Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kenapa Musim Kemarau Justru Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

Kenapa Musim Kemarau Justru Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira musim kemarau identik dengan cuaca yang panas sepanjang hari. Namun, mengapa justru udara terasa lebih dingin saat malam hingga pagi? Fenomena bediding atau udara dingin saat kemarau inilah yang kembali dirasakan masyarakat di sejumlah daerah Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang normal dan terjadi hampir setiap musim kemarau.

Dalam beberapa pekan terakhir, suhu udara pada malam dan dini hari terasa lebih sejuk, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Meski demikian, kondisi ini bukan pertanda cuaca ekstrem ataupun perubahan iklim yang membahayakan. Sebaliknya, fenomena ini merupakan bagian dari proses alam yang dipengaruhi kondisi atmosfer ketika musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan BMKG melalui kanal InfoBMKG, langit yang cerah dan minim awan saat musim kemarau membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara turun sehingga udara terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari biasa.

Apa Itu Bediding?

Bediding adalah istilah yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi ketika suhu udara terasa lebih rendah dari biasanya selama musim kemarau.

Fenomena ini paling sering muncul pada malam hingga menjelang matahari terbit. Di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, penurunan suhu biasanya lebih terasa karena karakteristik geografisnya mendukung proses pendinginan udara.

Meskipun demikian, beberapa wilayah dataran rendah juga dapat merasakan efek serupa apabila langit tetap cerah sepanjang malam.

Mengapa Bediding Terjadi Saat Musim Kemarau?

Secara ilmiah, penyebab utama bediding berkaitan dengan proses pelepasan panas dari permukaan bumi.

Pada musim kemarau, jumlah awan umumnya jauh lebih sedikit dibandingkan musim hujan. Kondisi tersebut membuat panas yang tersimpan di tanah pada siang hari lebih mudah memancar kembali ke atmosfer ketika malam tiba.

Sebaliknya, saat musim hujan, lapisan awan berfungsi menahan sebagian panas sehingga suhu udara pada malam hari cenderung lebih hangat.

Karena itu, meskipun siang hari terasa terik, suhu udara pada malam hingga dini hari justru bisa turun cukup signifikan.

Wilayah yang Paling Merasakan Bediding

BMKG menjelaskan bahwa fenomena bediding lebih sering dirasakan di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

Daerah dengan elevasi tinggi memiliki suhu dasar yang memang lebih rendah. Ketika proses pelepasan panas berlangsung lebih cepat akibat langit cerah, udara menjadi semakin dingin.

Tidak hanya itu, beberapa wilayah pedesaan dengan tutupan vegetasi yang luas juga dapat mengalami penurunan suhu lebih cepat dibandingkan kawasan perkotaan.

Di Indonesia, fenomena ini umumnya lebih sering dirasakan pada periode puncak musim kemarau, terutama sekitar Juli hingga Agustus.

BMKG: Fenomena Ini Normal

BMKG menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir ketika merasakan udara lebih dingin selama musim kemarau.

Fenomena bediding merupakan bagian dari siklus cuaca tahunan yang dipengaruhi kondisi atmosfer. Selama tidak disertai kejadian cuaca ekstrem lainnya, kondisi tersebut termasuk normal.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi prakiraan cuaca resmi dari BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Tips Menjaga Kesehatan Saat Bediding

Walaupun bediding bukan fenomena berbahaya, udara yang lebih dingin tetap dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Agar tetap nyaman beraktivitas, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

  • Mengenakan pakaian hangat pada malam dan pagi hari.
  • Mengonsumsi makanan bergizi serta minuman hangat.
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.
  • Beristirahat yang cukup untuk menjaga imunitas.
  • Memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum beraktivitas.

Langkah-langkah tersebut membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan suhu selama musim kemarau.

Memahami Bediding Membantu Kita Lebih Siap

Fenomena bediding menjadi pengingat bahwa musim kemarau tidak selalu identik dengan udara panas. Justru, langit yang cerah tanpa banyak awan membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu malam hari menurun.

Dengan memahami penyebab ilmiahnya, masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang keliru mengenai perubahan cuaca. Selain itu, kebiasaan memantau informasi resmi dari BMKG juga akan membantu setiap orang mengambil keputusan yang tepat sebelum beraktivitas.

Data Penting Fenomena Bediding

  • Terjadi pada musim kemarau.
  • Paling terasa pada malam hingga pagi hari.
  • Lebih sering terjadi di pegunungan dan dataran tinggi.
  • Penyebab utama: langit cerah dan minim awan sehingga panas bumi cepat terlepas ke atmosfer.
  • Umumnya lebih terasa pada puncak musim kemarau, sekitar Juli–Agustus.
  • BMKG menegaskan bediding merupakan fenomena alam yang normal.

Jangan heran jika malam terasa lebih dingin saat kemarau. Itu bukan pertanda cuaca aneh, melainkan bukti bahwa alam bekerja sesuai hukumnya. Memahami bediding bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu kita menjaga kesehatan dan tetap siap menghadapi perubahan cuaca. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tinju amatir Tasikmalaya

    Fenomena Baru di Tasikmalaya: Tinju Jadi Pilihan Anak Muda Jalanan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bukan sekadar pertandingan biasa. Tinju amatir Tasikmalaya kali ini terasa berbeda. Di tengah isu kenakalan remaja, ratusan anak muda justru memilih naik ring, bukan turun ke jalan. Sabtu (25/4/2026), GOR Sukapura Dadaha dipenuhi teriakan penonton. Suasana panas, penuh emosi, tapi tetap terkendali. Di sinilah Boxing Van Java digelar, menghadirkan energi yang biasanya […]

  • Pisang Cavendish Tasikmalaya

    10 Bulan Menunggu, Pisang Cavendish Lanud Wiriadinata Mulai Dipanen

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pisang Cavendish Tasikmalaya mulai memasuki fase panen di area Dirgantara Farm Lanud Wiriadinata. Budidaya ini dikembangkan melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Panen perdana berlangsung Senin, 24 Agustus 2026, di area perkebunan Lanud Wiriadinata. Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, […]

  • gencatan senjata lebanon

    Hezbollah Setuju Gencatan Senjata, Tapi Syaratnya Bikin Situasi Makin Rawan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Suasana di wilayah selatan Lebanon belum benar-benar tenang. Di tengah isu gencatan senjata Lebanon, ketegangan masih terasa kuat. Hezbollah memang menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata Lebanon, tetapi sikap mereka dalam konflik Israel Lebanon justru mengirim sinyal keras bahwa situasi belum aman. Ultimatum Tegas: “Tidak Ada Ruang untuk Dominasi” Hezbollah tidak menolak […]

  • Suasana malam takbiran Dzulhijjah di kampung Indonesia dengan gema takbir, bedug musala, dan warga bersiap menyambut Idul Adha.

    Bukan Sekadar Kurban, Ini Rahasia Besar Bulan Dzulhijjah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    analbadarpost.com, HIKMAH – Bulan Dzulhijjah selalu identik dengan haji, kurban, dan gema takbir Idul Adha. Namun ternyata, ada banyak fakta Dzulhijjah yang jarang diketahui masyarakat. Bulan terakhir dalam kalender Hijriah ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang perubahan hati, momentum memperbaiki hidup, hingga suasana spiritual yang terasa berbeda dibanding bulan lainnya. Bahkan […]

  • Tafsir Surat Al-Jumuah

    Tafsir Surat Al-Jumuah: Saat Panggilan Allah Mengalahkan Kesibukan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu pertanyaan sederhana yang terasa semakin relevan di tengah kehidupan modern: apa yang kita lakukan ketika panggilan salat Jumat bertemu dengan kesibukan mencari nafkah? Pertanyaan itu sebenarnya sudah dijawab Al-Qur’an lebih dari 14 abad lalu melalui Surat Al-Jumuah. Surah ke-62 ini tidak hanya berbicara tentang salat Jumat. Tafsir Surat Al-Jumuah juga […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

expand_less