Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian rumah.

Rumah tersebut diketahui milik Entin Kartini, seorang perempuan yang tinggal seorang diri. Berdasarkan informasi di lokasi, pemilik rumah sedang berada di luar saat kebakaran terjadi sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Api Muncul Saat Rumah Sedang Kosong

Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kondisi rumah tidak berpenghuni karena pemiliknya sedang pergi keluar.

Asap tebal pertama kali menarik perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi. Salah seorang saksi, Maman Suryaman, melihat kepulan asap keluar dari dalam rumah sehingga langsung memberi tahu warga sekitar.

Menurut keterangannya, sumber asap tampak berasal dari area kasur di dalam rumah.

“Awalnya dari kasur, sudah keluar asap,” ujar Maman di lokasi kejadian.

Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak semakin meluas ke bangunan di sekitarnya.

Dugaan Sementara Berasal dari Obat Nyamuk Bakar

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai kasur di dalam kamar.

Material rumah yang sebagian menggunakan bahan mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar. Dalam waktu singkat, api menjalar ke berbagai sudut bangunan hingga menghanguskan hampir seluruh isi rumah.

Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Dugaan awal tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah apabila ditemukan fakta baru dalam proses penyelidikan.

Damkar Bergerak Cepat Padamkan Kobaran Api

Tidak lama setelah menerima laporan warga, petugas pemadam kebakaran Kota Banjar datang ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam.

Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari sepuluh menit sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar permukiman.

Selain memadamkan api, petugas juga membantu mengevakuasi sejumlah barang yang masih dapat diselamatkan. Di antara serpihan bangunan, petugas menemukan sisa uang kertas milik korban yang ikut terbakar akibat besarnya kobaran api.

Bangunan dan Seluruh Isi Rumah Hangus

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerusakan berat pada rumah berukuran sekitar 6 x 10 meter tersebut.

Bangunan semi permanen beserta sebagian besar perabot rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Kondisi rumah setelah api padam menyisakan puing-puing bangunan yang menghitam dan material yang telah terbakar.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai nilai kerugian materiil yang dialami korban.

Warga Diimbau Lebih Waspada terhadap Sumber Api

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah, termasuk penggunaan obat nyamuk bakar maupun peralatan lain yang berpotensi memicu kebakaran apabila ditinggalkan tanpa pengawasan.

Selain memastikan seluruh sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah, masyarakat juga diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya api dapat diminimalkan.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan mengenai dampak kebakaran serta kebutuhan korban pascakejadian.

Api memang padam dalam hitungan menit, tetapi kehilangan tempat tinggal dan kenangan di dalamnya meninggalkan luka yang jauh lebih lama. Kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah musibah yang lebih besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tafsir QS Al-A’raf ayat 96 tentang iman dan takwa sebagai kunci keberkahan langit dan bumi bagi suatu negeri

    Ketika Iman Menjadi Pintu Keberkahan Negeri

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat Al-Qur’an yang terdengar seperti janji, sekaligus peringatan yang lembut namun tegas. Allah SWT berfirman, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan, maka Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96). […]

  • nilai kehidupan santri

    Jarang Disadari, Ini 9 Pelajaran Hidup Santri di Pesantren

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nilai kehidupan santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menyerap nilai kehidupan santri, pendidikan karakter, dan pembentukan akhlak mulia secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengalaman di pesantren sering kali melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan […]

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

  • CCTV Pantura live memantau arus lalu lintas mudik Lebaran secara real-time di jalur pantai utara

    Pantura Macet atau Lancar? Cek CCTV Live Sebelum Berangkat

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – CCTV Pantura live kini jadi solusi paling praktis untuk memantau arus mudik secara real-time. Dengan akses CCTV jalur Pantura, pemudik bisa melihat kondisi lalu lintas terkini, mengecek kemacetan, sekaligus menentukan waktu terbaik untuk berangkat. Tidak hanya itu, pantauan lalu lintas live streaming Pantura juga membantu menghindari titik rawan macet yang sering […]

  • Self Care

    Self Care Pagi yang Bikin Mood Lebih Baik

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Self Care tidak selalu identik dengan perawatan kulit, spa, atau liburan mahal. Justru, perawatan diri atau self-care dapat dimulai dari 15 menit pertama setelah bangun tidur. Kebiasaan sederhana pada awal hari terbukti membantu menjaga suasana hati, meningkatkan fokus, dan membuat aktivitas harian terasa lebih ringan. Momentum Self-Care Day menjadi pengingat bahwa merawat […]

  • Wanita Haid Marah

    Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pertanyaan tentang wanita haid marah sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ada suami yang bingung menghadapi perubahan emosi istrinya. Ada pula perempuan yang merasa dirinya lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat menangis saat datang bulan. Lalu sebenarnya, apakah perubahan emosi saat haid memang diakui dalam Islam? Atau itu hanya anggapan masyarakat semata? Dalam kajian […]

expand_less