Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah budaya yang serba cepat, banyak orang ingin semua hal terjadi sesuai jadwal yang mereka susun sendiri. Takdir Allah, ketetapan Allah, dan qadha serta qadar sering kali hanya diterima ketika sejalan dengan keinginan. Sebaliknya, saat kenyataan berbeda, hati mulai gelisah, doa terasa seolah belum dijawab, bahkan kesabaran ikut diuji.

Fenomena itu sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum media sosial dipenuhi cerita sukses instan, Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari telah mengingatkan satu penyakit hati yang hingga kini masih sering menjangkiti manusia.

Beliau berkata dalam kitab Al-Hikam:

مَا تَرَكَ مَنْ الْجَهْلِ شَيْئًا مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحْدِثَ فِي الْوَقْتِ غَيْرَ مَا أَظْهَرَهُ اللَّهُ فِيهِ

“Tidaklah seseorang meninggalkan sedikit pun dari kebodohan ketika ia menginginkan terjadi pada suatu waktu selain apa yang Allah tampakkan pada waktu itu.”

Kalimat ini tidak mengajak manusia berhenti berusaha. Sebaliknya, nasihat tersebut mengingatkan agar seseorang tidak terjebak pada keinginan mengatur sesuatu yang sepenuhnya berada dalam kuasa Allah.

Kita Boleh Merencanakan, Tetapi Allah Menentukan

Tidak ada yang salah dengan memiliki cita-cita. Islam justru mendorong umatnya bekerja keras, mencari rezeki, belajar, dan mempersiapkan masa depan.

Namun, persoalan muncul ketika harapan berubah menjadi tuntutan.

Seseorang ingin usahanya langsung berhasil. Yang lain berharap segera memperoleh pekerjaan impian. Ada pula yang merasa doanya harus dikabulkan sesuai waktu yang telah ia tentukan sendiri.

Saat kenyataan berbeda, kekecewaan perlahan muncul. Padahal, bisa jadi Allah sedang menyelamatkannya dari sesuatu yang belum ia ketahui.

Di sinilah manusia sering lupa bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu, sedangkan pengetahuan manusia sangat terbatas.

Allah SWT berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Allah Mengatur Setiap Detik Kehidupan

Al-Qur’an memberikan penegasan bahwa tidak ada satu waktu pun yang kosong dari pengaturan Allah.

Firman-Nya:

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap waktu Dia berada dalam urusan.” (QS. Ar-Rahman: 29).

Para ulama menjelaskan bahwa setiap saat Allah menghidupkan, mematikan, mengangkat derajat, memberi rezeki, menguji hamba-Nya, membuka pintu kemudahan, sekaligus menutup jalan yang dapat membawa keburukan.

Karena itu, tidak semua penundaan berarti penolakan. Tidak semua kehilangan merupakan musibah. Demikian pula, tidak setiap keberhasilan yang datang cepat selalu menjadi kebaikan.

Sering kali hikmah baru terlihat setelah waktu berlalu.

Tawakal Tidak Sama dengan Menyerah

Ada anggapan bahwa menerima takdir berarti berhenti berikhtiar. Pemahaman seperti ini tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

Hadis tersebut menunjukkan keseimbangan antara usaha dan tawakal.

Seorang mukmin tetap bekerja, belajar, berdagang, menabung, dan berdoa. Namun, setelah semua ikhtiar dilakukan, ia menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan lapang dada.

Sikap inilah yang melahirkan ketenangan. Sebab, seseorang tidak lagi mengukur kasih sayang Allah hanya dari cepat atau lambatnya doa terkabul.

Barangkali yang Perlu Diubah Bukan Takdirnya, Melainkan Cara Pandang Kita

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah terpancing membandingkan diri dengan orang lain. Ada teman yang lebih cepat menikah. Ada kerabat yang usahanya berkembang pesat. Dan ada pula rekan kerja yang lebih dahulu memperoleh jabatan.

Perbandingan seperti itu sering membuat hati tergesa-gesa.

Padahal, Allah tidak pernah menjanjikan setiap hamba akan melalui jalan yang sama.

Setiap orang memiliki waktu, ujian, rezeki, dan pelajaran hidup yang berbeda.

Karena itu, yang patut dipertanyakan bukanlah mengapa takdir orang lain tampak lebih indah, melainkan apakah kita sudah memanfaatkan waktu yang Allah berikan hari ini dengan sebaik-baiknya.

Bukankah sangat mungkin kita sibuk meminta garis akhir, sementara Allah sedang mengajarkan cara berlari yang benar?

Saatnya Berdamai dengan Waktu Allah

Imam Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa kebodohan terbesar bukanlah tidak mengetahui masa depan. Kebodohan itu muncul ketika manusia merasa lebih tepat menentukan waktu dibandingkan Allah.

Maka, teruslah berikhtiar. Perbanyak doa. Jangan lelah memperbaiki diri. Namun, setelah semua dilakukan, izinkan hati belajar ridha terhadap ketetapan-Nya.

Sebab, takdir Allah tidak pernah datang terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Selalu ada hikmah yang menyertai setiap waktu yang telah Dia pilih.

Barangkali yang membuat hati lelah bukan karena Allah terlalu lama mengabulkan doa. Bisa jadi, hati kita yang terlalu tergesa ingin mendahului waktu-Nya. Ketika ikhtiar berjalan beriringan dengan tawakal, kita akan menyadari satu hal: takdir Allah tidak pernah salah alamat dan tidak pernah salah waktu. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadis Menjaga Lisan

    Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan […]

  • Final Piala Dunia 2026

    Mengapa Argentina Gagal? Ini 6 Penentu Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Final Piala Dunia 2026 menyajikan pertandingan yang akan lama dikenang pencinta sepak bola. Spanyol akhirnya mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu dan merebut gelar juara dunia. Namun, partai final Piala Dunia, laga perebutan trofi dunia, dan pertandingan puncak Piala Dunia 2026 sesungguhnya tidak ditentukan oleh satu gol semata. Ada enam […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya

    Wakil Wali Kota Tasikmalaya Hadir di Gerak Jalan Bantarsari

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Wali Kota Tasikmalaya menghadiri kegiatan gerak jalan santai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Area Zona Kece, Kampung Lengo RT 001/RW 007, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Gerak jalan santai menjadi salah satu kegiatan warga untuk menyemarakkan momentum kemerdekaan. Selain menghadirkan […]

  • Gedung kantor KPU Kota Tasikmalaya yang masa kontraknya habis dan menjadi perhatian pemerintah daerah

    KPU Kota Tasikmalaya Terancam Kehilangan Kantor, Ini Respons Pemkot

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya belakangan mulai terasa berbeda. Di beberapa sudut ruangan, tumpukan map dan dokumen kepemiluan masih tersusun rapi di atas meja kerja. Namun di balik aktivitas rutin itu, muncul persoalan yang cukup serius: masa kontrak gedung kantor KPU resmi berakhir. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota […]

  • Kasus OJK Indosaku terkait penagihan pinjol brutal yang memicu kemarahan publik dan sorotan nasional

    Tak Bisa Lagi Sembunyi, OJK Bongkar Praktik Brutal Penagihan Pinjol

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – OJK Indosaku kini menjadi pusat perhatian setelah praktik penagihan pinjol brutal memicu gelombang kemarahan publik. Isu debt collector pinjol, penagihan yang melanggar hukum, hingga tekanan psikologis terhadap nasabah kembali menyeruak—dan kali ini, publik sulit menutupi kenyataan itu. Ini bukan sekadar kasus biasa. Ini alarm keras. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat. PT […]

  • kebakaran lahan Garut

    5 Hektare Lahan Terbakar di Garut, Diduga dari Pembakaran Sampah

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut terjadi di Kampung Pasir Gambir, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (9/8/2026) sore. Kebakaran lahan perkebunan milik warga itu menghanguskan area sekitar 5 hektare. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke semak-semak […]

expand_less