Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 225
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sering kali orang tua mengira anak tidak memperhatikan. Padahal, di sudut ruangan, anak justru menyerap semuanya—nada suara, raut wajah, hingga kata-kata yang terlontar saat orang tuanya bertengkar.

Konflik dalam rumah tangga memang tidak terhindarkan. Namun, yang jarang disadari, cara mengelola pertengkaran di keluarga justru membentuk cara anak memahami emosi, hubungan, dan rasa aman. Bukan konflik itu sendiri yang paling berpengaruh, melainkan bagaimana orang tua menanganinya.

Di sinilah peran orang tua menjadi sangat krusial.

Anak Belajar dari Apa yang Mereka Lihat, Bukan yang Kita Ucapkan

Anak adalah peniru ulung. Mereka belajar tentang dunia bukan dari ceramah panjang, tetapi dari contoh nyata yang mereka saksikan setiap hari.

Baca juga: Resmi, Panduan Lengkap Cek Bansos PKH-BPNT 2026

Ketika orang tua beradu argumen dengan suara tinggi dan emosi tak terkendali, anak bisa merasa cemas, bingung, bahkan takut. Namun sebaliknya, saat orang tua berbeda pendapat dengan tetap saling menghargai, anak belajar bahwa perbedaan tidak harus berujung luka.

Lebih jauh, anak memahami bahwa emosi boleh muncul, tetapi tetap perlu dikendalikan. Dari situ, anak mulai mengenali konsep empati, kesabaran, dan tanggung jawab emosional.

Cara Mengelola Konflik di Keluarga agar Anak Belajar Hal Positif

Mengelola konflik secara sehat bukan berarti meniadakan perbedaan. Justru, orang tua perlu menunjukkan bagaimana perbedaan dapat diselesaikan dengan dewasa.

Pertama, orang tua perlu mengatur emosi sebelum berbicara. Menenangkan diri bukan tanda kalah, melainkan bentuk kedewasaan. Ketika orang tua menunda diskusi sampai suasana lebih tenang, anak belajar bahwa emosi tidak boleh mengendalikan keputusan.

Selanjutnya, gunakan bahasa yang tidak menyalahkan. Kalimat yang dimulai dengan “aku merasa” jauh lebih mendidik dibandingkan tuduhan. Dengan cara ini, anak melihat contoh komunikasi yang jujur namun tetap menghormati.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk memperlihatkan proses berdamai. Permintaan maaf dan kesepakatan sederhana memberi pesan kuat kepada anak bahwa hubungan tidak runtuh hanya karena konflik.

Batasan yang Harus Dijaga Demi Keamanan Emosional Anak

Meski konflik bisa menjadi pembelajaran, orang tua tetap perlu memahami batasannya. Tidak semua pertengkaran pantas disaksikan anak, terutama konflik yang penuh amarah atau menyentuh persoalan sensitif.

Anak juga tidak boleh dijadikan penengah atau tempat meluapkan emosi. Peran ini dapat membebani anak secara psikologis dan membuat mereka merasa bertanggung jawab atas masalah orang dewasa.

Dengan menjaga batas yang jelas, orang tua tetap bisa menyelesaikan konflik tanpa mengorbankan rasa aman anak.

Ketika Pertengkaran Justru Menguatkan Ikatan Keluarga

Menariknya, konflik yang dikelola dengan sehat justru dapat memperkuat hubungan keluarga. Anak yang melihat orang tuanya mampu menyelesaikan perbedaan dengan baik cenderung tumbuh lebih percaya diri dan stabil secara emosional.

Anak juga belajar bahwa hubungan yang sehat bukanlah hubungan tanpa konflik, melainkan hubungan yang mau belajar, memperbaiki diri, dan saling memaafkan.

Baca juga: Membaca Arti Simbol NU dalam Sejarah Umat Islam Indonesia

Bekal ini akan sangat berarti ketika anak menghadapi konflik di sekolah, pertemanan, hingga kelak membangun keluarga sendiri.

Anak Mengingat Lebih Lama dari yang Kita Kira

Anak mungkin tidak selalu bertanya, tetapi mereka selalu mengamati. Setiap konflik yang terjadi di rumah meninggalkan jejak—entah berupa luka, atau justru pelajaran hidup.

Dengan memahami cara mengelola pertengkaran di keluarga, orang tua dapat mengubah momen sulit menjadi ruang belajar yang berharga. Pada akhirnya, bukan kesempurnaan yang anak butuhkan, melainkan contoh kejujuran, empati, dan tanggung jawab emosional dari orang tuanya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPG Guru Tertentu 2026

    Sudah Cek SIMPKB? 60.896 Guru Masuk PPG Guru Tertentu 2026 Tahap 2

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru di berbagai daerah mulai memeriksa akun SIMPKB mereka setelah pemerintah mengumumkan pelaksanaan PPG Guru Tertentu 2026 Tahap 2. Program yang menjadi salah satu jalur penting menuju sertifikasi pendidik ini telah memanggil sebanyak 60.896 guru untuk mengikuti tahapan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Bagi guru yang merasa telah memenuhi persyaratan, sekarang adalah […]

  • Herdiat Nyaris Mundur

    Herdiat Hampir Mundur, Gotong Royong Menguatkannya

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Herdiat nyaris mundur dari jabatannya sebagai Bupati Ciamis. Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Herdiat Sunarya saat menghadiri Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa kondisi APBD Ciamis yang […]

  • Konvoi Bobotoh Banjar

    Euforia Persib di Banjar Pecah, Ribuan Bobotoh Konvoi Keliling Kota

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia kemenangan Persib Bandung disambut meriah oleh ribuan Bobotoh di Kota Banjar dengan menggelar konvoi keliling kota, Sabtu (23/05/2026). Sejak sore, iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat mulai memenuhi sejumlah ruas jalan utama Kota Banjar. Bendera biru Persib berkibar dari atas motor, kaca mobil, hingga bak terbuka kendaraan pick up […]

  • Ilustrasi percakapan grup WhatsApp yang membahas keburukan orang lain menurut hukum Islam tentang ghibah.

    Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius. Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup […]

  • principal agent

    Membenahi Relasi Principal–Agent agar Bansos Tidak Terus Menyimpang

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Bantuan sosial selalu hadir dengan narasi niat baik negara. Pemerintah merancang bansos sebagai instrumen korektif untuk mengurangi ketimpangan dan melindungi kelompok rentan. Namun berulang kali, publik menyaksikan bagaimana kebijakan tersebut menyimpang dari tujuan awalnya. Masalah ini tidak dapat lagi dipahami sekadar sebagai kesalahan individu, melainkan sebagai kegagalan sistemik dalam relasi principal–agent. Dalam […]

  • retribusi wisata efektif

    PAD Pangandaran Lampaui Target 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Pendapatan pariwisata Pangandaran 2025 mencapai Rp47,5 miliar. Retribusi wisata efektif dorong PAD daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp47,5 miliar. Capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah dan menunjukkan kinerja positif sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah. […]

expand_less