Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Larangan Keras Tak Mampu Hentikan Tambang Pasir, Apa yang Salah?

Larangan Keras Tak Mampu Hentikan Tambang Pasir, Apa yang Salah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengerukan pasir sungai kembali menjadi sorotan karena aktivitas ini terus berlangsung meski larangan sudah ditegakkan. Fenomena pengerukan pasir sungai, tambang ilegal, dan eksploitasi sungai menunjukkan masalah yang belum terselesaikan. Di satu sisi, penindakan terlihat tegas. Namun di sisi lain, solusi nyata justru hampir tidak terdengar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pendekatan saat ini sudah tepat?

Larangan Keras, Tapi Masalah Tetap Berulang

Pemerintah dan aparat sebenarnya tidak tinggal diam. Razia dan penertiban kerap dilakukan di berbagai titik. Meski begitu, aktivitas pengerukan pasir sungai tetap muncul kembali setelah penindakan selesai.

Hal ini terjadi karena pemerintah dan pihak terkait belum menyentuh akar masalah secara menyeluruh.. Banyak pelaku bergantung pada aktivitas tersebut sebagai sumber penghasilan utama. Oleh karena itu, ketika pemerintah memberlakukan larangan tanpa menyediakan alternatif, mereka akan kembali ke pekerjaan yang sama.

Selain itu, lemahnya pengawasan berkelanjutan turut memperparah kondisi. Setelah operasi selesai, kontrol di lapangan seringkali menurun. Akibatnya, aktivitas ilegal kembali berjalan secara perlahan.

Baca juga: 9 Cara Cerdas UMKM Dapat Pelanggan Baru, Nomor 7 Bikin Kaget!

Dampak Lingkungan yang Tidak Bisa Diabaikan

Pengerukan pasir sungai bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga berdampak besar terhadap lingkungan. Aktivitas ini dapat merusak struktur alami sungai dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Lebih jauh lagi, pengerukan berlebihan memicu erosi di bantaran sungai. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan longsor dan memperparah risiko banjir. Selain itu, kualitas air juga ikut menurun, sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, kerusakan lingkungan seringkali membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan. Karena itu, langkah pencegahan seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar penindakan setelah kerusakan terjadi.

Minim Solusi Jadi Akar Persoalan

Masalah utama dalam isu ini terletak pada kurangnya solusi konkret. Larangan memang penting, tetapi tanpa strategi lanjutan, kebijakan tersebut tidak akan efektif.

Seharusnya, pemerintah mulai mendorong program alternatif ekonomi bagi masyarakat terdampak. Misalnya, pelatihan kerja, bantuan usaha kecil, atau pengembangan sektor lain yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah perlu menetapkan regulasi yang jelas dan konsisten. Ketika aturan berubah-ubah atau tidak tegas, pelaku akan mencari celah untuk tetap beroperasi.

Lebih penting lagi, pemerintah dan pihak terkait harus terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh secara alami.

Saatnya Beralih ke Solusi Berkelanjutan

Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya akan semakin meluas. Oleh sebab itu, semua pihak perlu bergerak bersama untuk mencari solusi yang lebih efektif.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dapat menjadi langkah awal. Dengan kerja sama yang kuat, kebijakan tidak hanya berhenti pada larangan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata.

Selain itu, pemanfaatan teknologi untuk pengawasan juga bisa menjadi strategi baru. Dengan sistem yang lebih modern, aktivitas ilegal dapat dipantau secara lebih efektif.

Pengerukan pasir sungai merupakan masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan dengan larangan semata. Pemerintah dan pihak terkait harus menerapkan pendekatan menyeluruh yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Karena itu, pemerintah dan pihak terkait harus segera mewujudkan solusi berkelanjutan agar masalah ini tidak terus berulang. Jika mereka mulai menerapkan langkah konkret sekarang, maka peluang untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat akan semakin besar. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IKAPTK Tasikmalaya 2025-2030 di hotel Kota Tasikmalaya dihadiri ASN dan pejabat untuk penguatan pelayanan publik

    Resmi Dilantik, IKAPTK Tasikmalaya Siap Tancap Gas Dukung Program Kota

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Tasikmalaya menjadi momen penting dalam penguatan korps kepamongprajaan di Priangan Timur. Kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda formal, tetapi juga membawa semangat baru bagi para alumni kepamongprajaan untuk meningkatkan pelayanan publik. Sejak awal, pelantikan IKAPTK Tasikmalaya langsung menunjukkan arah yang jelas, yakni membangun […]

  • Persib vs Semen Padang

    Persib Gila! Bungkam Semen Padang 2-0, Lawan Mulai Ketar-Ketir

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Persib vs Semen Padang, hasil Persib Bandung hari ini, hingga skor Semen Padang vs Persib langsung jadi sorotan usai Persib Bandung menang 2-0 atas Semen Padang FC, Minggu (5/4/2026). Sejak awal, duel ini menghadirkan tensi tinggi, namun efektivitas jadi pembeda utama yang mengarah pada kemenangan tim tamu. Tak butuh banyak […]

  • santri mengikuti ngaji pasaran kitab kuning di pesantren saat Ramadan

    Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai. Tradisi ini sudah […]

  • Ilustrasi peta Iran gelap tanpa koneksi internet dengan simbol jaringan terputus, menggambarkan pemadaman internet nasional.

    Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Warga Terisolasi dari Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena internet Iran lumpuh kini menjadi sorotan global. Pemadaman internet Iran yang berlangsung selama 23 hari ini mencatat rekor sebagai gangguan jaringan terpanjang dalam sejarah modern negara tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat di Iran terisolasi dari dunia digital, sementara akses komunikasi dan informasi global nyaris terhenti total. Selain itu, istilah seperti […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melantik pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2029 di Pendopo Baru.

    Bupati Cecep Tegaskan Peran Strategis Penyuluh KB untuk Selamatkan Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat pagi, tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Sejumlah tamu undangan mulai berdatangan sejak pagi dengan mengenakan pakaian formal. Di beberapa kursi bagian depan, para pengurus yang akan dilantik terlihat sesekali berbincang sambil merapikan berkas pelantikan. Di lokasi itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melantik dan […]

  • Tambang Ilegal Pangandaran

    Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal Pangandaran

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar menutup dua tambang ilegal di Pangandaran demi keselamatan warga dan kepastian hukum lingkungan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup dua tambang galian C ilegal di Kabupaten Pangandaran. Penutupan dilakukan setelah aktivitas penambangan batu kapur itu dinyatakan melanggar hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Keputusan ini penting karena lokasi tambang berada […]

expand_less