Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Resmi! SKB Tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Disahkan Pemerintah

Resmi! SKB Tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Disahkan Pemerintah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 resmi ditetapkan: 17 hari libur nasional, 8 cuti bersama. lIhat tanggal dan implikasinya!

albadarpost.com, LENSA. Pemerintah resmi menetapkan SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026, dengan total 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama. SKB disusun untuk memberi kepastian kalender liburan yang adil, merata, dan mendukung sektor usaha maupun aktivitas publik sepanjang tahun mendatang.

Isi SKB dan Prinsip Penetapan

Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditanda-tangani oleh tiga kementerian, Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)—ditetapkan pada 19 September 2025. Keputusan ini mengatur SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 sebagai pedoman resmi bagi pemerintah pusat, daerah, instansi, dan publik.

Dalam SKB tersebut, pemerintah menentukan 17 hari libur nasional, termasuk hari besar keagamaan dan nasional seperti Isra’ Mi’raj, Idul Fitri, Hari Raya Nyepi, dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk cuti bersama, delapan hari disediakan agar masyarakat bisa menikmati long weekend pada hari besar tertentu.

Daftar Libur & Cuti Bersama Utama

Beberapa tanggal penting dalam SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 antara lain:

  • 1 Januari 2026: Tahun Baru Masehi
  • 16 Januari: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  • 17 Februari: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • 19 Maret: Hari Suci Nyepi
  • 21-22 Maret: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
  • 3 dan 5 April: Wafat Yesus Kristus & Kebangkitan (Paskah)
  • 1 Mei: Hari Buruh Internasional
  • 14-15 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
  • 27 Mei: Idul Adha 1447 Hijriah
  • 31 Mei: Hari Raya Waisak
  • 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
  • 16 Juni: 1 Muharram Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
  • 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan
  • 25 Agustus: Maulid Nabi Muhammad SAW
  • 25 Desember: Natal

Cuti bersama terkait SKB tersebut meliputi beberapa hari yang bertalian langsung dengan hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, Idul Fitri, Kenaikan Yesus, Idul Adha, dan Natal.

Tujuan dan Implikasi SKB

Penetapan SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan:

  1. Kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha
    Dengan jadwal yang sudah resmi, masyarakat bisa merencanakan liburan, dan sektor swasta bisa menyusun rencana operasional tanpa kejutan.
  2. Penyebaran yang adil antar umat beragama
    Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, libur hari keagamaan dan cuti bersama disusun dengan pertimbangan keadilan bagi semua agama—Islam lima kali, Kristen-Katolik empat kali, Hindu satu kali, Buddha satu kali, dan Konghucu satu kali.
  3. Optimalisasi long weekend
    SKB memastikan adanya pengaturan cuti bersama yang memperbanyak long weekend, untuk mendukung pariwisata, sektor perhotelan, dan aktivitas rekreasi.
  4. Penyelarasan pelaksanaan cuti bersama ASN dan sektor swasta
    Cuti bersama berlaku pula bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diformulasikan agar sesuai regulasi ketenagakerjaan sehingga tidak merugikan produktivitas kerja.

Tantangan dan Harapan

Meski SKB sudah ditetapkan, beberapa tantangan tetap muncul:

  • Penyesuaian kalender industri dan sekolah: Beberapa perusahaan dan institusi pendidikan harus menyesuaikan jadwal agar tidak bentrok dengan kewajiban operasional.
  • Distribusi cuti bersama yang efektif: Masyarakat berharap cuti bersama disusun sedemikian rupa sehingga benar-benar membantu, tidak hanya simbolis.
  • Ketersediaan layanan pada hari libur: Pemerintah harus memastikan pelayanan publik penting tetap tersedia di hari libur nasional.

Harapannya, SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 bisa dijalankan lancar, memberi manfaat nyata, dan didukung oleh koordinasi antar kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta. (AlbadarPost.com/Arrian)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • kenaikan elektoral Dedi

    Efisiensi Anggaran Jawa Barat: Birokrat “Berpuasa”, Rakyat Tetap “Berpesta”

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat lakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga ketahanan fiskal tanpa ganggu program publik. Pemprov Jawa Barat Pangkas Anggaran, Prioritaskan Pembangunan Publik albadarposrt.com, PERSPEKTIF – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa ketat anggaran setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas sekitar Rp2,45 triliun. Langkah penghematan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran […]

  • kelompok rentan

    Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena yang disebut publik sebagai super flu kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Istilah ini ramai dibicarakan di media sosial dan sejumlah pemberitaan internasional seiring lonjakan kasus influenza di berbagai negara. Para ahli menegaskan, super flu bukan istilah medis resmi. Namun, ancaman kesehatan tetap nyata, terutama bagi kelompok rentan. Pakar mikrobiologi dan epidemiologi menjelaskan […]

  • Padepokan Maung Hideung

    DPD Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Tasikmalaya Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Dewan Pengurus Daerah Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Kota Tasikmalaya resmi dilantik oleh DPP Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung, Minggu (25/1/2026). Pelantikan ini menandai perluasan jaringan organisasi seni bela diri tersebut di empat kecamatan dan memperkuat perannya dalam pelestarian budaya pencak silat di daerah. Kegiatan berlangsung di Perum Mutiara Citra RW 12, […]

  • Ilustrasi suasana pendidikan Islam abad pertengahan dengan perpustakaan besar dan para pelajar muslim sedang belajar.

    Terungkap! Sistem Pendidikan Islam Sudah Maju Jauh Sebelum Era Modern

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengira kemajuan sistem pendidikan baru muncul di era modern. Padahal, Pendidikan Islam atau sistem pembelajaran Islam sudah berkembang sangat maju sejak abad pertengahan. Dunia Islam bahkan pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan global ketika Eropa masih berada dalam masa yang sering disebut dark age. Fakta tersebut kini kembali ramai dibahas di […]

  • Kota Makkah

    7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat. Kota Makkah memang berbeda. Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada […]

expand_less