Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai.

Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja di Singapura, ia menjalani puasa sebagai pekerja migran Singapura dengan berbagai pengalaman yang tidak mudah.

Dalam banyak cerita puasa pekerja migran di Singapura, kisah Astuti menjadi gambaran nyata bagaimana Ramadan dijalani jauh dari rumah, keluarga, dan suasana kampung halaman.

Maghrib Masih Kerja, Pernah Berbuka dengan Air Taman

Astuti mengingat beberapa momen ketika waktu berbuka tiba, tetapi pekerjaannya belum selesai.

Ya sampai saya sering maghrib masih kerja atau di luar bersama majikan. Pernah juga saya membatalkan puasa dengan minum air taman,” kata Astuti kepada redaksi albadarpost.com melalui pesan WhatsApp.

Peristiwa itu terjadi saat ia menemani majikan beraktivitas di luar rumah. Ketika rasa haus tidak tertahankan, ia akhirnya meminum air dari keran taman.

Bagi sebagian orang, situasi tersebut mungkin terdengar berat. Namun bagi Astuti, pengalaman itu sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup sebagai pekerja migran.

Tidur Hanya Dua Jam, Lalu Sahur dan Bekerja Lagi

Tantangan puasa di negeri orang tidak berhenti pada waktu berbuka yang tidak menentu. Astuti juga harus menjalani jadwal kerja yang panjang setiap hari.

Ia bercerita bahwa pekerjaannya sering selesai sangat larut malam.

Kadang selesai kerja itu jam 11 malam. Setelah mandi salat baru bisa tidur jam 1 dini hari dan jam 3 nya harus bangun sahur. Setelah salat subuh harus mulai kerja lagi,” ujarnya.

Dengan waktu istirahat yang sangat terbatas, Astuti tetap menjalani puasa seperti biasa. Ia mengaku tubuhnya akhirnya terbiasa setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas tersebut.

Puluhan Kali Lebaran Tanpa Pulang Kampung

Tidak hanya Ramadan yang ia jalani jauh dari keluarga. Astuti juga harus melewati banyak Hari Raya Idul Fitri di Singapura.

Selama dua dekade bekerja di sana, ia telah merayakan Lebaran berkali-kali tanpa pulang ke kampung halaman.

Dan saya sudah terbiasa puluhan kali lebaran di sini,” katanya.

Momen Lebaran sering menjadi saat yang paling menguji perasaan para pekerja migran. Ketika keluarga berkumpul di rumah, mereka justru berada jauh di negeri orang.

Rindu Keluarga yang Selalu Datang

Meski sudah terbiasa, Astuti mengaku rasa rindu tetap muncul terlebih tiap Ramadan. Ia sering membayangkan suasana sahur dan berbuka bersama keluarga di rumah.

Namun ia memilih menerima keadaan dengan lapang dada.

Pasti kangen keluarga, tapi ini lah takdir Tuhan yang harus saya jalani,” ujarnya.

Bagi Astuti, bekerja di Singapura adalah jalan hidup yang ia tempuh demi membantu keluarga di kampung halaman.

Ramadan Para Perantau

Cerita Astuti sebenarnya hanya satu dari banyak kisah puasa pekerja migran di Singapura. Banyak pekerja migran Indonesia menjalani Ramadan dengan tantangan yang hampir serupa.

Sebagian harus bekerja hingga malam. Sebagian lagi menjalani puasa dengan waktu istirahat yang sangat terbatas.

Namun di balik semua itu, mereka tetap bertahan karena memiliki harapan untuk masa depan keluarga.

Kebersamaan yang Menguatkan

Walaupun jauh dari keluarga, para pekerja migran sering menemukan kebersamaan baru di negeri orang. Mereka berbagi makanan saat berbuka dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

Kadang mereka juga mengadakan buka puasa bersama pada hari libur. Momen sederhana itu sering membuat Ramadan terasa lebih hangat.

Kebersamaan tersebut menjadi cara untuk mengurangi rasa rindu sekaligus menambah semangat menjalani kehidupan di perantauan.


Cerita puasa pekerja migran di Singapura memperlihatkan sisi lain dari kehidupan para perantau. Kisah Astuti menunjukkan bahwa Ramadan di negeri orang sering dipenuhi tantangan, pengorbanan, dan kerinduan.

Namun di balik semua itu, para pekerja migran tetap menjalani puasa dengan kesabaran dan keteguhan hati.

Bagi mereka, setiap hari kerja dan setiap Ramadan yang dijalani jauh dari rumah merupakan bagian dari perjuangan untuk masa depan keluarga. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemotongan bansos PKH

    Kartu Bansos Ditahan Pendamping, Warga Margamulya Gagal Cairkan Bantuan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Warga Margamulya Lebak gagal cairkan bansos karena kartu ditarik pendamping tanpa kejelasan. Kartu Bansos Ditahan, Warga Margamulya Mengeluh Tak Bisa Cairkan Bantuan albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini belum bisa mencairkan dana bantuan sosial meski telah menerima kartu dan notifikasi pencairan dari pemerintah. Kasus ini menambah deretan […]

  • Wanita Haid Marah

    Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 248
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pertanyaan tentang wanita haid marah sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ada suami yang bingung menghadapi perubahan emosi istrinya. Ada pula perempuan yang merasa dirinya lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat menangis saat datang bulan. Lalu sebenarnya, apakah perubahan emosi saat haid memang diakui dalam Islam? Atau itu hanya anggapan masyarakat semata? Dalam kajian […]

  • Kolaborasi Persib Bandung dan operator liga dalam penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 demi prestasi internasional

    Kolaborasi Klub dan Liga, Kunci Idealnya Jadwal BRI Super League 2025/2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah ketatnya kalender sepak bola modern, satu hal menjadi semakin jelas: kompetisi berkualitas lahir dari komunikasi yang sehat. Penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi klub dan operator liga mampu menjaga performa tim sekaligus martabat kompetisi nasional. Persib Bandung, yang tampil di dua panggung berbeda—domestik dan […]

  • Tol Getaci

    Kementerian PU Mulai Tol Getaci 2026, Akses Priatim Diperluas

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kementerian PU memastikan Tol Getaci dibangun 2026 untuk mempercepat akses dan konektivitas Priatim. albadarpost.com, FOKUS – Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan Tol Getaci akan dimulai pada 2026. Proyek jalan tol sepanjang 206,65 kilometer ini dinilai krusial untuk membuka keterisolasian wilayah Priangan Timur dan mempercepat konektivitas Jawa Barat–Jawa Tengah. Kepastian ini penting bagi warga Priatim yang […]

  • Tim SAR mengevakuasi korban pemancing tenggelam di Sungai Blok Bong Indramayu setelah pencarian dua hari.

    Operasi SAR Berakhir Duka, Pemancing Tenggelam Ditemukan di Sungai Indramayu

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pemancing tenggelam Indramayu kembali memicu perhatian publik. Insiden pemancing tenggelam di Indramayu ini berujung duka setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Senin (4/5/2026). Korban diketahui bernama Agus Gunawan (24), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di aliran sungai kawasan Sungai Blok Bong, tepatnya di Desa […]

  • Jamaah Haji Tasikmalaya

    Penuh Haru! Jamaah Haji Tasikmalaya Resmi Berangkat, Pesan Wali Kota Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jamaah Haji Kota Tasikmalaya akhirnya resmi diberangkatkan. Suasana pelepasan jamaah haji Tasikmalaya 2026 di Masjid Agung berubah haru. Tangis keluarga pecah. Doa-doa mengalir tanpa henti. Kamis (16/4/2026), Viman Alfarizi Ramadhan hadir langsung dalam prosesi pelepasan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Ia berdiri di hadapan ratusan jamaah dan keluarga yang sejak pagi […]

expand_less