Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Tim SAR Cari Korban di Cirahong

Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Tim SAR Cari Korban di Cirahong

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana tenang di sekitar Jembatan Cirahong, perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis, mendadak berubah tegang pada Sabtu pagi (23/5/2026). Seorang pria diduga nekat melompat ke Sungai Citanduy dan langsung terseret arus deras. Peristiwa di Jembatan Cirahong itu sontak memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur.

Mulai dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Kota Tasikmalaya, BPBD Ciamis, Basarnas Pos Tasikmalaya, Tagana, TNI, Polri, relawan hingga warga setempat turun langsung ke lokasi.

Dan suasananya terasa sangat sunyi di sekitar bibir sungai.

Beberapa warga terlihat berdiri cukup lama di atas jembatan sambil memandangi arus Citanduy yang terus bergerak deras. Sementara suara mesin perahu karet sesekali memecah kesunyian pagi di sekitar lokasi pencarian.

Aneh, tapi nyata.

Di tengah lalu lintas kendaraan yang tetap melintas seperti biasa, operasi pencarian di bawah Jembatan Cirahong justru menyimpan ketegangan yang sulit dijelaskan.

Pemancing Jadi Saksi Awal Dugaan Korban Lompat ke Sungai Citanduy

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Aks, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui dari keterangan seorang pemancing di sekitar lokasi.

Menurut saksi, korban terlihat melompat dari Jembatan Cirahong sekitar pukul 09.00 WIB lalu langsung hanyut terbawa arus Sungai Citanduy.

“Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya barang-barang milik korban yang tertinggal di atas jembatan,” ujar Roni.

Lokasi kejadian berada di Kampung Sukakarya RT 031/006 Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Jembatan Cirahong sendiri dikenal sebagai jalur penghubung vital antara Tasikmalaya dan Ciamis. Selain memiliki nilai sejarah, kawasan tersebut juga terkenal dengan arus sungai yang cukup deras dan dalam, terutama saat debit air meningkat.

Karena itu, pencarian korban tidak berlangsung mudah.

Tim SAR Bagi Pencarian Menjadi Tiga Titik Operasi

Untuk mempercepat pencarian, tim SAR gabungan membagi operasi menjadi beberapa titik penyisiran di sepanjang aliran Sungai Citanduy.

Dua perahu LCR diterjunkan untuk menyisir area genangan hingga kawasan Lewi Putat belakang Lembah Mediana. Sementara tim lain menggunakan perahu rafting untuk menyusuri jalur dari Cirahong menuju titik-titik arus yang dinilai rawan.

Personel yang terlibat juga cukup banyak.

Mulai dari Fauzi Rahmat bersama tim BPBD, Yunus, Dani, Panji, Eza, Fahmi, hingga Yayan Ariel sebagai pengemudi kendaraan operasional.

Mereka membawa berbagai perlengkapan seperti:

  • perahu lipat,
  • mesin perahu,
  • alat pelindung diri,
  • kantong jenazah,
  • hingga perlengkapan evakuasi air lainnya.

Di tepian sungai, beberapa relawan tampak sibuk menyiapkan tali dan perlengkapan keselamatan sambil terus memantau arah arus air.

Tidak semua orang kuat melihat suasana seperti itu dari dekat.

Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Utama Tim Pencarian

Hingga Sabtu siang, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan fokus menyisir area sekitar lokasi kejadian dan jalur arus yang diperkirakan menjadi lintasan korban.

Namun derasnya arus Sungai Citanduy menjadi tantangan utama di lapangan.

Apalagi beberapa bagian sungai memiliki pusaran air dan kedalaman yang cukup berbahaya.

Karena itu, petugas harus bergerak sangat hati-hati.

Sesekali terdengar instruksi dari anggota tim SAR kepada relawan di tepi sungai. Sementara beberapa warga memilih diam sambil menatap arah perahu yang bergerak perlahan mengikuti arus.

Dan suasana itu sulit dijelaskan.

Di satu sisi semua orang berharap korban segera ditemukan. Tetapi di sisi lain, derasnya Citanduy membuat proses pencarian penuh ketidakpastian.

Polisi dan Aparat Desa Turut Lakukan Pengamanan Lokasi

Selain operasi SAR, pihak kepolisian bersama perangkat desa juga berada di lokasi untuk membantu pengamanan dan pendataan.

Hingga saat ini identitas korban belum diumumkan secara resmi sambil menunggu proses pencarian dan konfirmasi dari pihak keluarga.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar.

SAR Bandung juga mengimbau warga agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda seseorang hendak melakukan tindakan berbahaya di lokasi publik.

Kadang tekanan hidup memang tidak selalu terlihat dari luar.

Ada orang yang tetap tampak tenang di keramaian. Tetapi diam-diam menyimpan beban yang tidak pernah benar-benar diceritakan kepada siapa pun.

Mungkin karena itu, tragedi seperti ini selalu meninggalkan suasana yang berbeda bagi warga sekitar.

Jembatan Cirahong hari itu bukan hanya menjadi saksi derasnya arus Sungai Citanduy.

Tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik ramainya kehidupan sehari-hari, ada banyak orang yang mungkin sedang berjuang sendirian melawan gelap di dalam pikirannya sendiri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • dzikir

    Jangan Tinggalkan Dzikir Hanya Karena Hati Belum Khusyuk

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada ironi dalam kehidupan kita: untuk mengingat banyak hal duniawi, kita tidak membutuhkan suasana hati yang sempurna. Kita bisa mengingat tagihan, pekerjaan, pesan WhatsApp, jadwal rapat, bahkan komentar orang yang membuat kesal. Namun, ketika hendak dzikir atau mengingat Allah, sebagian dari kita justru merasa harus menunggu hati benar-benar tenang dan khusyuk. Pesan […]

  • wajib militer Singapura

    Tak Lapor Wajib Militer Singapura, Pria Keturunan Indonesia Terancam Penjara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus wajib militer Singapura kembali menjadi sorotan publik setelah pengadilan menyatakan seorang pria berdarah Indonesia bersalah karena tidak menjalani National Service Singapura (NS). Pria tersebut dianggap melanggar hukum wajib militer Singapura, meskipun ia mengklaim memiliki kewarganegaraan Indonesia dan merasa tidak wajib mengikuti program tersebut. Perkara ini menarik perhatian karena menyangkut status […]

  • pelajar Pangandaran

    Pelajar Pangandaran Keluar Malam, Polisi Temukan Kondisi Tak Terduga

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Aktivitas seorang pelajar Pangandaran pada malam hari menjadi perhatian petugas Satlantas Polres Pangandaran saat melakukan penertiban kendaraan dan pemantauan aktivitas masyarakat, Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung hingga Minggu dini hari, 23 Agustus 2026, petugas mendapati seorang siswi masih berada di luar rumah. Saat hendak diberikan imbauan, siswi […]

  • Oleh-oleh luar negeri

    Bea Cukai Ingatkan Batas Oleh-Oleh Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Koper sudah penuh. Cokelat, camilan khas, parfum, hingga kosmetik untuk keluarga dan teman telah tersusun rapi. Suasana seperti ini hampir selalu menjadi penutup perjalanan wisata ke luar negeri. Namun sebelum pesawat mendarat di Indonesia, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni memastikan oleh-oleh luar negeri yang dibawa masih sesuai ketentuan. […]

  • puasa pekerja migran Singapura

    Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai. Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja […]

expand_less