Diki Ginanjar Pimpin LKM Pancatengah, Publik Menunggu Gebrakan
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi pelantikan direksi baru PT LKM Pancatengah Perseroda.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – LKM Pancatengah kini memasuki babak baru setelah Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melantik jajaran direksi baru PT LKM Pancatengah Perseroda di Gedung Negara Pendopo Lama Tasikmalaya, Rabu, 12 Agustus 2026. Direksi baru LKM Pancatengah, yakni Diki Ginanjar sebagai Direktur Utama dan Novan Herdiansah sebagai Direktur, mendapat mandat untuk membawa perusahaan daerah tersebut menuju tata kelola yang lebih profesional sekaligus menjawab harapan masyarakat.
Pelantikan itu turut dihadiri Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, serta sejumlah unsur instansi lainnya.
Namun, perhatian publik tidak semestinya berhenti pada seremoni pelantikan. Justru setelah prosesi selesai, pekerjaan sebenarnya dimulai.
Sebab, masyarakat akan menunggu apakah pergantian kepemimpinan tersebut benar-benar menghasilkan perubahan dalam pengelolaan LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Pancatengah.
Bukan Soal Siapa yang Duduk di Kursi Direksi
Penunjukan Diki Ginanjar dan Novan Herdiansah berlangsung ketika PT LKM Pancatengah sebelumnya menghadapi dinamika bisnis dan persoalan kinerja yang menjadi perhatian publik.
Pada Februari 2026, Bupati Cecep Nurul Yakin menyatakan kondisi PT LKM Pancatengah belum dapat disebut pailit. Ia menegaskan, status pailit tidak dapat disimpulkan tanpa keputusan hukum yang sah. Pada saat yang sama, pemerintah daerah menyebut perusahaan membutuhkan penataan manajemen.
Konteks tersebut penting dicatat agar publik tidak salah memahami pergantian direksi.
LKM Pancatengah bukan sedang memasuki babak baru tanpa pekerjaan rumah. Ada persoalan tata kelola dan kinerja yang perlu dijawab melalui kebijakan terukur.
Karena itu, Diki Ginanjar dan Novan Herdiansah tidak tepat jika langsung dinilai hanya dari kondisi perusahaan sebelum mereka menjabat. Sebaliknya, publik layak memberi ruang kepada direksi baru untuk bekerja sekaligus meminta ukuran keberhasilan yang jelas.
Di titik inilah pelantikan tersebut menjadi penting.
Tiga Agenda yang Layak Ditunggu Publik
Ada setidaknya tiga agenda yang patut menjadi perhatian dalam perjalanan direksi baru LKM Pancatengah.
1. Mengembalikan Kepercayaan Publik
Kepercayaan merupakan modal penting bagi lembaga keuangan.
Karena itu, transparansi perlu menjadi bagian dari kebiasaan manajemen. Publik dan pemangku kepentingan membutuhkan informasi yang jelas mengenai arah pembenahan perusahaan, tentu dalam batas informasi yang memang dapat dipublikasikan.
Selain itu, integritas harus terlihat dalam proses pengambilan keputusan.
Kepercayaan tidak lahir dari pernyataan saat pelantikan. Sebaliknya, kepercayaan tumbuh dari konsistensi antara kebijakan, pelaksanaan, dan hasil.
2. Membuktikan Profesionalitas
Agenda berikutnya adalah membangun tata kelola perusahaan yang lebih profesional.
LKM Pancatengah bergerak di sektor keuangan. Karena itu, manajemen perlu memperhatikan aspek kehati-hatian, kepatuhan, pengelolaan risiko, efisiensi, serta keberlanjutan usaha.
Direksi baru tentu membutuhkan strategi.
Namun, strategi tersebut harus diterjemahkan menjadi target yang dapat diukur dan dievaluasi.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendengar istilah seperti “profesional”, “akuntabel”, atau “modern”. Publik juga dapat melihat bagaimana prinsip tersebut bekerja dalam praktik.
3. Menghadirkan Dampak untuk Masyarakat
Pada akhirnya, keberadaan LKM memiliki hubungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaku UMKM dan usaha mikro membutuhkan akses pembiayaan yang sehat, layanan yang dapat dipercaya, serta pendampingan yang sesuai kebutuhan.
Karena itu, keberhasilan LKM Pancatengah seharusnya tidak hanya dilihat dari angka internal perusahaan.
Dampaknya terhadap masyarakat juga penting.
Jika LKM mampu memperkuat layanan kepada pelaku usaha, membantu membuka akses pembiayaan, dan menjalankan bisnis secara sehat, keberadaan perusahaan daerah tersebut akan memiliki manfaat yang lebih terasa.
Direksi Baru Perlu Diberi Ruang, Tetapi Tetap Diawasi
Pergantian direksi tentu membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil.
Karena itu, tidak adil jika Diki Ginanjar dan Novan Herdiansah langsung dibebani penilaian atas seluruh persoalan masa lalu. Mereka baru saja menerima mandat.
Namun, memberikan ruang bekerja bukan berarti publik harus berhenti mengawasi.
Justru pengawasan menjadi penting agar harapan pembenahan tidak berhenti sebagai slogan.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sebagai pemilik perusahaan memiliki tanggung jawab memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan. DPRD juga memiliki posisi strategis dalam fungsi pengawasan terhadap BUMD.
Sementara itu, direksi memiliki tugas menerjemahkan mandat tersebut ke dalam kebijakan dan kerja operasional.
Dengan demikian, keberhasilan LKM Pancatengah tidak hanya bergantung pada dua nama baru di jajaran direksi. Ada ekosistem tata kelola yang harus bergerak bersama.
Jangan Sampai Pelantikan Berhenti di Foto Seremonial
Pelantikan selalu menghasilkan momen yang menarik untuk diberitakan. Ada pejabat, prosesi, ucapan selamat, dan harapan.
Tetapi ukuran keberhasilan direksi baru tidak berada di sana.
Publik Tasikmalaya pada akhirnya akan melihat hasil.
Apakah tata kelola menjadi lebih transparan? Apakah kinerja perusahaan membaik? Apakah layanan kepada masyarakat semakin baik? Dan apakah UMKM benar-benar memperoleh manfaat?
Pertanyaan tersebut tidak harus dijawab hari ini.
Namun, pertanyaan itu layak menjadi agenda sejak hari pertama kepemimpinan baru dimulai.
Diki Ginanjar dan Novan Herdiansah kini memegang amanah baru di LKM Pancatengah. Publik tidak membutuhkan janji yang terlalu tinggi. Publik membutuhkan bukti yang bisa dilihat, kinerja yang bisa diukur, dan tata kelola yang bisa dipercaya. Sebab pada akhirnya, direksi baru tidak akan dikenang karena seremoni pelantikannya, tetapi karena perubahan yang berhasil mereka tinggalkan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar