Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIKun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٨٢
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)

Ayat ini sederhana. Namun justru karena kesederhanaannya, ia menampar kesombongan manusia modern yang sibuk memuja kuasa dirinya.

Ketika Tombol “Jadilah” Bukan Milik Kita

Kita hidup di zaman di mana orang merasa cukup dengan jabatan, modal, atau pengaruh. Seolah-olah keputusan mereka adalah penentu mutlak realitas. Padahal, ayat Kun Fayakun mengajarkan bahwa kehendak Allah tidak membutuhkan proses panjang, rapat koordinasi, atau lobi politik.

Allah tidak memerlukan bantuan. Allah tidak mengulang perintah. Dan Allah tidak menunggu persetujuan siapa pun. Ketika Dia berkehendak, maka terjadi.

Sebaliknya, manusia sering kali terlalu percaya diri. Hari ini ia merancang dengan penuh keyakinan, esok rencananya runtuh tanpa aba-aba. Di sinilah letak satirnya: makhluk yang lemah justru gemar berlagak kuat.

Rasulullah SAW mengingatkan:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Namun anehnya, manusia tetap berlomba memupuk kesombongan itu. Ia lupa bahwa hidupnya sendiri bergantung pada satu tarikan napas yang tidak ia kendalikan.

Kecepatan Takdir dan Lambannya Kesadaran

Kun Fayakun menunjukkan betapa cepatnya kehendak Allah terwujud. Tidak ada jeda, tidak ada hambatan. Ketika Allah berfirman “Jadilah”, maka realitas tunduk sepenuhnya.

Sementara itu, manusia sering lambat menyadari keterbatasannya. Ia baru mengakui kelemahan setelah kehilangan. Ia baru ingat doa ketika kuasanya tak lagi berguna.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan bahwa kesadaran tentang kelemahan diri adalah pintu menuju makrifat. Artinya, semakin seseorang memahami bahwa ia bukan pusat kekuasaan, semakin dekat ia pada kebenaran.

Namun realitas sosial menunjukkan sebaliknya. Banyak orang justru merasa menjadi arsitek utama segala keberhasilan. Padahal, tanpa izin Allah, satu sel dalam tubuh pun tak bergerak.

Antara Ikhtiar dan Ilusi Kuasa

Tentu, Islam tidak mengajarkan fatalisme. Manusia tetap wajib berikhtiar. Namun ikhtiar berbeda dengan ilusi kuasa. Ikhtiar lahir dari kesadaran bahwa hasil berada di tangan Allah. Sebaliknya, ilusi kuasa lahir dari keyakinan bahwa semua dapat dikendalikan sendiri.

Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 26:

“Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki.”

Ayat ini mengingatkan bahwa kekuasaan berpindah bukan karena kehebatan manusia semata, melainkan karena kehendak Allah. Oleh sebab itu, ketika seseorang terlalu bangga atas posisinya, sesungguhnya ia sedang berdiri di atas tanah yang bisa runtuh kapan saja.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

Hadis ini memperjelas bahwa ketergantungan sejati hanya kepada Allah. Burung saja tidak memiliki lumbung, namun tetap hidup. Lalu mengapa manusia sering merasa menjadi pemilik kendali penuh?

Zaman Serba Merasa Bisa

Zaman ini memuja kecepatan dan kontrol. Teknologi berkembang pesat. Informasi bergerak dalam hitungan detik. Namun di balik semua itu, manusia tetap tidak mampu memastikan detik berikutnya.

Di sinilah Kun Fayakun menjadi pengingat paling tajam. Ayat ini bukan hanya berbicara tentang penciptaan alam, melainkan juga tentang batas manusia.

Kita boleh merencanakan. Kita boleh berusaha. Akan tetapi, hasil akhir tetap berada dalam kehendak Allah. Karena itu, setiap ambisi seharusnya dibingkai dengan kerendahan hati.

Akhirnya, Kun Fayakun bukan sekadar ayat tentang kekuasaan ilahi. Ia adalah cermin yang memantulkan betapa kecilnya manusia. Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk ambisi dunia, satir terbesar justru terletak pada kenyataan bahwa tombol “Jadilah” itu bukan milik kita.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • Penanaman Pohon

    Dari Salawu untuk Alam, Sespimma Polri Gelar Aksi Hijau

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi penanaman pohon yang dilakukan peserta didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 20 Mei 2026, menjadi pesan kuat bahwa kepedulian lingkungan tidak cukup hanya lewat slogan. Puluhan Serdik Sespimma Polri turun langsung ke area penghijauan sambil membawa bibit pohon yang nantinya […]

  • Distribusi makan bergizi gratis di sekolah dengan menu sehat untuk mendukung gizi anak Indonesia

    Fakta Mengejutkan! Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Sejak 2006

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Makan bergizi gratis selalu jadi perbincangan luas. Namun, fakta terbaru menunjukkan program makan bergizi gratis bukan kebijakan yang lahir tiba-tiba. Program gizi gratis ini sudah dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto sejak 2006. Artinya, gagasan tersebut sudah berumur hampir dua dekade sebelum benar-benar dijalankan secara nasional. Menurut Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan […]

  • Pemain Persib Bandung menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dalam laga penting Liga 1 2026.

    Persib vs PSIM, Duel Penentu Puncak Klasemen Liga 1

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tak banyak pertandingan yang atmosfernya terasa setegang ini menjelang akhir musim. Duel Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026 sore nanti bukan sekadar perebutan tiga poin. Di balik gemuruh Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ada tekanan besar yang sedang mengintai Maung Bandung. Satu langkah salah bisa membuat posisi […]

  • Pertandingan Liga Champions antara tim top Eropa dengan analisis prediksi semifinal

    Prediksi Lolos Semifinal Liga Champions: Siapa Bertahan di 4 Besar?

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Prediksi semifinal UCL menjadi topik panas menjelang babak perempat final. Banyak penggemar mulai membahas peluang lolos semifinal Liga Champions, kandidat kuat juara, hingga tim kejutan yang berpotensi mencuri perhatian. Dengan duel besar seperti Real Madrid vs Bayern Munich dan Paris Saint-Germain vs Liverpool, persaingan dipastikan semakin ketat. Selain itu, faktor pengalaman, kedalaman […]

  • Himbauan Polres Pangandaran kepada Bobotoh Persib agar menjaga ketertiban dan sportivitas saat laga melawan Persijap.

    Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Bobotoh Persib mulai terasa menjelang laga penentuan juara melawan Persijap Jepara. Namun di tengah antusiasme besar suporter, Polres Pangandaran justru mengirim pesan yang berbeda: kemenangan tidak cukup dirayakan dengan konvoi dan teriakan semata, tetapi juga lewat ketertiban dan sikap dewasa. Pesan itu muncul dalam himbauan resmi Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar […]

expand_less