperti “kota hantu” oleh sejumlah laporan media internasional.

Reaksi Palestina dan Dunia Internasional

Larangan tersebut segera memicu kecaman dari berbagai pihak internasional. Organisasi regional dan negara-negara Muslim menilai kebijakan itu berpotensi meningkatkan ketegangan keagamaan dan politik di kawasan.

Beberapa lembaga internasional menyebut pembatasan terhadap tempat ibadah suci dapat memperburuk konflik yang sudah berlangsung lama di Yerusalem.

Di sisi lain, tokoh agama Palestina bahkan menyerukan umat Islam untuk tetap melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa sebagai simbol keteguhan spiritual.

Mengapa Masjid Al-Aqsa Sangat Sensitif?

Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kompleks ini mampu menampung ratusan ribu jamaah dan memiliki nilai religius serta historis yang sangat tinggi.

Selain menjadi pusat ibadah, lokasi tersebut juga berada di wilayah yang memiliki makna penting bagi tiga agama besar dunia, sehingga setiap kebijakan terkait akses sering memicu perhatian internasional luas.

Karena itu, perubahan kecil dalam pengaturan akses saja dapat berdampak besar terhadap stabilitas kawasan.

Dampak Emosional bagi Warga Palestina

Bagi banyak warga Palestina, Idul Fitri tanpa salat di Al-Aqsa membawa kesedihan mendalam. Hari raya yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi simbol pembatasan.

Beberapa jamaah memilih tetap berkumpul di luar tembok Kota Tua meski menghadapi pembatasan ketat aparat keamanan. Peristiwa ini memperlihatkan kuatnya ikatan spiritual masyarakat terhadap masjid tersebut.

Ketegangan yang Terus Berulang

Pembatasan akses ke Al-Aqsa bukan peristiwa pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut kerap menjadi titik sensitif konflik Israel-Palestina, terutama saat momen keagamaan besar.

Pengamat menilai keputusan terbaru ini berpotensi memperpanjang ketegangan politik sekaligus meningkatkan sorotan internasional terhadap situasi di Yerusalem Timur.


Larangan shalat Id Al Aqsa tahun 2026 tidak hanya menjadi isu keagamaan, tetapi juga simbol kompleksitas konflik geopolitik yang belum menemukan titik damai. Di tengah perayaan Idul Fitri yang seharusnya penuh kebahagiaan, banyak warga Palestina justru menjalani hari raya dalam suasana pembatasan dan ketidakpastian.

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia bahwa Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat sensitivitas sejarah, agama, dan politik global. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbandingan harga buka puasa dunia antara Dubai yang mewah, India yang terjangkau, dan Afrika dengan solidaritas tinggi saat Ramadan.

    Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Harga buka puasa dunia selalu menarik perhatian setiap Ramadan. Tahun ini, perbandingan buka puasa termahal dan termurah di dunia kembali jadi sorotan. Biaya iftar global melonjak di sejumlah negara akibat inflasi, sementara di tempat lain masyarakat justru memperkuat solidaritas agar semua orang tetap bisa menikmati hidangan berbuka. Lantas, seberapa besar selisihnya? […]

  • Galunggung Tasikmalaya

    Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Galunggung Tasikmalaya pagi itu terlihat lebih hidup dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, kawasan wisata Cipanas sudah dipenuhi warga yang datang untuk mengikuti Gerak Jalan Tematik Galunggung “82” tahun 2026, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini juga dikenal sebagai gerak jalan Galunggung yang setiap tahun makin ramai dan jadi perhatian di kalender wisata […]

  • Pelatih Persib Bojan Hodak memimpin latihan jelang laga melawan Persita di Stadion GBLA.

    Laga Panas di GBLA, Bojan Hodak Waspadai Persita

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bojan Hodak waspadai Persita jelang pertemuan krusial di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pelatih Persib Bandung itu menegaskan kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan lawan. Selain itu, Bojan Hodak mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengulang kesalahan saat menghadapi Persita Tangerang pada pertemuan sebelumnya. Persib membawa misi penting dalam laga ini. Tim Maung […]

  • pilkades digital

    Karawang Gelar Pilkades Digital dan Uji Dampaknya bagi Transparansi Publik

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Karawang uji coba pilkades digital pertama di Jabar, dengan sistem offline dan bukti suara fisik untuk transparansi. albadarpost.com, LENSA – Karawang bersiap memasuki babak baru tata kelola desa. Kabupaten ini menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar pilkades digital, sebuah sistem pemilihan berbasis perangkat elektronik yang mulai diuji sebagai model nasional. Langkah ini penting […]

  • Ilustrasi perempuan muda berjalan di kawasan sepi dengan bayangan pria mengintai, menggambarkan ancaman penculikan oleh penagih bank keliling.

    Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan penculikan dan penyekapan yang melibatkan penagih bank keliling memicu kekhawatiran publik. Peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang keluarga korban asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tetapi juga membuka diskusi serius tentang keamanan gadis remaja di daerah lain. Di tengah aktivitas ekonomi informal yang berkembang, masyarakat kini menghadapi risiko baru yang sebelumnya jarang […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Lagu “Rukun Sama Teman” dan Ujian Implementasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan pendidikan sering kali lahir dengan niat baik, tetapi diuji justru di ruang paling sederhana: halaman sekolah setiap Senin pagi. Mulai 2026, lagu Rukun Sama Teman resmi menjadi bagian dari upacara bendera nasional. Negara menempatkan pesan kerukunan sebagai ritual bersama pelajar. Pertanyaannya bukan lagi soal setuju atau tidak, melainkan sejauh mana kebijakan […]

expand_less