Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Kenapa Korupsi Masih Terjadi? Padahal Ada Sistem SPIP

Kenapa Korupsi Masih Terjadi? Padahal Ada Sistem SPIP

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIFSPIP atau Sistem Pengendalian Intern Pemerintah kembali disorot setelah berbagai kasus korupsi mencuat. Sistem pengendalian intern pemerintah ini sebenarnya dirancang untuk menjaga transparansi, mencegah penyimpangan, dan memastikan anggaran digunakan secara tepat.

Namun, muncul pertanyaan besar: jika SPIP sudah ada, kenapa korupsi masih terjadi?

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, pemerintah telah menetapkan SPIP sebagai fondasi utama pengawasan internal. Meski begitu, implementasinya di lapangan sering kali belum maksimal.

Kenapa Tidak Selalu Efektif?

Pertama, banyak instansi belum menerapkan SPIP secara konsisten. Padahal, sistem ini membutuhkan komitmen penuh dari pimpinan hingga staf.

Selain itu, pengawasan internal sering kali hanya formalitas. Akibatnya, potensi penyimpangan tidak terdeteksi sejak awal.

Di sisi lain, budaya kerja juga berpengaruh besar. Jika integritas tidak dijaga, maka sistem sebaik apa pun bisa dilewati.

Karena itu, masalahnya bukan pada sistem, melainkan pada penerapannya.

5 Unsur SPIP yang Sering Diabaikan

Agar efektif, ia memiliki lima unsur penting. Sayangnya, beberapa di antaranya kerap tidak dijalankan secara optimal.

1. Lingkungan Pengendalian

Pimpinan seharusnya menjadi contoh integritas. Namun, dalam banyak kasus, justru terjadi sebaliknya.

2. Penilaian Risiko

Banyak instansi tidak memetakan risiko secara serius. Akibatnya, masalah muncul tanpa antisipasi.

3. Kegiatan Pengendalian

SOP sering ada, tetapi tidak dijalankan. Selain itu, verifikasi kadang hanya sekadar formalitas.

4. Informasi dan Komunikasi

Informasi tidak selalu terbuka. Bahkan, dalam beberapa kasus, data sengaja ditutup.

5. Monitoring

Audit dilakukan, tetapi tindak lanjutnya lemah. Karena itu, kesalahan bisa terulang.

Fakta di Lapangan: SPIP Sudah Ada, Tapi…

Di sekolah, misalnya, dana BOS sudah diawasi. Namun, penyimpangan tetap bisa terjadi jika kontrol longgar.

Di dinas, sistem e-procurement sudah berjalan. Meski demikian, celah tetap ada jika pengawasan tidak ketat.

Sementara itu, di desa, transparansi mulai meningkat. Akan tetapi, tanpa partisipasi warga, pengawasan menjadi kurang efektif.

Artinya, keberadaan SPIP saja tidak cukup. Sistem ini harus dijalankan dengan disiplin.

Dampak Nyata Jika Dijalankan Serius

Jika diterapkan dengan benar, SPIP mampu:

  • mencegah korupsi sejak awal
  • meningkatkan kepercayaan publik
  • mempercepat pelayanan
  • menjaga keuangan negara tetap aman

Sebaliknya, jika diabaikan, risiko kerugian negara akan terus meningkat.

Jadi, SPIP Gagal atau Belum Maksimal?

Jawabannya jelas: SPIP belum gagal, tetapi belum dijalankan secara optimal.

Sistem ini sudah dirancang dengan baik. Bahkan, secara konsep, ia mampu menjadi “tameng” terhadap penyimpangan.

Namun, tanpa komitmen dan integritas, sistem ini tidak akan bekerja maksimal.

Saatnya SPIP Tidak Sekadar Formalitas

Kasus korupsi yang terus terungkap harus menjadi alarm. Pemerintah dan seluruh instansi perlu memperkuat penerapannya, bukan hanya di atas kertas.

Karena pada akhirnya, sistem yang baik hanya akan efektif jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Dan bagi masyarakat, memahami SPIP juga penting. Sebab, pengawasan tidak hanya tugas pemerintah, tetapi juga publik. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penanaman Pohon

    Dari Salawu untuk Alam, Sespimma Polri Gelar Aksi Hijau

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi penanaman pohon yang dilakukan peserta didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 20 Mei 2026, menjadi pesan kuat bahwa kepedulian lingkungan tidak cukup hanya lewat slogan. Puluhan Serdik Sespimma Polri turun langsung ke area penghijauan sambil membawa bibit pohon yang nantinya […]

  • Sayur asem tradisional Indonesia dengan kuah bening segar berisi jagung, kacang panjang, dan labu siam di meja makan keluarga.

    Rahasia Sayur Asem Enak Ala Nenek, Ternyata Begini Caranya

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada satu aroma yang hampir semua orang Indonesia kenal: wangi sayur asem yang mengepul dari dapur saat siang hari. Aroma itu sederhana, tetapi mampu membawa ingatan pulang ke masa kecil—ke meja makan keluarga, suara obrolan hangat, dan rasa tenang yang sulit dijelaskan. Kini, banyak orang kembali mencari resep sayur asem, cara membuat […]

  • pelayanan publik

    Bupati Tasikmalaya Lantik 215 Pejabat Baru

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pelantikan 215 pejabat Tasikmalaya menegaskan komitmen integritas dan penguatan pelayanan publik. albadarpost.com, LENSA – Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menyoroti kebutuhan mendesak akan penguatan pelayanan publik. Dalam acara yang digelar di Aula Pendopo Baru, Selasa, 9 Desember 2025, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kepercayaan struktural, melainkan amanah […]

  • Fun Walk Tasikmalaya

    Bhayangkara Fun Walk Pecah, 10 Ribu Peserta Hadir

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026 berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (13/6/2026). Sekitar 10 ribu peserta Fun Walk Tasikmalaya memadati kawasan Mapolresta Tasikmalaya sejak pagi hari. Jalan Letnan Harun yang biasanya dipenuhi lalu lintas kendaraan berubah menjadi lautan kaos peserta dengan warna-warni yang bergerak serentak mengikuti rute jalan santai. Bahkan sebelum matahari […]

  • kebakaran Ponpes Al Basyir

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang diduga akibat korsleting listrik, ratusan santri berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang: Ratusan Santri Berlarian Selamatkan Diri albadarpost.com, LENSA – Kebakaran hebat melanda kompleks Pondok Pesantren Al Basyir di Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025) siang. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar […]

  • Hewan Kurban Tasik

    Jelang Idul Adha, Tasikmalaya Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pengawasan hewan kurban Tasik menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi, kambing, dan domba yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat serta bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Pemeriksaan dilakukan bersama oleh Pemkot Tasikmalaya, DKP3, Kejaksaan Negeri, […]

expand_less