Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIKun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٨٢
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)

Ayat ini sederhana. Namun justru karena kesederhanaannya, ia menampar kesombongan manusia modern yang sibuk memuja kuasa dirinya.

Ketika Tombol “Jadilah” Bukan Milik Kita

Kita hidup di zaman di mana orang merasa cukup dengan jabatan, modal, atau pengaruh. Seolah-olah keputusan mereka adalah penentu mutlak realitas. Padahal, ayat Kun Fayakun mengajarkan bahwa kehendak Allah tidak membutuhkan proses panjang, rapat koordinasi, atau lobi politik.

Allah tidak memerlukan bantuan. Allah tidak mengulang perintah. Dan Allah tidak menunggu persetujuan siapa pun. Ketika Dia berkehendak, maka terjadi.

Sebaliknya, manusia sering kali terlalu percaya diri. Hari ini ia merancang dengan penuh keyakinan, esok rencananya runtuh tanpa aba-aba. Di sinilah letak satirnya: makhluk yang lemah justru gemar berlagak kuat.

Rasulullah SAW mengingatkan:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Namun anehnya, manusia tetap berlomba memupuk kesombongan itu. Ia lupa bahwa hidupnya sendiri bergantung pada satu tarikan napas yang tidak ia kendalikan.

Kecepatan Takdir dan Lambannya Kesadaran

Kun Fayakun menunjukkan betapa cepatnya kehendak Allah terwujud. Tidak ada jeda, tidak ada hambatan. Ketika Allah berfirman “Jadilah”, maka realitas tunduk sepenuhnya.

Sementara itu, manusia sering lambat menyadari keterbatasannya. Ia baru mengakui kelemahan setelah kehilangan. Ia baru ingat doa ketika kuasanya tak lagi berguna.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan bahwa kesadaran tentang kelemahan diri adalah pintu menuju makrifat. Artinya, semakin seseorang memahami bahwa ia bukan pusat kekuasaan, semakin dekat ia pada kebenaran.

Namun realitas sosial menunjukkan sebaliknya. Banyak orang justru merasa menjadi arsitek utama segala keberhasilan. Padahal, tanpa izin Allah, satu sel dalam tubuh pun tak bergerak.

Antara Ikhtiar dan Ilusi Kuasa

Tentu, Islam tidak mengajarkan fatalisme. Manusia tetap wajib berikhtiar. Namun ikhtiar berbeda dengan ilusi kuasa. Ikhtiar lahir dari kesadaran bahwa hasil berada di tangan Allah. Sebaliknya, ilusi kuasa lahir dari keyakinan bahwa semua dapat dikendalikan sendiri.

Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 26:

“Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki.”

Ayat ini mengingatkan bahwa kekuasaan berpindah bukan karena kehebatan manusia semata, melainkan karena kehendak Allah. Oleh sebab itu, ketika seseorang terlalu bangga atas posisinya, sesungguhnya ia sedang berdiri di atas tanah yang bisa runtuh kapan saja.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

Hadis ini memperjelas bahwa ketergantungan sejati hanya kepada Allah. Burung saja tidak memiliki lumbung, namun tetap hidup. Lalu mengapa manusia sering merasa menjadi pemilik kendali penuh?

Zaman Serba Merasa Bisa

Zaman ini memuja kecepatan dan kontrol. Teknologi berkembang pesat. Informasi bergerak dalam hitungan detik. Namun di balik semua itu, manusia tetap tidak mampu memastikan detik berikutnya.

Di sinilah Kun Fayakun menjadi pengingat paling tajam. Ayat ini bukan hanya berbicara tentang penciptaan alam, melainkan juga tentang batas manusia.

Kita boleh merencanakan. Kita boleh berusaha. Akan tetapi, hasil akhir tetap berada dalam kehendak Allah. Karena itu, setiap ambisi seharusnya dibingkai dengan kerendahan hati.

Akhirnya, Kun Fayakun bukan sekadar ayat tentang kekuasaan ilahi. Ia adalah cermin yang memantulkan betapa kecilnya manusia. Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk ambisi dunia, satir terbesar justru terletak pada kenyataan bahwa tombol “Jadilah” itu bukan milik kita.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Run Muhammadiyah Ciamis

    Fun Run Muhammadiyah Ciamis Satukan Olahraga dan Pangan Murah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fun Run Muhammadiyah Ciamis menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Sinergi olahraga, kepedulian sosial, dan stabilitas pangan tersebut menarik perhatian warga yang memadati Taman Lokasana, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/7/2026). Sejak pagi, peserta […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Dinkes Tasikmalaya Jemput Bola, Pegawai Kini Bisa Cek Kesehatan di Kantor

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Program cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mulai menarik perhatian banyak aparatur sipil negara (ASN). Kali ini, Dinkes tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, petugas langsung mendatangi kantor-kantor instansi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular secara gratis. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini berbagai […]

  • kosmetik berbahaya

    BPOM Ungkap 23 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri dan Zat Terlarang

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    BPOM temukan 23 kosmetik berbahaya mengandung merkuri dan zat terlarang yang ancam kesehatan konsumen. albadarpost.com, PELITA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan puluhan kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran. Dari hasil pengawasan intensif selama Juli hingga September 2025, sebanyak 23 produk kosmetik dinyatakan positif mengandung bahan kimia berbahaya dan dilarang, termasuk merkuri […]

  • Peluncuran aplikasi Asisten Desa Garut oleh FKRWG di Gedung Pemuda Tarogong Kidul disambut antusias pengurus RW dan pemerintah daerah.

    Asisten Desa Diluncurkan, Pelayanan Warga Garut Masuk Babak Baru

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat transformasi digital mulai terasa hingga tingkat Rukun Warga di Kabupaten Garut. Melalui momentum Milangkala ke-1 Forum Komunikasi Rukun Warga Garut (FKRWG), inovasi bertajuk Asisten Desa Garut atau Asdes resmi diperkenalkan sebagai sistem pelayanan publik berbasis internet yang dirancang untuk mempermudah kebutuhan masyarakat. Peluncuran aplikasi pelayanan digital itu berlangsung di Gedung […]

  • pengawasan pengadaan barang”

    Mukena dan Sarung Dikorupsi Pejabat dan Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kasus korupsi mukena dan sarung Rp1,7 miliar menyoroti lemahnya pengawasan pengadaan barang pemerintah. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan korupsi pengadaan mukena dan sarung yang merugikan negara hingga Rp1,7 miliar kembali membuka persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan, khususnya lemahnya pengawasan pengadaan barang dan jasa. Perkara ini kini memasuki tahap persidangan setelah menyeret pejabat publik […]

  • nusantara hub

    Pantau Mudik Real-Time, Ini Cara Baru Hindari Macet Lebaran 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nusantara Hub kini menjadi solusi utama dalam memantau mudik 2026, terutama untuk melihat arus mudik secara real-time. Platform digital ini memungkinkan masyarakat mengikuti pergerakan transportasi, kondisi lalu lintas, hingga situasi cuaca secara langsung. Melalui sistem ini, pemudik tidak lagi bergantung pada informasi yang terlambat atau tidak jelas. Sebaliknya, mereka bisa mengambil […]

expand_less