Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Tarif Listrik dan Elpiji Awal 2026

Tarif Listrik dan Elpiji Awal 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tarif listrik triwulan I 2026 dan harga elpiji non-subsidi dipastikan tetap demi jaga daya beli masyarakat.

albadarpost.com, FOKUS – Awal tahun sering datang dengan dua hal: harapan dan kecemasan. Harapan karena kalender baru selalu memberi janji, kecemasan karena pengalaman mengajarkan satu hal—biaya hidup jarang mau diam. Maka ketika pemerintah memutuskan tarif listrik dan harga elpiji tidak naik di awal 2026, kabar itu terasa sederhana, tetapi dampaknya menjalar jauh ke dapur-dapur rumah tangga.

Tidak ada seremoni besar dalam pengumuman itu. Hanya pernyataan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bahwa tarif listrik triwulan pertama 2026 tetap seperti sebelumnya. Tidak naik. Tidak berubah. Begitu pula harga elpiji non-subsidi tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Tetap mengacu pada ketetapan lama.

Bagi pembuat kebijakan, ini mungkin sekadar soal stabilitas. Bagi warga, ini soal napas.

Listrik dan Rutinitas yang Jarang Disadari

Listrik jarang dipikirkan, sampai ia mahal. Selama tarifnya stabil, ia menjadi bagian dari rutinitas yang nyaris tak terlihat. Lampu menyala. Rice cooker bekerja. Mesin usaha kecil berdengung pelan.

Tarif rumah tangga 900 VA, 1.300 VA, hingga 2.200 VA tetap di angka yang sama. Begitu pula pelanggan di atasnya, termasuk sektor usaha dan industri. Keputusan ini menahan satu sumber kecemasan di tengah ketidakpastian harga kebutuhan lain yang kerap bergerak tanpa aba-aba.

Bagi pemilik warung kecil, penjahit rumahan, atau pengelola laundry, kepastian tarif listrik bukan sekadar angka per kilowatt jam. Ia adalah kepastian bahwa ongkos produksi tidak melonjak diam-diam.

Elpiji dan Dapur yang Terus Menyala

Di dapur, elpiji punya cerita sendiri. Ia tidak sekadar bahan bakar, tetapi simbol keberlangsungan aktivitas rumah. Pemerintah memastikan harga elpiji non-subsidi tidak naik. Di Jawa dan Bali, harga tabung 5,5 kilogram tetap di kisaran Rp 90 ribu. Di wilayah timur, memang lebih tinggi—bahkan mencapai Rp 117 ribu—tetapi tetap, tidak ada kenaikan baru.

Baca juga: DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

Perbedaan harga antarwilayah sudah lama menjadi kenyataan, dipengaruhi jarak dan distribusi. Yang terasa penting hari ini adalah satu hal: tidak ada kejutan tambahan.

Stabilitas sebagai Pilihan Kebijakan

Menahan tarif energi bukan keputusan ringan. Di baliknya ada hitung-hitungan fiskal, beban subsidi, dan dinamika global yang tidak selalu ramah. Namun, pemerintah tampaknya memilih satu pesan sederhana di awal 2026: jangan tambah beban warga.

Dalam situasi ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian, stabilitas sering kali lebih berharga daripada ambisi. Tidak menaikkan tarif mungkin tidak menimbulkan euforia, tetapi ia memberi rasa aman yang tenang.

Napas Pendek yang Diselamatkan

Kebijakan ini tidak menjanjikan kesejahteraan instan. Ia tidak menyelesaikan semua persoalan daya beli. Tetapi setidaknya, ia menahan satu pintu agar tidak tertutup lebih cepat.

Di rumah tangga, ini berarti satu pos pengeluaran tidak bertambah. Di usaha kecil, ini berarti satu asumsi biaya bisa dipertahankan. Dalam skala yang lebih luas, ini adalah upaya menjaga konsumsi tetap bergerak—perlahan, tetapi tidak berhenti.

Ketika angka tarif tetap, kehidupan tidak serta-merta menjadi mudah. Namun, dalam ekonomi rumah tangga, bertahannya satu angka sering kali berarti bertahannya satu keseimbangan kecil.

Awal tahun 2026 dibuka tanpa kenaikan tarif listrik dan elpiji. Barangkali ini bukan kabar besar. Tetapi bagi banyak orang, inilah kabar yang paling dibutuhkan: kabar bahwa untuk sementara, negara memilih menahan beban, agar warga bisa menarik napas sedikit lebih panjang. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana jalan santai Hari K3 di Mapolres Tasikmalaya yang diikuti TNI, Polri, dan ASN dalam suasana penuh kebersamaan.

    Loreng, Seragam Polisi, dan Batik Berbaur di Mapolres Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/4/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya sudah dipenuhi berbagai warna seragam. Ada loreng milik prajurit TNI, cokelat khas kepolisian, hingga batik yang dikenakan para ASN. Namun pagi itu bukan tentang barisan formal atau upacara penuh […]

  • Upacara Peringatan KH Zaenal Mustafa ke-82 dihadiri Bupati, Forkopimda, dan pelajar dengan suasana khidmat.

    Peringatan KH Zaenal Mustafa, Pemda Serukan Persatuan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan KH Zaenal Mustafa ke-82 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan dan nasionalisme. Upacara mengenang Pahlawan Nasional KH Zaenal Mustafa ini sekaligus menguatkan komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan serta meneruskan semangat perjuangan ulama pejuang tersebut. Rabu, 25 Februari 2026, Bupati dan Wakil Bupati menghadiri langsung upacara peringatan yang berlangsung […]

  • ilustrasi suasana tenang seseorang bermunajat menggambarkan mahabbah kepada Allah dalam tasawuf

    Inilah Cinta Sejati Menurut Sufi: Mahabbah kepada Allah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah kita bertanya dalam diam—apakah cinta kita kepada Allah sudah benar-benar tulus? Atau justru masih penuh harap pada balasan? Mahabbah kepada Allah bukan sekadar konsep dalam kitab tasawuf. Ia adalah cinta Ilahi yang hidup, berdenyut di hati, dan perlahan mengubah cara seseorang melihat dunia. Dalam pandangan para sufi, cinta kepada Allah bukan […]

  • Santri belajar di pesantren tradisional yang menunjukkan alasan pesantren bertahan hingga sekarang.

    Di Tengah Modernisasi, Mengapa Pesantren Justru Semakin Bertahan?

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pesantren bertahan hingga sekarang bukan sekadar karena tradisi lama. Justru, pesantren bertahan karena mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Banyak orang bertanya mengapa pesantren tetap eksis, bahkan ketika sistem pendidikan modern berkembang pesat. Faktanya, keberlanjutan pesantren dipengaruhi oleh kekuatan nilai, jaringan sosial, serta kemampuan lembaga ini menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. […]

  • Tribute Nicky Astria

    Ratusan Warga Tasikmalaya Bernyanyi Bersama, Tribute Nicky Astria Bikin Merinding

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tribute Nicky Astria sukses membakar semangat pecinta musik rock di Kota Tasikmalaya. Konser penghormatan untuk sang Lady Rocker Indonesia itu tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membuktikan bahwa musik rock lawas masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Priangan Timur. Ratusan penonton memadati Pusaka Rempah di Jalan Yudanagara, Kota Tasikmalaya, dalam […]

  • Lahan Sawah Tasikmalaya

    Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya. Peringatan […]

expand_less