Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tekan Angka Stunting

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tekan Angka Stunting

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Tasikmalaya perkuat tata kelola untuk menekan angka stunting dibanding daerah lain di Jawa Barat.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmen percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya dalam Advokasi Program Bangga Kencana, Senin, 15 Desember 2025. Langkah ini menjadi krusial karena posisi Tasikmalaya masih menghadapi tantangan serius jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat yang berhasil menurunkan stunting lebih cepat.

Bagi daerah dengan karakter geografis luas dan tingkat kerentanan sosial tinggi, keberhasilan penurunan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan ukuran efektivitas tata kelola kebijakan publik.


Posisi Tasikmalaya dalam Peta Stunting Jawa Barat

Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat menunjukkan tren penurunan stunting yang relatif positif. Namun, capaian tersebut tidak merata. Kabupaten dengan kapasitas fiskal kuat dan tata kelola layanan dasar yang stabil—seperti Kabupaten Sumedang dan Kota Bandung—mampu menurunkan prevalensi stunting lebih konsisten.

Sebaliknya, wilayah dengan tantangan geografis, kepadatan penduduk desa, serta keterbatasan akses layanan kesehatan primer, termasuk Kabupaten Tasikmalaya, masih menghadapi laju penurunan yang lebih lambat. Perbedaan ini tidak semata disebabkan faktor ekonomi, tetapi juga kualitas koordinasi antarperangkat daerah.

Dalam konteks ini, angka stunting berfungsi sebagai indikator lintas sektor: ia mencerminkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, efektivitas program perlindungan sosial, hingga ketepatan sasaran belanja daerah.


Bangga Kencana dan Upaya Menutup Kesenjangan

Advokasi Program Bangga Kencana yang digelar Pemkab Tasikmalaya diarahkan untuk menjawab kesenjangan tersebut. Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting hanya mungkin dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bekerja dalam satu kerangka kebijakan.

“Output dari kegiatan advokasi Program Bangga Kencana diharapkan melahirkan satu komitmen dari semua pihak,” ujar Asep.

Program Bangga Kencana secara nasional dirancang untuk mengintegrasikan pengendalian penduduk, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Namun, di tingkat daerah, keberhasilannya sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan dan keberanian melakukan evaluasi kinerja lintas sektor.


Pembinaan Kecamatan sebagai Instrumen Tata Kelola

Pemkab Tasikmalaya menyebut telah melakukan pembinaan langsung di tingkat kecamatan sejak November hingga awal Desember 2025. Pendekatan ini sejalan dengan praktik di beberapa kabupaten lain di Jawa Barat yang berhasil menurunkan stunting melalui penguatan peran kecamatan dan puskesmas.

Di Kabupaten Sumedang, misalnya, konsistensi pendampingan keluarga berisiko dan integrasi data lintas sektor menjadi faktor kunci keberhasilan. Sementara itu, di Kabupaten Garut, keterlambatan integrasi program sempat membuat penurunan stunting berjalan stagnan.

Bagi Tasikmalaya, pembinaan kecamatan menjadi pintu masuk untuk memperbaiki kualitas intervensi. Tanpa penguatan di level ini, angka stunting berisiko turun secara administratif, tetapi tidak mencerminkan perubahan nyata di tingkat keluarga.


Analisis Anggaran dan Efektivitas Program

Perbandingan antarwilayah di Jawa Barat menunjukkan bahwa besarnya anggaran bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Kabupaten dengan belanja pembinaan aparatur dan layanan dasar yang terfokus cenderung lebih efektif dibanding daerah dengan anggaran besar tetapi terfragmentasi.

Baca juga: UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

Dalam konteks Tasikmalaya, tantangan ke depan adalah memastikan belanja stunting benar-benar menyasar intervensi spesifik dan sensitif, bukan sekadar terserap secara administratif. Tanpa evaluasi berbasis dampak, risiko inefisiensi tetap tinggi.

Penekanan Wakil Bupati pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektor mencerminkan kesadaran atas tantangan tersebut. “Sinergitas dan kolaborasi perlu dioptimalkan agar dapat bekerja sama secara sinergis dan terintegrasi,” ujarnya.


Implikasi Kebijakan bagi Warga

Bagi masyarakat, keberhasilan penurunan stunting berarti peningkatan kualitas hidup jangka panjang. Anak yang terbebas dari stunting memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing.

Namun, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Barat, Tasikmalaya masih memerlukan lompatan kebijakan agar angka stunting turun secara signifikan. Advokasi Bangga Kencana menjadi momentum penting, tetapi hasil akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi implementasi di lapangan.

Penguatan komitmen lintas sektor melalui Program Bangga Kencana menandai keseriusan Pemkab Tasikmalaya memperbaiki tata kelola penurunan stunting. Tantangan berikutnya adalah menjadikan pembinaan kecamatan dan integrasi anggaran sebagai instrumen nyata untuk menutup kesenjangan dengan daerah lain di Jawa Barat.

Pemkab Tasikmalaya dorong tata kelola lintas sektor untuk menekan angka stunting dan mengejar capaian daerah lain di Jawa Barat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jersey Piala Dunia 2026

    Jersey Piala Dunia 2026 Terbaik, Nomor Satu Bikin Kejutan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kalau membahas Piala Dunia, perhatian publik biasanya tertuju pada calon juara, persaingan top skor, atau aksi para bintang di lapangan. Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan fenomena lain yang tak kalah menarik. Di media sosial, forum penggemar, hingga komunitas kolektor, jersey Piala Dunia 2026 justru menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Menariknya, negara dengan […]

  • Prabowo Zidane sepak bola nasional

    Presiden Prabowo Bertemu Zidane, Ada apa?

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Presiden RI Prabowo Subianto membawa isu sepak bola nasional ke panggung global melalui pertemuannya dengan legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane. Pertemuan tersebut berlangsung di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dan menjadi sinyal awal upaya Indonesia membuka ruang kolaborasi internasional dalam pengembangan sepak bola. Dalam pertemuan itu, […]

  • gempa megathrust Jawa Sumatra

    Megathrust Mengintai Jawa–Sumatra

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    BMKG mengingatkan ancaman gempa megathrust di Jawa dan Sumatra. Potensi besar dan dampaknya perlu diwaspadai. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi gempa megathrust di wilayah Indonesia, khususnya di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Zona tersebut dinilai menyimpan akumulasi energi tektonik besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan […]

  • Terduga Teroris Ciamis

    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Terduga teroris Ciamis kembali menjadi perhatian publik setelah Densus 88 Anti Teror bersama Polres Ciamis mengamankan seorang pria berinisial AR (43) di Dusun Cihawar, Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Penangkapan terduga teroris tersebut berlangsung tanpa perlawanan dan menjadi bagian dari operasi penegakan hukum yang dilakukan […]

  • air bersih Karawang

    Antre 3 Jam, Air Bersih Karawang Makin Langka

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tiga jam menunggu di bawah terik matahari hanya untuk membawa pulang dua jeriken air bersih. Pemandangan itu kini menjadi kenyataan yang dihadapi banyak warga di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Di tengah musim kemarau, air bersih Karawang berubah menjadi barang yang paling diburu. Krisis air bersih dan kekeringan membuat aktivitas sederhana seperti memasak, […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

expand_less