Kekeringan Pangandaran, 16.339 Jiwa Terlayani 600 Ribu Liter Air
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kantor Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang. (Dok. Desa Pamotan).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Pangandaran masih menjadi persoalan bagi ribuan warga pada musim kemarau 2026. Berdasarkan infografis BPBD Kabupaten Pangandaran yang diperbarui Selasa, 8 September 2026, sebanyak 600.000 liter air bersih telah didistribusikan untuk melayani 5.457 kepala keluarga (KK) atau 16.339 jiwa di 31 desa yang tersebar pada sembilan kecamatan.
Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan air bersih Pangandaran di sejumlah wilayah. Hingga pembaruan itu, BPBD mencatat 134 kali penyaluran air bersih. Artinya, secara rata-rata terdapat sekitar 4.478 liter air dalam setiap penyaluran, meski volume bantuan di tiap wilayah berbeda sesuai kebutuhan dan hasil asesmen lapangan.
BPBD Kabupaten Pangandaran menyebut distribusi dilakukan berdasarkan laporan pemerintah desa dan hasil asesmen tim di lapangan. Dengan mekanisme tersebut, bantuan diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan selama kondisi kekeringan berlangsung.
Kekeringan Pangandaran Menjangkau 31 Desa
Sebaran wilayah menjadi gambaran penting untuk melihat skala kekeringan Pangandaran 2026.
Data BPBD mencatat sembilan kecamatan masuk dalam penanganan, yakni Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.
Kecamatan Cimerak mencatat lima desa yang menerima layanan. Total distribusinya mencapai 50.000 liter untuk 1.638 jiwa dari 472 KK.
Kemudian Cijulang menerima 140.000 liter, menjadi volume distribusi terbesar dalam rekapitulasi tersebut. Air disalurkan ke Desa Batukaras, Cibanten, Margacinta, dan Kertayasa untuk melayani 1.589 jiwa dari 603 KK.
Di Parigi, sebanyak 55.000 liter disalurkan ke lima desa dengan total 2.209 jiwa dari 750 KK yang tercatat terlayani.
Sementara itu, Cigugur memperoleh 105.000 liter untuk empat desa. Jumlah warga yang tercatat terlayani mencapai 1.996 jiwa dari 637 KK.
Kalipucang Jadi Titik dengan Jiwa Terlayani Terbanyak
Jika dilihat dari jumlah jiwa yang memperoleh layanan, Kalipucang menjadi wilayah dengan angka tertinggi dalam data BPBD.
Sebanyak 4.345 jiwa dari 1.490 KK tercatat terlayani di Desa Pamotan, Bagolo, Banjaharja, dan Tunggilis. BPBD mendistribusikan 120.000 liter air bersih untuk wilayah tersebut.
Jumlah 4.345 jiwa itu setara sekitar 27 persen dari total 16.339 jiwa yang tercatat terlayani dalam seluruh rekapitulasi. Angka tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan air bersih di Kalipucang menjadi salah satu bagian terbesar dalam penanganan kekeringan Pangandaran.
Padaherang berada di kelompok berikutnya dengan 2.026 jiwa dari 679 KK dan distribusi 35.000 liter. Parigi mencatat 2.209 jiwa dari 750 KK dengan distribusi 55.000 liter.
Adapun Kecamatan Pangandaran mencatat 1.520 jiwa dari 486 KK yang terlayani dengan 45.000 liter. Sidamulih memperoleh volume yang sama untuk melayani 919 jiwa dari 310 KK.
Cijulang Menerima Distribusi Air Terbesar
Berbeda dengan Kalipucang yang menonjol dari sisi jumlah jiwa terlayani, Cijulang menjadi wilayah dengan volume distribusi air paling besar.
BPBD mencatat 140.000 liter air bersih disalurkan ke empat desa di Kecamatan Cijulang. Kalipucang menyusul dengan 120.000 liter, sedangkan Cigugur menerima 105.000 liter.
Selanjutnya, Cimerak mendapat 50.000 liter dan Parigi 55.000 liter. Sidamulih serta Kecamatan Pangandaran masing-masing memperoleh 45.000 liter.
Padaherang menerima 35.000 liter, sedangkan Mangunjaya tercatat memperoleh 5.000 liter untuk melayani 97 jiwa dari 30 KK.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan air tidak sama di setiap wilayah. Karena itu, distribusi tidak dibagi rata, melainkan mengikuti laporan dari pemerintah desa serta hasil asesmen tim di lapangan.
BPBD Minta Warga Hemat Air
Selain menjalankan distribusi, BPBD Kabupaten Pangandaran mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau.
Warga diminta menghemat penggunaan air bersih. Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan juga diimbau segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD Kabupaten Pangandaran.
Langkah pelaporan menjadi penting karena kondisi kebutuhan di lapangan dapat berubah. Informasi dari masyarakat membantu pemerintah melakukan asesmen dan menentukan wilayah yang memerlukan penanganan.
Upaya penanganan kekeringan juga tidak hanya mengandalkan distribusi air. Sebelumnya, BPBD Kabupaten Pangandaran bersama BNPB, PUSTERAD, KODIM 0625 Pangandaran, dan aparatur desa melakukan pengecekan empat titik rencana pembangunan sumur bor sebagai langkah memperkuat ketersediaan sumber air. (
Hingga pembaruan 8 September 2026, rekapitulasi BPBD menunjukkan 600.000 liter air bersih telah disalurkan melalui 134 kali distribusi. Layanan tersebut mencakup 31 desa di sembilan kecamatan, dengan total 5.457 KK atau 16.339 jiwa yang tercatat terlayani.
Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, persoalannya bukan sekadar seberapa banyak air yang tersedia. Persoalannya adalah apakah air tersebut tiba ketika kebutuhan sedang mendesak.
600 ribu liter air mungkin hanya terlihat sebagai angka dalam sebuah infografis. Namun di tengah kekeringan Pangandaran, setiap distribusi membawa arti yang jauh lebih besar: memastikan air tetap mengalir ketika sumbernya mulai sulit dicari. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar