Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tekan Angka Stunting

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tekan Angka Stunting

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Tasikmalaya perkuat tata kelola untuk menekan angka stunting dibanding daerah lain di Jawa Barat.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmen percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya dalam Advokasi Program Bangga Kencana, Senin, 15 Desember 2025. Langkah ini menjadi krusial karena posisi Tasikmalaya masih menghadapi tantangan serius jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat yang berhasil menurunkan stunting lebih cepat.

Bagi daerah dengan karakter geografis luas dan tingkat kerentanan sosial tinggi, keberhasilan penurunan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan ukuran efektivitas tata kelola kebijakan publik.


Posisi Tasikmalaya dalam Peta Stunting Jawa Barat

Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat menunjukkan tren penurunan stunting yang relatif positif. Namun, capaian tersebut tidak merata. Kabupaten dengan kapasitas fiskal kuat dan tata kelola layanan dasar yang stabil—seperti Kabupaten Sumedang dan Kota Bandung—mampu menurunkan prevalensi stunting lebih konsisten.

Sebaliknya, wilayah dengan tantangan geografis, kepadatan penduduk desa, serta keterbatasan akses layanan kesehatan primer, termasuk Kabupaten Tasikmalaya, masih menghadapi laju penurunan yang lebih lambat. Perbedaan ini tidak semata disebabkan faktor ekonomi, tetapi juga kualitas koordinasi antarperangkat daerah.

Dalam konteks ini, angka stunting berfungsi sebagai indikator lintas sektor: ia mencerminkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, efektivitas program perlindungan sosial, hingga ketepatan sasaran belanja daerah.


Bangga Kencana dan Upaya Menutup Kesenjangan

Advokasi Program Bangga Kencana yang digelar Pemkab Tasikmalaya diarahkan untuk menjawab kesenjangan tersebut. Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting hanya mungkin dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bekerja dalam satu kerangka kebijakan.

“Output dari kegiatan advokasi Program Bangga Kencana diharapkan melahirkan satu komitmen dari semua pihak,” ujar Asep.

Program Bangga Kencana secara nasional dirancang untuk mengintegrasikan pengendalian penduduk, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Namun, di tingkat daerah, keberhasilannya sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan dan keberanian melakukan evaluasi kinerja lintas sektor.


Pembinaan Kecamatan sebagai Instrumen Tata Kelola

Pemkab Tasikmalaya menyebut telah melakukan pembinaan langsung di tingkat kecamatan sejak November hingga awal Desember 2025. Pendekatan ini sejalan dengan praktik di beberapa kabupaten lain di Jawa Barat yang berhasil menurunkan stunting melalui penguatan peran kecamatan dan puskesmas.

Di Kabupaten Sumedang, misalnya, konsistensi pendampingan keluarga berisiko dan integrasi data lintas sektor menjadi faktor kunci keberhasilan. Sementara itu, di Kabupaten Garut, keterlambatan integrasi program sempat membuat penurunan stunting berjalan stagnan.

Bagi Tasikmalaya, pembinaan kecamatan menjadi pintu masuk untuk memperbaiki kualitas intervensi. Tanpa penguatan di level ini, angka stunting berisiko turun secara administratif, tetapi tidak mencerminkan perubahan nyata di tingkat keluarga.


Analisis Anggaran dan Efektivitas Program

Perbandingan antarwilayah di Jawa Barat menunjukkan bahwa besarnya anggaran bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Kabupaten dengan belanja pembinaan aparatur dan layanan dasar yang terfokus cenderung lebih efektif dibanding daerah dengan anggaran besar tetapi terfragmentasi.

Baca juga: UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

Dalam konteks Tasikmalaya, tantangan ke depan adalah memastikan belanja stunting benar-benar menyasar intervensi spesifik dan sensitif, bukan sekadar terserap secara administratif. Tanpa evaluasi berbasis dampak, risiko inefisiensi tetap tinggi.

Penekanan Wakil Bupati pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektor mencerminkan kesadaran atas tantangan tersebut. “Sinergitas dan kolaborasi perlu dioptimalkan agar dapat bekerja sama secara sinergis dan terintegrasi,” ujarnya.


Implikasi Kebijakan bagi Warga

Bagi masyarakat, keberhasilan penurunan stunting berarti peningkatan kualitas hidup jangka panjang. Anak yang terbebas dari stunting memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing.

Namun, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Barat, Tasikmalaya masih memerlukan lompatan kebijakan agar angka stunting turun secara signifikan. Advokasi Bangga Kencana menjadi momentum penting, tetapi hasil akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi implementasi di lapangan.

Penguatan komitmen lintas sektor melalui Program Bangga Kencana menandai keseriusan Pemkab Tasikmalaya memperbaiki tata kelola penurunan stunting. Tantangan berikutnya adalah menjadikan pembinaan kecamatan dan integrasi anggaran sebagai instrumen nyata untuk menutup kesenjangan dengan daerah lain di Jawa Barat.

Pemkab Tasikmalaya dorong tata kelola lintas sektor untuk menekan angka stunting dan mengejar capaian daerah lain di Jawa Barat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi proyek lampu hias ruang terbuka hijau di Probolinggo yang terseret kasus korupsi DLH dengan kerugian negara ratusan juta rupiah

    Anggaran Publik Bocor, Korupsi DLH Probolinggo Disorot

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus korupsi DLH Probolinggo kembali menampar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. Proyek lampu hias untuk ruang terbuka hijau yang seharusnya mempercantik kota justru berubah menjadi sumber kebocoran keuangan negara. Nilai kerugian yang mencuat bukan angka kecil. Ratusan juta rupiah raib, sementara manfaat proyek dipertanyakan. Perkara ini mengemuka setelah aparat penegak […]

  • Selat Hormuz dibuka

    Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dunia Langsung Bereaksi: Harga Minyak Rontok

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selat Hormuz dibuka kembali dan dalam hitungan jam, dunia langsung bereaksi. Jalur minyak paling krusial di planet ini akhirnya kembali dilalui kapal komersial setelah sempat mencekam akibat konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pembukaan Selat Hormuz ini, yang juga disebut sebagai kembalinya jalur energi global, langsung menekan harga minyak dan meredakan […]

  • Pelabuhan Batam dipadati warga Singapura yang menyeberang untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan hidup akibat mahalnya biaya hidup di Singapura

    Batam Jadi Pelarian Biaya Hidup Warga Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Setiap 30–60 menit, sebuah kapal feri berangkat dari Singapura menuju Batam. Ritmenya lebih menyerupai jadwal MRT kota maju ketimbang transportasi laut lintas negara. Jumlah penumpangnya pun mencolok: sekitar 10.000 orang per hari. Fenomena ini terjadi di luar musim liburan. Batam sedang mengalami sesuatu yang melampaui lonjakan wisata. Kota ini berubah menjadi […]

  • kisah Siti Hajar

    7 Kali Berlari di Tengah Putus Asa, Siti Hajar Mengubah Sejarah Makkah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Siti Hajar, perjuangan Hajar mencari air, dan asal-usul air zamzam bukan sekadar cerita lama—ini adalah potret paling jujur tentang iman di titik terendah manusia. Bayangkan ini: lembah tandus, sunyi, tanpa air, tanpa kehidupan. Di tempat seperti itu, seorang ibu dan bayi ditinggalkan. Bukan karena ditelantarkan, tetapi karena perintah langit. Nabi Ibrahim melangkah […]

  • Ilustrasi reflektif tentang manusia yang menatap masa depan dengan keikhlasan, menyadari rencana Allah selalu lebih baik dari keinginan manusia karena hikmah takdir Allah di masa depan

    Hari Esok Akan Membuktikan, Allah Tak Pernah Salah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, mungkin bukan besok atau tahun depan, kita akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang hari ini terasa menyesakkan akan tampak seperti jalan sunyi yang ternyata menyelamatkan. Air mata yang jatuh diam-diam akan berubah menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja dengan cara paling lembut, meski saat itu […]

  • Aktivis KontraS disiram air keras memicu kekhawatiran publik. Teror terhadap aktivis HAM dinilai menjadi ancaman serius bagi demokrasi.

    Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Terancam?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari itu seharusnya berjalan biasa. Namun dalam hitungan detik, semuanya berubah. Aktivis KontraS disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menjalankan aktivitas advokasi. Serangan mendadak ini langsung memicu kegemparan publik sekaligus memunculkan kekhawatiran besar: apakah teror terhadap aktivis HAM semakin nyata di Indonesia? Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka fisik bagi […]

expand_less