Mapolsek Cipatujah Ramai, Nobar Piala Dunia Sambut HUT Bhayangkara ke-80
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Cipatujah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Rabu(17/6/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nobar Piala Dunia Cipatujah menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian warga menjelang peringatan HUT Bhayangkara ke-80. Melalui acara nonton bareng atau nobar sepak bola dunia tersebut, Polsek Cipatujah menghadirkan suasana kebersamaan yang mempertemukan anggota Polri dan masyarakat dalam satu ruang yang hangat, santai, dan penuh keakraban.
Kegiatan yang berlangsung di Markas Komando Polsek Cipatujah pada Rabu (17/6/2026) sejak pukul 05.00 WIB itu menghadirkan puluhan warga yang antusias menyaksikan pertandingan fase grup Piala Dunia FIFA 2026 antara Irak dan Norwegia. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi sosial antara aparat kepolisian dan warga di wilayah Kecamatan Cipatujah.
Sepak Bola Menjadi Bahasa Universal Pemersatu
Tidak banyak kegiatan yang mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana santai seperti sepak bola. Karena itu, Polsek Cipatujah memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 untuk menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat.
Sejak dini hari, sejumlah warga mulai berdatangan ke area Mapolsek. Mereka berkumpul sambil menikmati jalannya pertandingan yang disiarkan melalui layar besar. Di sisi lain, anggota kepolisian juga berbaur dengan masyarakat tanpa sekat formalitas yang biasanya melekat dalam aktivitas pelayanan publik.
Suasana tersebut menciptakan komunikasi yang lebih cair. Warga dapat berbincang langsung dengan anggota kepolisian, sementara polisi dapat mendengar berbagai pandangan dan harapan masyarakat secara lebih terbuka.
Menyambut HUT Bhayangkara dengan Pendekatan Humanis
Pelaksana Harian Kapolsek Cipatujah, Iptu Agus Kasdili, menjelaskan bahwa kegiatan nobar bukan sekadar agenda hiburan. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis kami kepada masyarakat. Melalui momen HUT Bhayangkara ke-80 dan demam Piala Dunia 2026 ini, kami ingin membangun kedekatan yang lebih erat sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar Polri,” ujar Iptu Agus Kasdili.
Selain itu, kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung sisi humanis aparat kepolisian yang hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra warga dalam kehidupan sehari-hari.
Sorak-Sorai Warga Warnai Pagi di Mapolsek
Meski berlangsung sejak pagi buta, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Sorakan dan tepuk tangan beberapa kali terdengar saat kedua tim saling melancarkan serangan selama pertandingan berlangsung.
Namun demikian, suasana tetap berjalan tertib dan kondusif. Warga menikmati jalannya pertandingan sambil menjaga ketertiban bersama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hiburan yang dikemas dengan baik dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga stabilitas lingkungan.
Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang aman dan harmonis. Karena itu, banyak warga menyambut positif kegiatan yang digelar oleh Polsek Cipatujah tersebut.
Kamtibmas Kuat Berawal dari Kedekatan
Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bergantung pada penegakan aturan. Sebaliknya, kondisi tersebut juga membutuhkan komunikasi yang baik antara aparat dan warga.
Melalui kegiatan nobar Piala Dunia Cipatujah, Polsek Cipatujah menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana namun efektif. Ketika masyarakat merasa dekat dengan aparat, komunikasi menjadi lebih mudah, kepercayaan meningkat, dan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Karena itu, kegiatan yang mengedepankan kebersamaan seperti ini dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, semangat kebersamaan yang terbangun di Mapolsek Cipatujah menjadi gambaran bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Sementara pertandingan Irak melawan Norwegia telah berakhir, semangat persatuan yang tercipta pada pagi itu justru meninggalkan kesan yang lebih panjang bagi warga yang hadir.
Ketika sepak bola mempertemukan polisi dan masyarakat dalam satu sorakan, yang lahir bukan sekadar hiburan. Yang tumbuh adalah kepercayaan, kebersamaan, dan fondasi kuat untuk menjaga Tasikmalaya tetap aman, damai, dan penuh semangat gotong royong. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar