Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Suasana Apel Mendadak Tegang, Sukwan Kebersihan Tasik Tuntut Janji Lama

Suasana Apel Mendadak Tegang, Sukwan Kebersihan Tasik Tuntut Janji Lama

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 116 sukwan kebersihan Tasik berkumpul di Bale Wiwitan, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kota Tasikmalaya, Senin (19/5/2026). Namun apel pagi dan pelepasan kegiatan pungut sampah yang biasanya berlangsung rutin berubah menjadi momen penagihan janji kepada mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanapi.

Ratusan petugas kebersihan itu datang memakai seragam kerja lengkap. Sebagian membawa sapu dan alat kebersihan seperti biasa. Tetapi pagi itu suasana terasa berbeda. Barisan sukwan berdiri lebih lama. Tatapan mereka tertuju ke satu arah, yakni Plh Sekda Kota Tasikmalaya Hanapi yang hadir mendampingi Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara.

Masalah yang mereka suarakan sebenarnya sederhana, tetapi sudah lama menggantung.

Saat masih menjabat Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Hanapi pernah menjanjikan reward atau penghargaan kepada para sukwan kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas kerja mereka menjaga kebersihan kota. Namun setelah berpindah jabatan menjadi Plh Sekda, janji tersebut belum juga terealisasi.

Apel Pagi Berubah Jadi Penagihan Janji

Apel pagi itu awalnya berjalan normal. Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara memimpin langsung kegiatan yang juga dihadiri Kasat Pol PP, para camat, dan jajaran pemerintah kota.

Namun situasi mulai berubah ketika sejumlah sukwan mempertanyakan kelanjutan reward yang pernah dijanjikan.

Bagi para petugas kebersihan, reward tersebut bukan sekadar tambahan materi. Mereka menganggap janji itu sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan yang selama ini jarang mendapat sorotan.

Setiap pagi mereka bekerja sejak subuh. Sebagian menyapu jalan protokol ketika warga kota masih tidur. Ada yang mengangkut sampah di tengah hujan. Ada pula yang membersihkan sisa pasar sebelum aktivitas perdagangan dimulai kembali.

Pagi itu beberapa sukwan bahkan terlihat tetap menggenggam sapu lidi sambil mengikuti apel. Sebagian lainnya duduk di pinggir halaman Bale Wiwitan sambil sesekali membicarakan janji reward yang belum jelas nasibnya.

Dan suasana mendadak terasa canggung.

Sukwan Kebersihan Tasik

Ratusan Sukwan berbaris dalam apel pagi dalam pelepasan armada truk di bale wiwitan, Selasa (19/5/2026).

Plh Wali Kota Minta Sukwan Tetap Bekerja

Di depan para sukwan, Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mencoba menenangkan situasi. Ia meminta seluruh petugas tetap menjalankan tugas kebersihan sambil menunggu penyelesaian administrasi terkait reward tersebut.

“Pemerintah tidak menutup mata. Saya minta bapak ibu tetap semangat bekerja. Soal reward yang dijanjikan, kita akan cek dan carikan jalan keluarnya,” ujar Diky di hadapan peserta apel.

Pernyataan itu sempat membuat suasana sedikit mereda. Meski demikian, para sukwan masih berharap ada kepastian yang lebih jelas.

Sebab bagi mereka, janji pejabat publik memiliki konsekuensi moral.

Terlebih, sebagian sukwan mengaku sudah bertahun-tahun bekerja dalam keterbatasan status kerja dan pendapatan. Karena itu, ucapan reward yang dulu disampaikan pejabat terasa seperti harapan kecil yang layak ditunggu.

Hanapi Tidak Memberi Jawaban Langsung

Di tengah situasi tersebut, Plh Sekda Hanapi terlihat lebih banyak diam. Ia berdiri di samping Plh Wali Kota tanpa memberikan penjelasan langsung kepada para sukwan.

Sikap itu justru membuat sebagian petugas semakin kecewa.

Biasanya mereka hanya datang untuk apel, menerima arahan, lalu kembali menyusuri jalanan kota membersihkan sampah. Namun kali ini mereka memilih bertahan lebih lama demi meminta kepastian.

Tidak ada aksi dorong-dorongan. Tidak ada keributan besar. Tetapi ketegangan terasa jelas di lokasi apel.

Beberapa petugas terlihat saling berbisik ketika nama Hanapi disebut. Ada juga yang hanya memandang lurus ke depan tanpa banyak bicara.

Mungkin karena mereka sudah terlalu sering mendengar janji serupa.

Di sisi lain, kegiatan pelepasan petugas pungut sampah tetap berjalan sesuai agenda. Mobil operasional tetap bergerak keluar area Bale Wiwitan. Para petugas pun akhirnya kembali menjalankan tugas membersihkan Kota Tasikmalaya.

Namun yang tertinggal pagi itu bukan hanya soal sampah jalanan.

Ada rasa kecewa yang belum selesai.

Sukwan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Kota

Peran sukwan kebersihan selama ini memang cukup penting dalam menjaga wajah Kota Tasikmalaya tetap bersih. Mereka bekerja di jalan protokol, kawasan pasar, hingga lingkungan permukiman padat penduduk.

Sayangnya, perhatian terhadap kesejahteraan mereka kerap menjadi sorotan.

Padahal di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan, keberadaan petugas kebersihan justru menjadi salah satu garda terdepan pelayanan publik.

Ironisnya, pekerjaan mereka sering terlihat hanya ketika kota mulai kotor.

Sementara ketika jalan bersih setiap pagi, banyak orang menganggap semuanya berjalan biasa saja.

Apel pagi itu akhirnya selesai. Sapu kembali diangkat. Truk sampah kembali berjalan. Kota tetap harus dibersihkan.

Tetapi satu hal masih menggantung di kepala ratusan sukwan: janji pejabat sebenarnya untuk ditepati… atau hanya ikut berpindah saat kursi jabatan berganti. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ibu Bayi

    “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap ibu bayi sebagai pelaku penemuan di Tasikmalaya. Tekanan sosial jadi motif. Proses hukum masih berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis bayi di Kampung Panyiraman bukan hanya suara dari tubuh mungil yang baru lahir. Ia adalah tanda adanya kegentingan diam-diam yang membelit perempuan desa: beban moral, tekanan sosial, dan hukum keluarga yang tidak hadir ketika […]

  • Ilustrasi keluarga Singapura dengan anak kecil membahas manfaat Kredit Child LifeSG S$500 dalam Belanjawan 2026

    Setiap Anak Singapura Dapat 500 Dolar dari Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menegaskan komitmennya terhadap keluarga melalui kebijakan konkret. Dalam APBN 2026, pemerintah mengumumkan Kredit Child LifeSG 500 Dolar Singapura bagi setiap anak warga negara Singapura berusia di bawah 12 tahun. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian publik karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga secara langsung. Langkah tersebut tidak muncul dalam ruang […]

  • Umar bin Abdul Aziz

    Pemimpin Paling Adil dalam Sejarah? Ini Kisah Umar bin Abdul Aziz

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Umar bin Abdul Aziz menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam sejarah Islam. Sosok ini dikenal sebagai pemimpin adil, khalifah sederhana, dan teladan integritas yang langka. Tak hanya itu, perjalanan hidupnya menunjukkan perubahan luar biasa dari kehidupan mewah menuju kepemimpinan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, kisah Umar bin Abdul Aziz […]

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • Bantuan Kang Dedi

    Bantuan Kang Dedi Jadi Harapan Warga Pakenjeng

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah sudut Kabupaten Garut, harapan hidup sepasang suami istri bertumpu pada satu nama. Dengan suara pelan dan wajah penuh kelelahan, mereka menyampaikan permohonan bantuan melalui sebuah video sederhana. Di tengah kondisi ekonomi yang kian menekan dan persoalan keluarga yang mendesak, mereka berharap bantuan Kang Dedi bisa menjadi jalan keluar. Bagi […]

  • Kurban Digital

    Kurban Digital Makin Ramai, Begini Hukum Fiqihnya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kurban digital kini semakin ramai menjelang Idul Adha. Banyak orang mulai ikut patungan sapi lewat transfer bank, aplikasi pembayaran, hingga grup WhatsApp keluarga. Karena itu, pertanyaan tentang hukum kurban digital dan patungan online terus muncul: apakah kurban seperti ini tetap sah menurut fiqih Islam? Fenomena ini semakin terasa di era sekarang. Orang […]

expand_less