Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Oknum Camat Diduga Menipu Pembeli Rumah Syariah dan Merugikan Warga Karawang

Oknum Camat Diduga Menipu Pembeli Rumah Syariah dan Merugikan Warga Karawang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Karawang menuntut camat yang diduga melakukan penipuan rumah syariah dengan kerugian Rp1,23 miliar.

albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Karawang melaporkan dugaan penipuan rumah syariah yang melibatkan seorang camat berinisial CT. Mereka menuntut kejelasan setelah enam tahun menunggu pembangunan rumah yang tak pernah dimulai. Kasus ini menjadi penting karena melibatkan pejabat publik yang memiliki kewenangan administratif dan seharusnya melindungi warga dari praktik merugikan.

Dari hasil pendataan sementara, terdapat 32 korban dengan total kerugian mencapai Rp1,23 miliar. Skema penjualan rumah berkonsep syariah yang ditawarkan CT dinilai tidak transparan dan tak memiliki progres konstruksi sejak pembayaran pertama dilakukan.

Korban Menunggu Enam Tahun Tanpa Kepastian

Neneng dan Nadila menjadi dua orang yang mewakili korban. Keduanya mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Karawang dengan membawa bukti pembayaran dan dokumen transaksi yang diberikan kepada CT. Mereka mengaku sudah terlalu lama menunggu realisasi proyek yang tak pernah terlihat.

Neneng bercerita bahwa ia memesan satu unit rumah melalui skema yang dipromosikan CT. Proses pembayaran dilakukan bertahap hingga dianggap lunas. Namun tidak ada papan proyek, lahan kosong tidak disentuh, dan tidak ada tanda-tanda pengerjaan konstruksi.

“Enam tahun saya mencari keberadaannya. Tidak pernah ada penjelasan. Saya ke kantor kecamatan pun sering kosong,” ujar Neneng, Minggu (16/11/2025).

Ia menjelaskan, penipuan rumah syariah ini bermula dari tawaran bahwa proyek tidak menggunakan pembiayaan bank. Dana dari para pemesan disebut akan digunakan langsung untuk membangun unit rumah. Namun seluruh klaim itu tidak terbukti.

“Uangnya dikumpulkan dulu, katanya begitu. Nyatanya rumahnya tidak ada. Bahkan saya dengar lahannya sudah berpindah ke pihak lain,” ucapnya.

Nadila, korban lainnya, mengatakan pernah dijanjikan pengembalian uang mulai Juni hingga Desember 2025 dengan cicilan Rp1 juta per bulan. Tapi hingga November, ia tidak menerima pengembalian sepeser pun.

“Yang diberikan hanya janji baru. Saya tagih lewat WhatsApp tetapi jawabannya selalu berubah,” kata Nadila.

Baca juga: KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

Dari total 32 korban, hanya 19 yang masih aktif meminta pengembalian dana. Sebagian memilih mundur karena proses panjang yang melelahkan.

Pemkab Karawang Mulai Telusuri Laporan

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti laporan tersebut. Ia mengatakan, pejabat ASN yang melanggar hukum dan merugikan warga tidak akan dilindungi.

“Jika terbukti melakukan praktik penipuan, tentu ada sanksi tegas. Kami menelusuri laporan ini dan memastikan proses berjalan sesuai aturan,” kata Aep.

Pernyataan Aep menjadi penting karena menempatkan pemerintah daerah pada posisi yang harus menjaga integritas pelayanan publik. Dugaan penipuan rumah syariah oleh pejabat publik berpotensi merusak kepercayaan masyarakat pada institusi pemerintahan.

Baca juga: Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

Hingga berita ini ditulis, CT belum memberikan klarifikasi terbuka. Informasi yang dihimpun menunjukkan CT jarang hadir di kantor kecamatan dan sulit ditemui para korban dalam beberapa tahun terakhir.

Dampak Kasus dan Latar Belakang Skema Penjualan

Kasus ini menggambarkan kerentanan warga terhadap iming-iming proyek properti berlabel syariah tanpa pengawasan ketat. Model penjualan rumah tanpa bank sering dipilih warga karena lebih mudah diakses. Namun tanpa regulasi yang jelas, skema ini rawan disalahgunakan oleh pihak yang memiliki jabatan atau otoritas administratif.

Kerugian Rp1,23 miliar bukan hanya angka. Di baliknya ada warga yang menghabiskan tabungan, menjual barang pribadi, dan berharap memiliki rumah pertama. Kasus ini juga menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar memperketat izin dan pengawasan terhadap proyek properti, termasuk yang menggunakan label syariah.

Para korban berharap proses hukum segera berjalan, termasuk pengembalian dana secara utuh. Mereka juga meminta jaminan bahwa pejabat pemerintah tidak menyalahgunakan jabatan untuk menawarkan produk atau investasi yang tidak jelas legalitasnya.

Kasus dugaan penipuan rumah syariah di Karawang memperlihatkan lemahnya pengawasan pemerintah dan perlunya perlindungan lebih bagi warga. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • peran pesantren

    Pesantren Kini Tak Lagi Hanya Mengajar Agama

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pesantren selama ini dikenal sebagai tempat belajar agama. Namun, peran pesantren di tengah masyarakat jauh lebih besar. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan pusat pembinaan umat kini menjadi kekuatan penting yang membentuk karakter, menjaga budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Di banyak daerah, pesantren tidak hanya mencetak santri yang memahami ilmu agama. Sebaliknya, […]

  • Ilustrasi transaksi paylater melalui ponsel dengan simbol timbangan hukum Islam dan Al-Qur’an di latar belakang.

    Paylater Riba atau Bukan? Ini Penjelasan Tegasnya

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang paylater riba semakin sering muncul seiring maraknya layanan beli sekarang bayar nanti. Banyak orang juga mencari hukum paylater dalam Islam serta kejelasan apakah paylater termasuk riba. Karena itu, memahami konsep riba dalam syariat menjadi langkah awal sebelum menilai praktik paylater secara objektif. Secara umum, paylater adalah fasilitas pembayaran yang memungkinkan […]

  • Hery Susanto

    Dari Aktivis ke Pejabat Tinggi, Hery Susanto Kini Diuji Isu Nikel

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nama Hery Susanto mendadak ramai diperbincangkan. Ketua Ombudsman RI yang baru seminggu dilantik itu kini masuk dalam pusaran isu nikel yang tengah jadi perhatian nasional. Publik langsung bereaksi, mempertanyakan posisi dan perannya, sekaligus menelusuri kembali rekam jejaknya. Di tengah derasnya sorotan, satu hal menjadi jelas: sosok Hery Susanto bukan figur baru […]

  • larangan ART hamil di Singapura

    Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aturan tentang larangan ART hamil di Singapura sering menimbulkan rasa penasaran, terutama bagi pekerja migran dari berbagai negara. Banyak orang bertanya mengapa pemerintah memberlakukan kebijakan yang terlihat sangat ketat ini. Dalam kebijakan tenaga kerja di negara tersebut, larangan pekerja rumah tangga hamil, aturan kehamilan pekerja asing, dan regulasi tenaga kerja domestik […]

  • anggaran MBG dalam pendidikan

    APBN 2026 Digugat Mahasiswa dan Guru Honorer

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kontroversi anggaran MBG dalam pendidikan resmi memasuki ruang konstitusi. Sejumlah mahasiswa bersama seorang guru honorer mengajukan uji materiil Undang-Undang APBN 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mempersoalkan penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sejalan dengan mandat utama pendidikan nasional. Gugatan ini penting karena menyentuh jantung kebijakan […]

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

expand_less