Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Inilah Cinta Sejati Menurut Sufi: Mahabbah kepada Allah

Inilah Cinta Sejati Menurut Sufi: Mahabbah kepada Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah kita bertanya dalam diam—apakah cinta kita kepada Allah sudah benar-benar tulus? Atau justru masih penuh harap pada balasan?

Mahabbah kepada Allah bukan sekadar konsep dalam kitab tasawuf. Ia adalah cinta Ilahi yang hidup, berdenyut di hati, dan perlahan mengubah cara seseorang melihat dunia. Dalam pandangan para sufi, cinta kepada Allah bukan hanya perasaan, melainkan jalan sunyi yang menuntut keikhlasan, pengorbanan, dan keberanian meninggalkan ego.

Di titik inilah, mahabbah kepada Allah menjadi lebih dari sekadar istilah. Ia berubah menjadi pengalaman batin yang sulit dijelaskan, tetapi nyata dirasakan.

Apa Itu Mahabbah kepada Allah dalam Pandangan Sufi?

Suatu malam, dalam kisah yang sering dikutip, Rabi’ah al-Adawiyah berjalan membawa obor dan air. Ketika ditanya, ia menjawab ingin membakar surga dan memadamkan neraka—agar manusia mencintai Allah tanpa pamrih.

Kisah ini bukan sekadar simbol. Ia menggambarkan inti mahabbah kepada Allah: cinta yang tidak ditukar dengan apa pun.

Sementara itu, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa cinta kepada Allah tumbuh dari ma’rifat—pengenalan yang dalam terhadap-Nya. Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia tenggelam dalam cinta yang tidak bisa dipalsukan.

Karena itu, mahabbah bukan sesuatu yang instan. Ia tumbuh perlahan, seperti cahaya yang awalnya redup, lalu menerangi seluruh hati.

Dalil tentang Mahabbah kepada Allah

Konsep ini bukan sekadar pemikiran para sufi. Al-Qur’an telah lebih dulu menegaskannya:

“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 165)

Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang hingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ayat dan hadis ini memperjelas satu hal: mahabbah kepada Allah adalah inti dari iman itu sendiri.

Ciri-Ciri Mahabbah: Saat Cinta Terlihat dalam Sikap

Menariknya, cinta kepada Allah tidak pernah berhenti di hati. Ia selalu menemukan jalannya dalam tindakan.

Pertama, seseorang mulai mendahulukan Allah dalam setiap keputusan. Ia mungkin masih mencintai dunia, tetapi tidak lagi menomorsatukannya.

Kedua, ibadah terasa berbeda. Dzikir tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan. Ada rasa rindu yang sulit dijelaskan ketika jauh dari Allah.

Ketiga, saat ujian datang, ia tidak lagi mudah runtuh. Justru, ia melihatnya sebagai cara Allah mendekatkan diri.

Dan yang paling terasa, ia mulai menjauhi maksiat bukan karena takut semata, tetapi karena tidak ingin mengecewakan Zat yang dicintainya.

Tingkatan Mahabbah dalam Tasawuf

Para sufi membagi mahabbah kepada Allah ke dalam beberapa tingkatan. Menariknya, setiap tingkat menggambarkan kedalaman cinta seseorang.

Pada tingkat awal, cinta masih disertai harapan pahala dan takut siksa. Ini wajar, karena manusia memang memiliki kebutuhan itu.

Namun, pada tingkat berikutnya, cinta mulai murni. Seseorang beribadah karena sadar akan kebesaran Allah, bukan sekadar imbalan.

Lalu, di tingkat tertinggi, cinta menjadi total. Tokoh seperti Jalaluddin Rumi menggambarkannya sebagai api yang membakar ego hingga yang tersisa hanyalah Allah.

Di titik ini, cinta tidak lagi memiliki alasan. Ia hanya ada—dan terus ada.

Mengapa Mahabbah kepada Allah Penting di Zaman Sekarang?

Di tengah hidup yang serba cepat, banyak orang merasa lelah tanpa tahu penyebabnya. Segalanya terlihat cukup, tetapi hati tetap kosong.

Di sinilah mahabbah kepada Allah menjadi jawaban yang sering terlupakan.

Cinta Ilahi memberi arah saat hidup terasa kabur. Ia menghadirkan ketenangan yang tidak bergantung pada keadaan. Bahkan, dalam kesulitan sekalipun, seseorang tetap bisa merasa “cukup”.

Lebih dari itu, mahabbah membentuk karakter. Orang yang mencintai Allah cenderung lebih sabar, jujur, dan penuh empati.

Cara Menumbuhkan Mahabbah kepada Allah

Meski terdengar tinggi, mahabbah kepada Allah bisa mulai dibangun dari langkah sederhana.

Mulailah dengan memperbanyak dzikir, meski hanya beberapa menit setiap hari. Lalu, biasakan membaca Al-Qur’an dengan memahami maknanya.

Selain itu, luangkan waktu untuk merenung. Perhatikan bagaimana Allah bekerja dalam hidup kita—sering kali lewat cara yang tak terduga.

Yang tak kalah penting, jaga niat dalam setiap ibadah. Karena pada akhirnya, cinta tumbuh dari keikhlasan yang terus dilatih.

Cinta yang Tidak Pernah Mengecewakan

Mahabbah kepada Allah bukan perjalanan yang mudah. Namun, ia adalah satu-satunya cinta yang tidak pernah mengecewakan.

Ketika dunia berubah, ketika manusia pergi, cinta ini tetap tinggal.

Dan mungkin, di sanalah letak keindahannya—cinta yang tidak terlihat, tetapi mampu menguatkan seseorang dalam diam. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galuh Ethnic Carnival

    Lautan Manusia di Pendopo Ciamis, Pesan di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Galuh Ethnic Carnival kembali menjadi magnet utama peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Namun di balik ramainya karnaval budaya dan lautan warga yang memenuhi kawasan Pendopo Bupati, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan seni. Tahun ini, Galuh Ethnic Carnival atau GEC 2026 tidak hanya menghadirkan atraksi budaya. Sebaliknya, […]

  • Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menghadiri Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna bersama Forkopimda dan masyarakat.

    Dandim 0612 Hadiri Idul Adha Tasikmalaya, Suasana Khidmat Selimuti Singaparna

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Idul Adha Tasikmalaya terasa berbeda di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi, ribuan langkah jamaah terus berdatangan memenuhi halaman masjid. Takbir menggema pelan dari pengeras suara. Di sela udara pagi yang masih dingin, aroma sajadah dan rumput basah bercampur menjadi satu. Momentum Hari Raya Kurban tingkat Kabupaten Tasikmalaya […]

  • Donor Darah Tasikmalaya

    Diky Chandra Apresiasi Para Pendonor Darah di Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejumlah warga tampak saling menyapa, berbincang hangat, dan berbagi pengalaman tentang satu hal yang sama: donor darah. Di tengah pertemuan itu, tersimpan banyak kisah yang jarang terdengar. Ada yang sudah mendonorkan darah puluhan kali. Ada pula yang mengaku pertama kali […]

  • Polisi Pangandaran membantu wisatawan memperbaiki kunci motor rusak saat Operasi Ketupat Lodaya 2026 di kawasan Pantai Pangandaran.

    Motor Wisatawan Terkunci di Pantai Pangandaran, Aksi Cepat Polisi Ini Bikin Haru

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi polisi bantu wisatawan Pangandaran kembali menjadi perhatian publik. Kejadian ini memperlihatkan bagaimana aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat. Dalam momen Operasi Ketupat Lodaya 2026, seorang anggota polisi terlihat membantu wisatawan yang mengalami masalah pada sepeda motor di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Rabu (25/3/2026). Peristiwa […]

  • perlindungan PMI

    Menggugat Sistem Perlindungan Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian PMI di Arab Saudi menegaskan lemahnya perlindungan negara atas pekerja migran. albadarpost.com, EDITORIAL – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat, Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah nekat melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Ia diduga mengalami tekanan berat akibat tidak digaji oleh majikannya. Peristiwa ini bukan […]

  • Lansia terseret arus

    Tragis! Pahroni Ditemukan Meninggal di Muara Sungai Ciwulan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pencarian lansia terseret arus di Sungai Ciwulan akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari operasi pencarian tanpa henti, tim SAR gabungan menemukan Pahroni (69), warga Kampung Borosole RT 02 RW 04 Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, dalam kondisi meninggal dunia di area muara sungai. Korban hanyut di Sungai Ciwulan pada Selasa, […]

expand_less