Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk
- account_circle redaktur
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar memadamkan kebakaran rumah semi permanen di Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar. Sabtu (25/7/26).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian rumah.
Rumah tersebut diketahui milik Entin Kartini, seorang perempuan yang tinggal seorang diri. Berdasarkan informasi di lokasi, pemilik rumah sedang berada di luar saat kebakaran terjadi sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Api Muncul Saat Rumah Sedang Kosong
Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kondisi rumah tidak berpenghuni karena pemiliknya sedang pergi keluar.
Asap tebal pertama kali menarik perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi. Salah seorang saksi, Maman Suryaman, melihat kepulan asap keluar dari dalam rumah sehingga langsung memberi tahu warga sekitar.
Menurut keterangannya, sumber asap tampak berasal dari area kasur di dalam rumah.
“Awalnya dari kasur, sudah keluar asap,” ujar Maman di lokasi kejadian.
Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak semakin meluas ke bangunan di sekitarnya.
Dugaan Sementara Berasal dari Obat Nyamuk Bakar
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai kasur di dalam kamar.
Material rumah yang sebagian menggunakan bahan mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar. Dalam waktu singkat, api menjalar ke berbagai sudut bangunan hingga menghanguskan hampir seluruh isi rumah.
Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Dugaan awal tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah apabila ditemukan fakta baru dalam proses penyelidikan.
Damkar Bergerak Cepat Padamkan Kobaran Api
Tidak lama setelah menerima laporan warga, petugas pemadam kebakaran Kota Banjar datang ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam.
Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari sepuluh menit sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar permukiman.
Selain memadamkan api, petugas juga membantu mengevakuasi sejumlah barang yang masih dapat diselamatkan. Di antara serpihan bangunan, petugas menemukan sisa uang kertas milik korban yang ikut terbakar akibat besarnya kobaran api.
Bangunan dan Seluruh Isi Rumah Hangus
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerusakan berat pada rumah berukuran sekitar 6 x 10 meter tersebut.
Bangunan semi permanen beserta sebagian besar perabot rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Kondisi rumah setelah api padam menyisakan puing-puing bangunan yang menghitam dan material yang telah terbakar.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai nilai kerugian materiil yang dialami korban.
Warga Diimbau Lebih Waspada terhadap Sumber Api
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah, termasuk penggunaan obat nyamuk bakar maupun peralatan lain yang berpotensi memicu kebakaran apabila ditinggalkan tanpa pengawasan.
Selain memastikan seluruh sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah, masyarakat juga diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya api dapat diminimalkan.
Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan mengenai dampak kebakaran serta kebutuhan korban pascakejadian.
Api memang padam dalam hitungan menit, tetapi kehilangan tempat tinggal dan kenangan di dalamnya meninggalkan luka yang jauh lebih lama. Kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah musibah yang lebih besar. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar