Kapolresta Cup Tasikmalaya Pecah, 633 Atlet Rebut Gelar
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara Bersama Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto menerima racket dari Ketua PBSI Kota Tasikmalaya Selasa (23/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara shuttlecock beradu dengan senar raket terdengar nyaris tanpa jeda. Dari satu lapangan ke lapangan lain, para atlet bergerak cepat mengejar setiap poin. Sorak penonton sesekali pecah ketika reli panjang berakhir dengan smash keras yang sulit dikembalikan.
Atmosfer itulah yang terasa dalam Kejuaraan Bulutangkis Kapolresta Cup Open 2026. Turnamen yang menjadi bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tersebut sukses menyedot perhatian pecinta olahraga sekaligus memperlihatkan besarnya potensi bulutangkis Kota Tasikmalaya.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 633 atlet dan pemain ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Angka itu menjadikan Kapolresta Cup 2026 sebagai salah satu turnamen bulutangkis dengan partisipasi terbesar di Tasikmalaya dalam beberapa tahun terakhir.
285 Atlet Binaan Siap Adu Prestasi
Di antara ratusan peserta yang turun bertanding, sebanyak 285 atlet merupakan atlet binaan prestasi atau Binpres dari berbagai perkumpulan bulutangkis di Kota Tasikmalaya.
Mereka datang membawa harapan klub masing-masing. Selain mengejar gelar juara, para pemain muda ini juga ingin membuktikan hasil latihan yang selama ini mereka jalani.
Panitia pelaksana AKP Nurrozi menjelaskan tujuh klub besar mengirimkan kekuatan terbaiknya. Ketujuh klub tersebut yakni PB Kurnia, PB Kusuma, PB Mitra Jaya, PB Anugerah Mandiri, PB Kharisma, PB Sembilan, dan PB Fasletic.
Para atlet bertanding di berbagai nomor pertandingan, mulai dari tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri hingga ganda campuran pada berbagai kelompok umur.
Karena itu, sejak babak awal pertandingan sudah berlangsung ketat. Setiap atlet berusaha menjaga konsistensi permainan karena satu kesalahan kecil bisa mengubah jalannya laga.
Bukan Sekadar Turnamen, Tapi Barometer Kekuatan Bulutangkis Tasik
Menurut panitia, Kapolresta Cup Open 2026 tidak hanya bertujuan mencari juara. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet sekaligus barometer perkembangan bulutangkis daerah.
Persaingan antarklub terlihat semakin kompetitif. Beberapa klub datang dengan reputasi kuat, sementara klub lain membawa generasi muda yang siap menciptakan kejutan.
PB Kurnia berupaya mempertahankan dominasi yang selama ini mereka bangun. Di sisi lain, PB Kusuma dan PB Mitra Jaya menurunkan pemain muda yang dikenal memiliki kecepatan dan daya juang tinggi.
Sementara itu, PB Anugerah Mandiri, PB Kharisma, PB Sembilan, dan PB Fasletic berusaha mengubah peta persaingan melalui penampilan atlet-atlet potensial yang terus berkembang.
Akibatnya, hampir setiap pertandingan menghadirkan tensi tinggi dan duel menarik yang menghibur penonton.
HUT Bhayangkara Jadi Momentum Pembinaan Atlet
Kejuaraan ini juga menunjukkan bahwa peringatan HUT Bhayangkara tidak hanya berlangsung dalam bentuk kegiatan seremonial.
Melalui olahraga, Polri turut mendorong pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat budaya kompetisi yang sehat di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara Polresta Tasikmalaya dan PBSI Kota Tasikmalaya membuka ruang bagi atlet-atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding yang berharga.
Selain meningkatkan kualitas permainan, kompetisi seperti ini juga membantu proses pencarian bibit unggul yang berpotensi bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Tasikmalaya Ingin Lahirkan Susi Susanti Baru
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara yang hadir langsung dalam pembukaan kejuaraan menegaskan bahwa bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga prioritas daerah.
Menurutnya, Tasikmalaya memiliki sejarah panjang dalam dunia bulutangkis nasional. Nama-nama besar seperti Susi Susanti dan Lidia Wijaya menjadi bagian dari warisan prestasi yang hingga kini masih menginspirasi generasi muda.
Lebih jauh, Diky mengungkapkan bahwa saat ini Kota Tasikmalaya juga memiliki atlet yang berada di Pelatnas. Kehadiran wakil daerah di pusat latihan nasional menjadi indikator bahwa sistem pembinaan yang dijalankan PBSI dan klub-klub lokal berada pada jalur yang tepat.
Karena itu, ia berharap Kapolresta Cup Open 2026 mampu melahirkan lebih banyak atlet yang kelak membawa nama Tasikmalaya ke panggung nasional bahkan internasional.
Bulutangkis mungkin dimainkan di dalam gedung. Namun dari lapangan-lapangan itulah mimpi besar sering lahir. Dan ketika 633 atlet berkumpul dalam satu arena, Tasikmalaya sedang mengirim pesan kuat bahwa tradisi juara itu masih hidup. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar