Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Nanti, ketika manusia berdiri sendiri di hadapan Allah, amal tidak lagi bersuara lantang. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sanjungan. Yang tersisa hanyalah niat yang pernah tersembunyi di dalam dada.

Pada saat itu, banyak manusia terdiam. Mereka melihat amal yang dahulu tampak besar, namun kini terasa ringan. Ada salat yang rajin, sedekah yang rutin, serta dakwah yang luas. Akan tetapi, semua itu berdiri tanpa ruh.

Syekh Athaillah As-Sakandari telah lama mengingatkan melalui Al-Hikam, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab setiap sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam tidak akan sempurna buahnya.” Kalimat ini terasa semakin tajam ketika amal tidak ditanam dalam kerendahan dan keikhlasan.

Keinginan Terkenal yang Menghancurkan dari Dalam

Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi pelaku amal kebajikan selain keinginan tersembunyi untuk diakui. Pada awalnya, seseorang beramal karena Allah. Namun seiring waktu, ia mulai menoleh pada pandangan manusia.

Baca juga: Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

Di sanalah hawa nafsu mengambil alih. Keinginan akan kedudukan dan popularitas tumbuh perlahan. Padahal, amal yang bercampur riya kehilangan nilainya di sisi Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:

“Barang siapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan memuliakannya. Dan barang siapa yang menyombongkan diri, maka Allah akan menghinakannya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini akan menjadi kenyataan mutlak di masa depan. Mereka yang merendah akan Allah angkat, sementara mereka yang membesarkan diri akan diturunkan tanpa kehormatan.

Peringatan Ulama tentang Penyakit Riya

Syekh Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata dengan nada yang sangat tegas, “Jangan engkau berbicara tentang mencari keridaan Allah, sementara di hatimu masih terbersit keinginan untuk terkenal.” Nasihat ini terasa seperti cermin bagi hati yang belum bersih.

Al-Qur’an pun menyingkap bahaya riya secara gamblang. Allah berfirman:

“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang berbuat riya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–6)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang tampak indah bisa berubah menjadi petaka jika niatnya rusak. Oleh karena itu, amal tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi harus dijaga dari penyakit hati.

Riya Menggerogoti Pahala Tanpa Suara

Riya tidak selalu terlihat. Ia bekerja dalam diam. Ia masuk melalui rasa bangga, lalu tumbuh menjadi harapan pujian. Akibatnya, pahala amal terkikis sedikit demi sedikit hingga tak bersisa.

Baca juga: Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

Karena itu, seorang mukmin perlu menjaga dan membersihkan hatinya. Ikhlas harus menjadi benteng utama. Tanpa ikhlas, amal hanya menjadi rutinitas kosong.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan bahwa inti dari semua ibadah adalah keikhlasan. Tanpanya, amal tidak memiliki nilai di akhirat.

Menanam Rendah untuk Menuai Kemuliaan

Selama waktu masih ada, hati perlu terus diawasi. Setiap amal perlu ditanya ulang: untuk siapa semua ini dilakukan? Dengan muhasabah yang jujur, riya dapat ditekan, dan ikhlas dapat ditumbuhkan.

Kelak, manusia tidak diselamatkan oleh banyaknya amal, melainkan oleh kemurnian niat. Maka tanamlah diri dalam kerendahan, agar amal berbuah keselamatan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Amul Huzni, Nabi Muhammad bersedih kehilangan Abu Thalib dan Khadijah serta peristiwa Isra Mi'raj sebagai penguat iman

    Amul Huzni: Saat Dunia Rasulullah Runtuh, Langit Justru Terbuka

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amul Huzni atau tahun kesedihan Nabi Muhammad, menjadi salah satu fase paling mengguncang dalam sejarah Islam. Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok terpenting: pelindung dan pendamping hidup. Namun, di balik Amul Huzni, tersimpan pelajaran besar tentang keteguhan, kesabaran, dan kekuatan iman yang terus relevan hingga hari ini. Ketika Dua Cahaya Padam […]

  • putusan Mahkamah Agung

    Putusan MA dan Sikap Negara terhadap Kepala Daerah Terpidana

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan batas negara melindungi pemerintahan dari pejabat terpidana narkotika. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan mantan bupati terkait pemberhentiannya karena perkara narkotika bukan sekadar penegasan hukum administratif. Ia menyentuh wilayah yang lebih sensitif: bagaimana negara menjaga keberlanjutan pemerintahan tanpa terjebak pada prosedur yang justru merugikan warga. Di tengah tuntutan […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa setelah salat untuk mengusir kesialan dan energi negatif dalam hidupnya.

    Sering Sial dan Gelisah? Coba Amalkan Doa Pendek Ini Setiap Hari

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 335
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kadang seseorang bangun pagi dengan perasaan aneh. Pikiran terasa penuh, hati gelisah, pekerjaan berantakan, dan semuanya seperti tidak berjalan baik. Sebagian orang lalu menyebutnya kesialan. Sebagian lagi menganggap ada energi negatif yang mengganggu hidupnya. Dalam Islam, kondisi seperti itu sebenarnya bukan hal asing. Karena itulah banyak ulama menganjurkan membaca doa pengusir kesialan […]

  • Quraish Shihab memberikan ceramah dengan latar belakang pendidikan Al-Azhar yang membentuk pemikiran keislamannya

    Nasihati Prabowo, Pendidikan Quraish Shihab Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jejak pendidikan Quraish Shihab kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai nasihatnya tentang kepemimpinan dan nilai keislaman ramai diperbincangkan. Riwayat pendidikan Quraish Shihab menunjukkan perjalanan akademik panjang yang membentuk cara pandangnya yang moderat, mendalam, dan mudah diterima berbagai kalangan. Tidak hanya dikenal sebagai ulama, pendidikan Quraish Shihab di institusi bergengsi dunia Islam menjadikan […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

  • Investor BEI

    Saham Media Mulai Dilirik Investor BEI

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Optimisme terhadap sektor media mulai terasa di pasar modal seiring membaiknya prospek ekonomi nasional. Pernyataan Menteri Keuangan RI mengenai arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi memicu respons positif dari pasar. Sejumlah saham media bergerak menguat dan menarik perhatian Investor BEI, termasuk investor ritel. Situasi ini membuka peluang, namun juga menuntut kehati-hatian. Investor […]

expand_less