Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III Siliwangi justru memilih langkah yang lebih berani dengan menggelar kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa henti pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut bahkan menarik perhatian Museum Rekor Indonesia (MURI) karena dinilai menjadi pelopor kampanye perlindungan anak secara estafet dengan durasi terpanjang di Indonesia.

Keputusan itu lahir di tengah kenyataan yang masih memprihatinkan. Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian berbagai pihak. Oleh karena itu, Hari Anak Nasional tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga dijadikan momentum untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat agar ikut menjaga hak-hak anak.

Berbeda dengan peringatan yang identik dengan panggung hiburan dan seremoni simbolis, Tasikmalaya memilih menyampaikan pesan sederhana tetapi kuat: melindungi anak tidak cukup dilakukan sehari dalam setahun.

Karena itu, selama 24 jam penuh, suara tentang perlindungan anak akan terus bergema tanpa jeda.

Secangkir Kopi yang Melahirkan Gerakan Besar

Ide besar tersebut bermula dari pertemuan hangat di taman Markas Kodam III Siliwangi pada Selasa (14/7/2026).

Di bawah rindangnya pepohonan, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto berdiskusi dengan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih. Pertemuan itu berlangsung sederhana. Tidak ada panggung megah ataupun seremoni resmi. Hanya secangkir kopi yang menemani pembicaraan mengenai masa depan anak-anak Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, dari suasana santai itulah lahir sebuah komitmen besar.

Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam melindungi anak.

“Hari Anak Nasional adalah momentum yang tepat untuk menyadarkan kita sebagai orang tua. Tugas kita bukan hanya memberi makan, tetapi memastikan anak tumbuh tanpa diskriminasi, tanpa rasa takut, dan seluruh haknya terpenuhi. Benteng pertahanan pertama mereka adalah keluarga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Sebaliknya, perubahan justru dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yakni rumah.

Ironisnya, banyak orang tua berusaha memberikan sekolah terbaik, gawai terbaru, bahkan berbagai fasilitas modern. Akan tetapi, sebagian masih lupa menghadirkan rasa aman, perhatian, dan ruang dialog yang sehat di dalam keluarga. Padahal, anak lebih membutuhkan pelukan yang tulus daripada hadiah yang mahal.

Kampanye 24 Jam, Anak Menjadi Pemeran Utama

Semangat itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2026.

Selama satu hari penuh tanpa jeda, Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya akan menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak.

Mereka bukan sekadar menjadi penonton.

Mereka justru tampil sebagai pemeran utama melalui pentas seni, pertunjukan musik, teater, pembacaan puisi, hingga stand-up comedy.

Selain itu, panitia juga menyiapkan dialog budaya yang mempertemukan orang tua, tokoh masyarakat, media, akademisi, dan pemangku kebijakan. Tujuannya sederhana, tetapi sangat penting, yaitu membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan.

Kehadiran pemerhati anak nasional Kak Seto semakin menguatkan pesan tersebut. Dukungan tokoh nasional diharapkan mampu memperluas gaung kampanye hingga melampaui batas Kabupaten Tasikmalaya.

Lebih dari Sekadar Perayaan, Ada Tiga Target Besar yang Ingin Dicapai

Bagi Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Hari Anak Nasional tahun ini bukan hanya tentang menggelar acara yang ramai dikunjungi masyarakat. Ada tujuan yang jauh lebih besar, yakni mengembalikan makna Hari Anak Nasional sebagaimana semangat Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, yaitu menghadirkan kepedulian nyata terhadap hak-hak anak.

Menurutnya, anak-anak tidak membutuhkan janji yang indah. Mereka membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa aman ketika berada di rumah, nyaman saat belajar di sekolah, dan terlindungi ketika berinteraksi di tengah masyarakat.

Atas dasar itulah, KPAID Kabupaten Tasikmalaya menetapkan tiga fokus utama dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026.

1. Membangun Kepedulian Seluruh Elemen Masyarakat

Perlindungan anak tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan satu lembaga. Sebaliknya, keberhasilan sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak.

Karena itu, KPAID menggandeng pemerintah daerah, TNI, kepolisian, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, komunitas, akademisi, hingga keluarga sebagai bagian dari gerakan bersama.

Pendekatan tersebut lahir dari keyakinan bahwa karakter anak dibentuk oleh lingkungan yang mereka lihat setiap hari. Ketika lingkungan memberi teladan yang baik, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri, empati, dan keberanian.

Namun sebaliknya, ketika lingkungan membiarkan kekerasan menjadi sesuatu yang dianggap biasa, anak berisiko membawa luka itu hingga dewasa.

2. Memperkuat Jejaring Perlindungan Anak

Gerakan ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.

KPAID ingin memastikan bahwa setiap laporan dugaan kekerasan terhadap anak dapat ditangani lebih cepat melalui sinergi bersama pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan media.

Langkah tersebut menjadi penting karena perlindungan anak tidak berhenti pada penanganan kasus. Pencegahan jauh lebih bernilai daripada sekadar menyelesaikan persoalan setelah korban bertambah.

Semakin cepat masyarakat berani melapor, semakin besar peluang anak-anak memperoleh perlindungan sejak dini.

3. Menguatkan Budaya Positive Parenting

Selain pengawasan, edukasi kepada orang tua juga menjadi perhatian utama.

Melalui berbagai dialog interaktif selama rangkaian Hari Anak Nasional, masyarakat akan diajak memahami pentingnya Positive Parenting, yaitu pola pengasuhan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi, penghargaan terhadap anak, dan disiplin tanpa kekerasan.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, tantangan orang tua memang semakin kompleks. Anak-anak tumbuh di era digital dengan akses informasi yang nyaris tanpa batas. Karena itu, kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik. Anak membutuhkan pendampingan emosional, ruang untuk bercerita, dan rasa aman ketika menghadapi berbagai persoalan.

Ato Rinanto mengingatkan bahwa amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menegaskan tanggung jawab melindungi anak berada di tangan seluruh komponen bangsa.

“Anak-anak tidak bisa memilih lahir di keluarga seperti apa. Tetapi kita sebagai orang dewasa selalu memiliki pilihan untuk menghadirkan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang mereka,” tegasnya.

Saat Daerah Lain Menggelar Seremoni, Tasikmalaya Memilih Menggerakkan Hati

Di banyak tempat, Hari Anak Nasional identik dengan panggung hiburan, perlombaan, atau kegiatan seremonial yang selesai dalam hitungan jam.

Tasikmalaya mencoba menghadirkan pendekatan yang berbeda.

Kampanye selama 24 jam bukan sekadar mengejar rekor atau menciptakan kegiatan yang viral. Lebih dari itu, gerakan ini ingin memastikan bahwa pesan tentang perlindungan anak terus terdengar, bahkan ketika lampu panggung mulai dipadamkan.

Keberhasilan sebuah peringatan bukan diukur dari banyaknya tamu undangan atau meriahnya dekorasi. Ukurannya justru terlihat beberapa bulan kemudian: apakah semakin banyak orang tua yang memilih berdialog daripada membentak, semakin banyak guru yang mengedepankan pembinaan daripada hukuman, dan semakin banyak warga yang berani melaporkan kekerasan terhadap anak.

Jika perubahan kecil itu mulai tumbuh, maka Hari Anak Nasional telah menemukan makna yang sesungguhnya.

Masa depan Indonesia tidak lahir di ruang sidang atau gedung-gedung megah. Masa depan itu sedang bermain di halaman rumah, belajar di ruang kelas, dan menggenggam tangan orang tuanya. Ketika satu anak berhasil diselamatkan dari kekerasan hari ini, sesungguhnya satu masa depan bangsa sedang ikut diselamatkan. Sebab, bangsa yang benar-benar maju bukan hanya mampu membangun infrastruktur, tetapi juga mampu menjaga senyum anak-anaknya tetap utuh. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produksi Jagung Ciamis

    Kolaborasi Polisi dan Petani Dongkrak Produksi Jagung Ciamis

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kolaborasi antara Polres Ciamis, petani, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi Jagung Ciamis terus meningkat sepanjang 2026 dan realisasinya telah mendekati 80 persen dari target sekitar 260 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya program ketahanan pangan Ciamis yang digerakkan melalui pengembangan […]

  • Razia Lapas Banjar

    Razia Lapas Banjar Sita Barang Berpotensi Ganggu Keamanan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Razia Lapas Banjar kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan lembaga pemasyarakatan. Melalui penggeledahan Lapas Banjar dan pemeriksaan kamar hunian secara menyeluruh, jajaran petugas menegaskan komitmen menjalankan Program Zero Halinar atau bebas dari telepon genggam, pungutan liar, dan narkotika. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 itu menyasar sejumlah kamar […]

  • demo udara Jakarta

    Jelang Demo Udara Jakarta, Rafale dan F-16 Tiba di Halim

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Demo udara Jakarta mulai memasuki tahap persiapan setelah sejumlah pesawat tempur dan pesawat latih TNI Angkatan Udara (TNI AU) tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Kedatangan armada tersebut menjadi bagian dari persiapan demo udara untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan dipusatkan di kawasan Silang […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • Ketamine Kepri

    KRI Kerambit Gagalkan 1,3 Ton Ketamine di Laut Kepri

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL – 1,3 ton ketamine diduga ditemukan dalam 65 karung di kapal MV King Sun yang diperiksa KRI Kerambit-627 di perairan Kepulauan Riau. TNI AL menggagalkan dugaan penyelundupan tersebut setelah unsur KRI Kerambit melakukan pencarian dan pemeriksaan terhadap kapal pada Kamis (6/8/2026). Muatan tersebut menjadi perhatian setelah tim pemeriksa menemukan puluhan karung mencurigakan yang […]

  • Bulan Bung Karno

    Bulan Bung Karno di Banjar Pecah, Jalan Sehat dan Jaipong Jadi Magnet

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kawasan Area Dobo Kuliner, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, berubah menjadi lautan merah pada Minggu pagi (28/6/2026). Ratusan warga bersama kader dan simpatisan PDI Perjuangan memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno, mulai dari senam bersama, jalan sehat, hingga pertunjukan tari Jaipong. Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI […]

expand_less