Breaking News
light_mode
Beranda » Kolaborasi » Pariwisata dan Kreativitas Jadi Ruh Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24

Pariwisata dan Kreativitas Jadi Ruh Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


Pariwisata dan kreativitas jadi pusat perhatian di Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 bersama Disporabudpar.

albadarpost.com, WARTA MITRA. Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar). Dengan mengusung semangat “Tasik Kreatif, Tasik Berdaya”, perayaan tahun ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan juga dorongan untuk menumbuhkan sektor pariwisata dan kreativitas sebagai kekuatan ekonomi baru bagi daerah.


Disporabudpar Dorong Sinergi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kepala Dinas Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. H. DEDDY MULYANA, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa tahun ke-24 menjadi titik refleksi perjalanan panjang pembangunan kota. Menurutnya, pariwisata dan kreativitas kini menjadi dua sektor strategis yang harus diperkuat untuk menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan sosial.

“Kami ingin menjadikan momentum Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 ini sebagai tonggak baru untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Deddy, Minggu (9/10/2025).

Melalui berbagai program, Disporabudpar berupaya menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif. Sejumlah kegiatan unggulan seperti Tasik Creative Festival 2025, pameran ekonomi kreatif, pertunjukan seni budaya, dan City Heritage Walk menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan seni, budaya, teknologi, dan bisnis lokal.

Selain itu, sektor pariwisata juga terus digerakkan dengan promosi potensi wisata unggulan seperti Situ Gede, dan berbagai destinasi budaya yang menjadi kebanggaan warga Tasikmalaya. Dengan penataan infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM pariwisata, pemerintah optimistis kunjungan wisata akan meningkat signifikan di tahun mendatang.

Menurut data Disporabudpar, jumlah kunjungan wisata ke Tasikmalaya meningkat hingga 18 persen sepanjang tahun 2024–2025, terutama dari wisatawan domestik asal Bandung, Cirebon, dan Jabodetabek. Angka ini menunjukkan bahwa branding “Tasik Kreatif dan Berdaya” mulai mendapat tempat di hati masyarakat luas.


Kolaborasi Kreatif Wujudkan Kota Berdaya

Melalui program Tasikmalaya Creative Movement, Disporabudpar berkolaborasi dengan pelaku seni dan pengrajin lokal untuk memajukan ekonomi kreatif. Bidang fashionn, kuliner, dan desain menjadi sektor yang digarap serius.

“Kami melihat anak-anak muda Tasikmalaya memiliki energi besar dalam menciptakan karya. Tugas kami adalah membuka ruang dan jejaring agar karya mereka bisa bersaing di tingkat nasional maupun global,” jelas Deddy.

Salah satu keberhasilan nyata adalah terbentuknya Tasikmalaya Creative Hub, wadah yang menggabungkan pelatihan, inkubasi bisnis, dan galeri produk lokal. Tempat ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin melihat langsung proses kreatif khas Tasikmalaya dari anyaman bambu, batik sukapura, hingga kuliner tradisional yang dikemas modern.

Tidak hanya itu, Disporabudpar juga menjalin kerja sama dengan pelaku digital marketing lokal dan perguruan tinggi dalam rangka memperkuat promosi berbasis digital. Dengan strategi konten kreatif di media sosial dan optimalisasi mesin pencari (SEO), destinasi wisata Tasikmalaya kini lebih mudah ditemukan oleh wisatawan potensial.


Pesan Kepala Disporabudpar: Tasikmalaya Harus Terus Berkarya

“Selamat Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24,” ucap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, Deddy Mulyana dengan penuh semangat.

“Momentum ulang tahun kota ini bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi perjalanan dan tekad kami untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota yang berdaya melalui pariwisata dan kreativitas. Kami percaya potensi lokal yang tumbuh dari masyarakat adalah kekuatan sesungguhnya. Mari terus berkarya, berinovasi, dan menjaga identitas budaya Tasikmalaya agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Pernyataan itu sejalan dengan visi Pemerintah Kota Tasikmalaya yang baru yang berkomitmen menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai pilar utama pembangunan daerah.


Kesimpulan

Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 menjadi momentum memperkuat pariwisata dan kreativitas sebagai pendorong utama ekonomi lokal. (AlbadarPost/Aden)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • layanan keimigrasian

    Paspor Nomor Tunggal Ujian Negara Benahi Layanan Keimigrasian

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Paspor satu nomor seumur hidup menguji reformasi layanan keimigrasian dan kepastian identitas warga Indonesia. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah berencana menerapkan paspor satu nomor seumur hidup bagi seluruh warga negara. Kebijakan ini terlihat teknis, tetapi dampaknya langsung menyentuh urusan paling konkret: layanan keimigrasian yang selama ini sering merepotkan warga dalam perjalanan lintas negara. Selama bertahun-tahun, […]

  • Kisah Utsman bin Affan menangis di kuburan membuka rahasia tentang alam barzakh, fitnah kubur, serta hadis Nabi tentang kehidupan setelah mati.

    Mengapa Utsman bin Affan Menangis Saat Melihat Kubur? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Utsman bin Affan menangis di kuburan sering menjadi pengingat kuat tentang kehidupan setelah mati. Banyak ulama menjelaskan bahwa tangisan tersebut bukan sekadar rasa sedih. Sebaliknya, kisah tangisan Utsman bin Affan ketika melihat kubur, atau peristiwa Utsman bin Affan menangis di makam, menunjukkan ketakutan mendalam terhadap fase awal kehidupan akhirat. Para sahabat […]

  • Ilustrasi transaksi belanja dengan cashback dan diskon besar ditinjau dari hukum Islam dan fikih muamalah

    Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum cashback semakin sering muncul seiring maraknya promo digital. Banyak Muslim bertanya, apakah cashback dalam Islam itu halal, atau justru mendekati riba dan gharar. Isu diskon besar menurut Islam pun ikut menjadi sorotan, terutama saat promo masif di e-commerce dan layanan digital. Karena itu, rubrik fikih kontemporer ini hadir […]

  • pembuangan bayi

    Bayi yang Dibuang, Orang Tua yang Dinikahkan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang bayi ditemukan dalam kondisi terlantar. Ia belum mampu menangis meminta keadilan, tetapi kehadirannya justru memunculkan perdebatan hukum yang panjang. Dalam kasus terbaru pembuangan bayi, perhatian publik bukan hanya tertuju pada perbuatan orang tuanya, melainkan pada celah hukum yang memungkinkan jerat pidana gugur jika kedua pelaku menikah dalam waktu tujuh hari. Kasus […]

  • pagi Nabi Muhammad

    Pagi Nabi Muhammad SAW Dimulai dari Ibadah dan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi Nabi Muhammad SAW tidak sekadar rutinitas ibadah personal. Pola itu membentuk sistem hidup yang tertata dan berdampak sosial. Dalam konteks hari ini, ketika banyak masyarakat memulai hari dalam tekanan waktu dan distraksi digital, pola pagi Nabi Muhammad menjadi cermin yang relevan. Berbagai riwayat sahih menunjukkan bahwa pagi Nabi Muhammad diawali sebelum […]

  • Sekolah baru dibangun Rp28 miliar

    Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi pendidikan di Kota Depok kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari SMP Negeri 3 Depok. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan membawa meja lipat dari rumah, meski sekolah tersebut baru selesai dibangun dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Pemandangan itu memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan besarnya anggaran pembangunan […]

expand_less