Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Nanti, ketika manusia berdiri sendiri di hadapan Allah, amal tidak lagi bersuara lantang. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sanjungan. Yang tersisa hanyalah niat yang pernah tersembunyi di dalam dada.

Pada saat itu, banyak manusia terdiam. Mereka melihat amal yang dahulu tampak besar, namun kini terasa ringan. Ada salat yang rajin, sedekah yang rutin, serta dakwah yang luas. Akan tetapi, semua itu berdiri tanpa ruh.

Syekh Athaillah As-Sakandari telah lama mengingatkan melalui Al-Hikam, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab setiap sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam tidak akan sempurna buahnya.” Kalimat ini terasa semakin tajam ketika amal tidak ditanam dalam kerendahan dan keikhlasan.

Keinginan Terkenal yang Menghancurkan dari Dalam

Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi pelaku amal kebajikan selain keinginan tersembunyi untuk diakui. Pada awalnya, seseorang beramal karena Allah. Namun seiring waktu, ia mulai menoleh pada pandangan manusia.

Baca juga: Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

Di sanalah hawa nafsu mengambil alih. Keinginan akan kedudukan dan popularitas tumbuh perlahan. Padahal, amal yang bercampur riya kehilangan nilainya di sisi Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:

“Barang siapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan memuliakannya. Dan barang siapa yang menyombongkan diri, maka Allah akan menghinakannya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini akan menjadi kenyataan mutlak di masa depan. Mereka yang merendah akan Allah angkat, sementara mereka yang membesarkan diri akan diturunkan tanpa kehormatan.

Peringatan Ulama tentang Penyakit Riya

Syekh Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata dengan nada yang sangat tegas, “Jangan engkau berbicara tentang mencari keridaan Allah, sementara di hatimu masih terbersit keinginan untuk terkenal.” Nasihat ini terasa seperti cermin bagi hati yang belum bersih.

Al-Qur’an pun menyingkap bahaya riya secara gamblang. Allah berfirman:

“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang berbuat riya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–6)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang tampak indah bisa berubah menjadi petaka jika niatnya rusak. Oleh karena itu, amal tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi harus dijaga dari penyakit hati.

Riya Menggerogoti Pahala Tanpa Suara

Riya tidak selalu terlihat. Ia bekerja dalam diam. Ia masuk melalui rasa bangga, lalu tumbuh menjadi harapan pujian. Akibatnya, pahala amal terkikis sedikit demi sedikit hingga tak bersisa.

Baca juga: Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

Karena itu, seorang mukmin perlu menjaga dan membersihkan hatinya. Ikhlas harus menjadi benteng utama. Tanpa ikhlas, amal hanya menjadi rutinitas kosong.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan bahwa inti dari semua ibadah adalah keikhlasan. Tanpanya, amal tidak memiliki nilai di akhirat.

Menanam Rendah untuk Menuai Kemuliaan

Selama waktu masih ada, hati perlu terus diawasi. Setiap amal perlu ditanya ulang: untuk siapa semua ini dilakukan? Dengan muhasabah yang jujur, riya dapat ditekan, dan ikhlas dapat ditumbuhkan.

Kelak, manusia tidak diselamatkan oleh banyaknya amal, melainkan oleh kemurnian niat. Maka tanamlah diri dalam kerendahan, agar amal berbuah keselamatan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi ASN bekerja dari rumah dengan laptop untuk kebijakan WFH ASN guna menghemat BBM nasional

    WFH ASN Hemat BBM? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – WFH ASN mendadak jadi perbincangan panas. Banyak yang mengira kebijakan ini sudah resmi dan siap diterapkan. Padahal, wacana WFH ASN atau kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara—termasuk istilah lain seperti work from anywhere (WFA ASN)—masih berada di tahap kajian. Namun demikian, isu ini langsung viral karena dikaitkan dengan upaya hemat BBM […]

  • Beasiswa Kedokteran Jepang

    Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Kedokteran Jepang kembali membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan dokter di luar negeri. Melalui kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang, program ini menawarkan kuliah kedokteran gratis di Jepang dengan dukungan pembiayaan pendidikan, pelatihan bahasa, akomodasi, hingga uang saku sesuai ketentuan […]

  • Ilustrasi keluarga menonton film box office bersama dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan

    Bukan Cuma Seru, 7 Film Box Office Ini Diam-Diam Bikin Keluarga Makin Dekat

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Film keluarga kini bukan hanya soal hiburan atau pengisi waktu luang. Di tengah kesibukan dan rutinitas yang makin padat, banyak keluarga mulai mencari cara sederhana untuk kembali dekat, salah satunya lewat film box office yang hangat dan penuh makna. Menariknya, beberapa film populer ternyata mampu menghadirkan obrolan kecil, tawa bersama, bahkan momen […]

  • Ilustrasi refleksi batin tentang syukur sebagai jalan ruhani dalam Islam berdasarkan Surat Ibrahim ayat 7

    Janji Allah di Jalan Syukur

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang tidak turun untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan. Ia tidak menggedor telinga, tetapi mengetuk hati. Surat Ibrahim ayat 7 adalah salah satunya. Sebuah pengumuman dari langit yang tidak memaksa, tetapi mengundang kesadaran terdalam manusia. “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Namun jika kamu mengingkari, sungguh azab-Ku sangat […]

  • Produk Lokal Garut

    Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Garut kali ini tidak hanya berbicara soal harga sembako murah menjelang Idul Adha. Di balik keramaian warga yang berburu minyak goreng, telur, hingga daging ayam dengan harga terjangkau, muncul pesan yang jauh lebih besar: produk lokal Garut mulai didorong naik kelas. Bupati Garut, Abdusy Syakur […]

  • gempa megathrust Jawa Sumatra

    Megathrust Mengintai Jawa–Sumatra

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BMKG mengingatkan ancaman gempa megathrust di Jawa dan Sumatra. Potensi besar dan dampaknya perlu diwaspadai. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi gempa megathrust di wilayah Indonesia, khususnya di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Zona tersebut dinilai menyimpan akumulasi energi tektonik besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan […]

expand_less