Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sering kali orang tua mengira anak tidak memperhatikan. Padahal, di sudut ruangan, anak justru menyerap semuanya—nada suara, raut wajah, hingga kata-kata yang terlontar saat orang tuanya bertengkar.

Konflik dalam rumah tangga memang tidak terhindarkan. Namun, yang jarang disadari, cara mengelola pertengkaran di keluarga justru membentuk cara anak memahami emosi, hubungan, dan rasa aman. Bukan konflik itu sendiri yang paling berpengaruh, melainkan bagaimana orang tua menanganinya.

Di sinilah peran orang tua menjadi sangat krusial.

Anak Belajar dari Apa yang Mereka Lihat, Bukan yang Kita Ucapkan

Anak adalah peniru ulung. Mereka belajar tentang dunia bukan dari ceramah panjang, tetapi dari contoh nyata yang mereka saksikan setiap hari.

Baca juga: Resmi, Panduan Lengkap Cek Bansos PKH-BPNT 2026

Ketika orang tua beradu argumen dengan suara tinggi dan emosi tak terkendali, anak bisa merasa cemas, bingung, bahkan takut. Namun sebaliknya, saat orang tua berbeda pendapat dengan tetap saling menghargai, anak belajar bahwa perbedaan tidak harus berujung luka.

Lebih jauh, anak memahami bahwa emosi boleh muncul, tetapi tetap perlu dikendalikan. Dari situ, anak mulai mengenali konsep empati, kesabaran, dan tanggung jawab emosional.

Cara Mengelola Konflik di Keluarga agar Anak Belajar Hal Positif

Mengelola konflik secara sehat bukan berarti meniadakan perbedaan. Justru, orang tua perlu menunjukkan bagaimana perbedaan dapat diselesaikan dengan dewasa.

Pertama, orang tua perlu mengatur emosi sebelum berbicara. Menenangkan diri bukan tanda kalah, melainkan bentuk kedewasaan. Ketika orang tua menunda diskusi sampai suasana lebih tenang, anak belajar bahwa emosi tidak boleh mengendalikan keputusan.

Selanjutnya, gunakan bahasa yang tidak menyalahkan. Kalimat yang dimulai dengan “aku merasa” jauh lebih mendidik dibandingkan tuduhan. Dengan cara ini, anak melihat contoh komunikasi yang jujur namun tetap menghormati.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk memperlihatkan proses berdamai. Permintaan maaf dan kesepakatan sederhana memberi pesan kuat kepada anak bahwa hubungan tidak runtuh hanya karena konflik.

Batasan yang Harus Dijaga Demi Keamanan Emosional Anak

Meski konflik bisa menjadi pembelajaran, orang tua tetap perlu memahami batasannya. Tidak semua pertengkaran pantas disaksikan anak, terutama konflik yang penuh amarah atau menyentuh persoalan sensitif.

Anak juga tidak boleh dijadikan penengah atau tempat meluapkan emosi. Peran ini dapat membebani anak secara psikologis dan membuat mereka merasa bertanggung jawab atas masalah orang dewasa.

Dengan menjaga batas yang jelas, orang tua tetap bisa menyelesaikan konflik tanpa mengorbankan rasa aman anak.

Ketika Pertengkaran Justru Menguatkan Ikatan Keluarga

Menariknya, konflik yang dikelola dengan sehat justru dapat memperkuat hubungan keluarga. Anak yang melihat orang tuanya mampu menyelesaikan perbedaan dengan baik cenderung tumbuh lebih percaya diri dan stabil secara emosional.

Anak juga belajar bahwa hubungan yang sehat bukanlah hubungan tanpa konflik, melainkan hubungan yang mau belajar, memperbaiki diri, dan saling memaafkan.

Baca juga: Membaca Arti Simbol NU dalam Sejarah Umat Islam Indonesia

Bekal ini akan sangat berarti ketika anak menghadapi konflik di sekolah, pertemanan, hingga kelak membangun keluarga sendiri.

Anak Mengingat Lebih Lama dari yang Kita Kira

Anak mungkin tidak selalu bertanya, tetapi mereka selalu mengamati. Setiap konflik yang terjadi di rumah meninggalkan jejak—entah berupa luka, atau justru pelajaran hidup.

Dengan memahami cara mengelola pertengkaran di keluarga, orang tua dapat mengubah momen sulit menjadi ruang belajar yang berharga. Pada akhirnya, bukan kesempurnaan yang anak butuhkan, melainkan contoh kejujuran, empati, dan tanggung jawab emosional dari orang tuanya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fitnah Akhir Zaman

    Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pembahasan tentang fitnah akhir zaman belakangan semakin ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengaitkan hadis akhir zaman dengan kondisi dunia digital saat ini, mulai dari hoaks, adu domba, penyebaran kebencian, hingga manusia yang semakin mudah saling menyerang hanya lewat layar ponsel. Fenomena itu membuat sebagian umat Islam merasa hadis-hadis Rasulullah SAW […]

  • Suasana waktu Subuh di rumah Muslim dengan cahaya pagi dan seseorang membaca doa setelah salat Subuh.

    Hadis Nabi tentang Waktu Subuh yang Kini Jarang Diamalkan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal hadis waktu Subuh sebagai anjuran bangun pagi untuk salat dan mencari keberkahan hidup. Sebagian lain menyebut waktu Subuh sebagai momen paling tenang untuk berdoa, berdzikir, dan memulai hari dengan hati yang lebih ringan. Namun perlahan, kebiasaan menjaga waktu Subuh mulai bergeser dari kehidupan banyak orang. Malam terasa semakin panjang. […]

  • Kantor Bank Jambi saat insiden peretasan siber yang menyebabkan saldo nasabah hilang

    Bank Jambi Kehilangan Saldo Nasabah, OJK Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Insiden peretasan siber mengguncang perbankan daerah setelah bank Jambi kehilangan saldo nasabah dalam dugaan pembobolan sistem digital. Kasus rekening nasabah Bank Jambi bobol dan saldo hilang itu memicu kekhawatiran publik, terutama karena kerugian terjadi secara nyata pada sejumlah rekening. Selain itu, dugaan serangan siber terhadap bank daerah tersebut langsung menjadi sorotan […]

  • Ilustrasi manusia merenungi nikmat Allah di bawah langit luas dengan cahaya lembut, menggambarkan makna ayat Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

    Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula […]

  • Grafik Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis BRIN untuk mengukur produktivitas dan inovasi 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

    BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data. BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama […]

  • hak ahli waris menggugat tanpa surat kuasa

    Ahli Waris Bisa Menggugat Tanpa Surat Kuasa

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Putusan MA menegaskan ahli waris berhak menggugat pihak ketiga tanpa surat kuasa demi melindungi harta warisan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 838 PK/Pdt/2017 menegaskan satu hal penting dalam hukum perdata waris: seorang ahli waris tidak harus membawa surat kuasa dari ahli waris lain untuk menggugat pihak ketiga yang menguasai harta warisan secara melawan […]

expand_less