Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Produksi Pisang Pangandaran Tembus 11.443 Ton, Ini Data BPS 2025

Produksi Pisang Pangandaran Tembus 11.443 Ton, Ini Data BPS 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHProduksi pisang Pangandaran mencapai 114.434 kuintal atau sekitar 11.443,4 ton pada 2025. Angka tersebut muncul dalam data BPS Kabupaten Pangandaran dan menjadi salah satu temuan paling mencolok dari statistik produksi buah-buahan dan sayuran tahunan di daerah tersebut.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Pangandaran yang tersedia per 25 Mei 2026, volume produksi pisang terlihat jauh di atas sejumlah komoditas buah lain yang tercantum dalam tabel. Karena itu, pisang layak mendapat perhatian bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai potensi ekonomi daerah.

BPS Kabupaten Pangandaran mencatat data tersebut dalam tabel statistik Produksi Tanaman Buah-Buahan dan Sayuran Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Pangandaran, 2025. Tabel itu berada dalam kelompok statistik Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Pisang Mencapai 11.443,4 Ton

Jika dikonversi, produksi pisang sebesar 114.434 kuintal setara dengan 11.443,4 ton.

Angka tersebut bukan sekadar besar secara nominal. Jaraknya juga cukup lebar jika dibandingkan dengan beberapa komoditas lain yang terlihat dalam data.

Misalnya, produksi jambu air mencapai 8.442,30 kuintal atau sekitar 844,23 ton. Kemudian, jambu biji tercatat 4.363,24 kuintal atau sekitar 436,32 ton.

Selanjutnya, produksi sawo berada pada angka 3.873 kuintal. Durian mencapai 3.190,63 kuintal, sedangkan alpukat tercatat 2.782,85 kuintal.

Sementara itu, produksi nangka mencapai 2.645 kuintal, pepaya 1.933 kuintal, manggis 1.850 kuintal, dan rambutan 1.759,35 kuintal.

Dengan demikian, produksi pisang Pangandaran hampir 36 kali lipat dibandingkan produksi durian berdasarkan angka yang tercantum dalam data tersebut.

Perbandingan ini menarik karena durian dan manggis selama ini lebih sering mendapat sorotan sebagai komoditas buah bernilai ekonomi tinggi. Namun, dari sisi volume produksi, pisang menunjukkan skala yang jauh berbeda.

Bukan Sekadar Soal Pisang

Besarnya produksi belum otomatis menunjukkan besarnya pendapatan petani.

Di sinilah data tersebut perlu dibaca lebih kritis.

Produksi 11.443,4 ton menunjukkan Pangandaran memiliki basis pasokan pisang yang besar. Namun, nilai ekonomi akhirnya tetap bergantung pada harga jual, biaya produksi, kualitas hasil panen, distribusi, kehilangan pascapanen, dan kemampuan petani mendapatkan pasar.

Karena itu, pemerintah daerah dan pelaku usaha memiliki ruang untuk melihat pisang dari perspektif yang lebih luas.

Pisang tidak harus berhenti sebagai komoditas segar. Sebaliknya, pelaku UMKM dapat mengembangkan berbagai produk turunan, seperti keripik, sale, tepung pisang, makanan ringan, puree, hingga produk olahan lainnya.

Selain itu, karakter Pangandaran sebagai daerah wisata membuka peluang pasar tambahan.

Wisatawan yang datang tidak hanya membutuhkan destinasi. Mereka juga mencari produk lokal yang mudah dibawa pulang. Karena itu, produk olahan berbahan pisang dapat masuk ke jaringan oleh-oleh, hotel, restoran, pusat kuliner, hingga perdagangan digital.

Artinya, produksi besar dapat menjadi peluang jika daerah mampu menghubungkan kebun dengan pasar.

Ada Jarak antara Produksi dan Nilai Tambah

Data BPS memberikan satu sinyal penting: bahan baku tersedia dalam jumlah besar.

Namun, pertanyaan berikutnya justru lebih penting.

Berapa bagian dari nilai ekonomi tersebut yang kembali kepada petani?

Pertanyaan itu tidak bisa dijawab hanya dengan angka produksi. Dibutuhkan data tambahan mengenai luas panen, produktivitas, harga di tingkat petani, biaya produksi, rantai distribusi, serta industri pengolahan.

Karena itu, AlbadarPost tidak membaca angka 114.434 kuintal sebagai bukti bahwa petani pisang Pangandaran otomatis sudah sejahtera.

Sebaliknya, angka tersebut menjadi indikator potensi yang layak ditindaklanjuti.

Jika produksi besar bertemu dengan pengolahan lokal, pemasaran yang kuat, dan akses pasar yang lebih baik, maka nilai tambah dapat tumbuh di daerah.

Sebaliknya, jika sebagian besar hasil hanya keluar sebagai bahan mentah dengan margin tipis di tingkat petani, produksi tinggi belum tentu menghasilkan dampak ekonomi yang maksimal.

Data BPS Membuka Cerita Ekonomi Baru

Selama ini, narasi ekonomi Pangandaran sangat kuat dengan sektor pariwisata. Pantai, hotel, restoran, dan ekonomi kreatif menjadi wajah yang mudah terlihat.

Namun, data produksi pisang Pangandaran memperlihatkan sisi lain.

Ada aktivitas pertanian dengan volume yang cukup besar di balik ekonomi daerah wisata tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah dapat melihat peluang untuk menghubungkan sektor pertanian dan pariwisata secara lebih konkret.

Produk olahan pisang lokal, misalnya, dapat masuk ke rantai pasok hotel dan restoran. UMKM dapat mengembangkan merek oleh-oleh berbasis komoditas lokal. Sementara itu, kanal digital dapat memperluas pasar hingga keluar Pangandaran.

Dengan pendekatan seperti itu, data statistik tidak berhenti sebagai angka dalam tabel.

Data dapat berubah menjadi dasar kebijakan. Produksi dapat berubah menjadi industri. Dan komoditas dapat berubah menjadi nilai tambah.

BPS Kabupaten Pangandaran sendiri mencantumkan tabel produksi buah-buahan dan sayuran tahunan menurut jenis tanaman untuk tahun 2025 sebagai bagian dari statistik pertanian daerah.

Karena itu, angka 114.434 kuintal layak menjadi bahan evaluasi sekaligus peluang.

Bukan hanya tentang berapa banyak pisang yang dihasilkan Pangandaran, tetapi juga tentang seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diciptakan dari produksi tersebut.

Pangandaran ternyata tidak hanya punya laut yang menghasilkan cerita. Di daratan, 11.443 ton pisang juga sedang menunggu satu hal: apakah hanya dijual sebagai buah, atau diubah menjadi kekuatan ekonomi daerah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib Bared Patroman

    Persib Bared Patroman U-12 Cetak Sejarah

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib Bared Patroman kembali menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola usia dini. Akademi Persib Bared Patroman U-12 asal Kota Banjar sukses menembus empat besar Regional Priangan Timur dan memastikan langkah menuju putaran tingkat Jawa Barat. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kota Banjar terus […]

  • lima kesempatan hidup

    Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual. […]

  • Ilustrasi praktik gratifikasi dalam pengadaan pemerintah berupa pemberian uang dan fasilitas kepada pejabat negara.

    Gratifikasi Pengadaan: Ancaman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gratifikasi pengadaan pemerintah menjadi sorotan serius karena praktik ini berkaitan langsung dengan potensi suap tender dan korupsi pengadaan barang dan jasa. Gratifikasi dalam proyek pemerintah mencakup pemberian uang, barang, diskon, komisi, hingga fasilitas kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan. Karena itu, setiap bentuk gratifikasi pengadaan yang terhubung […]

  • PKN Tingkat II Ciamis

    PKN Tingkat II Pilih Ciamis, Kepemimpinan Adaptif Jadi Sorotan

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabupaten Ciamis kembali dipercaya menjadi lokus PKN Tingkat II Ciamis, yakni visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan 22 BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Namun, agenda ini bukan sekadar kunjungan peserta pelatihan ke sebuah daerah. Di balik kegiatan tersebut terdapat ruang pembelajaran mengenai kepemimpinan adaptif, tata kelola pemerintahan, dan pengelolaan […]

  • pemudik nyasar Google Maps

    Viral! Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah Setelah Ikuti Google Maps

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peristiwa pemudik nyasar Google Maps mendadak viral setelah ratusan mobil masuk ke jalur sawah di wilayah Sleman, Yogyakarta. Video kejadian tersebut memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tersesat setelah mengikuti jalur mudik Google Maps yang dianggap sebagai rute tercepat. Awalnya para pengendara mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan jalur utama. […]

  • Kawasan pusat data dan infrastruktur digital di Batam yang diproyeksikan mendukung ekonomi digital Batam sebagai hub Asia Tenggara.

    Batam Siap Jadi Pusat Data Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ekonomi digital Batam terus dipacu untuk menjadikan kota industri itu sebagai hub digital Asia Tenggara. Pemerintah daerah bersama otoritas kawasan mendorong penguatan pusat data, investasi teknologi, dan pengembangan talenta guna mempercepat transformasi digital Batam sebagai pusat ekonomi berbasis data di kawasan. Langkah tersebut dinilai strategis karena posisi Batam yang berdekatan dengan […]

expand_less