Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 235
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sering kali orang tua mengira anak tidak memperhatikan. Padahal, di sudut ruangan, anak justru menyerap semuanya—nada suara, raut wajah, hingga kata-kata yang terlontar saat orang tuanya bertengkar.

Konflik dalam rumah tangga memang tidak terhindarkan. Namun, yang jarang disadari, cara mengelola pertengkaran di keluarga justru membentuk cara anak memahami emosi, hubungan, dan rasa aman. Bukan konflik itu sendiri yang paling berpengaruh, melainkan bagaimana orang tua menanganinya.

Di sinilah peran orang tua menjadi sangat krusial.

Anak Belajar dari Apa yang Mereka Lihat, Bukan yang Kita Ucapkan

Anak adalah peniru ulung. Mereka belajar tentang dunia bukan dari ceramah panjang, tetapi dari contoh nyata yang mereka saksikan setiap hari.

Baca juga: Resmi, Panduan Lengkap Cek Bansos PKH-BPNT 2026

Ketika orang tua beradu argumen dengan suara tinggi dan emosi tak terkendali, anak bisa merasa cemas, bingung, bahkan takut. Namun sebaliknya, saat orang tua berbeda pendapat dengan tetap saling menghargai, anak belajar bahwa perbedaan tidak harus berujung luka.

Lebih jauh, anak memahami bahwa emosi boleh muncul, tetapi tetap perlu dikendalikan. Dari situ, anak mulai mengenali konsep empati, kesabaran, dan tanggung jawab emosional.

Cara Mengelola Konflik di Keluarga agar Anak Belajar Hal Positif

Mengelola konflik secara sehat bukan berarti meniadakan perbedaan. Justru, orang tua perlu menunjukkan bagaimana perbedaan dapat diselesaikan dengan dewasa.

Pertama, orang tua perlu mengatur emosi sebelum berbicara. Menenangkan diri bukan tanda kalah, melainkan bentuk kedewasaan. Ketika orang tua menunda diskusi sampai suasana lebih tenang, anak belajar bahwa emosi tidak boleh mengendalikan keputusan.

Selanjutnya, gunakan bahasa yang tidak menyalahkan. Kalimat yang dimulai dengan “aku merasa” jauh lebih mendidik dibandingkan tuduhan. Dengan cara ini, anak melihat contoh komunikasi yang jujur namun tetap menghormati.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk memperlihatkan proses berdamai. Permintaan maaf dan kesepakatan sederhana memberi pesan kuat kepada anak bahwa hubungan tidak runtuh hanya karena konflik.

Batasan yang Harus Dijaga Demi Keamanan Emosional Anak

Meski konflik bisa menjadi pembelajaran, orang tua tetap perlu memahami batasannya. Tidak semua pertengkaran pantas disaksikan anak, terutama konflik yang penuh amarah atau menyentuh persoalan sensitif.

Anak juga tidak boleh dijadikan penengah atau tempat meluapkan emosi. Peran ini dapat membebani anak secara psikologis dan membuat mereka merasa bertanggung jawab atas masalah orang dewasa.

Dengan menjaga batas yang jelas, orang tua tetap bisa menyelesaikan konflik tanpa mengorbankan rasa aman anak.

Ketika Pertengkaran Justru Menguatkan Ikatan Keluarga

Menariknya, konflik yang dikelola dengan sehat justru dapat memperkuat hubungan keluarga. Anak yang melihat orang tuanya mampu menyelesaikan perbedaan dengan baik cenderung tumbuh lebih percaya diri dan stabil secara emosional.

Anak juga belajar bahwa hubungan yang sehat bukanlah hubungan tanpa konflik, melainkan hubungan yang mau belajar, memperbaiki diri, dan saling memaafkan.

Baca juga: Membaca Arti Simbol NU dalam Sejarah Umat Islam Indonesia

Bekal ini akan sangat berarti ketika anak menghadapi konflik di sekolah, pertemanan, hingga kelak membangun keluarga sendiri.

Anak Mengingat Lebih Lama dari yang Kita Kira

Anak mungkin tidak selalu bertanya, tetapi mereka selalu mengamati. Setiap konflik yang terjadi di rumah meninggalkan jejak—entah berupa luka, atau justru pelajaran hidup.

Dengan memahami cara mengelola pertengkaran di keluarga, orang tua dapat mengubah momen sulit menjadi ruang belajar yang berharga. Pada akhirnya, bukan kesempurnaan yang anak butuhkan, melainkan contoh kejujuran, empati, dan tanggung jawab emosional dari orang tuanya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investor BEI

    Saham Media Mulai Dilirik Investor BEI

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Optimisme terhadap sektor media mulai terasa di pasar modal seiring membaiknya prospek ekonomi nasional. Pernyataan Menteri Keuangan RI mengenai arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi memicu respons positif dari pasar. Sejumlah saham media bergerak menguat dan menarik perhatian Investor BEI, termasuk investor ritel. Situasi ini membuka peluang, namun juga menuntut kehati-hatian. Investor […]

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

  • wanita haid

    Hukum Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Hukum wanita haid membaca doa akhir tahun menurut ulama. Tetap bisa berdoa, istighfar, dan muhasabah. albadarpost.com, FOKUS — Menjelang pergantian tahun, pertanyaan tentang ibadah kembali mengemuka di ruang publik, khususnya di kalangan muslimah. Salah satu yang kerap dipertanyakan adalah hukum wanita haid membaca doa akhir tahun. Isu ini penting karena menyentuh langsung praktik ibadah sehari-hari […]

  • Ilustrasi pengamatan hilal di ufuk barat saat matahari terbenam menjelang penentuan awal Syawal 1447 H

    Hilal Syawal 1447 Belum Terlihat, Lebaran Mundur?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hilal Syawal 1447 menjadi sorotan menjelang Idulfitri 2026. Berdasarkan penjelasan Kementerian Agama, posisi hilal awal Syawal 1447 H secara hisab belum memenuhi kriteria MABIMS. Kondisi ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah Lebaran akan mundur dan mengapa hilal belum terlihat meski Ramadan hampir berakhir. Sejak awal, isu ini langsung ramai dibahas. Selain […]

  • “Aktivitas bongkar muat kontainer ekspor Indonesia menuju negara-negara Asia Tenggara di pelabuhan”

    Eksportir RI Mulai Beralih ke ASEAN, Biaya Lebih Murah dan Pasar Dekat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar Asia Tenggara justru mulai dilirik banyak pelaku usaha Indonesia sebagai tujuan ekspor paling realistis tahun ini. Selain jaraknya lebih dekat, biaya logistik ke negara-negara ASEAN juga dinilai jauh lebih efisien dibanding pengiriman ke kawasan Eropa atau Amerika Serikat. Laporan terbaru Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional […]

  • Ilustrasi seseorang termenung di rumah mewah sebagai gambaran rezeki tidak berkah menurut ulama tasawuf.

    Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 316
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa […]

expand_less