Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 260
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KIM Tasikmalaya memperkuat literasi digital untuk menekan laju hoaks yang menyebar lebih cepat dari informasi benar.

albadarpost.com, LENSA – Arus informasi yang bergerak tanpa jeda kembali menjadi sorotan pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Cisayong, Kamis, 20 November 2025. Agenda ini digelar untuk memperkuat literasi digital warga, terutama di wilayah Utara Kabupaten Tasikmalaya, yang kian terpapar banjir informasi dari ruang daring. Pemerintah daerah menilai penguatan ini mendesak mengingat hoaks terus beredar dengan kecepatan yang melampaui kemampuan publik untuk memverifikasi.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, H. Roni Imroni, S.Sos., M.M., membuka kegiatan sekaligus menegaskan posisi KIM sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyebut kelompok ini bukan sekadar corong informasi publik, tetapi benteng pertama masyarakat dalam memilah kabar yang valid. Menurutnya, ruang digital yang makin padat informasi menuntut KIM bekerja lebih presisi dan lebih peka terhadap dampak penyebaran kabar yang keliru.

“Kami berharap KIM membantu pemerintah daerah menyaring informasi sebelum sampai ke publik,” ujar Roni di hadapan peserta dari berbagai desa di wilayah Utara Tasikmalaya.

Materi yang diberikan meliputi teknik verifikasi sederhana, cara membaca ulang sumber informasi, hingga pengenalan pola umum kabar palsu yang marak beredar melalui grup percakapan. Diskusi berlangsung intens terutama ketika peserta membahas variasi hoaks yang kian sulit dibedakan dari kabar resmi. Narasumber dari FK KIM, praktisi komunikasi visual, dan pengelola media komunitas memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana komunitas dapat mengelola arus informasi secara bertanggung jawab.


Hoaks yang Menyebar Enam Kali Lebih Cepat

Seusai kegiatan, Roni memberikan penjelasan lebih rinci mengenai karakter penyebaran hoaks yang dinilainya semakin agresif. Ia merujuk pada berbagai penelitian internasional yang menunjukkan hoaks menyebar hingga enam kali lebih cepat dibandingkan informasi yang benar. Temuan tersebut, kata Roni, bukan dugaan, melainkan hasil riset yang dikaji dengan metodologi ketat.

Salah satu rujukan utama berasal dari penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dipublikasikan dalam jurnal Science. Studi tersebut menelaah lebih dari 126 ribu informasi di internet dan memverifikasinya melalui enam lembaga pengecek fakta internasional, mulai Snopes hingga FactCheck. Hasilnya memperlihatkan dua pertiga informasi yang beredar terbukti palsu, sementara hanya sebagian kecil yang benar-benar faktual.

Penelitian itu juga memperlihatkan perbedaan drastis dalam kecepatan penyebaran. Hoaks hanya memerlukan sekitar 10 jam untuk mencapai 1.500 orang. Informasi benar butuh waktu enam kali lebih lama, sekitar 60 jam, untuk menjangkau audiens yang sama. Temuan lain lebih mengkhawatirkan: satu persen hoaks bisa dibagikan hingga 100 ribu kali, capaian yang jarang ditembus berita faktual.

“Perbandingannya sangat jauh. Informasi benar bergerak seperti lari jarak jauh, sementara hoaks menempuh lintasan sprint,” kata Roni.

Derasnya arus penyebaran hoaks membuat literasi digital menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki warga. Roni menekankan pentingnya jeda sebelum membagikan informasi. Menurutnya, tiga langkah sederhana—memeriksa sumber, tanggal, dan konteks—bisa menahan laju kabar palsu yang seringkali tersebar lebih karena kelalaian daripada niat buruk.


Tanggung Jawab Komunitas di Tengah Ledakan Informasi

Penguatan literasi digital di tingkat komunitas, kata Roni, bukan sekadar program pelatihan, tetapi strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menjaga ruang informasi tetap sehat. KIM disebutnya memiliki posisi unik karena bekerja di wilayah yang dekat dengan warga sekaligus cukup peka terhadap dinamika sosial di lingkungannya.

Baca juga: Pemprov Jabar Kebut Penataan Bangunan Pesantren untuk Tingkatkan Keamanan

Melalui Bimtek ini, Dishubkominfo berharap KIM dapat membangun sistem internal yang mampu mengidentifikasi dan memfilter konten yang berpotensi menyesatkan. Dengan dukungan pelatihan berkala, pemerintah daerah menilai komunitas memiliki peluang besar untuk menjadi penyeimbang arus informasi yang kerap tak terkendali.

Kegiatan di Cisayong ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan KIM yang digelar di beberapa kecamatan lainnya. Konteksnya tetap sama: ruang digital yang makin padat membuat peran warga sebagai penjaga mutu informasi kian penting. Jika kapasitas KIM tidak ditingkatkan, masyarakat akan lebih mudah terseret arus kabar yang tidak terverifikasi.

Penguatan literasi digital KIM menjadi langkah penting untuk menekan laju hoaks dan menjaga ruang informasi Kabupaten Tasikmalaya tetap sehat. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sertifikat tanah

    Pentingnya Sertifikat Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Kasus Nenek Elina di Surabaya menegaskan risiko sengketa tanah tanpa sertifikat tanah yang kuat dan sah. albadarpost.com, FOKUS – Kasus pengusiran dan perobohan rumah yang dialami Nenek Elina Widjajati di Surabaya kembali menyorot persoalan klasik kepemilikan lahan di Indonesia: lemahnya perlindungan hukum bagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah resmi. Peristiwa ini penting karena menyangkut […]

  • Uang Mainan Pangandaran

    Beli Motor Pakai Uang Mainan, Polisi Pangandaran Kembangkan Kasus

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah transaksi jual beli sepeda motor di Kabupaten Pangandaran yang semula tampak biasa berubah menjadi perkara hukum setelah pembayaran diduga menggunakan uang mainan. Peristiwa ini tidak hanya berujung pada penangkapan seorang terduga pelaku, tetapi juga membuka penyelidikan baru untuk mengungkap asal-usul uang yang dipakai dalam transaksi tersebut. Kasus uang mainan Pangandaran […]

  • Khutbah Arafah

    Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun, Ini Niat dan Dalilnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pencarian tentang niat puasa Arafah, puasa Zulhijah, dan puasa Tarwiyah mulai ramai menjelang datangnya Iduladha. Banyak umat Islam ingin mengetahui bacaan niat yang benar lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, hingga dalil keutamaannya. Puasa sunnah di awal Zulhijah memang memiliki keistimewaan tersendiri. Selain menjadi amalan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ, ibadah ini juga […]

  • haid tanda baligh

    Baligh Perempuan Dimulai dari Pertama Haid

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Haid menandai baligh perempuan dalam Islam. Sejak titik itu, kewajiban ibadah berlaku penuh. Fakta ini membawa implikasi serius bagi kebijakan pendidikan agama, terutama di sekolah dan keluarga. Ketika negara dan lembaga pendidikan abai, risiko kesenjangan pemahaman syariat pada remaja perempuan semakin besar. Dalam fikih Islam, baligh tidak menunggu usia administratif. Ia ditentukan […]

  • Tradisi Merlawu Ciamis

    Tradisi Merlawu Ciamis, Warga Perantauan Pulang Kampung

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Tradisi Merlawu Ciamis 2026 kembali mempertemukan warga Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, di kawasan Situs Kabuyutan Gandoang, Jumat (28/8/2026). Sejak pagi, warga berdatangan menuju kawasan situs yang berada di ujung persawahan. Mereka membawa rantang, termos, hingga kantong berisi makanan dari rumah. Bekal tersebut kemudian menjadi bagian dari tradisi botram setelah rangkaian […]

  • Harapan Hidup Tasikmalaya

    Harapan Hidup Naik, Mengapa Warga Tasikmalaya Lebih Sering Sakit?

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Harapan Hidup Tasikmalaya terus meningkat. Namun, pada saat yang sama, keluhan kesehatan warga Kota Tasikmalaya juga ikut bertambah. Sekilas dua fakta ini tampak bertolak belakang. Bukankah masyarakat yang hidup lebih lama seharusnya semakin sehat? Justru di situlah letak cerita menarik yang diungkap data terbaru Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026. Publikasi Badan Pusat […]

expand_less